
"kenapa baru pulang?!'' tanya Nia dengan wajah cemberut.
Nia berusaha mengendus sesuatu dari tubuh saka,
mencurigai saka dengan nalurinya.
wanita memang tidak pernah lepas dari rasa curiga terhadap laki laki yg di cintai nya.
pdhl saka baru saja masuk kedalam kamar,namun dirinya sudah di interogasi oleh Nia.
tercium aroma farhum wanita dari jaket jeans yg di pakai saka, kecurigaan nia rupanya justru di sangkal oleh saka.ia beralasan jika tdi tanpa sengaja menabrak seorang wanita yg berjalan tergesa gesa.namun alasan saka tidak bisa di terima begitu saja oleh Nia.
*****"
"hari ini aku mau kerumah mama.!"
Nia duduk di salah satu sofa yg berada di ruang tamu,wajah nya di tekuk muram.
kedua bola matanya berkaca-kaca.
ia merasa saka semakin hari semakin cuek pada nya.
''aku anter ya sayang.?"
saka berusaha menawarkan diri berbasa basi untuk mengantar kan nya .namun Nia menolak dengan tegas tawaran suaminya.
"kmu kan sibuk!,GK usah aku bisa sendiri"!aku bisa naik bus.
jawab Nia dengan lantang.
"lagian aku mau lama di sana."
saka duduk tepat di sebelah Nia sembari membuang nafas pendek.
huffftt...
"kenapa?"
kok tumben yang.''
saka berupaya menggali sesuatu yg trsembunyi dari balik hati kecil istrinya.
saat ini Nia hanya diam tanpa memberi penjelasan yg ditail.
lgi pula sejak menikah dengan saka selama enam bulan lalu,Nia blom sekalipun berkunjung kerumah orang tuannya karna suatu kesibukan.
"emang GK boleh lama di rumah orang tua sendiri?!
jawab Nia cetus.
wajah nya semakin di tekuk, menunjukkan kekesalan yg seolah tiada Ahir pada saka.
kali ini saka merasa harus diam, daripada menjdi Mangasa singa betina yg sedang marah.
dan mencabik cabik nya dengan omongan yg menyakitkan hati.
"euuhhh.., gue cari aman aja deh."
ucap saka memelankan suaranya.sembari membuang wajah.
"boleh,boleh kok.siapa yg GK ngebolehin? kan tdi aku cuma tanya sayang..
__ADS_1
''emuaachh...
saka memajukan bibir nya kearah Nia yg semakin di buat kesal oleh tingkah saka.
pria itu selalu memiliki cara untuk membuat Nia kembali berdamai dan tidak selalu membesar besarkan Masalah.
namun sayang nya kali ini saka tidak berhasil membujuk istrinya agar mengurungkan niat nya untuk tinggal lebih lama di Bogor.
ya jika hanya sehari dua hari masih memungkinkan kan.
bukan untuk berbulan bulan.
Nia rupanya sudah mempersiapkan koper dengan ukuran sedang, beberapa setel baju sudah ia masukan dengan rapi,bahkan bbrp barang keperluan lain nya seperti make up dan alat mandi.
''kmu serius mau lama?''
saka melebarkan matanya melotot melihat koper berwarna pink sudah di depan pintu utama.
"yang."
sayang,! kmu serius mau lama di Bogor?
"aaaa....jangan gitu dong yang .aku ada salah apa kok kmu marah?
aku GK marah kok,siapa bilang aku marah?jawab Nia.
mendadak saka bertingkah bak anak kecil yg sedang merajuk.di pegangi nya lengan Nia namun dengan cepat Nia menghempas kan nya.niat itu rupanya sudah tidak bisa di cegah lgi oleh saka.
"sayaaaaang..."
masa suami mu ditinggal sendirian?kmu tega ah.''
saka semakin merajuk meminta agar Nia membatalkan keinginan nya.
meski dengan berat hati Nia pergi meninggalkan saka.sebab ia butuh waktu untuk menenangkan hati nya.sementara saka hanya bisa diam berdiri di depan pintu utama menyaksikan kepergian istrinya.
setibanya di Bogor, setelah hampir menempuh perjalanan 1 jam lamanya.
ehh, siapa yg datang?
Bu Ririn membuka tirai jendela yg bersebalahan dengan pintu utama..
nia sudah berdiri di depan pintu dengan raut wajah lusuh, koper yg di bawa nya membuat Bu Ririn berfikir jika sudah terjadi sesuatu pda putri nya.
