
"Maaf Yu bukannya aku tidak punya perasaan dengan kamu, kamu sudah banyak membantu aku Yu tidak baik jika kita berpacaran jika memang sama-sama punya rasa aku ingin kita langsung serius Yu"nasehat Setya kepada Ayu
"Iyaaa Ta,,,,, aku akan memperkenalkan kamu kepada orang tuaku"
Mereka sudah punya niat untuk serius Ayu kemudian mengundang Setya ke salah satu restoran untuk makan malam dan Ayu juga mengajak kedua orang tuanya dengan niat memperkenalkannya pria idamannya itu kepada orang tuanya.
"Bu,, Yah,,, nanti kita makan malem diluar Yah Ayu ingin memperkenalkan seseorang kepada Ayah dan Ibu"
"Haaa? mau dikenalkan sama siapa Yu?"tanya Ibu Ayu
"Sudah nanti malam ikut aja entar malam ibu dan Ayah akan tahu"
"Yah sudah deh"Ibu Ayu tidak bisa menolak ajakan anak gadisnya itu.
Malam pun tiba Ayu dan Ibunya tampak bersiap-siap sementara Ayahnya sudah menunggu di mobil,
setelah siap mereka pun berangkat menuju ke restoran yang Ayu maksud setelah tiba mereka langsung duduk di salah satu meja yang sudah dipesan oleh Ayu.
"Ayah sama ibu pesan aja dulu"sambil menunggu kedatangan Setya.
"Yu mana orang yang Ayu mau kenalkan sama Ayah dan Ibu sudah setengah jam menunggu kok belum datang-datang"
"Sabar Bu mungkin dalam perjalanan"
Setya agak telat karena ia ketiduran dan lambat sholat isya sebelum ke restoran ia menyempatkan diri sholat isya dulu kemudian pamit kepada ibunya. Setelah beberapa saat akhirnya Setya pun tiba di restoran tersebut dengan penampilan yang sederhana.
"Eeeh itu dia sudah datang"ujar Ayu
Melihat penampilan Setya yang sangat sederhana ibu Ayu memperhatikannya dari kepala sampai kaki ia sudah bisa menduga kalau Setya hanya seorang pria biasa.
"Maaf telat Yu tadi ketiduran terus sholat Isya dulu baru ke sini"Setya meminta maaf kepada Ayu
"Ooh iyaa tidak apa-apa Ta silahkan duduk dulu"
"Ayah,,, ibu,,, ini Setya ini orang yang ingin Ayu perkenalkan kepada Ayah dan Ibu"
"Assalamualaikum pak,,, Bu,,,"sapa Setya
"Waalaikumsalam" ucap Ayah Ayu
__ADS_1
"Ooh iyaaa Ta kamu pesan makanan aja dulu kami sudah pesan tadi"Ayu kemudian memanggil salah satu pelayan di restoran tersebut.
Setelah selesai memesan makanan tidak lama kemudian makanan yang pesan datang mereka mulai makan malam. Ibu Ayu terus terusan melihat Setya dengan wajah kurang senang
"Pekerjaan kamu apa?"tanya Ibu ayu yang dikenal dengan nama Lastri itu.
Setya agak kaget dan sontak menjawab
"Pekerjaan saya sebagai guru Agama Bu"
"Bu,,, udah Bu makan dulu nanti aja ngobrolnya"Ayu berusaha menghentikan pembicaraan mereka untuk sementara waktu.
Setelah mereka selesai makan Ayu kemudian menjelaskan kembali kepada ibunya tentang pekerjaan Setya
"Jadi Setya ini seorang guru bu disalah satu sekolah swasta"
"Ooh guru,,, pekerjaan orang tuanya apa?"Bu Lastri kembali bertanya
Setya sedikit canggung kemudian menjawab
"Ayah saya seorang pengrajin perabotan Bu kalau Ibu saya tidak bekerja"
"Oooh anak pengrajin perabotan,,, dari mana kamu bisa kenal dengan Ayu"
"Jadi Setya ini teman Ayu dari SMA bu cuma setelah Ayu pulang ke Indonesia baru bertemu dengan dia lagi"
Ayah Ayu hanya diam menyimak pembicara mereka.
