
sudah hampir seharian Nia menunggu saka untuk datang menjemput dirinya,namun saka tidak juga memunculkan diri di depan pintu rumah.
ada kekhawatiran yg terbesit di benak Nia tentang saka..
boleh jadi sesuatu trjadi di tengah perjalanan.
Nia mondar mandir didepan teras rumah berharap mobil saka muncul.
namun bayangan saka pun sama sekali tidak terlihat..
bahkan hanpone nya sama sekli tidak dapat di hubungi.
kecemasan Nia bertambah dan bertanya-tanya tentang apa yg sbnr nya trjdi pada saka.
namun sayang nya.
kecemasan Nia tentang hal buruk itu berbanding terbalik.
saka justru Tengah menikmati waktu nya bersama Naya dan baby Kayla di sebuah restoran.mereka tengah makan siang setelah cukup lama menemani Naya berbelanja.
"astaga!.
saka segera mengecek hanpone yg ia taruh di saku celana.
rupanya hapone tersebut mati krna kehabisan batrai.bahkan saking asik nya saka bermain dengan baby Kayla membuat nya lupa akan janjinya pada nia.
''nay,sorry gue harus cabut.!
saka beranjak dari tempat duduk dan langsung memberikan Kayla kepada naya.semula saka tengah asik memangku baby Kayla sembari menikmati makan siang nya.
''hah,mau kemana?!
tanya Naya yg sktika itu jg tercengang melihat saka yg kalang kabut seperti sedang terburu buru.
gue harus jemput Nia,sorry ya nay,gue GK bisa anter lu pulang.loe bisa naik taxsi aja kan?''
pinta saka sembari bergegas pergi meninggalkan Naya yg justru merasa di acuhkan oleh saka.
padahal secara jelas nya saka sudah memiliki istri.tpi entah mengapa Naya sering merasa cemburu jika saka membicarakan soal Nia Pada nya.
sudah hampir menjelang magrib.matahari mulai terbenam di ufuk barat, remang remang lampu jalanan mulai telihat di sekeliling ruas jalan tol.
saka mempercepat laju mobil nya sembari memeriksa hanpone yg sudah ia cas di dlm mobil.
namun jelas nya ia tidak bisa menelpon Nia di saat menyetir mobil.
tiba tiba saja panggilan masuk dari Nia terlihat di layar handphone saka.
dengan segera saka meraih hanpone dan menerima panggilan masuk tersebut.
''iya sayang,Bentar ya,ini aku lagi di jalan.''
saka berusaha mencari celah agar Nia tidak ngambek padanya.
namun saat itu jg Nia langsung mengiyakan ucapan saka tanpa lagi bertanya mengapa dan kenapa blom jg datang hingga malam hari.
Nia langsung Memutus tlpon ktika saka blom sempat menyelesaikan ucapannya.
"ahhh..pasti dia ngambek."
mampus dah gue.!
gumam saka memukul setir mobil nya.
__ADS_1
sesampainya pada tujuan.
blom sempat saka menyalakan klakson mobil nya.
Nia sudah lebih dulu membuka kan pintu sembari menekuk raut wajah nya.menyambut kedatangan saka dengan tatapan sinis.
tanpa bicara,tanpa bertanya dan tanpa ingin tau apa sbnr nya yg terjadi seharian.bahkan hingga hanpone nya pun tidak bisa di hubungi sama sekali.
''ayang marah ya?''
saka mengikuti langkah Nia yg menyelonong masuk tanpa memperdulikan dirinya.
''ayang maaf lah.''
saka berusaha meraih tangan Nia Namun dengan cepat Nia menyingkirkan lengan nya.
kok baru datang?''
tanya Bu Ririn yg tengah asik duduk menonton tv Diruang tengah.dengan sopan saka meraih tangan ibu mertua nya dan bersalaman.
''iya ma,tadi ada urusan dadakan.jadi telat jemput Nia.''
ujar saka yg segera menyusul Nia kedalam kamar.
''aku GK jdi pulang.!''
Nia duduk di bibir tempat tidur sembari melipat kedua tangannya dengan angkuh.di dlm hatinya berkecamuk rasa marah yg tidak bisa ia luapkan.
