Perjuangan Menuju Halal

Perjuangan Menuju Halal
Bab 11 Mimpi buruk Setya


__ADS_3

Sambil tertunduk lesu Setya menghampiri ibunya


"Bu,,, apakah salah jika Setya memiliki rasa dengan Ayu apakah berdosa jika seorang pria biasa mencintai seorang wanita kaya Bu?"tanyanya kepada ibunya


"Tidak salah Ta,,, semua orang berhak mencintai siapapun asalkan ia bisa meletakkan rasanya itu ditempat yang tepat, kok kamu nanyanya gitu nak ada masalah lagi yah?"


"Tadi waktu Tata selesai ngajar ibunya Ayu datang ke sekolah Bu, ia menyuruh Tata untuk menjauhi Ayu dan katanya Ayu sudah dijodohkan dengan seorang pria Bu"


"Ta,,,,,,"sambil mengusap usap punggung Setya


"Jodoh maut dan rezeki sudah ditetapkan tuhan kan kamu juga tau tentang itu,,, kalau Ayu bukan jodohmu sebesar apa pun usahamu tidak akan pernah bisa bersatu sebaliknya walaupun bagaimana orang ingin memisahkan kamu dengan Ayu kalau dia sudah menjadi takdirmu maka kamu akan dipersatukan, kamu percaya dengan takdir tuhan kan?"


"Iyaaa Bu Tata percaya tapi sebagai seorang manusia biasa Tata tidak luput dari rasa sedih Bu rasa ingin menyerah,,,"


"Iyaaa,,, nak ibu paham tugas kamu sekarang hanya berdoa kepada Allah dan berusaha semampu kamu, apapun keputusanmu ibu selalu support kamu Ta"ujar ibu Setya yang terus menyemangati anaknya itu


"Makasih yah Bu, ibu,,, orang yang paling bisa mengerti kondisi Tata"


"Iyaaa,,,, Ta sudah kamu istirahat yah sedih boleh tapi jangan lama-lama"


Setelah itu Setya masuk ke kamarnya dan membuka pesan di Hpnya ternyata ada banyak pesan dari Ayu yang masuk kemudian Setya hanya membalas singkat.


"Maaf yah Yu,,,, aku mau istirahat dulu"balasan pesan dari Setya, ia tidak menceritakan kejadian yang barusan ia alami di Sekolah tempat ia mengajar.


Melihat balasan pesan yang singkat itu Ayu kemudian merasa ada yang tidak beres tapi saat itu Ayu lagi sibuk mengerjakan banyak pekerjaannya sehingga dia tidak terlalu memikirkannya.


Pukul 17. 30 Ayu tiba di rumahnya dan segera beristirahat ia kemudian mengecek HPnya dan melihat isi pesannya dengan Setya


"Kok Tata belum chat dari tadi yah biasanya dia selalu chat aku duluan walaupun cuma pesan singkat,ini dia terlihat terakhir aktif jam 14. 05"Ayu mengumam


"Mungkin lagi sibuk kali nanti malam aja aku hubungi kembali"Ayu kemudian merebahkan badannya di atas kasurnya yang empuk dan hangat itu sambil melepas semua rasa lelahnya setelah pekerjaan yang padat seharian, setelah beberapa saat ia kemudian beranjak dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya tidak lama kemudian azan magrib berkumandang dan ia segera melakukan sholat magrib. Setelah selesai sholat ia kemudian berdoa

__ADS_1


"Ya Allah jika memang Setya adalah pria yang memang kau kirimkan untukku permudahkan jalannya dan jalanku"isi salah satu doa Ayu.


Disisi lain Setya sedang berada didalam mushola didekat rumahnya ia tampak sedang mengaji setelah ia selesai melakukan sholat magrib ia tidak beranjak dari tempatnya sampai waktu sholat Isya tiba.


Setelah selesai sholat Ayu kembali memeriksa HPnya ternyata belum ada pesan dari Setya masuk.


