
pria yg berdiri di hadapan Nia itu siapa?'
serli berdiri mematung dari jarak sekitar lima langkah dari tempat Devan dan Nia berdiri.
posisi serli yg di belakangi oleh Devan, membuat wajah Nia hanya samar 'samar terlihat.
tertutup tubuh Devan yg besar Tinggi.
''Mmmmmmm...
serli ternganga lebar ketika ia baru menyadari tentang janji nya pada Devan.
Devan.!
''itu devan.''
dan saat ia hendak melanjutkan langkah nya.
ia Justru kembali menarik kembali kaki kanan nya mengundurkan langkah dan kembali menapak pada posisi yg sama.
"enggk,! gue GK perlu kesana.Gue bakal ganggu mereka klo gue tiba'tiba nyamperin.''
''oke..
serli memilih masuk kedalam cafe dan membiarkan Devan dan Nia menyelesaikan perkara antara mereka berdua.
sejak kapan loe balik?"
tanya Nia yg berpura-pura tidak mengetahui kedatangan Devan ke Indonesia, Senyum nya begitu teduh membuat hati Devan semakin luluh.
dan terpikat.
tubuh Devan yg tinggi membuat Nia sedikit mendongak menatap nya penuh makna.
gue udh lama kok,udah hampir sebulan di rumah."
oh ya,loe apa kabar?''
Devan menyodorkan tangan kanan nya, terlihat jelas bahwa dirinya tidak bisa mengungkapkan perasaan nya yg begitu bhgia.
wajah nya memancarkan aura positif.
dengan garis senyum dari bibir nya yg merah alami.
''gue baik kok.
Nia menjabat tangan Devan yg putih mulus.ia
berusaha menundukan pandangan matanya.sesaat setelah kedua nya saling menatap.
lama tak bersua, rupanya Nia pun merasakan ada sedikit kerinduan yg coba ia tepis,
saka menelpon setelah beberapa menit mereka saling mengobrol.
''loe dimana?udh malam kok GK balik-balik.omel saka Dengan nada tinggi dari balik tlpon.
iya,ini gue jalan balik.''
Devan mendengar jawaban Nia yg terkesan cetus, firasat nya mengatakan,jika sedang ada masalah antara Nia dan seseorang yg menelpon nya itu.
yg ternyata adalah saka.
gue balik duluan ya,saka udh nelpon.
pamit Nia dengan suara nya yg terdengar lesu.
bagi Devan Nia sama sekali tidak senang dengan kehadiran nya.buktinya sikap Nia biasa saja saat kedatangan dirinya yg tiba tiba.
tidak ada raut wajah bahagia atau senyum tulus yg dahulu biasa Nia perlihatkan ketika Devan berada di dekat nya..
kini semua benar'benar sudah berubah.
bahkan Devan pun sadar,Nia bukan lagi siapa'siapa dalam hidup nya.dia hanya wanita asing yg kini sudah menjadi istrinya laki laki lain.
kecewa, jelas raut wajah nya itu tidak bisa di sembunyikan oleh Devan,namun ia pun tak kuasa menahan Nia untuk memilih tetap bersama nya.
lain kali boleh aku bicara dengan mu?''
__ADS_1
. Mmmmmmm, maksudku,bisa kita ngobrol lain waktu?
tapi klo GK bisa juga gk apa'apa kok.''ujar Devan seraya mengumbar senyum.
Nia memutar bola mata nya, sedikit menggigit ujung bibir bagian bawah.
jika saja ia menolak permintaan Devan,itu artinya dia telah menyakiti perasaan devan.mungkin untuk yg terakhir sblom Devan kembali ke luar negri.
Nia mengganggukan kepalanya dengan mantap.
setelah itu baru lah Nia masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan Devan.
''yes..
Devan merasa berhasil membujuk Nia.
dengan sedikit wajah memelas nya yg palsu.
setibanya di rumah.
saka menyaambut Nia dengan wajah yg di tekuk muram.ia duduk di salah satu sofa yg berada di ruang tamu.
dari mana aja sih loe?.jam segini baru pulang?!
bentak saka yg sudah memuncak terbakar amarah.
waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam.
Nia baru saja pulang ke rumah sementara saka menunggu nya dengan perasaan cemas.
emang penting buat loe gue pulang atau enggak?!
Nia berdiri menyilang kedua tangan nya diatas dada.
wajah nya mendongak angkuh dengan senyum sinis yg membuat saka semakin meradang.
