Perjuangan Menuju Halal

Perjuangan Menuju Halal
Bab 12 Rencana pertunangan


__ADS_3

"Bu tadi waktu di restoran saya lihat Ibu Lastri sama ibunya Roy sedang ngobrol Bu saya tidak mendengar jelas obrolannya tapi kelihatannya mereka serius ngobrolnya Bu"ujar Ica sambil meletakkan makanan yang dibelinya di meja.


"Hmmm kira-kira ibu ngapain yah sama Bu Dewi jangan-jangan ada sesuatu lagi yang mereka bicarakan"ujar Ayu dengan kening yang mengerut


"Tidak tahu juga saya Bu"


"Yah sudah terimakasih atas informasinya silahkan makan dulu baru lanjutkan lagi kerjanya masih banyak kerjaan kita"


Mereka kemudian makan siang kemudian kembali melanjutkan kerjaan mereka.


Setya yang sedang mengajar terlihat tidak fokus ia masih memikirkan tentang mimpinya semalam ia melihat jelas peristiwa itu tapi ia tidak tau siapa wanita yang ada didalam mimpinya itu, tapi ia berusaha melupakan hal tersebut karena menganggap itu hanya permainan tidur ia pun kemudian melanjutkan mengajar.


Disisi lain Bu Lastri mulai merencanakan acara pertunangan Ayu dengan Roy yang akan dilaksanakan dua Minggu lagi ia sudah mencari referensi untuk dekorasi di acara pertunangan itu, Bu Dewi juga terlihat sedang mencari cincin untuk pertunangan anaknya, mereka memesan sebuah cincin yang dihiasi degan mutiara ditengahnya.


Ayu belum mengetahui kalau ibunya dan Bu Dewi sudah menyusun rencana pertunangannya dengan Roy ia terus berusaha menghubungi Setya karena ia sudah mengetahui kalau ibunya sudah memerintahkan Setya untuk menjauhinya ia tidak ingin jika karena perkataan Ibunya membuat Setya jauh darinya karena Setya merupakan laki-laki pertama yang mampu membuatnya jatuh cinta.


"Ta,,, aku sudah tau semua kenapa sikapmu berubah ibu sudah memberitahu aku kalau dia menyuruhmu untuk menjauhiku, aku harap kamu tidak menuruti permintaan ibuku itu Ta,,,,"isi pesan Ayu kepada Setya.


Beberapa saat kemudian Setya baru menyadari pesan dari Ayu.


"Maaf Yu,,, aku tidak berniat untuk menjauhi kamu tapi aku sadar posisiku sekarang di mana aku sadar aku siapa tapi perasaanku ke kamu juga tidak berkurang yu"ujar Setya


"Sebaiknya saat ini kita jangan terlalu intens berhubungan nanti kalau aku sudah siap aku langsung ketemu orang tuamu untuk menyampaikan niat baikku kepada kamu"lanjutnya


Melihat isi pesan Setya Ayu merasa sedih ia tidak pernah berpikir bahwa cintanya kepada Setya akan ditentang sama ibunya.


"Iyaaa Ta,,,, aku mengerti apa yang kamu rasakan tapi aku harap kamu jangan menyerah yah Ta,,, aku juga akan berjuang semampuku"dengan mata berkaca-kaca Ayu mengirimkan pesannya itu kepada Setya.


Bu Lastri pun sudah merencanakan pertunangan itu dengan matang ia tinggal menyempurnakannya saja.

__ADS_1


"Halo,,, jeng gimana dengan persiapan pertunangan anak kita"tanya Bu Dewi melalui sambungan telepon


"Aman,,, jeng persiapannya sudah 70 persen tinggal beberapa persiapan lagi yang harus disempurnakan, kalau si Roy bagaimana jeng dia sudah dapat cincin tunangannya belum?"tanya Bu Lastri


"Ini cincinnya sudah dipesan jeng,,,, mungkin besok sudah jadi"ujar Bu Dewi


"Wah bagus jeng,,,, ini sisa seminggu lagi jeng saya akan mempersiapkan semaksimal mungkin"


"Iyaaa jeng,,, semangat yah untuk masa depan anak-anak kita"


Ibu Lastri kemudian menghampiri Ayu yang sedang serius menyelesaikan pekerjaannya di depan komputernya


"Yu seminggu lagi kamu akan melangsungkan pertunangan dengan Roy kamu siap-siap yah, ibu sudah mempersiapkan semuanya"ujar ibu Lastri


"Haaa,,,,"sontak ayu kaget kemudian berdiri


"Apa Bu,,,? tunangan?"


