
sekitar pukul 7 malam,dimas dan dua orang teman lainnya,yaitu Andri dan remon.datang kerumah saka,tanpa terlebih dahulu memberi taukan pada saka akan kedatangan mereka.
suasana malam memang cukup sepi di rumah saka.mengingat nia sedang tidak berada dirumah.
''eh tumben pada kesini?''
tanya saka yg mendadak kaget atas kedatangan teman teman nya.
kek jailangkung kalian.
"hahhahhaha..
tambah saka sambil tertawa puas.
eh,kok sepi?bini lu mana ka?"
tanya Andri yg memang tidak tau jika Nia sedang tidak ada di rumah.
bini gue lagi mudik ke kampung halaman.
jawab saka dengan jelas.
Remon hanya mengedipkan mata ke arah Andri yg duduk di hadapan nya.
seketika itu juga Andri langsung memahami kedipan mata Remon.
lah bini lu blom balik juga?sahut Dimas yg sejak tdi hanya plonga plongo.
dia bakal lama di sana.!
jawab saka lgi.semantara itu Andri berusaha mengalihkan pembicaraan.ia tak ingin saka nantinya larut dlm kesedihan Krna pertanyaan pertanyaan Dimas.
kebetulan Andri sudah memiliki istri,oleh sebab itu ia faham betul keadaan saka saat ini.
bagai mana rasanya di tinggal istri meski hanya sementara waktu.
ehhh..udh udh, kita kesini kan bukan mau bahas isterinya saka.kata Andri yg duduk di sebelah dimas.nah iya,betul.
sahut Remon yg sependapat dengan Andri.
pemikiran nya cukup dewasa meski dirinya blom menikah.berbeda dengan Dimas yg lebih cenderung kekanak Kanakan.
meski usia nya hampir kepala tiga.
"terus ngapain kita malam ini?
masa diem dirumah saka doang?!
Remon memukul kepala Dimas dengan bantal sofa yg di pangku nya.
Dimas klo ngomong suka ngaco.!
kata Andri.
emang nih.sahut Remon lgi.
''dugem yok..
ajak saka tiba tiba.mulanya ia hanya diam, saka memainkan alis matanya sementara ketiga teman nya memandang saka dengan tatapan heran.
''kenapa?''
__ADS_1
ada yg salah dengan ucapan gue?!
saka mengerut kan dahi menatap kembali ketiga teman nya yg duduk berhadapan dan tersekat oleh meja.
''hahahhaha''
tumben lu ngajak kita dugem.biasanya jg lu manusia paling alim diantara kita bertiga.!
gurau Dimas mengejek.
"ya udh klo GK mau gue GK maksa.,!
saka kembali fokus memainkan layar hanpone nya, menggeser geser aplikasi WhatsApp dan entah sedang sibuk chating dengan siapa.wajah nya di tekuk muram,ucapan Dimas membuat nya sedikit kesal, ditambah lagi tidak ada kabar sama sekali dari Nia.
melihat saka yg nampak begitu murung,Andri langsung mengiyakan ajakan saka.
"oke..!
yok dugem.gue juga lagi pusing,Renata marah marah terus sama gue.!
kata Andri yg mulai curhat tentang kelakuan istrinya.yg hampir setiap malam mengoceh tentang hal hal sepele.
mereka pergi setelah saling menyetujui
satu sama lain.aplgi Dimas,dia satu satu nya orang yg paling bersemangat jika di ajak untuk bersenang senang.
beberapa menit kemudian,
setelah tiba dan memasuki club,saka yg sudah mulai asing dengan dunia malam,rupanya agak canggung ketika menemui orang orang di sekeliling nya.ia memilih duduk menyendiri di sudut ruangan.kebetulan di sana terdapat sofa yg memang di sediakan untuk pengunjung.
sementara ketiga teman nya asik mengobrol dengan wanita wanita ****** di sana.
eh ayok kesana! ajak Remon menyambangi saka yg justru malah diam di pojokan, padahal jelas tadi dia yg mengajak teman teman nya pergi ketempat hiburan malam.
"hah,apa?!
Remon sedikit menunduk dan mendekatkan telinganya kearah saka, ia tidak terlalu mendengar ucapan saka yg lirih.sebab,suara dentuman musik terdengar begitu brisik.
loe duluan aja.! ntr gue nyusul.!
triak saka mengeraskan suara nya.
oke,oke.!
gue cabut ya.!
Remon pergi dan kembali berkumpul dengan Andri dan Dimas, sementara saka masih sendiri dan sibuk dengan hanpone nya.
"teman loe knp?!
