
Setelah selesai mengajar Setya tidak langsung pulang ke rumahnya ia menyempatkan diri untuk singgah melihat kondisi Ayu, saat tiba di rumah sakit ia langsung menuju ke ruangan Ayu didepan ruangan Ayu terlihat Ica sedang yang duduk
"Hai,,, Ca"sapa Setya
"Hao,,, Ta baru pulang ngajar?"tanya Ica
"Iyaaa nih Ca, gimana kondisi Ayu Ca? apakah sudah ada perubahan?"tanya Setya
"Masih belum ada sih Ta, tapi tadi ada dokter yang masuk periksa katanya denyut nadi dan tekanan darahnya sudah normal"
"Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu, Ayu didalam sama siapa Ca?"tanyanya lagi
"Di dalam ada Bu Lastri sama bapak terus ada tantenya Ayu juga Ta"
"Ooh gitu, kamu sudah makan siang belum Ca?"
"Belum ni Ta"
"Oke bentar aku keluar beli makanan dulu yah"
Setya kemudian keluar untuk membeli makanan, beberapa saat kemudian Setya kembali ke rumah sakit dengan membawa dua bungkus makanan untuk dirinya dan asistennya Ayu itu, beberapa saat kemudian Bu Lastri keluar dari ruangan ia yang melihat Setya diluar langsung menegur Setya.
"Kamu ngapain lagi sih ke sini?"ujar Bu Lastri
"Maaf Bu saya mau lihat bagaimana kondisi Ayu saat ini"jawabnya
"Mending kamu pulang mau kamu ke sini atau tidak itu gak ada pengaruhnya buat Ayu"
Mendengar perkataan Bu Lastri itu Setya cuma terdiam dan tertunduk.
"Maaf Bu apakah boleh saya lihat Ayu dulu baru saya pulang?"ucap Setya
"Gak usah kamu pulang aja Ayu tidak bisa diganggu"jawab Bu Lastri
"Baik Bu kalau begitu saya pamit pulang"Setya kemudian berlalu dengan wajah yang sedikit kecewa
Ica yang melihat Setya hanya bisa terdiam ia tidak tega melihat perlakuan Bu Lastri dengan Setya.
__ADS_1
Setya merasa sangat sedih sepanjang perjalanan dia hanya memikirkan Ayu.
"Kok kamu bisa melakukan hal senekat itu sih Yu"ujarnya dalam hati,
Pip,,,,,,, pip,,,,, klakson mobil dari belakang membuat Setya kaget dan kembali fokus berkendara, beberapa saat kemudian Setya tiba di rumahnya dan masuk ke kamarnya untuk beristirahat ia kemudian tertidur saat ia tidur ia memimpikan sosok wanita yang meminta agar Setya tidak meninggalkannya.
Setya kemudian terbangun jam dindingnya menunjukkan sudah masuk jam sholat Ashar ia kemudian bergegas untuk sholat, ia selalu meminta agar Ayu diberikan kesembuhan.
Dring,,, dring,,, ponsel Setya berbunyi ia kemudian memeriksa HPnya ternyata ada pesan dari Ayu
"Assalamualaikum Ta,,, Ayu saat ini membutuhkan transfusi darah dia kurang darah karena banyak kehilangan darah akibat kecelakaan"isi pesan dari Ica
"Waalaikumsalam Ca,,, jadi bagaimana Ca apakah sudah menemukan pendonor?"
"Belum Ta,,, golongan darah Ayu sama dengan golongan darah Bu Lastri tapi Bu Lastri takut dengan jarum suntik, kebetulan golongan darahku juga sama"ujar Ica
"Kalau begitu kamu bantu dulu Ayu yah Ca,,, pahala mendonorkan darah pada orang yang membutuhkan itu besar"Setya menjelaskan
"Baik Ta sebentar aku donorkan darahku untuk Ayu"
.....
"Aku sudah selesai donor Ta,,, saat ini Ayu masih menerima transfer darah Ta, kata dokter sudah mulai membaik"ujar Ica
"Alhamdulillah baguslah Ca, kamu jaga Ayu yah"
"Iyaaa,,, Ta"Pesan dari Ica
Keesokan harinya seperti biasa Setya bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah ia sarapan pagi kemudian berangkat menggunakan motor tuanya, sepulang dari sekolah ia kembali ke rumah sakit tempat Ica di rawat, saat itu ia diizinkan masuk oleh ayahnya Ayu karena kebetulan Bu Lastri sedang tidak ada di rumah sakit.
Setya kemudian duduk di samping Ayu dan ia mengeluarkan Al-Qur'an dari dalam tasnya dan mulai membacakan ayat-ayat Al-Qur'an di samping Ayu saat dia membaca Al-Qur'an tiba-tiba jari Ayu bergerak.