Kepada saka.
"loh kok gitu?'ya aku minta maaf yank telat jemput nya.tadi hanpone ku mati.''
aku ada urusan mendadak sama teman-teman.''
''ayolah pulng sayang..,,
aku kesepian..
tangan nya yg nakal kemudian memeluk Nia dari belakang dan mulai naik keatas mencoba menjamah gunung kembar istrinya dengan penuh gairah.aku aku kangen ini, hehehe..
Nia yg seharus nya marah justru luluh ktika saka mulai menjamahi tubuh nya..
ia sedikit menggeliat dan mencoba melepaskan cengkraman tangan saka yg dengan erat meremas kedua payudara nya.
deru nafas Nia kian memuncak bahkan saka pun tak dapat melepaskan diri dari kehangatan aroma tubuh istri nya itu.
''euuummm''
Nia mengulum bibir nya berusaha agar rintihan nikmat itu tidak terdengar oleh saka.
namun saka yg menyadari akan hal itu, ia justru semakin bersemangat memberikan sentuhan pada Nia yg semakin menggeliat menikmati setiap remasan demi remasan.
'sakaaaaa...
'sakaaaa...
'aaaaaaah''
tok,tok,tok.
Nia,Nia,!
ketukan pintu mendadak membuyarkan suasana yg sempat panas,Bu Ririn tiba tiba saja datang mengetuk pintu kamar Nia.
__ADS_1
''ah!
mama apa sih,baru jg mau mulai.!
gerutu saka yg kemudian membuang Diri ketempat tidur dengan hampa.
Nia hanya menggelengkan kepala melihat wajah kecewa suami nya itu.
dengan cepat Nia membukakan pintu untuk ibunya.
Bu Ririn sempat mendongak kedalam ruangan melihat saka yg tergeletak di atas tempat tidur.
''suami mu Tidur?''kmu jadi pulang malam ini?'
tadi papamu tlpon dan dia blom bisa pulang.
pak Arif memang bbrp hari sedang tidak ada dirumah.beliau tengah ada urusan keluar kota.
tepat nya di Surabaya.
selama bbrp hari ini Nia memang hanya tinggal berdua dengan ibunya.
''euuuhhh..
Nia memutar kepalanya melihat saka yg terbaring di tempat tidur.nampak nya begitu lesu dan letih.
pria itu sama sekli tak bergeming.saka tertidur dlm keadaan tengkurap.
memeluk guling dengan erat.
tak berselang lama suara dengkuran terdengar oleh Nia dan ibunya.
''saka Tidur ma,mungkin besok aja deh pulang nya.''
ujar Nia menatap ibunya sembari tersenyum.
''owh,ya udh iya besok aja,kasian suami mu, sepertinya dia kelelahan.
''eumm"
Nia mengangguk anggukan kepalanya mengiyakan perkataan ibunya.
''ya udh mama jg mau tidur,mama kesini cuma mau mastiin sih, kamu jadi pulang malam ini atau besok pagi? tapi ya bagus lah besok pagi aja.
Bu Ririn kemudian pergi meninggalkan pintu kamar Naya setelah memastikan bahwa Nia tidak pulang malam ini.
Nia kembali menutup pintu dan menghampiri saka ketempat tidur. kemudian duduk di hadapan nya sembari memangku bantal dengan posisi melipat kedua kaki nya diatas kasur.
di pandangi nya wajah saka yg lusuh namun tetap terlihat tampan dengan kumis tipis nya.
ada sedikit rasa sesal di hati Nia ktika ia menatap wajah suaminya dengan cermat.
Nia merasa gagal mnjdi seorang istri, sebab blom mampu memberikan keturunan pada saka.
padhl Nia faham betul saka sudah lama menginginkan seorang bayi.
namun keinginan nya coba ia tutupi mengingat bahwa saka sangat menjaga perasaan Nia yg jg sama sama menginginkan seorang anak.
namun Tuhan berkata lain.
segala usaha itu blom jg membuah kan hasil..
usaha Nia blom jg terwujud, bahkan ada sedikit kekhawatiran jika saja nantinya, saka akan meninggalkan dirinya ktika ada seseorang yg mampu memberikan keturunan.
__ADS_1