Andri meneguk segelas alkohol yg di tuang oleh bartander.
lalu memintanya agar menambah kan lagi.
malam ini sepertinya Andri begitu banyak masalah, terutama soal Renata,Beberapa hari lalu memang istrinya sempat meminta cerai,setelah hampir satu tahun menikah.bahkan sedang dalam keadaan hamil.
entah apa yg membuat Renata berfikir demikian.
Remon diam tanpa menjawab pertanyaan Andri,ia hanya mengangkat kedua pundak nya seolah memberi jawaban bahwa ia tak tau menau soal sikap saka.andri yg begitu frustasi hanya bisa tersenyum menatap Remon, sedangkan dirinya sedang dalam keadaan mabuk.
"tambah lagi dong!
__ADS_1
pinta Andri yg sudah sempoyongan.
''udah ndri,loe udah mabuk berat men!"
Remon berusaha melarang Andri untuk kembali meneguk alkohol yg sudah tertuang di dalam gelas.
namun larangan Remon sama sekali tidak digubris oleh Andri.
Remon hanya bisa menggelengkan kepala melihat keadaan Andri yg seperti sedang kecewa berat dengan hidup nya.
uwwekkkk,uweekkk..
wanita cantik itu mendadak mual mual dan sesekali memegangi perut nya, ia melintas di depan saka dan tanpa ragu langsung saja duduk disebelah saka, sofa itu cukup luas dan muat hingga tiga orang'
nampak nya wanita tersebut sedang tidak enak badan.terlihat oleh saka wajah nya pucat meski penerangan cukup samar samar.
saka hanya melirik tanpa memperdulikan nya.
aroma tubuh wanita itu begitu harum, tercium oleh saka yg tepat duduk bersebelahan dengan nya.
saka sedikit menghirup nya penuh makna, pakaian seksi yg di kenakan gadis itu membuat bulu kuduk saka sedikit berdiri.bebrapa hari ini ia harus menahan diri dari kebutuhan batin nya karna kepergian Nia yg mendadak.
ahhh sialan,kenapa dia harus duduk di sebelah gue.gumam saka yg mulai salah tingkah.
gadis cantik belia itu sama sekali tidak menggubris keberadaan saka.ia hanya fokus dengan dirinya sendiri.namun saka sedikit tergganggu dengan keberadaan nya.kedua bola mata saka yg sayup melotot lebar melihat paha mulus gadis berambut pirang itu.
sesekali gadis itu kembali menutup mulutnya.menahan agar rasa mual itu tidak datang lagi, kelihatan nya keadaan gadis tersebut semakin tidak baik.
ia menyandarkan tubuh nya ke sofa sembari memegang kening yg tertutup poni tipis.
"kamu sakit?!"
tanya saka sedikit mengeraskan suaranya, menengok kearah gadis itu yg tepat di sebelah nya.kira kira hanya berjarak dua Kilan dari posisinya duduk.
enggak kok kak,aku GK apa'apa.gadis itu Masih sempat tersenyum menatap saka.posisi tubuhnya masih bersandar dengan lemas.
sementara wajah nya semakin pucat.
di sini lah sifat tidak tega'an saka kembali di uji.ditambah gadis itu sangat cantik dan menarik.
saka memang memiliki sifat berlebih pada setiap wanita.aplgi soal perhatian nya yg kadang membuat banyak wanita salah tafsir.
bagi nya itu hal biasa,karena memang sejak dulu, bahkan seblom menikah dengan Nia,saka sudah banyak di cap sebagai playboy oleh teman teman wanitanya.
namun saka berusaha menepis semua tuduhan itu.baginya sah sah saja jika ia memiliki kelebihan tersebut meski maksud dan tujuan nya baik.namun bagi kebanyakan orang cara nya salah.apalgi sampai membuat wanita tersebut baper.sedangkan saka mengagap itu semua hal biasa.
kebiasaan itulah yg kadang membuat Nia tidak tahan.
di dukung dengan wajah tampan nya semakin membuat saka banyak di gandrungi wanita wanita cantik di luar sana.
pikiran kotor saka mulai menjalar tak kala melihat gadis itu yg sudah terkapar tidak berdaya di samping nya.
bahkan sepertinya gadis itu sudah tidak lagi mempedulikan tubuh nya yg di pandang haus oleh saka.
saka hanya sanggup menelan ludah memejamkan matanya untuk membuat nya mematahkan segala ambisi dan nafsu birahi nya.
"inget Nia..
"inget Nia..
bini gue lebih cantik,ah pokoknya bini gue lebih menggoda.!
__ADS_1
ucap nya dalam hati.namun matanya tidak sanggup berkedip melihat tubuh molek gadis itu.