
Waktu kian terus berganti kini Setya perlahan-lahan mulai bisa melupakan masa lalunya, tak ada lagi kisah cinta dalam hidupnya ia terus bangkit dan memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih bijak dalam mengambil keputusan.
Kring,,, kring,,, kring,,, suara bel menandakan jam istirahat di SMA 1 Nusa Bangsa seperti biasanya Setya keluar kelas dengan berjalan santai menuju ke kantin Sekolah.
"Bu seperti biasa yah mie gorengnya satu yah diatasnya letakkan telor ceplok satu"itu merupakan menu favorit Setya
"Eeh,,, Ta manyun aja muka lu daritadi"Bayu yang tiba-tiba datang entah dari arah mana mengangetkan Setya sambil menepuk pundaknya
"Astagfirullah,,,, bikin kaget aja lu bay sapa dulu kek ini tiba-tiba muncul dari alam antah berantah"
"Hahaha,,, santai aja Ta,,,,, eeh ngomong-ngomong kamu sudah dengar belum tentang anak pindahan itu dia jadi pembicaraan banyak orang loh"Sambil meneguk es teh yang tadi dibelinya
"Emang ada anak baru?"sedikit bingung
"Aelah,,, kurang update lu Ta, ada tu namanya Ayu orangnya cantik banget murah senyum dan dengar-dengar dia dari keluarga yang terhormat ayahnya punya perusahaan Sawit yang terbesar di kota sebelah"
"Bay,,, Bay,,, kalau cewek aja lu cepat"
"Kamu gak ada niatan mau kenalan gitu Ta?"candaan Bayu
"Apaan sih makan dulu tu makananmu entar keburu dimakan lalat"
"Yaelah lu Ta gak bisa diajak bercanda sih lu tidak berwana banget hidupmu"
30 menit berlalu begitu cepat Setya baru ingat kalau ia disuruh untuk menyiapkan buku paket di kelas sebelum Gurunya masuk, ia pun bergegas ke kelas dengan buru-buru hingga dia tak sengaja menyenggol seorang wanita yang baru saja mengambil buku di Perpus.
"Eeehhh,,, ee,,, eee,,, maaf yah aku tidak sengaja buru-buru soalnya"sambil membantu Ayu menyusun kembali buk-bukunya yang tercecer
__ADS_1
"Iya tidak apa-apa kok kelihatannya buru-buru banget?"Ucap wanita yang ternyata merupakan murid baru yang baru saja diceritakan Bayu kepadanya
"Iya,,, sorry yah"Setya kembali bergegas kembali ke kelasnya. beberapa saat kemudian Kondisi SMA 1 Nusa Bangsa begitu hening karena masing-masing kelas sudah memulai jam pelajarannya, Setya yang berusaha memerhatikan penjelasan dari Bu Sinta terlihat kurang fokus
"Duh,,,, aku kenapa sih kok masih kepikiran sama cewek tadi yah,,, mungkin itu murid baru yang hadir diomongin sama Bayu"Ucap Setya dalam hati
Bu Sinta yang melihat Setya melamun langsung menegurnya
"Setya,,, kamu dengar tidak penjelasan yang ibu sampaikan, Ibu perhatian kamu dari tadi melamun"
"Ma,, maaf,,, Bu"Sambil kembali memperhatikan penjelasan dari Bu Sinta
Kring,,,,, kring,,,,, kring,,,,,
Bel pulang berbunyi semua siswa bergegas keluar meninggalkan gerbang sekolah Ayu masih terlihat menunggu di depan gerbang.
"Kamu,,, cewek yang tadi kan? Sekali lagi aku minta maaf yah soal tadi"
"Ooh iyaa tidak apa-apa kok santai aja hehehe, ooh iyaaaa,,,, namamu siapa? kita belum sempat kenalan tadi"Ucap gadis itu dengan ramah
"Aku Setya biasa dipanggil Tata"
"Ooh aku Ayu salam kenal yah ta"
"Iyaaa sama kenal juga, daritadi aku perhatikan kok kamu sendiri aja disini?"
"Iyaaa ni sopirku telat jemput ni"
__ADS_1
Tidak lama kemudian datang mobil sedan bermerek BMW warna putih kemudian membuka kaca mobilnya dan memanggil ayu untuk segera masuk ke dalam mobil.
