pernikahan sakral

pernikahan sakral
keutuhan yg kuingin kan.


__ADS_3

beberapa bulan sudah berlalu, setelah Devan kembali ke Amerika.


ia tak lagi menggali informasi apapun soal Nia,setelah Nia meminta nya agar tidak terlalu sering menghubungi dirinya.


permintaan Nia pun Ahir nya di sanggupi oleh Devan.


bahkan ia sama sekali tidak pernah menghubungi Nia dalam bentuk Chat singkat sekali pun.


kehidupan terus berlanjut,masa masa pernikahan yg di awal penuh cinta dan kasih perlahan pudar seiring detik dan menit waktu yg terus berjalan.


bahkan dengan segala ujian dan cobaan yg menimpa keutuhan rumah tangga nya dengan saka.


lalu bagai mana?''


apa kmu masih mau bertahan dengan aku?'


tanya Nia dengan sikap dingin.


duduk di sudut ruangan yg samar samar gelap karena hari mulai malam.


saka terdiam menundukan kepala.


mereka saling berhadapan.namun saka duduk di bibir tempat tidur.


meletakan Kedua tangan nya pada sisi ranjang.


menopang tubuh nya.


"fuuuhh...


saka sama sekali tidak bergeming atau pun menjawab pertanyaan Nia,ia hanya menghela nafas pendek dan tetap tertunduk pada posisi awal.


''kenapa diam?


tanya Nia lagi dengan perasaan gusar.


ia tak akan sanggup mendengar jawaban saka.


sekalipun jawab nya adalah ingin tetap mempertahankan pernikahan yg sudah di ujung tanduk.


bagi nya.mempertahankan seklaipun tidak akan merubah suatu keadaan yg membuat dirinya tidak akan bisa mendapatkan keturunan.


dalam sebuah pernikahan,anak memang lah sesuatu yg paling di dambakan dalam sebuah hubungan ini.


namun beberapa orang tidak beruntung untuk di berikan kepercayaan oleh tuhan untuk di titipi seorang bayi dalam rahim nya.


keinginan Nia jelas sangat kuat untuk bisa mnjdi seorang ibu.


begitupun jg saka.ia sudah sangat ingin menjadi ayah untuk anak anak nya yg akan di lahirkan oleh Nia.


bahkan ia rela harus membayar mahal dokter kandungan dari semua gaji yg ia dapat hanya untuk sebuah penantian yg sudah hampir dua tahun lamanya.


"apa yg harus aku jelaskan?"


aku mencintaimu bukan untuk perihal ini."


jawab saka dengan jelas.namun dengan nada suara yg terkesan dingin.


ia pun enggan untuk menjawab pertanyaan Nia soal perceraian yg bagi nya adalah solusi terbaik.


"pagi ini seperti biasa,saka pergi ke kantor pukul delapan pagi.dengan wajah lusuh serta rambut yg acak'acakan.


tidak seperti biasanya yg selalu rapih dan wangi.


ia bahkan nampak compang camping dengan kemeja nya yg biasa terlihat gagah di hadapan para karyawan lain nya.


"pak saka kenapa?kok tumben GK nyapa kita?'


kata Lisa yg duduk di dekat ruangan meja Dimas,Berbisik pada nya dengan gelagat mencurigai.


Dimas melirik Lisa yg nampak sinis atas sikap saka yg tumben sekali Tiba-Tiba acuh pada kariawan lain nya.


biasanya pagi-pagi pagi seblom masuk keruang kerja nya,saka selalu menyempatkan menyapa kariawan lain nya yg juga merupakan bawahan dirinya.


namun pagi ini,jangan kan menyapa,raut wajah nya sama sekli tidak ada terlihat bersemangat ataupun cerah ceria.seklipun Banyak masalah yg sedang ia hadapi.


bagi para karyawan lain nya.saka merupakan sosok bos yg hamble dan humoris serta ramah tamah.tidak memandang setatus bos dan bawahan.bagi nya kerja adalah suatu projek yg harus di kerjakan secara bersamaan.


tidak ada bedanya jabatan dalam suatu bidang.

__ADS_1


"mungkin lagi banyak masalah.kata dimas yg coba membela teman baik nya itu sekaligus atasan nya.


"tpi GK biasa nya Kya gitu dim, seklaipun pak saka banyak masalah.


tambah Lisa yg juga merupakan karyawan kantor.


Dimas sedikit menyaring ucap Lisa yg juga ada benar nya.


Dimas terdiam sejenak mengganggukan kepalanya dengan pelan.


"heh...!


bentak Lisa menepuk pundak kiri Dimas yg justru bengong.


'kenapa sih loe.!


balas Dimas yg juga menoyor kepala nya .


'mungkin masalah yg lagi di hadapin nya berat banget.


udah' udah. ngapain sih lu ngurusin idup orang lain aja krjaan nya, kepo.!!


kerja' kerja..omel Dimas yg kembali fokus menatap layar komputer nya.


