pernikahan sakral

pernikahan sakral
luka dan kecewa.


__ADS_3

maaf''sebaik nya ibu tanya kan langsung saja pada pak saka.''


beliau sering kali datang kerumah nomor Lima belas diujung paling kiri.''


satpam itu menunjukkan arah di mana rumah naya berada.nia mengangguk melepas senyum tipis ,''makasih pak'' ucap nya.


Nia bergegas pergi menuju kesebuah rumah minimalis yg tak jauh dari pos satpam.hanya berjarak kira kira lima meter.


''nomor lima belas paling ujung di kiri jalan.?


seketika mata Nia tertuju pada sebuah rumah bergaya klasik dengan infrastuktur modern namun berkesan sederhana dan simple.


rumah nomor lima belas?''ya benar ini.!


Nia memantapkan tujuan ktika dirinya melihat mobil saka terparkir di halaman Depan.


,,ternyata benar ini mobil mas saka.''


''huffffttt...


Nia melonggarkan pernafasan nya seketika itu juga jantung nya berdekub tak karuan.


tanpa ragu lgi,Nia memencet bell pintu yg terpasang pada salah satu tembok pagar.


rasa nya ia benar-benar sudah ingin melupakan segala uneg uneg yg ia pendam sejak lama.


ting tong....


ting tong...


ting tong...


suara bell pintu terdengar hingga tiga kali di ruang tengah.


Naya yg baru saja keluar dari arah dapur berniat membukakan pintu.namun di cegah oleh saka,


biar gue aja yg buka pintu,seklian langsung ke kantor.


ehh,buru'buru banget''? ini baru jam 7 kok.naya memperhatikan jam dinding yg tertanggal di tembok ruangan.


kerjaan gue hari ini numpuk nay,! sorry gue harus cabut..


saka memberikan baby Kayla dari pangkuan nya..


""bye....


om pergi kekantor dulu ya,besok om datang lagi'. saka mengecup kening baby Kayla dengan lembut seraya mengelus kepala nya, dan bersikap seolah dia adalah ayah kandung dari baby Kayla.


Naya mengantar saka hingga kedepan pintu utama melambaikan tangan sembari menggendong Kayla.


''dada om.,,


Naya memegang tangan mungil Kayla dan melambaikan nya kearah saka.


saka kembali menengok dan membalas lambaian tangan Kayla dengan senyum manisnya.


Nia sempat menyaksikan kejadian itu dari celah jeruji pagar.menelan ludah sembari menahan perasaan marah.akan tetapi kedua bola mata nya sudah memerah dihiasai dengan genangan air mata yg hampir jatuh membasahi pipinya.


''Ni...,Nia,kamu?!

__ADS_1


saka baru saja membuka pintu pagar dan mendapati wajah lusuh istrinya dengan piyama yg semalam di pakai.bahkan Nia pun blom sempat mengganti pakaian nya.


seketika saka terpelongok tak bergeming ia berdiri tegap seakan tubuh nya terasa kelu dan kaku.lidah nya tidak lagi dapat mengucapkan kalimat apapun.kini ia hanya bisa terpaku dengan sejuta tanda tanya yg tersemat di otak nya.


akan kah bencana datang tanpa aba'aba.


saka mengulur nafas membuat tubuh nya merespon Bahwa sesuatu hal yg tidak menyenangkan sedang terjadi.


Susana mendadak hening dan senyap.


Nia?"


Naya yg tiba tiba menimbrung membuat saka semakin kelabakan gelisah.


''mampus gue.


lirih saka menggigit bibir bagian bawah.


Naya memang tidak begitu mengenal sosok Nia,akan tetapi ia sudah pernah melihatnya di hari pernikahan itu.saat di mana saka meminta Naya hadir sbgai tamu undangan.


owhh..,jadi ini istri baru mu mas?"cantik.nia masih sempat menebar senyum tipis.


memperhatikan dari ujung rambut hingga kaki.bentuk tubuh Naya yg ramping dengan tinggi semampai.


Nia melipat kedua tangannya nya diatas dada seraya membuang nafas sekaligus mencoba menenangkan batin nya yg kian bergemuruh oleh panas nya api cemburu.


istri?'kamu salah faham sayang..


dia...


saka melirik kearah Naya yg saat itu tepat berada di sebelah nya.


