pernikahan sakral

pernikahan sakral
luka tanpa goresan.


__ADS_3

''Hari ini aku bakal pulang telat.''ujar saka memberitahu Nia yg tengah sibuk mencari sesuatu dari dalam laci.


saka merapikan rambut nya di depan cermin memandangi wajah tampan nya, beberapa jerawat tumbuh di bagian pipi.


hisss kok jerawatan sih.''


ia memalingkan wajah nya bercermin dengan serius.


''udh tua aja gue.''


tambah saka yg nampak melihat' garis garis halus mulai muncul di bagian tertentu.


Nia menahan senyum mengatupkan kedua bibir nya membelakangi saka.


kmu cari apa?''


sibuk Banget dari tadi.tanya saka yg kemudian mencium pipi Nia Dengan gemas.


''utututututu...


''semalam bobok diluar ya?kasian...


makanya jangan suka ngambek,!''


''serah gue.!'


jawab Nia cetus mengusap bekas bibir saka yg mencium pipi kanannya.


''mau cium lagi? sini.''


saka memajukan bibir nya berusaha menggoda Nia yg pagi ini sudah bad mood, karena sikap saka yg semalam membiarkannya tidur di atas sofa ruang tamu.


''udh deh sana pergi,! gue lagi GK mood liat muka lu.!" jawab Nia yg memasang wajah cemberut.


'ehh pagi pagi GK boleh cemberut,nanti cepat tua.!''


saka mengambil tas kerja nya lalu berpamitan pergi ke kantor menyelempangkan tas di pundak sembari menggigit roti tawar yg diambil nya dari atas meja makan.lalu pergi berbegas menuju garasi.


baru saja saka tiba di kantor dan mulai duduk diruang miting bersama beberapa rekan rekan kerja lain nya.tiba tiba suara handphone nya berdering dengan kuat.saka mengambil handphone tersebut dari saku celana nya lalu mematikan panggilan masuk dengan cepat.


beberapa menit kemudian suara panggilanasuk itu kembali berdering, terpaksa saka harus mengangkat nya.ia berbisik menelan suara meminta agar Naya tidak menggangu nya terlebih dahulu karena saat ini dirinya tengah berada diruang miting.


.


''kamu kenapa sih telpon terus?!''


saka kembali menjawab panggilan masuk yg di terima nya dari Naya.


ia sepertinya kewalahan menghadapi sikap Naya yg mulai banyak tingkah dan bersikap manja pada nya.


aku mau pulang hari ini.aku bosan.! klo kmu GK bawa aku pulang aku pulang sendiri.!'' ancam Naya.


iya aku kesana sebentar lagi.''


saka mematikan panggilan dan langsung bergegas pergi menemui Naya dirumah sakit.


''heeuuuuhhhh..


hampir sepuluh menit saka berada di perjalanan menuju rumah sakit, menemui wanita keras kepala itu yg hampir membuat isi kepala nya pecah. rupanya saat itu juga Nia tengah berada di rumah sakit yg sama.hari ini Nia datang untuk menjalani pemeriksaan rutin tentang program kehamilan nya.


sepintas Nia melihat gelagat pria yg mirip dengan saka menuju sebuah kamar yg berada di sisi sudut paling ujung lantai satu.


Krna penasaran Nia Ahir nya memutus untuk mengikuti secara diam diam,memelankan langkah kaki nya yg berpijak di lantai. jarak Nia dengan pria itu cukup jauh kira kira sepuluh langkah.

__ADS_1


setelah pria itu terlihat memasuki ruangan salah satu kamar. ,Nia mendekati pintu berusaha mengintip melalui celah celah pintu.


namun sayang nya wajah pria itu sama sekli tidak terlihat.hanya samar samar Suara seorang wanita yg tengah mengobrol dengan pria yg baru saja masuk.


beberapa saat kemudian.seorang dokter mengagetkan Nia dengan menepuk pundak kiri nya.


selamat siang Bu,apa ibu salah satu dari kluarga pasien kamar ini?'


tanya dokter wanita paruh baya itu sambil tersenyum menatap Nia.


owh,maaf dok.saya salah kamar.''


ternyata ini bukan kamar yg saya cari.''


Nia berusaha memberi alasan tepat sambil tersenyum gugup.


'ibu bukan dari kluarga ibu Naya?''


tanya dokter itu lagi.


Naya?''euuhhh,bukan dok."


Nia menggeleng kan kepalanya dan sempat berfikir tentang nama wanita yg tadi di sebutkan oleh beliau.


ia merasa pernah mendengar nama itu namun ingatan nya tidak begitu tajam.


''kalau begitu saya permisi dok,mari.''


Nia segera meninggalkan pintu ruangan tersebut dengan suasana hati yg masih bertanya tanya,perihal nama pasien yg di sebutkan oleh dokter wanita tadi.


Naya,Naya..


siapa wanita itu sepertinya aku pernah mendengar nama itu,tapi siapa ya? dimana aku kenal dia?''


