Perjuangan Menuju Halal

Perjuangan Menuju Halal
Bab 17 Ayu mulai menyadarkan diri


__ADS_3

Ayu sudah mengalami koma selama dua Minggu, Bu Fatimah sangat prihatin melihat kondisi Ayu saat ini, ia hanya bisa mendoakan agar Ayu segera sadar dari komanya dan kembali hidup normal seperti dulu lagi, ia sudah menganggap Ayu sebagai anaknya sendiri karena Ayu sudah banyak membantu keluarganya.


"Ta,,, kamu terus doakan Ayu yah, ibu yakin Ayu akan segera sadar dari komanya"ujar Bu Fatimah


"Iya,,, Bu Tata selalu mendoakan Ayu setiap Tata habis sholat Bu"


Setelah beberapa saat mereka melihat Ayu mereka ingin keluar dari ruangan tersebut, tapi saat Setya ingin meninggalkan Ayu terdengar suara sayup-sayup ditelinga Setya.


"Ta,,, Tata,,,,"suaranya yang begitu pelan tapi masih mampu didengar oleh Setya.


Ia kemudian berbalik melihat Ayu tampak bibir Ayu bergerak, ia kemudian buru" keluar dan memberitahu kepada Bu Lastri ia kemudian memanggil dokter.


"Dok Ayu dok saya dengar dia bisa memanggil nama saya"ujar Setya yang kelihatan buru-buru memanggil dokter


"Cepat dok,,, cepat"


"Iyaaa,,,, iyaa sabar"ujar dokter tersebut


Dokter kemudian memeriksa kondisi Ayu ia mengatakan bahwa Ayu sudah mulai keluar dari kondisi koma tapi ia belum bisa sadar sepenuhnya ia sudah bisa menyadari apa yang terjadi di sekitarnya.


"Kondisi pasien sudah semakin membaik tapi ia masih harus istirahat total biarkan dia beristirahatlah dulu"dokter tersebut menjelaskan kondisi Ayu saat ini


"Alhamdulillah,,,, makasih dok" ujar ayah Ayu dan beberapa orang yang ada ditempat itu ikut mendengarkan penjelasan dokter


"Baik pak Bu saya pamit pulang yah saya selalu doakan semoga nak Ayu segera diberi kesembuhan"ujar Bu Fatimah sambil berpamitan untuk pulang.


Keesokan harinya Ayu pelan-pelan mulai sadar ia membuka matanya walaupun penglihatannya masih kabur ia mulai memperhatikan sekelilingnya.


"A,, aa,, aku di mana"Ayu mulai dengan suara yang terputus-putus, kondisinya masih sangat lemah


"Bu,,,,, Bu Ayu,,,, ibu sudah sadar Bu"ujar Ica yang berada disampingnya

__ADS_1


"Pak,,,, Bu,,,, Ayu sadar pak,,,, Bu,,,,,,"Ica kemudian teriak memangi ayah dan ibu Ayu


Mereka kemudian bergegas masuk ke ruangan dan melihat kondisi Ayu sudah bisa membuka matanya.


"Ayu,,,, nak,,, panggil dokter pah"ujar Bu Lastri


"Nak,,, kamu sudah sadar nak,,,,"


"I,,, i,, Bu Setya ma,, na,,, Bu?" Ayu langsung mencari keberadaan Setya


Bu Lastri yang mendengarkan hal itu merasa kurang senang tapi ia juga merasa iba melihat kondisi Ayu yang bicara pun masih terputus putus.


Dokter kemudian masuk memeriksa kondisi Ayu.


"Alhamdulilah Pasien sudah keluar dari komanya tapi kondisinya saat ini masih sangat lemah tolong jangan ajak bicara dengan hal yang berat-beratnya dulu"pesan dari dokter


Ica kemudian langsung menghubungi Setya.


Setya langsung membuka pesan tersebut langsung bergegas menuju ke parkiran kebetulan ia baru selesai mengajar, ia kemudian buru-buru menuju ke rumah sakit.


"Bu,,,, k,,, ka,,, Ki,,,, Ayu,,, Bu,,, ti tidak bisa bergerak"Ayu yang merasa sebagian tubuhnya ke bawah mati rasa ia mengalami kelumpuhan usai sarafnya terganggu akibat benturan keras saat kecelakaan.


"Iyaaa,,,, nak kamu sabar dulu yah nanti juga bisa digerakkan lagi kok kamu sabar dulu yah nak"ujar Bu Lastri yang terlihat sangat sedih, ia mencoba menyemangati anaknya itu.