"Ca,,,, jarinya Ayu bergerak Ca"tanya Setya kepada Ayu yang ada dibelakangnya
"Serius Ta,,,,"setelah Ica melihat jari Ayu bergerak gerak ia bergegas keluar untuk memanggil dokter, tidak lama kemudian dokter kemudian masuk memeriksa Ayu.
"Bu Ayu tidak apa-apa jarinya bergerak karena refleks saraf kondisinya sekarang masih dalam keadaan koma"penjelasan dari dokter kepada Setya dan Ica disitu juga ada ayahnya Ayu
__ADS_1
Mendengar penjelasan dokter mereka yang sangat berharap Ayu bisa sadar secepatnya tampak sedih karena Ayu masih dalam keadaan koma, tampak air mata mengalir dari mata Ayu.
"Bu cepat sadar Bu disini ada pak guru Bu dia selalu menanyakan kabar ibu, ibu yang semangat yah harus cepat keluar dari kondisi ini"bisik Ica ditelinga Ayu sambil menghapus air yang mata yang mengalir di pelipis Ayu.
Seminggu kemudian Ayu belum juga bangun dari komanya walaupun dokter mengatakan kondisinya stabil, tampak keluarganya dan Ica sangat sedih.
Disisi lain Setya yang baru selesai melakukan sholat subuh ia terus berdoa untuk kesembuhan Ayu
"Yaa Rob berikanlah kesembuhan kepada Ayu dengan semua kebaikan yang pernah dia buat sembuhkanlah dia, kalau dia tidak ditakdirkan bersama hamba, hamba ikhlas tapi jangan ambil dia dari keluarganya dari orang-orang yang sayang sama dia"ucap Setya dalam doanya.
Setya mengingat kembali kenangan masa lalunya bersama Ayu saat ia pertama kali bertemu dengan Ayu, ia mengingat semua kebaikan-kebaikan Ayu kepada dirinya.
"Yu aku akan berbuat kebaikan-kebaikan kepada orang persis seperti kamu membantuku saat aku sedang susah"ucap Setya dalam hati.
Ia kemudian menyisipkan sebagian dari gajinya untuk menolong orang-orang yang membutuhkan atas nama Ayu berharap agar Ayu segera diberi kesembuhan.
Sudah lebih dari seminggu Ayu masih dalam keadaan koma Setya setiap hari datang untuk menjenguk Ayu ia selalu menyempatkan dirinya untuk melihat Ayu walaupun Bu Lastri kurang menyukainya tapi yang ada dipikirannya hanyalah kesembuhan Ayu.
Sementara itu keluarga Bu Dewi dan Roy tidak pernah lagi menjenguk Ayu hal tersebut membuat Bu Lastri merasa persahabatannya dengan Bu Dewi hanya sebatas teman biasa yang ada saat ia senang dan entah ke mana saat ia dalam keadaan susah.
Melihat kegigihan Setya hati Bu Lastri sedikit demi sedikit tergugah dengan ketulusan Setya yang setiap hari tidak lelah untuk menjenguk Ayu walaupun dihatinya masih ada perasaan tidak suka dengan Setya karena status keluarga Setya berasal dari keluarga sederhana.
Ibu Setya juga sangat peduli dengan Ayu karena Ayu berjasa saat Ayah Setya masuk rumah sakit Ayu yang membantunya membayarkan biaya rumah sakit.
"Ta,,, Ibu boleh ikut untuk jenguk Ayu"ujar ibu Setya yang ingin melihat kondisi Ayu
"Boleh Bu, sebentar sore Tata mau ke rumah sakit Bu"
Sore harinya mereka pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Ayu, sesampainya di rumah sakit Bu Fatimah ibu dari Setya kemudian menemui Bu Lastri.
"Bu saya ibunya Setya saat ingin melihat kondisi anak ibu"ujar Bu Fatimah kepada Bu Lastri
Bu Lastri hanya terdiam dan menunjukkan ekspresi yang datar dengan kehadiran Bu Fatimah ibu dari Setya, Bu Fatimah kemudian menceritakan semua kebaikan-kebaikan Ayu kepada keluarganya
"Bu,,, anak ibu anak yang baik ia sudah banyak berjasa untuk keluarga saya ia pernah membantu kami saat ayah Setya masuk rumah sakit dan kami tidak punya biaya Ayu yang membantu kami"ujar Bu Fatimah.
Mendengar hal tersebut hati Bu Lastri tergugah ia merasa sedih dengan kondisi Ayu saat ini.
__ADS_1
"Saya minta izin melihat Ayu sebentar yah Bu"ujar Bu Fatimah
Bu Lastri kemudian mengizinkan Ibu Fatimah dan Setya untuk melihat kondisi Ayu saat ini.