
bulan berganti dari Desember ke Januari.tahun pun berganti,dari waktu ke waktu semua nya terus berlalu.
usia kandungan Lisa sudah menginjak 5 bulan,perut nya kian membuncit.
saka sering kali mengantar nya pergi kedokteran guna memeriksakan janin yg di kandung oleh lisa.
Nia yg sudah mengajukan surat gugatan cerai memantapkan niat nya untuk mengurus segala sesuatu yg akan di hadapi nya di meja persidangan.
namun saka yg tetap bersikukuh untuk tidak menceraikan Nia begitu saja.
lagi lagi hadir nya orang ketiga membuat Nia merasa memang sudah sepatutnya ia pergi dari kehidupan saka.
menepikan diri dari pria yg tidak pernah melihat ketulusan Nya.
wanita yg selalu ada di samping nya ketika ia berjalan sendiri.menapaki terjal nya kehidupan.
namun saka seolah lupa dengan semua itu.
Devan yg saat itu kembali keindonesia karna sebuah tuntutan pekerjaan.
membuat nya kembali ingin menemui Nia.
namun ia sudah berjanji pada diri nya sendiri untuk tidak lagi mengganggu' kehidupan Nia dengan. suaminya.
hingga pada suatu ketika,Nia mendengar kedatangan Devan dari Amerika setelah hampir dua hari Devan berada di Jakarta.
Nia meminta nomor telepon milik Devan dari serli setelah ia sempat memblokir nya.
Devan tak pernah menyangka jika Nia kembali menghubungi nya pada saat yg tidak terduga.
bahkan nia pun meminta agar Devan datang ke Bogor.
tanpa menolak Devan langsung bergegas menuju ke tempat tujuan setelah Nia memberikan nya alamat dan lokasi di mana mereka akan bertemu.
setelah saling bertemu.
Devan seoalah melepas rindu dengan tiba'tiba memeluk Nia dengan erat.yg di balas pelukan hangat oleh Nia.
matanya terpejam melepaskan segala kerinduan yg sudah mendarah daging menyatu di dalam kalbu.
setelah nya mereka duduk berdua di bawah terang nya Sinar rembulan di sebuah cafe terbuka di tengah2 kota Bogor.
Suasana malam begitu riuh dengan para pengunjung lain nya.
namun begitu hening ketika Nia tak sanggup mengutarakan segala rasa nya.
seakan peristiwa yg mengantam nya berulang kali membuat nya lebur bak debu.
terbang entah kemana tanpa tujuan.
kini Devan berada di hadapan nya,
ia meminta agar Nia tidak perlu sungkan'sungkan untuk meluapkan segala beban hidup nya yg sedang ia tanggung ketika menjalani pernikahan dengan saka..
''aku GK tau harus cerita dari mana Van.
Nia menyedot es kopi dari gelas nya dengan keadaan bengong.matanya menatap hampa ke sekeliling nya.
Devan mengusap air mata nya dengan lembut.
__ADS_1
Nia sontak saja menjingkut reflek dengan perlakuan Devan yg mendadak bersikap romantis pada nya.
''maaf..
lagi'lagi Devan melakukan tindakan manis yg membuat Nia sempat luluh.
gue mau cerai Van sama saka.''
Nia bercerita dengan serius.
seperti nya Nia tidak sanggup menceritakan segala kepiluan hati nya tentang retak nya hubungan pernikahan dirinya dengan saka.
cerai?!"
Devan mendongak melebarkan kedua mata nya.
Kalimat yang kluar dari mulut Nia dengan suara sendu itu tak bisa ia percaya.
pasal nya sejauh ini yg Devan tau hubungan Nia dan saka baik'baik saja.
bahkan sejak kali terakhir ia kembali ke Amerika.
perceraian yg di ceritakan oleh nia sedikit membuat Devan kehilangan konsentrasi.
ia tak habis fikir jika saka Ahir nya memilih untuk mendua dan menyakiti hati wanita yg selama ini sangat di cintai nya.
alasan nya apa?''
Devan mencoba menggali lebih dalam informasi tentang apa yg baru saja nia katakan.
namun sayang nya Nia bungkam, sedangkan bola matanya nampak semakin bekaca kaca.
aku GK akan tanya apa'apa lagi.
