pernikahan sakral

pernikahan sakral
''dia kembali ''


__ADS_3

semua penjelasan ku tidak ada gunanya.!


besok saja kita bahas lagi..


"huffftt...


saka mengambil nafas panjang,


membuang nya perlahan lahan lalu mencoba sedikit menenangkan diri,meneguk segelas alkohol yg sudah di tuangkan oleh salah satu bartander.


Dimas menatap nya iba, mengerutkan dahi berupaya menahan saka untuk tidak terlalu banyak minum.namun saka menolak dan terus meminum beberapa gelas lagi.


sampai ia tak sadarkan diri bahkan sempat menolak pulang.padahal waktu sudah lewat tengah malam.


namun Dimas memaksa membawa nya masuk kedalam mobil dan mengantar kan nya kembali kerumahnya.


''suara ketukan pintu berulang kali membuat Nia sedikit kesal, padahal ia sedang terlelap dalam tidur nya.mimpi baru saja dimulai.


''Ahir nya dia pulang juga.'


gerutu Nia sembari berjalan menuju pintu utama, sesekli ia menguap membuang rasa kantuk yg masih menyelimuti,membenahi rambut nya yg berantakan.


Nia tak menyangka jika Dimas bersama suami nya, memapah saka yg sudah dalam keadaan tidak berdaya.


Nia menyeringai geram sementara di hati kecil nya ada rasa iba dan tidak tega melihat wajah suaminya itu.


''bisa tolong bantu bawa ke kamar?


pinta Nia dengan tatapan dingin.


dirinya sama sekali tidak menyentuh saka bahkan membantu Dimas yg seperti nya keberatan, mengingat tubuh saka yg cukup berisi.mendengar nafas nya saja sudah Terengal engal.


Dimas melanjutkan langkah nya membantu saka untuk masuk kedalam kamar,tanpa perduli akan sikap Nia yg menyambut nya secara dingin,bahkan tanpa respon apapun ketika tau saka tengah mabuk berat.


''merepotkan.''


lirih Nia sembari merapikan bantal.makasih ya dim,maaf ngerepotin.",ucap Nia menebar senyum tipis penuh tekanan.


''sama'sama..


GK apa'apa kok Nia,santai aja.''dimas membalas senyuman Nia dengan ramah.meski detik itu juga, Dimas faham respon Nia padanya kurang baik.ditambah melihat kondisi saka yg tidak berdaya dalam pengaruh alkohol.


Dimas pamit pulang setelah melihat saka tertidur pulas dalam balutan selimut hangat.


berhari hari lama nya Nia mendiam kan saka,sikap nya Cuek dan dingin.namun kewajiban nya sbgai seorang istri tetap ia lakoni.


seperti hal nya menyediakan sarapan dan makan malam.


pagi itu Nia baru saja bangun,


membiak tirai jendela kamar sembari mengucek kedua bola mata nya.matahari nampa cerah sekaligus bersinar cukup terik.pdhl wktu baru' menunjukan pukul 6:30.wib.


melihat' saka yg sudah tidak ada di tempat tidur,Nia sama sekali tidak merasa heran ataupun merasa kehilangan.firasat nya mengatakan jika saka sudah pergi sejak pagi untuk menemui gadis kecil kesayangan nya itu.siapa lagi jika bukan Kayla.


entah Mengapa,Nia sama sekali tidak menyukai anak itu.meski ia sangat ingin memiliki seorang anak,namun kepadanya.nia merasa benci,!


meski demikian,hati kecilnya pun sadar,anak itu sama sekali tidak bersalah dalam kejadian ini.namun ego nya berkata lain.


dan memang sejak kejadian itu,Nia bersikap lebih legowo dan membiarkan saka melakukan apapun yg dia inginkan.


seoalah olah rasa perduli itu perlahan luntur dalam hati Nia.


'Devan,devan.''tunggu!


Bu elin mengejar Devan hingga kedepan pintu utama membawa segelas susu hangat yg baru' saja di buat.


mama.!


aku bukan anak kecil lagi yg harus tiap hari minum' susu."


tegas Devan melirik kearah gelas yg di pegang oleh Bu elin.mereka berdiri di depan pintu utama.

__ADS_1


"kamu itu kan baru datang dari Amerika,masa udah mau pergi lagi aja?.GK betah tinggal dirumah ya?


males ah dirumah suntuk.!


aku pergi dulu ya ma."


"bye..


"heh, tunggu,! susu nya?!


Bu elin berusaha mengejar devano namun anak itu sudah cukup jauh menuju garasi..


buat mama aja.!!


triak Devano yg terlihat terburu buru masuk kedalam mobil.


hari ini Devan baru saja pulang dari luar negeri.


karena sebuah alasan kangen,Bu elin meminta nya pulang lebih dulu ke Indonesia.