Bu Ririn tergopoh-gopoh membukakan pintu untuk menyambut kedatangan Nia.
''Nia?!
dengan segera Bu Ririn memeluk tubuh Nia dengan erat, beliau merasakan rindu yg amat sangat terhadap putri semata wayangnya itu.
beliau merasa begitu seneng akan kedatangan Nia yg sudah lama tidak pernah menemui beliau sejak saat itu,hampir 6 bulan lamanya.
di awal Juni 2020 Nia dan saka menikah, namun hingga Ahir Desember saka sama sekli tidak pernah memunculkan batang hidungnya kerumah orang' tua Nia.alasan nya Krna sebuah kesibukan yg memang tidak bisa di tinggal.
"kamu sendiri?suami mu GK ikut?!"
tanya Bu Ririn yg memang mendapati Nia hanya sendirian.
saka sibuk ma,kerjaan nya banyak,GK bisa di tinggal."ujar Nia menjelaskan dengan nada suara yg terdengar begitu sendu.
boleh aku Langsung ke kamar ma?
__ADS_1
mau istirahat,capek bngt di perjalanan.
Nia menyeret koper nya mebawanya menuju kamar miliknya.
"ya udh istirahat dulu.mama juga mau lanjut ke toko.ujar Bu Ririn yg sempat pulang karena mengambil sesuatu yg tertinggal dirumah nya..
""
sudah dua hari lamanya Nia berada di Bogor,namun ia sama sekali tidak menghubungi saka atau sekedar chat lewat WhatsApp.
saka berusaha menghubungi Nia namun sayang nya nomor telepon Nia sedang tidak aktif.
saka mencoba menelpon ibu mertuanya guna menanyakan keadaan istri nya saat ini.
sebab nia sama sekli tidak berkabar dri sejak hari pertama ia pulang ke Bogor.
''assalamualaikum ma'?
sapa saka dari balik tlpon.
Nia dimana ma?Nia baik baik aja kan ma?tanya saka dengan bimbang,ia begitu mencemaskan keadaan istrinya.
aku coba tlpon kok nomor nya GK aktif.
saka semakin khawatir dengan keadaan Nia,ia sempat berfikir jika Nia sedang benar-benar marah pada nya.ya, perubahan sikap nia sejak malam itu..malam di mana saka pulang hingga larut malam setelah menemani Naya pergi kerumah sakit.
saka bukan nya tidak faham alasan Nia ke Bogor,hanya saja saat ini saka blom bisa berbuat apa apa.
"waalaikum salam."
nia baik kok,itu ada di kamar nya.
Bu Ririn terdengar sempat menarik nafas sblom ia kembali bertanya.
rumah tangga kalian lgi ada masalah?.tanya Bu Ririn dari balik tlpon.beliau sebenarnya ragu untuk menanyakan hal ini.karna sifat nya pribadi.namun sbgai orang tua,Bu Ririn cemas jika saja trjdi perceraian yg tidak pernah di inginkan.
sedangkan saka sendiri tidak tau harus menjawab apa,?
yg ia tau semua baik baik saja.
hanya saja kesalah fahaman sedang trjdi.mengingat Nia memang wanita yg pencemburu.
enggk,enggk kok ma,euuuhhh,nia memang lagi pengen aja balik ke Bogor katanya.
iya.''
dari suara saka Bu Ririn tau sbnr nya mereka berdua tengah ada masalah.
namun Bu Ririn berusaha menepis prasangka buruk nya.
ya udh ma,, klo gitu aku mau lanjutin kerjaan.pamit saka yg dengan segera mematikan panggilan.
sifat Nia memang tidak dewasa, mengingat dia adalah anak yg manja dan selalu ingin di mengerti.
begitu jg dengan sikap saka yg terlalu baik ke semua wanita,jelas membuat Nia mudah terbakar api cemburu.
terpaut usia satu tahun lebih muda dari Nia,saka memang terkadang lebih ke kanak Kanakan.
menikah di usia 24 tahun dan Nia 25 tahun,tidak menjamin kedua nya bersikap saling mendewasakan.
terkadang hanya Krna masalah sepele pun membuat keduanya saling diam.
__ADS_1
meski lebih sering saka yg mengalah untuk memperbaiki keadaan.