pernikahan sakral

pernikahan sakral
runtuh


__ADS_3

aku rela jadi istri kedua mu.!


Lisa memeluk saka dengan paksa saat saka berusaha melepas genggaman tangan Lisa yg dengan erat meremas jari jemari nya.


Lisa!"


gue GK pernah ada niat buat nikahin Lo.!


terus?'selama ini bentuk rasa perduli loe ke gue apa?"klo bukan karena loe juga sayang sama gue?!


jelas Lisa yg merasa mendapatkan perhatian lebih dari saka..


loe GK faham sih."ya gue bersikap baik ke elo karena bayi yg loe kandung itu nanti nya bakal jadi anak gue.! loe faham kan?''


dan gue tetap menjadi ibu nya.!"


jawab Lisa dengan penuh percaya diri.


eh loe gila.!


saka sama sekli tidak terima dengan pernyataan Lisa yg memaksakan kehendak hati nya sendiri.


gue kan bilang,gue rela kok berbagai suami dengan Nia.!"


lagian juga hubungan loe sama Nia sekarang udah di ambang perceraian kan?"


tambah Lisa dengan penuh keyakinan.


saka terdiam berdiri mematung dengan wajah muram.


mencerna kembali ucapan Lisa yg mengatakan soal perceraian nya dengan Nia.


gua balik..


pamit saka yg sebenar nya baru saja tiba di kontrakan Lisa.


dua jam lalu panggilan masuk yg tidak terjawab terlihat pada notifikasi layar utama handphone milik Nia.


ia mengecek dan melihat nama saka pada layar utama.


Nia kembali menelpon setelah membaca pesan dari saka yg meminta agar menghubungi nya secepat mungkin.


kenapa mas?"


tanya Nia dengan suara lirih.


saat ini Nia sedang berada di rumah serli.


ia sengaja tinggal di sana selama beberapa hari ini untuk mengurus segala dokumen perceraian nya dengan saka..tidak mungkin jika ia harus bolak balik Jakarta Bogor dengan jarak tempuh yg lumayan jauh.


kamu kemana aja kok gak jawab telpon aku?"


suara saka menyapa nya dengan lembut di telinga Nia dari balik telpon.


aku tadi keluar Bentar sama serli.''


kamu GK pulang kerumah kita aja?"

__ADS_1


lagian kamu masih sah istri saya.'


ujar saka meminta agar Nia TDK perlu menginap di rumah serli.


gk usah mas..


tolak Nia dengan tegas..


bagi nya rumah itu bukan lagi tempat nyaman yg ia tinggali,di sana menyimpan banyak kenangan yg membuat nya enggan


beberapa detik kemudian..


suara panggilan itu terputus..


suara gemuruh terdengar dengan jelas sblom Panggilan dari saka terputus,.


seketika itu juga nia tercengang,matanya melotot tajam sedangkan handphone yg ia genggam terjatuh tanpa sadar.


kenapa dengan mas saka?"


tiba'tiba saja panggilan nya terputus.


Nia kembali mengambil handphone nya dan berusaha menghubungi suami nya itu.namun sayang panggilan itu hanya berdering tanpa jawaban.


kenapa ini...


Nia semakin panik dan mulai gelisah.ia takut terjadi sesuatu pada saka..


ia pergi dengan perasaan campur aduk.di benak nya masih ada rasa takut yg tidak bisa ia jelaskan.perjalanan nya menuju rumah serli rupanya terhalang ketika sebuah mobil terlihat terguling di trotoar jalan,dengan masih banyak bekas darah berceran di tempat kejadian.bahkan garis polisi' sudah melintang di lokasi kecelakaan itu.


Nia meminta agar supir itu berhenti sejenak ia turun setelah kedua bola mata nya dengan samar samar melihat mobil berwarna merah yg ia duga adalah mobil suami nya.


triak Nia berlari mendekati lokasi kejadian setelah memastikan plat mobil yg terguling di trotoar jalan itu milik saka..


maaf buk,ibu siapa?


tanya seorang polisi yg masih mondar mandir di lokasi,


pak..


ini mobil suami saya.


rintihan tangis Nia yg berlutut di hadapan lokasi menyaksikan sisa puing'puing yg membuat nya semakin terhisak.


pak, skrng suami saya ada di mana?''


tanya Nia sambil menyeka air mata nya.


sudah di bawa kerumah sakit buk.


mari saya antar,tadi saya juga sempat kesana.


ujar polisi itu yg kemudian membawa Nia pergi setelah ia membayar supir taxsi yg menunggu nya di tepi jalan.


makasih ya pak..


ujar Nia sambil pergi meninggalkan lokasi.

__ADS_1


beberapa menit setelah sampai dirumah sakit terdekat,Nia rupanya tidak di izinkan masuk begitu saja,sebab keadaan saka yg memang sedang kritis di ruang ICU.


semua gara'gara kmu.!


plakk...


seketika itu jg bu ayu menampar wajah Nia sangat keras hingga membekas jemari tangan di pipi kanan Nya.


mama...


hiksss..


hikss..


Nia menahan rasa sakit bekas tamparan itu sambil terhisak hisak..


tak pernah ia sangka jika dirinya akan mendapatkan perlakuan buruk dari ibu mertua nya.


memang sejak awal pernikahannya dengan saka,ia merasa ibu mertua nya sudah membenci dirinya,bahkan ketika ia tidak dapat memberikan keturunan untuk saka.rasa benci itu kian tumbuh dan bersarang di hati Bu ayu hingga membuat Nia merasa asing sbgai menantu.


pergi..!!!


pergi..!


saya GK sudi liat muka kmu lagi..


saka akan bahagia tanpa kamu.!


wajah Bu ayu memerah dengan tatapan sinis.


matanya melotot tajam, menyeringai bak singa yg hendak menerkam mangsa nya.


dengan langkah tertatih Nia bergerak perlahan berjalan meninggalkanku ruanga dengan berat hati.


dada nya masih terasa sesak setelah mendapati perlakuan dari ibu mertua nya itu.


namun saat ini kondisi itu tidak mungkin bisa ia lerai saat situasi nya memang sedang memanas


Nia pun Ahir nya pergi dan pulang menuju rumah serli untuk sejenak menenangkan pikiran nya.


setibanya di rumah serli,ia langsung mandi dan mengganti pakaian.


ia meminta agar serli bersedia mengantar nya untuk pulang.


sudut ruangan itu begitu senyap dan hening.kamar yg pernah terlihat begitu nyaman dan tempat yg paling ia sukai,kini hanya sisa puing'puing kenangan yg justru membuat nya sesak.


melihat kembali Poto pernikahan yg terpajang di dinding kamar dengan begitu manis nya saat itu keduanya saling melengkapi.


janji itu kian seoalah sirna turut serta terhempas badai yg tiba tiba menghantam tanpa permisi.


di tengah cobaan yg melanda biduk rumah tangga mereka.


handir nya orang ke tiga hingga sulit nya mendapat keturunan menjadi pemicu perselisihan itu terjadi hingga membuat Nia hampir stress.


ia mengambil selimut dan bantal dari atas kasur,lalu keluar menuju ruang tamu.di sana ia mulai menata bantal dan selimut nya untuk segera terlelap di atas sofa.


Nia sengaja' tidak Tidur di dalam kamar, mengindari segala macam bentuk rasa yg mungkin sewaktu waktu akan mengganggu jam istirahat nya.

__ADS_1


ia terlelap dalam mimpi meski kedua mata nya sembab dan berair.


__ADS_2