
selamat pagi nyonya muda...
sapa saka sembari mengecup kening Nia dengan lembut.
pagi ini hujan turun di waktu yang tepat.
Nia kembali menarik selimut nya karena hawa dingin mulai merasuk di ruangan kamar tersebut.
di tambah lagi AC yg menyala 23°c.
"lho kok malah benerin selimut."
tegur saka,saka membuang selimut tersebut dari tubuh Nia dan mulai mengguncang kan tubuh Nia perlahan Dengan manja..
"ayo bangun."
saka duduk di bibir tempat tidur, sesekali ia mengecup lengan Nia yg Putih mulus.
"emuaachh...
"emuaachh...
iihhh..!!
apa sih kmu?"ngapain di kamar ku?"
kmu siapa?!"
tanya Nia yg sontak saja membuka mata karena kaget, sembari mengomel pada saka.
"eeeuummm.."
??????
tentu saja saka kaget sembari mengerut kan dahi.spontan saja ia memukul lengan kanan Nia.
plakk...
"aaaaauuuu..."
"sakit.!
ujar Nia menatap saka dengan kesal,saka saat itu tengah berada di sebelah nya.
setelah di perhatikan dengan seksama,wajah tampan saka dengan kumis tipis alis tebal Serta hidung mancung.di sanalah Nia baru sadar jika pria itu adalah suaminya yg baru di nikahi selama 3 hari lalu.
keduanya tinggal di sebuah kontrakan layak huni.
dengan fasilitas lengkap.
Nia meminta pada saka bahwasan nya ia ingin hidup mandiri.
saka pun menuruti permintaan Nia dengan penuh semangat.
kemandirian keduanya memang patut di acungi jempol.mengingat Nia adalah anak tunggal dari kluarga berkecukupan.sifat nya yg sedikit manja dan susah jauh dari mama nya.membuat saka merasa beruntung jika Nia memiliki niat untuk hidup mandiri dan jauh dari kedua orangtuanya.
"ehhhh...
"kmu suami aku ya?"
" hahahhaha..
Nia tertawa terbahak bahak setelah ia sadar bahwa pria yg sejak tadi berada di samping nya adalah saka.laki laki yg sudah menjadi suaminya.
"gimana sih?!"
tegur saka dengan wajah cemberut.
masa baru bbrp jam tidur udh amnesia? lupa sama suami sendiri.!
__ADS_1
iya maaf maaf.
hahahaha..
ucap Nia lagi,ia terus saja tertawa merasa lucu dengan tingkah laku nya sendiri.
''hari ini kmu kerja ya?''
tanya nia sambil mengucek kedua bola matanya, ia terus saja menguap mencoba membuang rasa kantuk Krna semalam ia harus terjaga guna menyelesaikan novel yg blom sempat rampung.
Nia memang memiliki bakat di dunia kepenulisan,kemahiran nya menulis novel membuat nya memiliki penghasilan sendiri.
Nia pergi kekamar mandi setelah saka kluar dari kamar, beberapa menit kemudian Nia kluar menemui saka yg sudah duduk di salah satu kursi yg berada di ruang meja makan.
"sarapan apa pagi ini tuan saka?"
Nia mendekat sembari mengikat rambut nya yg hitam lurus
di hadapan saka.
dengan jeli saka memperhatikan setiap lekuk tubuh istri nya yg masih memakai piyama tidur.
"sini deh duduk bentar.'
ajak saka menepuk nepuk kursi yg berada tepat di sebelah nya.saka meminta agar Nia duduk terlebih dahulu sblom mulai membuatkan nya sarapan.
"heeeyyy..!!"
"ini udh jam brp om?'
GK kebanyakan duduk deh.ntr kmu kesiangan lgi kekantor nya."
jawab Nia yg sudah menebak apa yg akan di lakukan suaminya itu.
saka selalu saja begitu.mencuri waktu di setiap keadaan untuk bermesraan dengan Nia.
pdhl semalam Nia sudah banyak memberinya cinta dan kehangatan pada saka.
setelah menyantap roti tawar dengan selai kacang di tambah segelas susu hangat.saka pergi menenteng tas nya dengan penuh semangat.
selama bekerja sbgai manager di salah satu Perusahaan.saka memang merupakan kariawan teladan.
sikap nya sangat baik dan bijak serta humoris.
ada begitu banyak wanita yg kesem Sem dengan wajah dan kepribadiannya.
