pernikahan sakral

pernikahan sakral
dia kembali part 3


__ADS_3

isu perceraian Nia dan saka rupanya tak hanya sampai di telinga keluarga nya.namun juga beberapa sahabat baik Nia dan saka.


''please ser?"


gue minta bantu gua buat ketemu Nia sekli aja.


sblom gue balik lagi ke Amerika.


Devan memohon dengan tatapan merendah.


pagi pagi sekali sekitar pukul 8 Devan sudah menuju kediaman serli.


padahal pagi itu serlina baru saja bangun membuka matanya.


lagi lagi ia harus kejedot pintu gara gara kaget.


sudah sering kali serlina mengalami kejadian itu.


hanya Krna ia terkejut dengan suara ketukan pintu yg membuat nya kalang kabut.


huftt...


kmu pagi-pagi udh datang ke sini ngapain?


ia duduk menyadarkan tubuh nya di sofa..


rasa sakit di kening nya masih sangat begitu terasa.


loe GK dengar apa yg gue bilang tadi?


Devan mengerut kan dahi memandang serli keheranan.


wanita itu tidak berubah,selalu Bolot,lemot dan tidak gampang merespon tanggapan orang lain.


astagfirullah..


ucap nya sembari menepuk jidat yg masih berasa sakit..


''auuu...


"aduuuhh..


loe kenapa? kejedot pintu?Devan meringis melihat kening serli yg sedikit memar dan benjol.


''lumayan juga ya sakit nya?


Devan mengulum bibir seraya menahan tawa.


''tau tuh mama,selalu aja bikin kaget gue.


gerutu serli sembari meminum segelas teh hangat yg tersaji di atas meja.


astaga serli.!


itu kan teh buat tamu.!'


ujar mama nya yg tanpa sengaja melintas.


"upss....


serli menutup mulut nya rapat dengan tangan kanan.


ia justru berupaya kembali memuntah kan teh yg sudah menyangkut di tenggorokan.


maaf''gk tau he...


serli meringis menahan malu yg membuat pipi nya memerah.


gk apa apa Tante, mungkin serli haus.


perbuat serli justru membuat Devan tersenyum.


santai aja ser''


dia kocak dan konyol.''


tatapan Devan justru membuat serli salah tingkah,

__ADS_1


ia mendadak bersikap anggun, berupa menarik perhatian Devan yg duduk di sofa tepat berhadapan dengan dirinya.


meja bulat itu hanya menjadi pembatas antara dirinya dan Devan.


serli dan Devan memang sudah cukup mengenal satu sama lain.


semua terjadi juga semenjak Devan berpacaran dengan Nia di masa'masa kuliah.


''buat apa lagi loe ketemu Nia?"


serli mendongak curiga memainkan alis matanya yg tebal dan rapih.


''gue gak ada maksud apa apa kok,cuma pengen liat dia aja.'


Devan menundukkan pandangan matanya ia tak ingin serli mengetahui ada sebuah rindu yg bersemayam dalam hati nya untuk Nia.


''oke !!


gue usahain buat bantu loe ketemu nia.nanti malam.


''deal?


tiba tiba wanita aneh itu mengulur kan tangan menjabat tangan Devan yg dingin dan berkeringat..


di sisi lain.


Naya yg lagi lagi berusaha merebut perhatian dari saka.mulai membuat sebuah rencana untuk sedikit menyentil Nia.


'loe mau apa lagi dari saka?!tentang Kayla?


bukankah sudah jelas Kayla bukan anak kandung saka.!


lantas untuk apa saka harus bersusah payah menafkahi..


bukan kah Kayla memiliki ayah biologis?'


tanggapan Nia yg terkesan menyudutkan Naya.


membuat Naya naik pitam dan menampar pipi nia dengan cukup keras..


.''plakkk..


jaga ucapan loe.,


Naya menunjuk wajah Nia dengan perasaan gemuruh,gue GK prnh ngemis nafkah dari saka.'loe juga tau kan? klo saka emang sayang banget sama Kayla.


sadar dong loe,saka itu udh pengen banget punya anak.loe nya aja yg mandul.!'