Nia bergegas menuju pintu utama rumah sakit menemui Supir taksi yg sudah menunggu nya beberapa menit lalu di parkiran.


namun ia sama sekali tidak bisa melupakan begitu saja nama itu.masih terngiang ngiang di benak nya perihal sosok wanita yg sepertinya pernah ia kenal.


ucapan saka pagi tadi rupanya bukan hanya bisa gurauan.


bnr saja sudah hampir jam sembilan malam saka blom juga pulang bahkan nomor handphone nya sama sekali tidak dpt dihubungi.


entah kemana pergi nya pria itu.


bahkan dirinya sama sekali tidak mengirimkan pesan Melalui chat singkat di kontak WhatsApp milik Nia.


ini yg membuat Nia semakin menaruh curiga pada saka.soal wanita yg beberapa hari mengirimkan pesan pada nya.namun untuk menuduh nya tanpa bukti jelas tidak akan ada guna nya.saka selalu berkelit jika di tanya soal kemana ia pergi hingga seringkali pulang telat.


tidak lama berselang, suara mobil saka terdengar memasuki garasi.


suara klakson berbunyi menandakan jika dirinya sudah pulang.


Nia membuka pintu utama dan menyambut kedatangan suaminya dengan senyum tipis.


Nia berusaha bungkam memendam segala kerisauan hati nya serta kecurigaan yg selama ini ia pendam,hingga nanti dirinya memiliki bukti kuat untuk menuduh saka telah berselingkuh dengan wanita lain.


dan semua berjalan begitu saja seiring waktu yg terus berlalu.hampir tiga bulan sudah semua peristiwa itu terjadi.semua masalah masalah yg satu persatu muncul menikam secara diam diam memasuki kehidupan rumah tangga Nia dan saka.


Nia tak pernah menyadari bahwa selama ini saka telah menjadi seorang ayah pengganti untuk Kayla.


anak dari sahabat baik nya itu.


setelah Riki dan Naya resmi bercerai dan sepenuh nya hak asuh menjadi milik Naya.

__ADS_1


segala upaya itu jelas tak ubah nya dari campur tangan saka yg ikut serta membantu perihal proses perceraian Naya dan Riki juga soal hak asuh Kayla.


diam diam Nia mengikuti mobil saka dari belakang menggunakan taxsi.


beberapa hari lalu Nia sempat menemukan struk belanja di kantong celana milik saka.


di sana terdapat daftar bbrp barang yg di beli oleh saka.


dan yg paling membuat Nia terkejut ketika ia tau saka membeli dua buah kaleng susu formula dengan harga yg tidak murah.jelas saja susu formula itu di rekomendasikan untuk anak anak.lalu anak siapa yg sedang di beri nafkah oleh saka?''


itu yg membuat hati Nia seperti di sayat sayat.bahkan saat itu juga perasaan nya hancur berkeping keping.entah mengapa dalam dua bulan terakhir saka sering sekali berangkat menuju kantor lebih awal dri biasanya.


di pikiran Nia saat ini tersemat soal penghianatan saka.apakah saka telah secara siri menikah tanpa sepengetahuan dirinya .ataupun saka telah berselingkuh dan memiliki anak dengan wanita lain.


sekacau itu pikiran Nia saat ini.bahkan di sepanjang jalan kedua bola mata nya bekaca kaca,ia merasa tidak akan sanggup jika nanti nya akan ada suatu yg nampak di depan matanya perihal kecurigaan nya selama ini.


dan benar saja,saka melewati jalan yg bukan menuju kearah kantor nya.mobil tersebut berbelok menuju sebuah perumahan.


Nia meminta agar supir taksi tersebut berhenti saja di tepi jalan raya dan menunggu nya sebentar


untuk suatu keperluan.


''tunggu bentar ya pak.!''


pekik Nia sembari menutup pintu mobil.ditengah berisik nya jalan raya yg di lalui kendaraan.


dirinya terlihat begitu tergesah gesah menuju sebuah pos satpam yg hanya berjarak beberapa langkah dari jalan utama.


''iya buk.jawab supir taksi tersebut menggangguk menuruti permintaan Nia.


''permisi pak.!'


Nia berdiri di depan pos dengan wajah pucat dan lusuh bahkan ia masih memakai piyam Tidur dengan rambut di ikat berantakan.


''iya buk?''


seorang pria paruh baya yg merupakan satpam perumahan itu segera mendekati Nia.


pak, bapak tau mobil berwarna merah yg baru saja masuk tadi?''


tanya Nia dengan ramah.


Nia mengatupkan kedua bibir nya sementara jantung nya berdekub kencang.


sesuatu hal buruk pasti akan terjadi.


pikir Nia gelisah.


owhh..,,pak saka?''


iya suami saya,Nia menunjuk dirinya seolah menjelaskan pada bapak satpam itu jika dirinya adalah istri dri laki laki yg baru saja masuk dengan mobil berwarna merah tadi."apa dia sering datang ke sini ya pak?"


tanya Nia lagi.ia berusaha menggali informasi tentang kedatangan saka yg mungkin sudah terlalu sering,hingga pria yg kini di hadapan nya begitu sangat mengenal sosok saka.


pria itu nampak diam sejenak memperhatikan sekeliling lalu kedua bola matanya kembali fokus memandang Nia yg tepat berdiri di hadapan nya.dengan jarak kira kira empat langkah.


seoalah ia tak ingin memberitahu sesuatu pada nia.dilihat dari raut wajah Nia yg sudah menyimpan banyak tanda tanya dan kecemasan serta kedua bola mata Nia yg nampak bekaca kaca.


''pak tolong.''saya mohon bapak kasih tau saya,suami saya sering datang kesini atau tidak? dan dia datang menemui siapa?


apa bapak tau.?''


rupanya Nia sudah tidak lagi kuasa menahan air mata nya,seketika itu juga ia menangis di hadapan pak satpam yg juga menatap wajah Nya dengan pilu.

__ADS_1


__ADS_2