
hari demi hari berjalan seperti biasa,Nia yg terus saja sibuk dengan pekerjaan nya begitu juga dengan saka.
di suatu kesempatan nia mengajak saka duduk berdua di teras rumah,menatap langit ibukota dimalam hari.
bintang bintang nampak gemerlap di tengah asap pekat yg selalu mengitari langit Jakarta.
secangkir teh hangat menemani obrolan mereka yg cukup serius.
Nia menatap wajah saka dengan bimbang,ada keraguan yg membuat Nia berfikir untuk tidak menceritakan apapun tentang keinginan nya.
setelah menikah hampir 6 bulan lamanya Nia blom juga memiliki tanda tanda kehamilan.
padahal keinginan nya sudah sangat kuat untuk menjadi seorang ibu.
"bagai mana kerjaan mu hari ini?
Nia ******* ***** jari jemarinya sembari menggigit bibir bagian bawah.seolah ia sedang tidak nyaman dengan keadaan ini.
Ahir Ahir ini saka lebih banyak diam tidak lagi seperti biasanya.
Nia merasa perubahan sikap saka di mulai saat terakhir keduanya memeriksaan diri ke dokter kandungan..
namun sayang nya tuhan memang blom mengizinkan keduanya untuk menjadi orang tua.dokter pun berujar agar Nia dan saka bersabar dalam sebuah penantian.
"baik,semua kerjaan aku baik."
jawab saka dengan senyum palsu.
saka melirik kearah Nia yg duduk di sebelah nya.
tiba tiba saja hanpone yg di genggam nya berdering.
panggilan masuk itu rupanya dari Naya.
''siapa?"
tanya Nia setelah saka sempat diam dan membiarkan hanpone nya terus berdering.tatapan Nia penuh kecurigaan.
akan kah saka berkhianat dan menjalin hubungan dengan wanita lain.
sebab itu Nia merasa banyak perubahan dalam diri saka.
"euuhhh."
gelagat saka semakin membuat Nia merasa curiga, ia berupaya membuat saka menjawab panggilan masuk tersebut.
"kenapa GK di angkat?siapa tau penting yank.?"
Nia mengganggukan kepalanya sembari melepas senyum penuh tanda tanya.
''ya udh aku masuk kekamar duluan ya.
__ADS_1
udh ngantuk.'"
pamit nia guna menghindar dari saka.keduanya semula duduk diteras rumah menikmati senyap dan hening nya malam, tanpa gelak tawa dan tangis seorang bayi.
di tengah ramai dan bising nya kota Jakarta.
setelah menerima panggilan masuk dari Naya.
saka meminta izin pada Nia, dan beralasan untuk menemui temannya di salah satu cafe yg Biasa mereka tongkrongi.
setelah mendapat izin dari Nia saka langsung tancap gas dan pergi menemui naya.
dari balik tlpon tadi Naya meminta tolong pada saka agar mau mengantarkan dirinya kerumah sakit terdekat guna memeriksakan keadaan Kayla.
putri semata wayang Naya dengan riki.
gadis kecil itu baru berusia 1 tahun dan masih sangat lucu lucu nya..
Naya meminta tolong pada saka mengantar nya,sebab Riki saat ini sedang berada di luar kota karna suatu pekerjaan.
ia tidak mungkin menyetir mobil sendirian di waktu malam begini.
Naya dan saka sudah tiba di rumah sakit.
tubuh kayla yg mendadak panas tinggi membuat Naya begitu cemas akan keadaan putri nya.
saka memeluk tubuh Naya dengan hangat di saat cuaca di luar sedang gerimis.
hisak tangis naya membasahi jaket jeans yg di pakai saka.
mereka duduk di ruang tunggu sambil bercengkrama.
mengingat kembali masa di mana keduanya blom menikah dan memiliki kluarga masing masing.
lagi lagi Naya memperhatikan saka yg tengah tertawa lepas.
seolah di tempat itu keduanya melepas segala beban hidup yg tengah di pikul.
sejak menikah dengan riki,Naya memang jarang mendapat perhatian khusus seperti hal nya yg di lakukan oleh saka.
memang sikap saka padanya sedikit berlebihan,sangat sulit memang membedakan kasih sayang yg saka berikan untuk wanita wanita tertentu.
bahkan sikap nya pada Nia tak ubah nya sikap dirinya pada wanita lain.
termasuk Naya.
kebaikan mu salah tempat,caramu memperhatikan Ku membuat hati ku merasa luluh,dan aku semakin mencintai mu.saka.!
gumam Naya sembari kembali meneguk kopi dari cup yg di genggam nya..
tak lupa ia masih sempat mencuri pandang wajah saka.
__ADS_1
maaf, bisa bicara dengan ibu Naya?
dokter yg merawat Kayla baru saja kluar dari ruangan.beliau berdiri di depan pintu masuk.
Naya segera beranjak dari tempat duduk dengan perasaan cemas.
kebetulan Naya dan Riki duduk tepat di samping pintu ruangan kamar Kayla.
"iya, ada apa ya dok?''
wajah Naya mendadak pucat,ia takut jika terjadi sesuatu pada Kayla.
"maaf buk,sprti ya anak ibu harus di rawat beberapa hari ini.
karena keadaan nya cukup memprihatinkan,
demam nya blom juga turun.
tpi tidak apa apa ibu tidak perlu cemas,
mudah mudahan secepatnya putri ibu akan pulih."ucap dokter Rudi sambil tersenyum Ramah.dokter Rudi memberikan semangat pada Naya dan secara tidak langsung ucapan dokter Rudi sedikit membuat Naya merasa tenang.
"baiklah klo begitu saya permisi."
"iya dok,trimaksih."
Naya segera masuk keruang rawat,ia nampak sedih tak kuasa menahan air matanya, menjadi seorang ibu yg blom begitu faham dan tau cara mengurus bayi, tentu saja membuat Naya begitu banyak mengkhawatirkan keadaan putri kecil nya yg terbaring lemah di tmpt tidur.
''cepat sembuh sayang.'''
hikkkaass..
hiksss..
maafin mama ya GK bisa jaga kmu dengan baik.
saka yg berdiri di samping Naya, hanya bisa menatap iba gadis kecil itu.batin nya seolah merasakan sesak melihat keadaan kayla.seprtinya naluri saka sudah menuntut dan membawa nya siap untuk menjadi seorang ayah.
tanpa di sadari,malam semakin larut.
sudah hampir empat jam lamanya saka menemani Naya di rumah sakit.
sepertinya saka harus segera pamit.
sebab jam tangan yg di pakai nya sudah menunjukkan pukul 00:12 WIB.
kmu pulang aja,aku gak apa apa sendiri di sini.naya meminta saka agar segera pulang ke rumah dan menemui istrinya,pasti Nia begitu mengkhawatirkan nya saat ini.
begitulah kira kira naluri seorang istri,kemana pun suami nya pergi selalu di khawatir kan.bahkan jika perlu istri harus selalu ikut kemanapun suaminya pergi.
"(hahaha..)"
__ADS_1
tpi sayang dunia tidak selucu itu.banyak laki laki yg justru merasa direpotkan oleh tingkah para wanita,yg menurut nya berlebihan.
operprotektif dan gampang curiga.