pernikahan sakral

pernikahan sakral
dia kembali part 2


__ADS_3

pagi ini hujan turun dengan derasnya,


Devan menarik selimut hingga menutupi hampir seluruh tubuh nya.


membawa semua mimpi yg masih sempat menghampiri,meski waktu sudah menunjukkan pukul 07:30.WIB.


Reni baru saja tiba dirumah dan langsung masuk kedalam kamar Devan tanpa ragu.


'' astaga,masih tidur?!


ujar Reni sembari membuka tirai jendela kamar Devan.


''udah siang woy.!


Devan semakin menutupi wajah nya dengan selimut,Krna cahaya yg masuk membuat mata nya silau meski demikian ia masih terpejam.


Reni Wirya utama,dia merupakan anak dari salah satu sahabat baik ibunda Devan,tak hanya itu, bahkan Devan pun sudah cukup mengenal anak itu sejak ia kecil.


mereka merupakan sahabat baik.


namun sayang nya,Devan tak pernah tau jika Reni selama ini menaruh hati pada nya.


sikap Reni yg selalu memperhatikan Devan rupanya tak kunjung membuat pria yg bertabiat dingin itu mengerti dan peka tentang sebuah rasa yg ingin sekali Reni Utarakan.


akan tetapi,sikap Devan yg terlalu cuek pada nya.menyadarkan Reni bahwasanya Devan memang tidak memiliki hati pada nya.


"ngapain sih loe pagi pagi udh sampai sini?!''


devan membenahi posisi tidur nya dan meminta agar Reni kembali menutup jendela kamar nya.


"gue males banget hari ini.lagian di luar hujan!


please jangan ganggu gue ren.''


pinta Devan dengan suara serak.


Reni hanya diam dan duduk di bibir tempat tidur,menatap wajah manis Devan yg tidur dengan posisi meringkuk.


"andai loe sadar klo gue sayang banget sama loe,Devan.'


ucap nya dalam hati sambil tersenyum tipis dengan raut wajah penuh tanda tanya.


yah, padahal gue hari ini mau ngajak loe kesatu tempat yg bagus banget..jarang jarang kan gue ngajak loe? please lah mau ya?'sblom loe balik lagi ke Amrik."


ucap Reni memohon.


''ayo lah.


lagian hujan nya juga udh Reda kok.


'mana ada reda.?!


Jawab Devan yg masih memejamkan mata.


makanya mata loe melek dulu.!


liat noh di luar udh GK hujan.''


huuu...


seketika itu juga Devan membuka matanya,sayup sayup ia melihat kearah jendela kaca yg menghadap kearah Barat.


hujan memang tak lagi turun,namun hawa dingin masih menyelimuti tubuh Devan,bahkan matahari blom juga nampak muncul,langit masih cukup redup meski tanpa awan hitam.

__ADS_1


"kali ini aja Van.,,


ayo lah, mumpung gue libur kerja.


Reni terus saja mengganggu nya hingga membuat telinga' Devan merasa panas.


iya iya.! brisik aja loe..


Devan langsung membuang selimut yg membungkus tubuh nya dan pergi menuju kamar mandi.


bbrp menit kemudian ia kluar dan masih memakai baju yg sama.


dipandangi nya dengan penuh keheranan oleh Reni ,dari ujung kaki hingga rambut.


loe GK mandi?!.


tanya nya dengan tatapan aneh.


?????


jadi mau pergi enggak?"


jadi dong.!


Reni menganggukan kepala dengan mantap.


ia tak mau jika saja Devan sampai berubah pikiran.


rupanya hari ini Reni mengajak Devan pergi ke puncak Bogor untuk sebuah acara ulang tahun sahabat nya.


sekaligus reunian para sahabat nya sewaktu SMA.


Devan duduk di salah satu kursi yg menghadap kearah pantai barat di dekat Vila yg mereka sewa.


namun ia memilih untuk menepi dari keseruan yg tercipta.


Reni datang menghampiri dirinya.membawakan segelas minuman soda dan mengulur kan gelas tersebut kehadapan Devan yg masih duduk termenung.


setelah menerima gelas tersebut,Reni ikut serta duduk di sebelah Devan.ia ikut serta menikmati senja yg menghiasi langit di sore hari.dengan hembusan angin sepoi-sepoi yg menyapu helaian demi helai rambut nya.


tanpa sengaja rambut nya yg panjang terurai menyapu lembut wajah Devan.


saat ia berusaha untuk menyingkirkan nya.