Devan yg sejak lama tinggal di Amerika dan memulai bisnis di sana.mengikuti jejak sang ayah yg juga menetap di sana setelah berpisah dengan ibunya.dan menikahi wanita dari keturunan cina.serta memiliki seorang anak laki laki berusia dua puluh tahun.


sedang ibu nya,Bu elin,beliau pun menikah dengan laki laki Indonesia yg kini di karunia seorang anak prmpuan berusia tujuh belas tahun.


memiliki dua saudara tiri dari ibu dan ayah yg berbeda.


serta retak nya hubungan kedua orang tua nya kadang membuat Devan cukup frustasi.apa lagi sejak bercerai kedua orang tua nya sudah tidak akur lagi bahkan hanya sekedar untuk menjalin hubungan baik.


devano reksa Arkana.


dia merupakan mantan kekasih Nia yg di putuskan dua bulan sblom Ahir nya Nia menikah dengan saka.


alasan kandas nya hubungan Nia dan Devan ialah, ketika Devan memutuskan pergi ke Amerika dan mengikuti ayah nya demi merubah nasibnya dan membangun bisnis di luar negeri.


Menjalin hubungan dengan jarak jauh jelas membuat kedua nya akan sangat sulit membangun sebuah komitmen,di tambah Devan yg selalu sibuk dengan pekerjaan nya..


sekitar pukul dua siang,di tengah terik nya cuaca diluar rumah.tiba tiba saja serli menelpon Nia lewat WhatsApp.


Nia mengangkat panggilan masuk dari serli setelah berulang kali dering tlpon itu cukup membuat telinga' nya panas.


hallo, knp?!


tumben loe tlpon gue di siang bolong begini?''


tanya Nia cetus, Krna merasa terganggu di tengah kesibukan nya menulis novel.


semua karangan yg sudah ia rinci di otaknya mendadak buyar dan hilang gara gara suara tlpon dari serli.


ehh,ehhh..loe tau enggk?


euummm...hihihi..


dari nada suaranya,serli terdengar begitu bahagia bahkan ia sempat tertawa kecil.


''tau apaan?!


Nia yg berusaha kembali fokus memikirkan karangan kalimat kalimat yg sempat tersemat di otaknya.


sembari memainkan pensil yg ia pegang.


menghentakan nya berulang kali diatas meja sambil terus berfikir.


Nia, please deh,loe tau?,


gue punya kabar Baguuuuuss banget.''!


eh..,tapi bagus jg enggak ya buat loe?"


serli mendadak menyeimbangkan nada suara nya yg semula begitu bersemangat hingga membuat Nia melupakan karangan kalimat-kalimat yg hendaknya ia tuangkan dalam buku novelnya.


kabar apaan sih ser?! coba Ngomong yg jelas dong?

__ADS_1


Nia sudah tidak ingin lagi buang buang wktu hanya untuk mendengarkan isi cerita serli yg kadang tidak terlalu penting bagi Nia.


sejak mereka kuliah, diantara para sahabat nya.memang Nia kurang begitu suka dengan sikap serli yg selalu bicara berbelit belit dan membuang waktu,meski tak jarang tersemat kekonyolan yg membuat Nia dan bbrp teman lainnya tertawa terpingkal pingkal.


oke'oke..


gue kasih tau loe ya?''


Devan,gue tadi liat Devan..


uhhhh...


sumpah dia ganteng Banget..


ternyata dia udah balik ke Indonesia.


"apa?!


sontak saja Nia menghentikan aktivitas nya mengetuk ngetuk meja dengan pensil yg ia pegang.


dirinya hanya berupaya untuk tidak lagi mengatakan apapun kepada serli.


kalimat terahir serli sempat membuat Nia kaget dan tidak percaya.nama Devan kembali ia dengar setelah bertahun lama nya nama itu hilang dari kehidupan.


sejak menikah dengan saka,Nia berupaya untuk tidak lagi mengingat bahkan mencoba untuk merindukan nya.


namun saat pertama kali sarli menyebut namanya.


entah Mengapa jantung Nia mendadak berdekup kencang.


hallo,Nia,Nia,loe kenapa? kok diam?!"


astaga udh GK usah loe pikiran.


Devan buat gue aja.


hehehe..


gurau serli yg terkesan sensitif di telinga Nia.


apaan sih.!


udah gue sibuk.gk ada waktu buat dengerin berita dari loe yg GK penting itu.


sikap Nia terkesan angkuh dan sensitif terhadap apapun yg menyangkut masalalunya.


beberapa menit kemudian Nia mematikan panggilan dari serli setelah berasalan Hendak pergi ke mini market.


''huffftt..


kenapa gue harus dengar nama Devan lagi setelah hampir satu tahun gue memutuskan untuk melupakan dia.


Nia menarik nafas menyandarkan tubuhnya nya pada sandaran kursi yg ia duduki.


matanya berkedip sayup menatap langit langit rumah.


di sana ia melambungkan segala angan yg prnh ia rangkum bersama Devan di masalalu.


seketika pikirannya melayang mengingat saat terakhir dirinya mengantar kepergian Devan sampai di bandara.


saat itu ia hanya bisa menangis menatap bola mata Devan yg bulat kecoklatan.


mata indah itu selalu menghipnotis setiap kali Nia menatap nya.saat terakhir yg paling berkesan bagi Nia,ketika Devan mengencup lembut kening Nya, seraya mengatakan bahwa dirinya akan selalu merindukan Nia.


''enggak,apa sih gue.''


Nia mengusap wajah nya dengan kedua telapak tangan.sambli menggelengkan kepala,berupaya mengalihkan segala sesuatu yg menyangkut masalalunya.


sebisa mungkin Nia tidak lagi mengingat.


bahkan untuk kembali.

__ADS_1


meski rumah tangga nya dengan saka tengah berada di ambang kehancuran.


__ADS_2