"Pokoknya Ayu tidak mau,,,"dengan nada tinggi Ayu membantah ibunya


"Kamu jangan melawan sama orang tua Yu kamu mau jadi anak durhaka,,,,"Bu Lastri meninggikan suaranya kepada Ayu


Ayu seketika terdiam tidak bisa berkata apa-apa walaupun Ayu menolak perjodohan itu tapi Ayu tidak pernah melawan dengan orang tuanya dia anak yang patuh, ia hanya bisa menunduk sambil meneteskan air mata dan berlari masuk ke kamar dan menutup pintu kamarnya rapat-rapat ia hanya bisa menangis dalam diam entah bagaimana caranya ia melampiaskan perasaannya, berhari-hari ia hanya mengurung diri di kamar enggan makan, ia juga belum berani menyampaikan hal itu kepada Setya karena ia takut Setya akan down setelah mendengar kabar pertunangannya dengan Roy


Hari pertunangan semakin dekat persiapan sudah siap dilaksanakan tinggal menunggu hari H, Bu Dewi dan Roy pun sudah mempersiapkan cincin pertunangan untuk anaknya, Ayu memberanikan dirinya untuk menghubungi Setya.


"Ta,,,, kamu mau cerita sama kamu"pesan Ayu dengan emoji menangis


Setya melihat isi pesan Ayu tidak seperti biasanya kemudian membalas dengan penasaran

__ADS_1


"Kamu kenapa Yu,,, ada masalah apa kok pakai emoji gitu"Jawabnya


"Ta,,,,,,"


"Ibuku mau aku dan Roy tunangan dan hari pertunangannya tinggal dua hari Ta,,,,"


Membaca pesan itu Setya merasa seperti sedang terjatuh di jurang berduri ia tidak menyangka kalau perkataan ibu Lastri yang mau menjodohkan Ayu dengan orang lain ternyata serius ia mencoba membalas pesan Ayu dengan tenang.


"Kamu tenang dulu Yu,,,, tidak baik kalau kamu seperti ini"mencoba menenangkan Ayu


"Tidak bisa Ta,,,, aku tidak mau dijodohkan aku cuma sayang sama kamu"ujar Ayu


"Kamu istighfar dulu Yu,,, kamu harus kuat kalau memang kamu ditakdirkan berjodoh bersama Roy itu sudah yang terbaik Yu"


"Kita juga tidak bisa memaksakan kehendak seperti ini tidak baik Yu"Setya memberikan nasehat kepada Ayu


"Tapi Ta,,,,"


"Sudah yah Yu kamu jangan nangis kamu ambil wudhu dulu sholat dulu biar tenang"


"Iyaaa,,,, Ta"sambung Ayu sambil beranjak dari tempat tidurnya segera mengambil air wudhu dan sholat, didalam sholatnya Ayu terus-menerus menangis.


"Ya Allah hamba merasa sangat sedih di satu sisi hamba tidak memiliki perasaan dengan Roy di sisi lain hamba tidak ingin durhaka kepada orang tua"ucapnya dalam doanya


Di satu sisi juga tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya walaupun ia merasa hancur ia berusaha untuk tetap tegar.


"Kamu harus kuat Ta,,,, kamu harus percaya bahwa takdir Allah itu yang tebaik"Setya mencoba menguatkan dirinya sendiri.


Ayu masih mengurung dirinya di kamar bahkan saat dibawakan makanan ia tidak memakannya tapi ibunya seperti tidak memperhatikan kondisi anaknya itu ia sibuk mempersiapkan pertunangan antara anaknya dengan anak sahabatnya dengan dalih bahwa masa depan Ayu akan cerah jika ia menikah dengan Roy

__ADS_1


Persiapan semakin matang dengan dekorasi yang megah dan hiasan-hiasan yang indah menghiasi rumah megah bak istana itu namun didalam kamar permaisurinya sedang merasa tertekan seperti itulah kehidupan Ayu saat ini kebahagiaan demi kebahagiaannya terenggut karena ambisi ibunya.


Setya dan Ayu merasakan kesedihan yang sama dua insan yang saling mencintai itu harus melalui masa-masa yang sulit karena perbedaan status menjadi rintangan yang harus mereka hadapi.


__ADS_2