"Tunggu sebentar yah pak,,,,,, oh iyaaa sopirku sudah datang ni aku duluan yah"Ayu masuk ke dalam mobil
Setelah tiba di rumah Setya kemudian masuk ke kamar dan beristirahat wajahnya kelihatan begitu bersemangat hari ini,
"Ternyata benar apa yang dibilang Bayu tadi, cewek itu sudah cantik ramah lagi,,, aaah sudahlah kenapa malah kepikiran dia sih"Ucap Setya yang berusaha mengalihkan pikirannya
Keesokan harinya Setya terlihat lebih bersemangat beda dengan hari-hari sebelumnya yang lebih banyak diam dan dingin, seperti biasanya dengan motor Supra tuanya ia bergegas menuju ke Sekolah, sesampainya diparkiran sekolah ia melihat Ayu baru tiba diantar oleh Sopirnya dengan wajah ramah menyapa Setya
"Pagi Ta,,,"Ayu menyapa dengan ramah
Dengan wajah yang sedikit berseri Setya menjawab "iyaaa pagi juga Yu,,,"
Hari demi hari pun berlalu dengan cepat tidak terasa Setya dan Ayu kini duduk di bangku kelas 12 SMA mereka semakin akrab dan selalu menyapa, walaupun Ayu berasal dari keluarga konglomerat tapi ia tidak memiliki sikap angkuh dan sombong ia mau bergaul dengan siapa saja asalkan bisa memberikan dampak positif untuk dirinya ini yang membuat Ayu berbeda dengan anak orang kaya yang lain di Sekolah tersebut, itulah mengapa Setya tidak pernah sungkan dan merasa rendah diri saat berada di depan Ayu ia selalu berusaha menunjukkan sisi terbaiknya, karena sikap yang ditampilkan oleh Setya membuat Ayu merasa kian hari ia makin mengagumi Setya dari sikapnya yang dingin dan tidak banyak tingkah membuat Ayu pelan-pelan tertarik dengan Setya.
Namun di Sisi lain Setya belum kepikiran untuk jatuh hati lagi setelah dimasa lalunya iyaaa sempat merasakan kekecewaan yang dalam.
Hanya tersisa beberapa bulan lagi mereka akan menghadapi ujian kelulusan, masing-masing dari mereka mempersiapkan ujian akhir kelulusan dan persiapan untuk masuk ke jenjang perguruan tinggi
Hingga hari ini Ayu tidak bisa membohongi perasaannya ke Setya
"Setya ada perasaan gak yah ke aku, dia anaknya baik tidak banyak tingkah dan sedikit dingin"ucap Ayu dalam hati sambil senyum-senyum sendiri
"Iiih fokus Yu,,, fokus"melanjutkan mengerjakan soal-soal latihan untuk ujian kelulusan,
Ujian kelulusan kini semakin dekat membuat mereka lebih jarang ketemu, karena masing-masing dari mereka fokus dengan ujian yang akan mereka hadapi dalam beberapa minggu lagi sehingga tidak ada waktu untuk mereka bertemu, sepulang sekolah Ayu mengikuti les privat bahasa Inggris sedangkan Setya membantu ayahnya membuat perabotan rumah untuk dijual, mereka berasal dari latar belakang keluarga yang jauh berbeda dimana Ayu serba berkecukupan sementara Setya harus membantu orang tuanya demi memenuhi kebutuhan hidupnya apakah itu yang menjadi alasan mantan kekasihnya meninggalkannya? hanya Fira yang tahu. Tidak ada waktu untuk Setya memikirkan hal-hal seperti itu, saat ini ia hanya fokus untuk mengejar masa depannya karena ia memiliki cita-cita yang lebih mulia yakni membahagiakan kedua orang tuanya walaupun waktunya banyak habis di sekolah maupun saat membantu ayahnya tapi ia tidak lupa untuk menyempatkan diri membaca kembali materi-materi yang telah diberikan oleh gurunya saat di sekolah walaupun Setya bukan murid yang pandai dalam akademik namun ia mempunyai semangat ia selalu berusaha mencapai apa yang diinginkannya.
__ADS_1