
Ayu yang terus mengemudi tidak tahu ke mana arah yang ia tuju ia hanya bisa menangis dan terus mengemudi dengan kecepatan tinggi, ia melaju dengan kecepatan di atas 80 km/jam, sementara itu ayah dan keluarganya terus mengejar mereka ketinggalan dari Ayu.
Ayu semakin tidak fokus dan sulit untuk konsentrasi dia hanya menangis sepanjang jalan ia membenci semua yang terjadi pada hari ini.
Saat tiba di perempatan Ayu yang terlihat tidak konsentrasi tidak melihat truk melintas di depannya ia berusaha mengerem mobilnya, tapi dengan kecepatan yang melesat tinggi ia tidak mampu menghindari truk yang melintas di depannya itu.
Pip,,,,, pip pip pip,,,,,, Truk tersebut membunyikan klaksonnya,,,,,
Gubbraaaaakkkkkkk!!!💥
Kecelakaan pun tak bisa dihindari Ayu menabrak tepat samping kiri truk itu, terjadi benturan yang keras antara mobil ayu dan truk tersebut kedua kendaraan itu langsung terhenti sontak orang-orang disekitar tempat kejadian itu kaget dan panik dan salah seorang ibu-ibu berteriak
"Kecelakaan,,,, cepat ditolong cepatttt,,,,"
Orang-orang yang berada disekitar lokasi bergegas untuk menolong Ayu yang masih berada di dalam mobil, ia seketika tidak sadarkan diri dengan darah yang bercucuran dari kepalanya, sementara sopir truk itu hanya mengalami luka ringan karena yang ditabrak hanya sisi kiri truknya.
Ayah Ayu yu dan keluarganya yang mengejar Ayu kemudian tiba di lokasi tersebut, mereka sangat kaget mobil yang di kendarai anaknya itu mengalami kecelakaan tampak lampu sein mobil Ayu masih menyala, ia panik yang langsung keluar.
"Ayu,,,,,,"teriak ayah Ayu
"Cepat hubungi ambulans cepat"dengan wajah yang pucat dan kaget, wajahnya bercucuran keringat dingin.
Beberapa saat kemudian mobil ambulans tiba di lokasi kemudian para warga membantu mengeluarkan Ayu yang terjepit dari dalam mobil, setelah beberapa saat Ayu langsung dipindahkan ke dalam mobil ambulans dan ia didampingi oleh ayahnya langsung menuju ke rumah sakit terdekat.
Luka di kepalanya ditutup agar darah yang keluar dapat dihentikan dan selang oksigen terpasang di hidungnya perawat yang berada di mobil ambulans tersebut berkali-kali memeriksa denyut nadi Ayu yang ternyata masih berdenyut.
Perjalanan dari tempat kejadian kecelakaan menuju rumah sakit memakan waktu sekitar lima menit, ayah Ayu yang terlihat panik berusaha menghubungi keluarganya yang sedang berada di rumah.
"Halo,,, Bu Ayu kecelakaan Bu cepat ke sini sekarang ambulans menuju ke RSUD"ujarnya melalui sambungan telpon dengan bu Lastri
Hp Bu Lastri langsung terjatuh dari tangannya ia terlihat lemas ia hampir pingsan mendengar kabar anaknya itu sehingga harus dipapah oleh beberapa orang.
"Kenapa Bu,,, ada apa?"tanya Bu Dewi dan beberapa orang yang berada di sekitar rumah Ayu
__ADS_1
"Ayu,,,, kecelakaan"jawabnya dengan nada yang lemah.
Beberapa saat kemudian Ayu tiba di rumah sakit dan langsung dilarikan ke ruang emergency dan langsung mendapatkan pertolongan pertama saat dokter memeriksanya.
"Perdarahan,,,,, cepat harus segera di operasi"kata dokter yang menangani Ayu
"Baik dok"ucap perawatnya kemudian Ayu segera dibawa menuju ke ruang operasi.
Ayah Ayu yang menunggu diluar harap-harap cemas dengan putrinya itu beberapa saat kemudian Bu Lastri dan Bu Dewi beserta keluarga lainnya tiba di rumah sakit tersebut.
"Bagaimana keadaan anak kita pah,,,,"tanya Bu Lastri yang menangis histeris
"Ayu,,,, dioperasi Bu"jawab ayah Ayu sambil menunduk dan menutup mukanya dengan kedua tangannya.
"Ayu,,,,,, anakku,,,,,,,"Bu Lastri terus terusan menangis
Sementara itu dokter langsung mengambil tindakan operasi di kepala Ayu karena terjadi perdarahan di kepalanya, operasi itu berjalan cukup tegang Ayu berada di situasi antara hidup dan mati, ia menjalani tindakan sekitar setengah jam.
