
empat hari sudah berlalu sejak berselisih faham antara Naya dan saka itu terjadi,seseorang wanita paruh baya menelpon saka dari hanpone milik Naya.
memberitahu bahwa telah terjadi sesuatu pada naya,naya rupanya mencoba bunuh diri dengan meminum cairan pembersih lantai.tindakan bodoh itu ia lakukan karna tak kuasa menahan depresi berat yg sedang ia alami saat ini.
masalah yg datang silih berganti membuat Naya kehilangan akal sehat nya dan berniat mengahiri hidup.
saka yg saat itu tengah berada di kantor langsung bergegas pergi meninggalkan ruangan kerja nya dengan perasaan gusar dan was was.jantung nya berdebar tak karuan,tubuh nya lemas setelah mendengar kabar buruk tersebut.
''saka mau kemana?!
tanya Dimas yg tanpa sengaja berpapasan dengan nya di lorong ruang menuju pintu keluar.
''ada urusan bentar dim.!"jawab saka yg tanpa memperdulikan Dimas ataupun berhenti sejenak, ia meneruskan langkah kaki nya berjalan menunduk sesekali terlihat membalas chat seseorang dengan khusuk.
''urusan apa?! tanya Dimas lagi sembari meninggikan nada suara nya.sementara saka sudah berada cukup jauh dari posisinya berdiri.
beberapa menit kemudian, Nia berusaha menghubungi saka lewat chat WhatsApp setelah ia merasakan ada suatu yg terjadi pada saka.entah mengapa tiba tiba perasan nya tidak enak, Nia merasakan bahwa ucapan wanita yg pagi tdi mengirim pesan pada nya benar benar terjadi.
tapi sayang nya sama sekali tidak ada balasan dari saka.bahkan ktika nia berusaha menelponnya, panggilan masuk tersebut berdering,namun tidak kunjung di trima oleh saka.
entah memang sengaja atau hanpone itu sedang tidak berada dekat dengan nya.
Ahir nya Nia memusatkan untuk bertanya soal saka pada Dimas lewat pesan singkat yg dikirim nya melalui kontak WhatsApp.
dimas menjelaskan bahwa dirinya sempat berpapasan dengan saka beberapa jam lalu.saka terlihat sangat terburu buru meninggalkan ruang kantor.
namun ktika di tanya saka hanya menjawab ada urusan sebentar.
secara ditail nya pergi kemana dan urus apa sama Sekali Dimas tidak tau menau.
dengan perasaan cemas dan kecewa,Nia duduk di bibir tempat tidur sembari sesegukan membiarkan kedua bola mata nya basah membanjiri pipi.
pagi tadi setelah saka berangkat ke kantor,Nia sempat menerima pesan singkat dari seseorang yg sama sekali tidak ia kenal.
seseorang tersebut berujar jika dirinya adalah wanita simpanan saka,ia pun sempat berkata jika saka tidak akan pergi kekantor melainkan pergi menemui dirinya.
memang sebenarnya Nia sudah mencurigai saka yg semakin hari semakin banyak berubah dari jauh' jauh hari, bahkan sblom pesan misterius itu di terima nya.
''apa yg sedang kmu sembunyikan dari saya.!
tulis Nia lewat pesan chat yg di kirimkan ke kontak WhatsApp milik saka.tanpa pikir panjang lagi Nia langsung saja meluapkan emosi nya.
namun sayang nya saka tidak membaca pesan yg dikirim oleh Nia beberapa detik lalu.saka justru mebiarkan dan mengabaikan Isi pesan tersebut sebagai hiasan layar handphone nya.
__ADS_1
''saka! baca chat aku.!
Nia kembali mengirimkan pesan
tambahan setelah ia bnr bnr merasa kesal dengan sikap saka yg mengabaikan isi pesan nya,padahal jelas terlihat bahwa kontak WhatsApp saka sedang online.
"sabar sayang,aku lagi ada urusan penting.''
balas saka sesingkat mungkin.
''urusan apa?!
balas Nia lagi.
namun sayang nya saka menghilang begitu saja dan tidak lagi terlihat online,bahkan tanpa lebih dulu membalas pesan dari nya.
suasana malam begitu sendu dengan iringan rintik gerimis, Nia membalut tubuhnya Dengan jaket tebal,karena hawa dingin mulai merasuk menelisir hingga ujung kaki.tidak seperti malam malam biasa nya.entah mengapa Nia merasa kedinginan di tengah panas nya pinggiran kota Jakarta.ia berusaha meredam emosi nya setelah saka pulang dari kantor sekitar pukul 7 malam.namun dari raut wajah nya jelas menggambarkan kekecewaan yg mendalam di benak Nia.
dirinya hanya diam tanpa sepatah katapun bertanya apakah saka sudah makan malam?
atau sekedar berbasa basi soal pekerjaan hari ini.