"Mobil kamu diparkir dimana? saya tidak lihat ada mobil yang datang barusan"tanyanya lagi
"Maaf Bu saya mengendarai sepeda motor"jawab pria yang sering dipanggil Tata tersebut
"Bu,,, kok ibu nanyanya gitu"Ayu mulai tidak senang dengan pertanyaan-pertanyaan ibunya kepada Setya.
"Kamu sudah kenal tidak dengan Ayahnya Ayu, dia ini seorang pengusaha sukses dan punya puluhan perusahaan di Indonesia ini"
Mendengar perkataan dari Bu Lastri Setya hanya bisa menunduk.
"Bu,,, kok ibu gitu iih"
__ADS_1
"Ooh iyaaa Yu aku pamit duluan yah soalnya ada pekerjaan yang harus aku selesaikan, Pak Bu saya pamit yah assalamualaikum"Setya izin pamit pulang dan berlaku meninggalkan restoran tersebut
"Ta,,,, nanti dulu Ta,,,,"Ayu mencoba menghentikan Setya tapi tidak digubris dan Setya berlalu pergi dengan perasaan sedikit kecewa.
"Tu kan Setua sudah pulang ibu ngapain sih nanya pertanyaan -pertanyaan seperti itu"Ayu sedikit kecewa dengan ibunya itu
"Udah ayo pulang ayo pah,,,"sambil mengajak Ayu dan suaminya pulang.
Sesampainya di rumah ayu terlihat kecewa dengan perlakuan ibunya kepada Setya ia kemudian masuk ke dalam kamar lalu menguncinya dan berusaha menghubungi Setya tapi tidak ada jawaban dari Setya.
Keesokan harinya ibu Ayu menghampirinya
"Yu,,,, kalau kamu mau nyari pria itu yang jelas bibit bobot bebet nya minimal yang seperti keluarga kita ini lah"
"Emang Setya kenapa Bu,,, dia orang baik Sholeh rajin"
"Dengar dulu Yu,,,,"
Ayu kemudian berlalu meninggalkan ibunya untuk berangkat ke kantornya. Ayu mencoba menghubungi Setya berulang kali akhirnya direspon oleh Setya.
"Ta,,, maafin ibu aku semalam yah kamu jangan ambil hati yah"ucap ayu dalam pesannya
Kemudian Setya membalas
"Iyaaa Yu tidak apa-apa aku ngerti kok"
"Aku ngajar dulu yah Yu udah masuk jam ku sekarang"Lanjut setya
"Yah udah Ta,,, kamu semangat yah"
Setya terlihat kurang semangat saat mengajar setelah kejadian semalam,
"Eeeh pak guru yang ganteng kok wajahnya cemberut gitu semangat dong pak"ujar salah satu muridnya mencoba menghibur Setya
"Aaah kamu ada-ada aja mana ada saya cemberut"Setya menyangkal sambil tersenyum.
Setelah selesai mengajar Setya kemudian langsung pulang ke rumah dia masih kepikiran dengan pertanyaan-pertanyaan yang Ibu Lastri lontarkan semalam dia menyadari bahwa keluarga Lastri merupakan keluarga yang kaya raya dan tentu sulit untuk menerima orang sepertinya untuk menjadi bagian dari keluarga tapi Setya tidak menyerah begitu saja ia menyayangi Ayu dan punya tekad untuk terus memperjuangkan Ayu.
"Ini memang tidak akan muda tapi aku tidak boleh menyerah begitu saja semoga setiap langkah dan keputusanku di ridhoi Allah"Setya kembali menyemangati dirinya sendiri beberapa hari kemudian semangatnya pun kembali seperti semula disatu sisi Ayu juga terus kepikiran bagaimana caranya untuk menyakinkan kepada orang tuanya kalau Setya adalah pilihan terbaiknya untuknya.
__ADS_1
Ayu sudah sangat mantap memilih Setya untuk menjadi imamnya di masa depan namun hanya karena perbedaan status sosial ia dan Setya sulit untuk bersama,namun Ayu sudah memutuskan tidak mau bersama pria lain hanya Setya yang ia kagumi sedari lama dan sulit untuk berubah.
"kenapa sih orang-orang pada melihat miskin kayanya seseorang padahal kebahagiaan tidak bisa di ukur hanya dengan uang dan harta benda" ujar Ayu dalam hatinya.