Reni justru menengok dan menatap wajah datar Devan yg tanpa ekspresi.


mereka saling menatap,saat itu juga Reni memanfaatkan sebuah momen itu.


bahkan ia sama sekali tidak berkedip.untuk bisa melihat bola mata Devan yg indah lebih lama lagi.


heeey..,kmu liat apaan?


hehe..


kekeh Devan yg tanpa sedikitpun merasa terganggu dengan apa yg Reni lakukan.baginya Reni hanyalah teman biasa yg selalu bersikap aneh pada nya.


ehh,euhhh,gue,gue,gue liat loe dari tadi ngelamun dan bengong,coba cerita ada apa?''


Reni berusaha mengalihkan pandangan matanya di imbangi dengan suaranya yg terdengar gugup.ia


berusaha bersikap biasa'biasa saja seakan tidak terjadi apa apa soal perasaan nya yg menggebu menginginkan hati Devan.


,

__ADS_1


gk apa apa sih.'cuma,ya,ada sedikit yg mengganjal di hati gue soal masalalu gue,yg sampai saat ini blom bisa gue lupain.!


nada suaranya tiba Tiba terdengar sayu, sepertinya masalalu itu begitu sangat membuat Devan terpuruk.


'gue bisa bantu?!


tawar Reni sembari mengangkat alis matanya ia kembali menengok kearah Devan yg duduk di sebelah nya.berupaya membuat Devan merasa nyaman berada di samping nya.


Devan hanya menengok mengurai senyum tipis yg di balas senyum penuh arti oleh Reni.


'sebenarnya klo tuhan ngasih gue kesempatan,gue pengen banget ketemu Nia untuk pertama dan terakhir, setelah dia menikah dengan saka.


Devan semakin terlihat lemah,ia bahkan menatap hamparan pantai dengan tatapan hampa.


bahkan keindahan nya sedikit pun tidak mampu memberikan ketenangan dalam hati nya.


sebisa mungkin Devan menyembunyikan kesedihan itu.


namun guratan yg tersemat di kelopak mata nya menggambarkan bahwa saat ini dirinya benar'benar sedang tidak baik baik saja.


gue faham,loe masih cinta ya sama dia?"


pernyataan Reni membuat Devan terdiam dan kembali menatap nya heran.


gue duluan ya,udh gelap nih.'


Reni pergi menuju vila dengan perasaan hampa.


sementara Devan masih berdiam diri membiarkan Reni yg tiba tiba saja pergi meninggalkan diri nya.


langit memang sudah mulai gelap,perlahan kehilangan keindahan senja yg semula begitu cantik menghiasi pinggiran pantai.


Devan memutuskan kembali ke vila setelah beberapa menit lalu Reni pergi meninggalkan dirinya.


"boleh gue masuk?"


melihat pintu kamar Devan terbuka,Reni meminta izin untuk masuk.tidak seperti biasa nya ia menyelonong masuk tanpa harus lebih dulu meminta izin pada Devan.


"


"kluar yuk,cari makan,dekat sini sini aja.!


ajak Reni yg sebenarnya sadar soal ketidak nyamanan Devan dengan ide nya mengajak berlibur ke puncak.


sorry ya,gue bikin loe GK nyaman di tempat ini.'


dia berucap seakan akan penuh rasa sesal.


sebab dari tindakan Devan mencerminkan sesuatu yg membuatnya merasa tidak nyaman.


'boleh,gue juga suntuk di sini.


mereka berdua Ahir nya pergi ke pinggiran kota mencari jajanan ringan guna mengisi perut yg kosong.


menyisir setiap angkringan yg menjual aneka jajanan khas Indonesia.


angin bertiup sepoi-sepoi, Susana malam hari yg begitu sejuk dan Ramai.


banyak orang yg berlalu lalang menikmati kehidupan di malam hari.


ini membuat hati Devan sedikit tenang dari kepiluan yg sempat membuat nya harus terpuruk.


"trnyata kebahagiaan tidak harus selalu dengan kemewahan ya?"jarang ku temukan suasana ini di luar negri.ternyata negara kita begitu indah ya ren?'

__ADS_1


ujar Devan sambil menggigit jajanan yg baru di beli nya.sembari melanjutkan perjalanan pulang menuju jalan utama.


__ADS_2