
Keesokan harinya Ayu kembali terbangun dari tidurnya ia dapat kembali terbangun setelah mimpi panjang yang dialaminya sekitar lebih dari dua Minggu koma, Ayu membuka matanya secara perlahan pemandangan yang pertama kali dilihatnya saat terbangun adalah atap ruangan ICU dan yang pertama kali yang didengarnya adalah suara monitor detak jantung yang terhubung dengan tubuhnya.
Ayu sangat bersyukur karena masih diberikan kesempatan kedua kalinya untuk membuka mata dan memandangi dunia, dihatinya ia menyesali perbuatannya yang hampir merenggut nyawanya, tampak Ica disebelahnya sedang duduk sambil tertidur, Ica merupakan seorang sahabat yang sangat setia menemani Ayu.
Ia kemudian menggerak-gerakkan tangan Ica untuk membangunkannya
"Ica,,,"menggoyang-goyang tangan Ica
"Ca,,,,"mencoba lagi membangunkan Ica
Ica kemudian tersadar dari tidurnya
"Yah,,, kenapa Bu?"ujar Ica yang baru saja terbangun
"Aku haus Ca"ujar Ayu dengan nafas yang masih terengah-engah.
Ica bingung apakah Ayu sudah bisa diberi minum atau tidak, ia kemudian keluar sebentar untuk menanyakan hal tersebut kepada dokter
"Sebentar yah Bu saya tanya dokter dulu"ujar Ica kemudian keluar untuk menemui dokter
Beberapa saat kemudian dokter masuk ke ruangan Ayu dan memeriksa kembali kondisi Ayu.
"Kondisi pasien sudah membaik pasien bisa diberikan minum tapi dalam jumlah yang sedikit"ujar dokter
"Saya juga akan meresepkan beberapa obat pil untuk pasien"sambungnya
"Baik dok terimakasih penjelasannya"ujar Ica.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Bu Lastri tiba di rumah sakit dan langsung masuk ke ruangan Ayu, ia awal pagi tadi kembali ke rumahnya untuk membersihkan dirinya, ia kemudian melihat Ica sudah sadar hatinya merasa sangat senang karena belahan jiwanya itu mampu melewati masa-masa kritis, Bu Lastri menggenggam tangan Ica dan menciumnya.
"Kamu cepat sembuh yah nak supaya bisa kembali seperti dulu lagi"ujar Bu Lastri kepada anaknya itu.
Beberapa saat kemudian perawat masuk ke ruangan tersebut dan memberikan beberapa jenis pil obat untuk Ayu minum, hal tersebut dilakukan karena kondisi Ayu sudah mengalami perbaikan sebelumnya ia hanya diberikan obat melalui injeksi, Ayu yang masih terbaring lemah belum mampu untuk duduk ia kemudian diberikan beberapa pil obat untuk diminum walaupun Ayu masih kesulitan meminum obat tapi ia mampu meminum semua jenis obat yang diberikan dokter.
Pagi itu seperti biasanya Setya masih mengajar di Sekolah tempat ia mengajar, ia mengajarkan beberapa hal kepada anak muridnya tentang bagaimana bersyukur, berusaha, serta bisa menerima takdir yang telah ditetapkan tuhan tampak murid-murid yang diajar oleh Setya dengan mudah memahami penjelasan dari dari pak Setya.
"Baik anak-anak jam hari ini sudah selesai terimakasih atas waktu dan perhatiannya"setelah itu kemudian menuju ke ruang guru untuk beristirahat.
"Kring,,, kring,,, kring,,,"bel pulang berbunyi
Setya kemudian prepare untuk pulang, ia tak langsung pulang ke rumah tapi ia menuju ke arah selatan dan mengarah ke rumah sakit, sebelum ke rumah sakit ia terlebih dahulu singgah di sebuah toko untuk membeli makanan-makanan ringan, setelah selesai belanja ia melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah sakit, ditengah perjalanan ia merasakan ada yang tidak beres dari motornya, setelah ia mengecek ternyata ban depan motornya kempes akibat paku tindis yang melekat di ban motornya itu.