"A,, ayu,, min,, ta maaf yah Bu,,,"Ayu menyesal melakukan hal nekad yang mencelakai dirinya sendiri


"Iyaa,, nak tidak apa-apa, sudah,,, sudah,,,, kamu jangan banyak ngomong dulu nak kondisimu masih lemah"


Beberapa saat kemudian Setya tiba di rumah sakit ia kemudian bergegas menuju ke ruangan tempat Ayu di rawat, ia membuka pintu ruangan dan masuk dengan hati-hati Ayu yang melihat Setya datang langsung tersenyum


"Ta,,, Ta,,,"sambil tersenyum

__ADS_1


"Kamu keluar dulu Ayu sekarang lagi butuh istirahat dia belum bisa ngobrol banyak"Bu Lastri menyuruh Setya keluar dari ruangan


Setya kemudian menurutinya walaupun ia disuruh keluar tapi bisa melihat Ayu senyum ia merasa sangat bahagia bahkan ia sampai meneteskan air mata di pipinya ia sangat senang karena Ayu sudah sadar dari koma.


Mereka yang sedang di dalam ruangan kemudian keluar untuk memberikan waktu untuk Ayu agar Ayu bisa beristirahat, sedangkan Ica ditugaskan tinggal di ruangan untuk menemani Ayu, jika ada keperluan Ayu ia yang akan membantunya.


Dokter kemudian masuk memberikan Ayu obat tidur karena energinya akan habis jika ia terus sadar sedangkan tubuhnya masih sangat lemah beberapa saat kemudian Ayu kembali tertidur.


Setya kemudian meminta izin kepada Bu Lastri untuk melihat Ayu, kali ini ia diizinkan untuk masuk Setya kemudian duduk di samping Ayu.


"Yu,,, kamu yang kuat yah aku yakin kamu pasti sembuh,,, aku akan selalu mensupport kamu bagaimanapun kondisimu"ujar Setya


Ia kemudian membacakan beberapa surah-surah pendek untuk Ayu, setelah 15 menit berada di dalam ruangan ia kemudian keluar dan segera pulang ke rumahnya karena ia belum pernah pulang setelah jam kerjanya selesai.


Setelah tiba di rumahnya Setya menyalim tangan ibunya kemudian mengabari kepada ibunya tentang kondisi Ayu saat ini


"Bu Ayu,,, sudah sadar dari koma Bu tadi Setya singgah sebentar di rumah sakit jadi telat pulang ke rumah"


"Alhamdulillah Ta,,, doa kita semua dijabah semoga Ayu segera diberi kesembuhan"


"Aamiin Bu, tapi Ayu mengalami kelumpuhan pasca kecelakaan Bu sarafnya terganggu akibat benturan keras"


"Itu semua ujian nak,,, insyaallah nak Ayu bisa sembuh dengan ikhtiar serta doa"


"Aamiin Bu,,, jujur Tata tidak bisa membohongi perasaan Tata ke Ayu Bu,,,,"ujar Setya


"Iyaa,,, nak ibu paham yang paling penting sekarang kesembuhan Ayu kalau dia memang jodohmu dia akan menjadi milikmu nak"Bu Fatimah kembali memberikan nasehat kepada anak semata wayangnya itu


"Sudah Ta,,, kamu istirahat sana terus makan siang sudah jam 2 lewat kamu belum makan siang"


"Baik Bu,,,,"ujar Setya

__ADS_1


Saat malam hari tiba Setya belum juga tertidur ia terus memikirkan Ayu, ia merasa senang karena Ayu sudah sadar tapi ia juga merasa sedih karena karena merasa musibah yang menimpa Ayu ada kaitannya dengan dirinya selain itu ia sulit untuk bersama Ayu karena perbedaan status keluarganya walaupun begitu Setya tidak pernah menyerah walaupun Bu Lastri berulang kali berusaha menjauhkannya dari Ayu tapi ia tidak pernah meninggalkan Ayu begitu saja, ia selalu ada disaat Ayu membutuhkan dirinya, walaupun Setya bukan siapa-siapa tapi ia memiliki hati yang sangat baik Setya yang sekarang sudah jauh berbeda dengan dirinya yang dulu. Setya Ia mulai merasa ngantuk dan akhirnya ia tertidur di malam sangat hening dan tenang itu.


__ADS_2