"saka.!
triak Doni yg merupakan teman satu kantor nya.
pagi ini Doni sepertinya datang lebih awal dari biasanya.
jika bukan karena hal tertentu pasti dia hanya akan menggoda wanita wanita cantik yg bekerja di kantor ini.
Doni terus saja mengikuti langkah saka dan berjalan di samping nya..
"euuummm, ada perlu apa?!
tanya saka dengan nada tinggi.
"wow,selow dong men."
ada apa sih galak banget pagi pagi?
gurau Doni yg terus berjalan mengimbangi gerak kaki saka yg dengan cepat berjalan menuju ruangan nya.
pagi ini saka sudah di buat kesal oleh Nia karena menolak keinginan nya.
muka loe kenapa di tekuk gitu sih?!
__ADS_1
hahaha..kekeh Doni dengan nada mengejek.
bisa diem gak lu?!
tutup poin aja pagi ini lu ada penting apa manggil gue.?
tanya saka yg sudah tiba di depan pintu ruangan nya.
ia berdiri sejenak dan meminta Doni agar tidak menggangu nya pagi ini.
'gue lagi gak mood.tolong jangan ganggu ya bapak Doni..
saka melebarkan senyumnya menatap jengkel Doni yg berdiri di samping nya.
"gue cuma mau ngasih berkas ini ke elu.'
Doni menyodorkan berkas yg sejak tadi di bawa nya kepada pak saka yg merupakan atasan nya .
''baik lah klo begitu saya permisi bapak saka Adi Wijayanto.!
Doni mengundurkan diri lalu berbalik arah sembari menahan gelak tawa.
diam diam Naya memperhatikan setiap ditail wajah saka yg begitu sempurna,tuhan menciptakan mu begitu indah.
gumam Naya dalam hati.
senyum nya merekah indah tak kala melihat saka termenung dengan tatapan kosong.
Naya merupakan sahabat lama saka.bahkan seblom Naya menikah dengan pria lain.begitupun jg dengan saka.
Naya pernah menaruh hati pada saka,namun rasa itu ia pendam hingga detik ini.
lebih lagi alasan beda agama yg membuat Naya mengurungkan niat nya untuk mengutarakan rasa pada saka.
ia lebih memilih menjadi sahabat baik saka agar selalu dekat dengan nya,meski hanya memiliki dlm bentuk lahir.
entah apa yg membuat saka tiba tiba datang menemui Naya hari ini.
wajah nya di tekuk muram.
padahal pagi tadi saka terlihat baik baik saja.
entah lah mengapa saka pun gemar sekali pergi menemui naya ketika sedang banyak masalah dalam perjalanan rumah tangganya dengan Nia.
seolah olah hanya Naya lah yg mampu memberikan nya suatu pencerahan tanpa saka sadari bahwa di setiap perhatian Naya adalah bentuk rasa cinta naya pada dirinya.
sebegitu susah nya saka memahami arti dari balik perduli nya Naya pada nya.
saka masih saja beranggapan bahwa itu hanyalah hal biasa yg di lakukan oleh seorang sahabat kepadanya.
saka pun datang kerumah Naya hanya jika suami Naya sedang tidak berada dirumah.
mereka bertemu secara diam diam.
meski saka tak pernah menyadari bahwa perilakunya adalah sebuah kesalahan.mengingat Naya yg tak lagi sendiri.
"kamu ada masalah apa?'
tanya Naya menyodorkan secangkir teh hangat di hadapan saka.
mereka duduk di ruang tamu hanya berdua.
gue gak tau harus cerita dari mana dulu nay?
Ahir Ahir ini gue lagi banyak masalah.
ujar saka sembari memainkan hanpone nya.merunduk lesu tidak berdaya.
hufff...
__ADS_1
.