''degg,,


seketika itu juga Nia diam, berdiri mematung tanpa berkutik ataupun mengucapkan satu kalimat.


ingin rasa nya ia membalas ucapan Naya,namun lidah nya kelu,tak kuasa mengucap kata.


suara telpon nya berdering setelah Naya pergi dari hadapan nya, meninggalkan jejak luka yg tercipta dari ucap Naya kepada dirinya.


sungguh, ucapan Naya begitu membuat hati nya terluka,hingga berdarah'darah.sebisa mungkin Nia menahan air mata nya.namun luka itu begitu perih,ia hanya bisa terdiam duduk sembari menyeka air matanya yang menetes membasahi kedua pipinya.


beberapa orang yg menyaksikan kejadian itu,ada sedikit rasa malu yg membuat Nia untuk memilih segera pergi,mengindar.


namun lagi lagi suara telpon nya berdering.


''hallo,


jawab Nia dengan suara sendu.


Nia,gue bisa ketemu Lo GK malam ini.'


serli tiba tiba saja mengutarakan niat nya tanpa perduli atau menanyakan keadaan Nia.jelas dari nada suaranya saja terdengar jika nia sedang dalam kondisi kurang baik.


sejenak Nia diam tanpa jawaban.menarik nafas perlahan lalu menghembuskan.


''hallo Nia.! Nia?


euhhh,iya iya,bisa,gue skrng lagi di cafe, sendirian.


tadi gue abis ketemu teman.tpi dia udh balik duluan.''

__ADS_1


oke gue kesana skrng,Serlok aja lokasi nya.pinta serli penuh semangat.


setelah berhasil menelpon Nia,serli kembali mengabari Devan dan meminta agar Devan pergi ke lokasi yg sudah di kirim nya melalui WhatsApp.


''nanti gue nyusul.


balas serli melalui pesan singkat.


hampir setengah jam Nia menunggu kedatangan serli.rasa nya ia sudah ingin pulang dan merebahkan tubuhnya diatas kasur yg empuk, berselimut hangat Krna cuaca cukup dingin ditengah gerimis yg yg terus bergulir di luar ruangan.


rupanya Devan datang lebih dulu,ia mencari keberadaan serlina yg berujar akan menyusul ketempat tujuan.


namun batang hidung nya sama sekli tidak terlihat.


'dimana anak itu.'


beneran kan cafe ini yg di mksd serli?'


Devan melihat papan baliho yg tertera pada pintu masuk.


setelah memarkirkan mobilnya,Devan masuk kedalamnya, ia berdiri di depan pintu masuk memandangi sekeliling ruangan,ada banyak orang di sana,namun wajah Nia sama sekali tidak nampak di pandangan matanya.


ia mencoba masuk lebih jauh sembari kedua matanya terus mencari cari keberadaan Nia.


di sudut paling ujung seorang wanita duduk menyendiri dengan pakaian serba hitam.


rambut nya diikat tinggi dengan poni tipis menutupi keningnya.


Devan mendekat dengan jarang kira kira sepuluh langkah.


ia merasa tidak yakin jika wanita itu adalah Nia.


namun di perhatikan secara ditail ternyata benar,wanita yg tengah duduk menyendiri itu adalah Nia.


Devan berniat mengurung kan pertemuan nya dengan Nia, melihat wajah Nia seperti nya sedang dalam kondisi kurang baik.


Devan duduk di kursi kosong disalah satu meja tamu.


Nia sempat menengok namun Devan dengan cepat membuang wajah.


entah Nia mengenal dirnya atau tidak.namun saat Nia berpaling Devan merasa sangat gugup.


mas,mau pesan apa?!


tanya seorang pramusaji menyodor kan buku menu dengan sopan.


''nanti aja mba.'


Devan mengambil buku menu yg di sodorkan namun pandangan nya masih terpokus pada sosok Nia yg terlihat sedang menelepon seseorang.


''serli blom datang lagi.di mana sih dia.!


eeuuuhhh...!!!


nia tiba tiba memanggil salah satu pelayan cafe dan meminta sesuatu dari nya.


tak lama setelah itu Nia terlihat pergi menuju kasir.


setelah bbrp menit berlalu ia terlihat melangkah menuju pintu keluar.


dia pergi?''


dengan cepat Devan turut serta membuntuti langkah nya menyusul Nia yg berjalan cukup terburu buru keluar meninggalkan ruangan.


Nia..!


triak seseorang yg memanggil nama nya.


Nia baru saja tiba di parkiran mobil, dirinya menengok kebelakang.


mencari sumber suara yg memanggil nama nya


dengan sedikit kebingungan


sosok laki laki dengan tinggi kira kira seratus tujuh puluh Lima cm menyambangi dirinya.


wajah nya samar samar di tengah penerangan yg yg cukup suram.

__ADS_1


gerimis mulai reda,di tengah dingin nya udara malam.


__ADS_2