"Duh,,,, kok kamu kempes lagi sih mana bengkel jauh lagi"Setya mengumam
Beberapa saat kemudian Setya tiba di rumah sakit jam ditangannya sudah menunjukkan pukul 02. 00 karena ia mengalami masalah dalam perjalanan sehingga memakan waktu yang sangat lama hingga akhirnya ia tiba di rumah sakit.
Setya kemudian masuk ke dalam ruangan tempat Ayu dirawat di dalam ada Bu Lastri ayahnya Ayu dan Ica.
"Assalamualaikum,,, permisi"ujar Setya sambil membuka pintu ruangan
"Waalaikumsalam,,," jawab mereka yang berada di dalam ruangan
Ayu yang melihat kedatangan Setya tampak tersenyum ia merasa sangat senang dengan kehadiran Setya saat itu,
"Misi pak Bu ini saya bawa makanan ringan dan beberapa buah"ujar Setya
__ADS_1
Ayah Ayu kemudian menyuruh Setya untuk meletakkan makanannya di atas meja.
"Maaf pak Bu apakah saya bisa berbicara dengan Ayu sebentar"Setya kemudian meminta izin kepada orang tua Ayu
"Iyaa bisa silahkan"ujar ayah Ayu sambil memanggil istrinya untuk keluar terlebih dahulu memberikan waktu agar Setya bisa ngobrol dengan Ayu, sepertinya Bu Lastri belum sepenuhnya bisa menerima kehadiran Setya ia masih menunjukkan ekspresi jutek di depan Setya.
"Assalamualaikum Yu,,, sykurlah kamu sudah sadar bagaimana perasaanmu sekarang?"Setya mulai berbicara dengan Ayu
"Waalaikumsalam Ta,,, aku masih lemas dan kakiku tidak bisa digerakkan"jawab Ayu dengan nada yang pelan
"Kamu sembagat yah Yu,,, kamu pasti bisa sembuh semoga dengan musibah ini bisa menjadi penghapus segala dosa baik yang kamu sengaja ataupun tidak disengaja"Setya memberikan kata-kata penyemangat untuk Ayu
"Iya,,, Ta makasih yah Ta"ujar Ayu
"Iya,,, Yu yah sudah kamu istirahat dulu yah kamu butuh banyak istirahat sampai kondisimu bisa pulih kembali, aku pamit pulang yah Yu kamu harus semangat seperti Ayu yang pernah ku kenal sebelumnya"Setya kemudian pamit untuk pulang.
"Iya,,, Ta kamu hati-hati yah bawa kendaraannya jangan ngebut-ngebut kayak aku"pesan Ayu kepada Setya.
"Iyaa,,, Ayu"
Setya akhirnya tiba di rumahnya dan menyampaikan kabar terbaru tentang kondisi Ayu saat ini kepada ibunya.
"Bu kondisi Ayu sudah mulai membaik, tadi Tata sudah bisa ngobrol dengan Ayu Bu"ujar Setya
"Alhamdulillah yah Ta,,, akhirnya anak baik itu bisa sadar kembali, kita memang tidak bisa membalas jasanya dari segi materi atau uang tapi kita bisa membalas dengan cara berbuat baik kepadanya semampu kita"ujar Bu Fatimah.
Ibu Fatimah memang telah mendidik Setya dengan sangat baik dari kecil hingga menjadi seorang guru Setya merupakan anak yang sangat patuh dengan ibunya tidak pernah keluar kalimat bantahan dari dalam mulutnya, ia mampu membentuk karakter Setya hingga menjadi pribadi yang baik saat ini.
__ADS_1
Disisi lain Ayu masih merasa sangat terpukul saat dirinya mengalami kelumpuhan tapi ia yakin dirinya masih bisa sembuh dan kembali normal seperti dulu sebelum kejadian tragis yang hampir merenggut nyawanya itu, entah berapa lama ia akan mengalami kondisi seperti ini bahkan dirinya pun tidak tahu, dokter pun hanya bisa menjelaskan kalau kelumpuhan Ayu masih bisa untuk disembuhkan tapi tidak menjelaskan secara detail berapa lama Ayu akan mengalami kondisi seperti ini.