Nia.!!!
saka membanting handphone yg sedang ia pegang keatas lantai hingga jatuh berserakan.
seakan rasa takut itu sudah hilang dari diri nya.
yg tinggal kini hanya keberanian.
keberanian untuk melawan saka yg seolah'olah selalu berbuat semena-mena pada nya.
gk sopan loe ya.!''
tambah saka dengan raut wajah yg memerah serta bola mata nya yg seperti mau keluar.
saka melotot geram, mengerenyitkan gigi nya dengan amarah yg terbakar.
Nia memilih pergi kedalam kamar untuk tidur dan menghindari pertengkaran nya dengan saka.
sudah dua hari berlalu sejak kali pertama nya bertemu dengan Devan.
siang sekitar pukul satu,saat saka sedang berada di kantor,Nia mencuri waktu untuk pergi menepati janji nya soal Devan.
mereka mengadakan pertemuan di suatu tempat makan yg dahulu biasa mereka kunjungi.
malam itu devan sudah memberikan kontak WhatsApp nya pada Nia, sekedar untuk menghubungi dirinya ketika Nia sudah memiliki waktu senggang untuk bertemu lagi dengan diri nya.
rupanya Devan memiliki sebuah rencana untuk Nia.
kebetulan hari ini Nia ulang tahun.
Devan ingin memberikan sebuah kejutan kecil yang mungkin akan membuat Nia merasa senang.
''bagai mana mba?'persiapan nya udah slsai?'
tanya Devan kepada dua pelayanan resto yg membantu nya menyiapkan kejutan kecil untuk Nia.
sebuah makan siang romantis dengan beberapa ornamen hiasan meja yg tertata cantik di tambah bunga mawar merah yg di taruh dalam vas bunga kecil dan di letakkan di bagian tengah tengah meja.
udh mas,nanti kue nya nyusul"
ujar salah satu pelayan restoran.
__ADS_1
mereka berdua pergi dan kembali menyelesaikan pekerjaan nya setelah membantu Devan.
beberapa menit sudah Devan menunggu kedatangan Nia.
entah ini akan berhasil atau tidak,Devan sudah lebih dulu deg'degan, gelisah bahkan posisi duduk nya menjadi serba salah.
'lama banget ya Nia, berulang kali ia mendongak melihat ke arah pintu masuk.menunggu kedatangan Nia dengan perasaan campur aduk.
Nia datang rupanya tak sendiri,ia mengajak serta serli dalam pertemuan nya dengan Devan.
ia hanya tidak ingin keretakan rumah tangga nya dengan saka harus kembali trending setelah nanti seseorang mendapati nya berduaan dengan Devan.
''kenapa harus sama si lolok itu sih.?!
rencana gue gagal total klo ada dia."
Devan menepuk keningnya seraya tak habis fikir.
''hadeuuhh..
''Hai'hai..
sapa serli tanpa malu,ia terpukau menutup mulut nya rapat-rapat setelah melihat dekorasi meja makan yg di hias dengan ornamen cantik.
ada acara apa Van?''
loe mau ngajak makan siang orang spesial ya?''
tatapan serli tajam kearah Devan.
sedikit melotot menunjukkan ekspresi wajah bingung.melirik Nia yg berdiri di samping nya.
Nia menengok kembali' melirik serli.
keduanya saling bingung penuh tanda tanya.,Nia mengangkat kedua pundak nya seakan menjawab semua kebingungan serlina.
"???????..
klo mau ngajak makan siang cwe lain kenapa harus ngundang kita sih.!
serli cemberut dengan wajah penuh sesal.
''aneh sih.
'ehhh..,apaan sih ser.'
tunggu,sebenar nya gue,gue.'
Devan menggaruk kepalanya, seraya kebingungan dengan pertanyaan serli.
Nia hanya terdiam tanpa mengucap kalimat apapun.dengan senyum manis yg penuh keheranan.
"apa? apa!
serli berdiri tegak di depan Devan, mendongak seakan menantang Devan untuk bergulat, dengan matanya yg besar dan bulat.menambah kesan antagonis.
''sini'sini.
Devan menarik lengan serli,menyeret nya jauh hingga ke sudut ruangan, menjauh kan nya dari Nia.
beberapa orang menatap mereka dengan heran.nia merasa malu dengan tingkah serli yg bertindak sangat agresif.
tapi lumayan lucu.
loe kenapa ikut sih?' lirih Devan.
euummm''??????
maksud nya?'
gak faham gue..
sstttt...''
Devan membungkam mulut serli yg sejak tadi tidak berhenti memaki nya.
"brisik!
__ADS_1