''kmu udh makan?''
nia tetap acuh dan diam seribu bahasa, tanpa menjawab pertanyaan suami Nya bahkan menengok pun enggan.
sayang,kmu kenapa sih?dingin ya?
saka yg Tiba tiba memeluk Nia dari arah belakang berusaha menghangatkan tubuh Nia,di tengah dingin nya udara dengan hembusan angin sepoi-sepoi diluar sana.tumben ya malam ini dingin banget.sampai sampai istri aku pakai jaket.
ujar saka yg mulai bermanja dengan Nia seolah olah dirinya lupa akan permasalahan yg sedang terjadi..
kmu kenapa tadi GK balas chat aku,?''
Nia melepaskan diri dari pelukan saka lalu beranjak dari kursi, berdiri menatap raut wajah suami nya yg kucel dan lusuh.
apa aja yg kmu kerjain seharian ini?''
raut wajah Nia sudah benar benar di tekuk muram.tidak ada senyum sedikit pun yg menggambar ke ceriaan.
aku,aku di kantor sayang..dimana lagi?
hehe.,kamu kenapa sih?
__ADS_1
masih sempat saka tersenyum memandangi Nia yg menatap nya penuh amarah.
"bohong!'kmu itu bohong ke aku.!
heuuhh..
Nia masih sempat melempar senyum sinis matanya begitu tajam memperhatikan dengan ditail tubuh saka.sesuatu mungkin terjadi pda suaminya itu. dilihat dari kemeja biru toska yg dipakai saka nampak lusuh, bahkan salah satu kancing baju bagian paling atas terlepas.
dalam benak nia berfikir apakah saka telah Tidur dengan wanita yg pagi tadi meneror nya.sebab tidak biasa nya sepulang dari kantor pakaian yg dikenakan saka seberantakan itu.
memang kancing baju saka sempat terlepas ketika tanpa sengaja Naya menarik kemeja nya, saat itu saka menggendong Naya dan membawa nya masuk kedalam ambulance.
saka menelan ludah dengan segera mengedipkan kedua bola matanya,sembari membuang nafas pendek.
maksud kamu apa?'jangan memulai sebuah pertengkaran.!
tolong,aku capek.
pinta saka yg kini raut wajah nya pun kehilangan senyum, saka berjalan hampa pergi menuju pintu kamar mandi yg bersebelahan dengan pintu kamar.
Nia merasa saka benar benar berubah.dahulu Nia merasa saka adalah laki laki yg peka dan selalu ingin mendengarkan setiap keluh kesah nya, dan selalu siap berdebat meski ujung nya saling mereda.
kini saka tak ubah nya seperti patung yg selalu diam ketika diajak bicara dan berdebat ,Nia menyadari suaminya tak sehangat dulu,
sikap saka kini begitu dingin dan beku.
Nia kembali mengambil laptop dan beberapa barang barang keperluan nya menulis.
lalu membawa nya keluar kamar menutup pintu secara diam diam.
ia duduk di ruang tengah setelah secangkir kopi hangat menemani kesunyian malam dan kekecewaan batin nya.
saka rupanya sengaja tidak mencari keberadaan Nia, ia tau saat ini Nia butuh menyendiri meredam segala amarah nya.
berjam jam lamanya Nia berada di ruang tengah hingga kopi di gelas nya habis tak bersisa, bahkan ia sudah menyelesaikan satu bab karangan novel milik nya.
tanpa ia sadari waktu sudah menunjukkan pukul 23;00 wib.
Nia sempat menengok kebelakang,kearah ruangan yg menuju pintu kamar nya, berharap saka datang dan membujuk nya untuk masuk kedalam kamar lalu tidur,sebab waktu kian larut dengan hawa dingin yg semakin menusuk tulang belulang.
namun sayang nya,saka tak kunjung muncul,bahkan hentakan kaki nya sama sekali tidak terdengar berjalan diatas lantai menuju kearah nya.
hingga Ahir nya Nia memutuskan untuk tidur di sofa yg berada di ruangan tersebut.membiarkan saka menikmati malam hanya berteman kan guling dan selimut.
__ADS_1