Keluarga Ayu yang sedang menunggu diluar cemas ayahnya terlihat mondar mandir di depan ruangan operasi menunggu kabar dari anaknya itu.
"Sudah jeng,,, tenang dulu kita doakan Ayu supaya selamat"ujar Bu Dewi yang berada di samping Bu Lastri, sementara Roy juga yang berada di situ tampak gelisah menunggu kabar dari Ayu.
Tidak lama kemudian dokter kemudian keluar dari ruangan operasi.
"Bagaimana kondisi anak saya dok,,,,"Ayah Ayu langsung menghampiri dokter di pintu ruangan operasi, dan keluarga Ayu langsung berdiri menunggu penjelasan dari dokter
"Alhamdulillah operasinya berhasil tapi pasien masih dalam keadaan koma dan ada sarafnya yang terganggu akibat benturan keras, ia akan mengalami kelumpuhan dikakinya"ujar dokter menjelaskan kondisi Ayu.
Keluarga yang mendengar keadaan Ayu sedikit merasa lega tapi masih dirundung kesedihan karena Ayu koma dan mengalami kelumpuhan.
Ica kemudian mengabarkan kabar tersebut kepada Setya.
"Halo,,, Ta,,, kamu sudah dengar kabar tentang Ayu"tanya Ica
__ADS_1
"Memangnya Ayu kenapa Ca,,, bukannya hari ini dia tunangan"ujar Setya
"Ta,,,, Ayu kecelakaan Ta"
"Apa,,,? kecelakaan? ah kamu yang serius Ca,,, jawab Setya sedikit tidak percaya dengan kabar itu
"Serius Ta,,,, tadi pas mau masang cincin pertunangan Ayu tiba-tiba kabur Ta,,, dia bawa mobil sendiri dan akhirnya kecelakaan"
Sontak Setya panik hpnya sempat terjatuh dari tangannya.
"Ayu sekarang dimana Ca bagaimana kondisinya?"tanya Setya
"Ayu sekarang berada di RSUD Ta,,,, dia masih menjalani tindakan, ke sini cepat Ta seperti Ayu membutuhkan kamu"
"Oke,,, Ca aku sekarang ke sana"Setya kemudian buru-buru menuju ke rumah sakit.
Ayu kemudian dipindahkan dari ruang operasi menuju ke ruang perawatan di hidungnya masih terpasang selang oksigen dan monitor detak jantung terus terpasang di badannya, kepalanya masih diperban dan ada beberapa bekas luka di wajahnya.
"Nak,,, kamu yang kuat yah kamu pasti bisa lalui ini semua"ujar Bu Lastri sambil menggenggam tangan Ayu, pihak keluarganya pun terlihat sedih dengan kejadian itu.
Beberapa saat kemudian Setya tiba di rumah sakit dan langsung menemui Ica
"Ca,,, Ayu sekarang dimana?"tanya Setya pada Ica
"Dia sekarang ada diruang perawatan"jawab Ica
"Tunggu dulu yah Ta,,, yang bisa melihat Ayu cuma dua orang"ujar Ica.
Setya tertunduk sedih ia seakan tidak percaya dengan kejadian ini, ia masih bisa mengikhlaskan jika Ayu tidak berjodoh dengannya tapi ia tidak bisa terima jika Ayu pergi meninggalkan untuk selama-lamanya.
Beberapa saat kemudian Bu Lastri keluar dari ruangan Ayu, Ica kemudian meminta izin kepada Bu Lastri untuk masuk melihat Ayu bersama dengan Setya, walaupun Bu Lastri tidak suka dengan Setya tapi dengan kondisi seperti saat ini ia tidak menghalangi Setya untuk melihat anaknya itu.
Setya dan Ica kemudian membuka pintu ruangan dan masuk, ia berjalan pelan menuju ke arah Ayu, melihat wajah Ayu yang masih penuh dengan luka ica sangat sedih hingga tak sadar air matanya jatuh secara perlahan, Ica pun menangis melihat kondisi bosnya yang sekalian sahabatnya itu.
__ADS_1
"Bu,,, Ayu kamu harus kuat yah kamu harus sembuh"ucap Ica sambil menggenggam tangan Ayu.
Setya hanya bisa melihat Ayu yang terbaring lemah ia mempersilahkan Ica untuk duduk terlebih dahulu hati Setya hancur berkeping-keping seperti kaca yang dijatuhkan dari ketinggian.