"huu...


balas Nia menyoraki Dimas yg justru nyolot pada nya.


beberapa jam kemudian,ketika jam makan siang tiba.


dan seluruh karyawan menikmati makan siang nya,


saka hanya duduk terdiam di salah satu pohon besar di depan kantor nya bekerja.


ia menatap hampa kearah jalan raya yg begitu ramai oleh kendaraan yg berlalu lalang melintas.


cuaca cukup redup di bawah rimbun nya pohon akasia.


ia hanya terdiam sembari memutar mutar handphone nya yg sejak tadi mati.


melihat saka hanya duduk sendiri, Dimas coba untuk menghampiri dan memberi nya sebotol teh kemasan yg ia beli di kantin dekat kantor.


ucap saka menerima pemberian Dimas.


ia melepas senyum tipis dengan matanya yg sayup'sayup terkena sinar matahari yg menerawang di antara celah dedaunan.dimas duduk di sebelah nya sembari mengulur nafas pendek..


huffftt...


panas banget ya cuaca nya."


ujar Dimas sembari meneguk sebotol minuman dingin yg baru di bukanya.


'loe GK makan siang?"


tanya Dimas menengok kearah saka yg masih fokus menatap kearah jalan raya dengan tatapan kosong.


gue gak laper dim,''


suaranya begitu lesu dan lirih..


loe lagi banyak masalah ya?"


Dimas menepuk pundak nya seakan tau tentang apa yg sedang saka alami saat ini .


ya, masih perihal tentang hubungan pernikahan nya dengan Nia yg sudah tidak lagi harmonis.


ia bahkan tau juga soal Naya yg terus'terusan mengejar dan berusaha mendapatkan saka.


coba loe cerita sama gue.klo loe berkenan?"


tawar Dimas dengan sikap yg sok dewasa itu.


saka menengok melihat kearah Dimas yg duduk di sebelah nya.


mereka saling memandang.


tidak ada kesan bercanda yg tersirat di guratan wajah dimas.yg biasanya tak prnh serius menanggapi suatu masalah dan sbgai teman berbagi cerita.


Namun kali ini Dimas terlihat begitu meyakinkan.

__ADS_1


''gue bingung Harus cerita dari mana.loe tau kan?makin hari hubungan gue sama istri gue makin GK menemukan Titik terang.


Nia tetap bersikukuh meminta supaya gue menceraikan dia.


gue sayang banget sama dia dim."


sekalipun sampai saat ini tuhan blom kasih gue dan dia kesempatan buat punya anak.!


saka bercerita seoalah begitu menyayat hati.


kedua bola mata nya basah berkaca kaca.


Dimas kembali menepuk pundak nya Seraya menenangkan.


Dimas memperhatikan tubuh saka yg nampak kian kurus dan sama sekali tidak terawat.


kondisinya sedikit memprihatinkan dengan mata yg cekung seprti kurang tidur.


''sorry sak,emang hubungan loe masih blom membaik dengan istri loe,masih karna perkara Naya?,,


tanya Dimas dengan hati hati.ia takut jika saja akan tersinggung dengan pertanyaan nya.


bukan cuma soal itu dim,Nia minta gue ceraikan dia alasan nya masih sama,dia takut gue kecewa karena dia blom bisa kasih gue anak.,


Dimas sempat diam menggigit bibir bagian bawah.


pikiran sedang bekerja mempengaruhi otak nya yg sedikit geser.


knp loe GK coba adopsi anak aja?"sorry,sorry klo gue salah ngomong?"


''piss...


Dimas menggangkat jari tengah dan telunjuk nya membentuk huruf V.


berupaya meminta agar saka tidak merasa tersinggung dengan pertanyaan yg ia ajukan.


saka kembali menengok kearah Dimas yg sudah ketakutan melihat wajah saka dengan tatapan serius.


saka, please loe jangan marah ya.''


loe bilang apa tadi?"adopsi anak?".


astaga.!''


kenapa gue GK pernah sempat kepikiran kesana sih.!


Dimas hanya diam memperhatikan saka yg nampak begitu kaget.


loe knp?''lagian jg kata orang'orang.entah mitos atau enggak nya.itu bisa juga lho sbgai pancingan agar kita juga biasa cepat dapat momongan.


tpi gue sih GK terlalu percaya.''


kata Dimas sembari mengangkat kedua pundak nya.


tapi boleh di coba?'


sahut saka dengan semangat..


tapi Loe yakin?'' Nia bakal setuju?'


tanya Dimas lagi meyakinkan saka..


gue coba nanti ngomong sama dia.''


gue cabut duluan.


"bye..


saka bergegas pergi meninggalkan Dimas.


ia kembali kedalam ruangan kerja nya.mengambil beberapa dokumen penting untuk dibawa nya pulang.


setelah hampir lima menit lama nya.saka Kembali keluar dari gedung kantor dengan terburu buru..


dim.! gue balik duluan ya..!


pamit saya melambaikan tangan kearah Dimas yg di balas kembali oleh Dimas.


oke.!

__ADS_1


__ADS_2