"Kok Tata belum pernah on yah dia kemana sih"dengan nada yang sedikit gelisah, ia kemudian mengirimkan beberapa pesan kepada Setya


"Ta,,,,,"


"Pak guru,,,,"


"Kamu ke mana sih"isi pesan dari Ayu


Setya kemudian tiba di rumahnya setelah selesai melaksanakan sholat isya di mushola dekat rumahnya, ia kemudian mengganti bajunya, setelah selesai ia memeriksa HPnya ternyata ada banyak sekali pesan dari Ayu yang belum ia baca ia tidak mau membuat Ayu khawatir dengan dirinya kemudian ia membalas


"Iyaaa,,, Yu maaf aku dari musholla tidak bawa hp jadi baru sekarang aku megang Hp"ujarnya melalui pesan WhatsApp.


Setya kemudian makan malam dan kembali ke kamarnya saat hendak tidur ia kembali memikirkan kejadian siang tadi, kata-kata dari Bu Lastri masih terngiang-ngiang di telinganya ia merasa ingin menjauhi Ayu tapi disisi lain hatinya menolak untuk menjauhi Ayu ia kemudian terlelap.


"Astagfirullah,,,, kok aku bermimpi seperti ini semoga ini hanya sebatas mimpi"Ucap Setya sambil mengusap usap dadanya untuk menenangkan jantungnya yang berdegup kencang.


Kemudian ia kembali tertidur karena masih awal kemudian ia terbangun pukul 05. 00 untuk melakukan sholat subuh dan bersiap-siap melakukan rutinitasnya.


Setya tidak sepenuhnya menuruti perintah ibu Ayu ia masih menghubungi Ayu tapi hanya sebatas pesan singkat ia tidak berani menemui Ayu secara langsung, Ayu pun kembali heran dengan sikap Setya ia tidak seperti biasanya Ayu kembali merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Setya kemudian ia bertemu dengan ibunya.


"Bu kenapa akhir-akhir ini Setya seperti menjauhi Ayu kalau mau ketemu dia selalu menghindar dan pesannya singkat? apa yang ibu sampaikan sama Setya Bu?"tanya Ayu kepada ibunya


"Ooh,,, baguslah kalau dia sadar diri, ibu sudah menyuruhnya untuk menjauhi kamu"tersenyum licik


"Kok ibu gitu,,,, sih ibu tega melakukan itu padahal Setya tidak pernah merepotkan kita"jawab Ayu yang kesal dengan ibunya

__ADS_1


"Ibu tidak suka kamu dekat-dekat dengan pria itu sampai kapanpun ibu tidak akan setuju kalau kamu sama dia"ujarnya


Ayu kemudian langsung bergegas keluar meninggalkan ibunya ia tidak sarapan pagi itu karena merasa kesal dengan ibunya.


Ibu Lastri kembali menemui Bu Dewi untuk membicarakan seputar perjodohan anaknya, ia kemudian bertemu di salah satu restoran.


"Halo,,, jeng Dewi"


"Eeeh,,, Halo jeng Lastri"


"Sudah lama menunggu?"tanya Bu Lastri


"Tidak juga ni jeng,,, baru beberapa menit"


"Ini jeng silahkan diminum dulu aku sudah pesankan minuman paling enak di restoran ini"Bu Dewi menawarkan minuman kepada Bu Lastri


Kemudian mereka melanjutkan pembicaraannya tentang perjodohan Roy dan Ayu


"Jadi kapan ni jeng kita selenggarakan pertunangan Ayu dengan Roy?"tanya Bu Lastri


"Kalau saya sih maunya secepatnya jeng karena bulan depan Roy akan kembali ke Singapura"ujar Bu Dewi


"Ooh baik jeng mungkin bagusnya Minggu depan kita sudah selenggarakan pertunangan mereka"


"Iyaaaa jeng lebih cepat lebih bagus"


"Untuk perlengkapan segala macam biar saya yang sediakan jeng Dewi tenang saja"


"Siap jeng,,, jeng Lastri memang sahabat terbaik aku"


"Hahaha jeng Dewi bisa aja"mereka kemudian melanjutkan pembicaraannya di restoran itu

__ADS_1


Saat mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba Ica asisten Ayu yang kebetulan datang untuk memesan makanan di restoran itu melihat mereka


"Wah,,,, itu kan ibunya Bu Ayu sama Ibunya pria yang ingin di jodohkan sama Ayu aku harus kasi tau Bu Ayu ni"ujar Ica. Ia kemudian memesan makanan yang dipesan oleh bosnya itu dan berencana memberitahu kepada Ayu jika ia Sudah kembali ke kantor.


__ADS_2