Devan mengerti akan apa yg di rasakan oleh Nia saat ini.
ia pun mencoba untuk menutup cerita yg di awal memang sudah membuat hati Nia pilu.
boleh peluk kamu lagi sebentar?"
pinta Nia dengan suara lirih sembari mengurut kan dahi memohon untuk sekedar bersandar di bahu pria yg pernah hampir empat tahun menjalin hubungan dengan nya.
rasa nyaman itu kembali mendera dan menyelinap masuk ke ruang hati yg sempat berantakan.
bertahun tahun lama nya berpisah rupanya tidak membuat perasaan Devan berubah pada Nia.
ia kembali memeluk nya erat bahhkan ketika aroma tubuh Devan menyeruak terhirup begitu wangi oleh nia.ia terhanyut dalam kenangan tiga tahun silam.
aku kembali jatuh cinta pada mu Nia.
gumam Devan yg mengusap rambut Nia dengan lembut.
hari berganti tak jua sirna.
pilu dan sesak masih di rasa oleh Nia setelah kali pertama nya ia bertemu saka.setelah hampir dua bulan keduanya saling terpisah.
kamu yakin mau menggugat cerai aku?''
saka merayu Nia dengan wajah memelas.
__ADS_1
mengerutkan dahi menatap bola mata wanita yg di nikahi nya selama hampir tiga tahun ini.
ia duduk jongkok di hadapan Nia yg juga duduk diatas kursi di salah satu ruangan diluar kantor persidangan.
masih dengan wajah penuh sesal.saka meremas kedua telapak tangan Nia yg di letakan nya diatas lutut.
kedua nya saling berhadapan.namun sayang nya Nia seoalah membuang wajah dan menolak untuk menatap saka yg sudah sangat keterlaluan bagi nya.
bahkan rengekan demi rengekan saka sama skli tidak di gubris oleh nia.ia tetap kekeh pada pendiriannya.
beberapa menit berlalu.
sesosok laki-laki dengan topi hitam di padu celana jeans sobek'sobek pada bagian lutut.dengan tambahan kemeja kotak-kotak berwarna kalem.
datang menghampiri Nia.
sosok laki'laki yg berpostur tegap tinggi itu membuat saka segera beranjak dari posisinya.
''maaf Nia,aku telat..
ujar Devan dengan senyum ramah.
di pandangi nya tubuh Devan dari ujung kaki hingga rambut oleh saka.
''loe siapa?!
saka menunjuk wajah Devan dengan kesal bercampur perasaan cemburu.matanya memerah dengan wajah yg sedikit gusar.
''wow..
Santai men..
ujar Devan mencoba untuk menenangkan saka yg tiba'tiba tersulut emosi.devan menahan tubuh saka yg semakin mendekati dirinya.
tinggi keduanya hampir seimbang.
hanya saja saka memiliki postur tubuh yg sedikit lebih kecil di banding tubuh Devan yg atletis,dengan wajah yg halus mulus tanpa jenggot ataupun kumis.. berbeda dengan saka yg terlihat tampan dengan kumis tipis nya ditambah alis tebal dengan mata sayup yg bnyk membuat wanita tepikat dan tergila gila pada nya.
"saka.!!cukup ya.
Nia beranjak dari tempat duduk nya menarik tubuh saka yg mendekat kearah Devan.
''owhh...
jadi ini yg bikin kamu menggugat cerai aku?"
saka tidak pernah sadar akan kesalahannya.
ia masih merasa apapun yg terjadi dalam rumah tangga nya hanya sebatas ketidak sengajaan yg terjadi.dan ia tak pernah sadar jika perlakuan nya selama ini lah yg membuat Nia memutuskan untuk meminta pisah dari Nya.
kamu GK pernah sadar atas kesalahan mu.!
Nia menampar wajah saka dengan geram menyeringai benci menatap nya dengan ketus.
saka terdiam setelah melihat Nia pergi menarik lengan Devan dan menjauh dari nya.
Ayo pergi."
ajak Nia yg menggandeng tangan kanan Devan dengan sigap.
__ADS_1