'apa maksudmu?'


aku tidak pernah selingkuh!


saka mengelak semua tuduhan Nia yg tertuju padanya.meski jelas antara Naya dan saka memiliki hubungan pertemanan di luar batas.


"bohong!


tidak ada hubungan antara wanita dan laki laki hanya sebatas teman biasa,jika tidak ada salah satu nya menaruh rasa dan cinta.!


itu semua palsu.!!


kalian berdua bohong.!!


penipu!!


''plakkk...


sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Nia dengan cukup keras hingga menyisakan bekas kemerahannya yg cukup membuat Nia merasakan sakit.


namun rasa sakit itu blom sebanding atas perlakuan saka yg sudah membuatku nya kecewa.


"ya Tuhan.apa yg gue lakuin? lirih saka menatap telapak tangan nya gemetar.dirinya merasa begitu menyesal telah secara reflek menampar Nia.


sayang,sayang...


kmu gak apa apa? maaf aku GK ada maksud?

__ADS_1


saka berusaha menjamah pipi Nia yg masih memerah Krna ulah nya.raut wajah itu penuh sesal saka baru membuat kesalahan fatal hingga menampar istrinya cukup keras.


urusan saja anak mu jangan perdulikan aku.!


Nia Memandang sinis kearah Naya yg berdiri di samping saka.


Naya hanya tediam angkuh memandang kembali Nia dengan tatapan dingin.


ada kepuasan tersendiri di benak nya. Bahkan tanpa bertindak lebih rupanya Naya sudah mampu menguasai saka.


maksih mas,atas luka nya,kmu sudah membuat aku kecewa.''


nia bergegas pergi tanpa lagi memperdulikan saka.pada saat yg bersamaan ktika saka hendak mengejar Nia.


Naya menarik lengan saka meminta agar saka tidak perlu mengejar Nia.


saka,nia sedang marah, percuma kmu kejar dia.


biarkan dia tenang lebih dulu.


lebih baik kmu sekarang pergi ke kantor,tadi kmu bilang banyak kerjaan.


Naya mengganggukan kepala sembari membenahi posisi Kayla dri gendongan.


tapi nay,gue harus jelasin semua nya ke Nia.


tubuh saka mendadak dingin bahkan telapak tangan nya berkeringat setelah menampar wanita Nia.dan ini kali pertama dlm hidup saka melakukan nya pada nia.selama mereka menikah.


gue tau,cuma bukan waktu yg tepat buat Lo jelasin semua sekarang, percuma,Nia GK bakal mau dengerin semua penjelasan loe.


ya,ya,,loe bener nay,gue lanjut ke kantor aja..saka menyelonong menuju mobil nya dengan keadaan syok.


hampir seharian saka memikirkan kejadian pagi tadi yg membuat nya tidak fokus mengurus segala pekerjaan kantor.


hingga Ahir nya ia memilih untuk pulang lebih dulu.


,,seperti nya pernikahan kita sudah tidak bisa lagi di pertahanan.


Nia mengulum bibir nya berusaha menahan tangisan yg bisa saja sewaktu waktu pecah di hadapan saka.ia hanya sedang berusaha tegar meski seluruh perasaan nya luruh dan hancur berkeping keping.


saka hanya berdiam diri mencoba untuk mencerna kembali setiap kalimat yg di Utara kan oleh Nia.


kedua nya duduk di bibir tempat tidur saling berjauhan.memandang kearah jendela yg sama di sebelah barat.


senja mulai menghiasi langit di sore hari.nia menarik Tirai jendela lalu menutup nya rapat.


membuat keadaan mendadak gelap.


lalu membiarkan ruangan kamar redup tanpa bingar cahaya lampu.


''kenapa tidak menyalakan lampu?"


saka mendongok menunaikan pandangan memperhatikan Nia yg masih berada di samping jendela kama,berdiri menghadap ke arah nya,


menatap dengan tatapan sayup.


''untuk apa?'


biarkan saja gelap,aku lebih suka suasana ini, semuanya terasa lebih damai.

__ADS_1


__ADS_2