pernikahan sakral

pernikahan sakral
my girl.


__ADS_3

"lepasin gue!.''


Naya bertriak sekeras mungkin ketika Riki menyeret nya hingga keluar rumah.


saka yg saat itu hendak datang menemui Naya karena mengembalikan sesuatu yg tanpa sengaja terbawa sewaktu mereka berada dirumah sakit.


langsung saja, dengan cekatan saka menarik tangan Riki, berusaha melepaskan cengkraman kuat yg memegang lengan Naya hingga memerah.


kekacauan itu tejadi ktika riki baru saja datang dari luar kota.lagi lagi perihal cemburu,Riki menuduh Naya sudah berselingkuh dengan laki laki lain.


sebab ia menemukan chat mesra nya dengan pria yg tertulis honey di kontak WhatsApp milik naya malam itu..


owh jadi elu selingkuhan nya Naya?! tuduh Riki,


Riki semakin geram tak kala melihat wajah saka muncul di hadapan nya.


tanpa pikir panjang,Riki memukul wajah saka dengan keras hingga mengenai pipi kiri nya.dlm sekejap kulit wajah saka yg putih bersih langsung memerah setelah mendapat pukulan dari Riki.


namun saka sama sekali tidak melawan,ia tau jika saja dirinya membalas pukulan Riki hanya akan menambah keributan.sedangkan hari ini ia harus pergi ke kantor.tidak ada waktu untuk ribut dengan pria tempramen itu.


..."saka,saka,elu GK apa apa?! tanya Naya yg justru mencemaskan keadaan saka.ia berusaha menyentuh pipi kiri saka namun dngn cepat di tepis oleh saka.gue GK apa apa.''masih sempat saka tersenyum meski pukulan itu membuat pipinya sedikit ngilu....


...loe kenapa pukul' dia?! bentak Naya, matanya melotot menatap Riki yg hanya diam mematung....


Riki yg saat itu tengah kalap dan terbakar api cemburu, tidak lagi perduli atas penjelasan naya.bahkan ketika saka tanpa sengaja datang dan tidak tau apa apa,langsung saja di tuduh sbgai pria simpan Naya oleh riki.meski fakta nya kedekatan saka dan naya di luar batas.


gue cuma mau balikin charger hp lu nay, sorry gue GK ada maksud ikut campur.''


saka langsung memberikan charger Handphone tersebut kepada Naya, lalu pergi begitu saja menuju arah mobil yg di parkir nya di depan pagar rumah Naya.


sesekali saka mengusap pipinya yg nampak lebam dan menahan rasa sakit yg cukup membuat nya tersiksa.


setibanya di kantor.


''loe abis di tonjok siapa men?!


tanya Dimas yg tanpa sengaja memergoki saka di depan pintu gedung.ia memperhatikan dengan jelas pipi kiri saka yg mulai membiru.


saka baru saja tiba di kantor dan sedikit terlambat karna kejadian pagi ini yg membuat nya syok dan harus menerima hadiah istimewa dari Riki.


"bukan urusan loe! jawab saka sembari terus berjalan melanjutkan langkah kaki menuju ruang kerja nya,dengan gagah ia berjalan menyusuri lorong tanpa menjawab pertanyaan Dimas lagi.dimas pun hanya diam bengong menyaksikan kepergian saka yg begitu jutek pada nya.


lagi dapet kali tu orang.''ujar Dimas keheranan.


Sementara itu.


Nia yg sudah hampir seminggu berada di Bogor.merasa kesal atas tindakan saka yg sama sekali tidak ada ihtikad baik untuk menyusul dan menjemput nya pulang ke Jakarta.


padahal Nia sudah menunggu sejak kali pertama ia datang ke rumah ibunya.


Nia dan saka sama sama egois dan tidak mau saling mengalah perihal ego.nia yg enggan pulang dan hanya menunggu di jemput oleh saka sembari di bujuk rayu.sedangkan saka jg sengaja membiarkan istrinya berada di Bogor tanpa mau lebih dulu mengalah untuk menjemput nya.


''uuuhhh,nyebelin si saka!

__ADS_1


dia GK ada tlpon aku?


boro boro telpon, ngabarin aja enggk.!


Nia mengomel sendiri di dlm kamar sembari melempar bantal ke sembarang tempat.


berulang kali ia merengek bak anak kecil.niat nya pulang ke Bogor justru di biarkan oleh saka.


''saayaaaaang''


''euuummmmm''


uhhh,kok kmu GK ada niat jemput aku sih?!"


GK ada tlpon aku.! Nia menelpon saka sembari mengomel tidak jelas,di tambah lagi dengan sikap manjanya.


''kmu jahat iihhh..


dengan berat hati Ahir nya Nia mampu meredam ego nya dan lebih dulu menghubungi saka meski harus di barengi dengan Omelan dan makian.


"lah kan kmu bilang mau di sana lama.? jawab saka polos,ia bahkan bicara tanpa terdengar kalimat candaan.


semua ucapan nya terdengar serius,bagi nia.


seakan ia sengaja membiarkan istrinya berlama lama jauh dari nya.


saka.!


bentak Nia dari Balik tlpon.


kenapa marah marah terus?


kangen ya? saka meledek nya dengan gemas mendengarkan dengan seksama ketika nia mulai cerewet.


kenapa sih,kenapa sayang?'


saka melembutkan tutur katanya yg membuat Nia semakin salah tingkah.


''tau ah..


Nia kembali merajuk sembari merengek kesal..


"ya udh iya besok aku jemput.! ,GK usah khawatir.!


kata saka Menenangkan Nia, keduanya kemudian melanjutkan obrolan hingga larut malam.


keesokan pagi nya.


di hari minggu cerah sekitar pukul 7 pagi.


saka bergegas bangun setelah ia ingat akan janji nya untuk menjemput nyonya saka adiwijayanto hari ini.


jika saja semua janji nya tidak di tepati, dapat dipastikan perpanjangan masa sendiri saka akan di tambah.mengigat Nia memang tipe wanita yg tidak suka lama lama menunggu.

__ADS_1


seminggu tanpa ada nya Nia di rumah membuat suasana rumah senyap bagai tidak ada penghuni..


meski mereka hanya tinggal berdua..


namun sikap nia yg bawel dan banyak bicara rupanya mampu menghidupkan suasana.


itung itung ngirit pembayaran listrik Krna tidak perlu menyetel tv untuk mendengarkan ceramah setiap hari.pungkas saka.


mengingat Nia memang cukup rajin dan ditail soal apapun yg di lakukan suaminya.bahkan keset yg basah di kamar mandi pun harus di permasalahkan oleh Nia.namun saka lebih sering diam dan tidak menggubris ocehan Nia sama sekali. ia hanya mengganggap sbgai angin lalu.


kembali ke persoalan semula.


Naya tiba tiba saja menelpon di waktu yg tidak tepat,ia meminta tolong pada saka agar mau mengantar nya ke swalayan terdekat guna membeli kebutuhan pokok.


padahal jelas,Naya bisa menyetir mobil sendiri dan juga masih bisa naik taxsi atau alat transportasi lain nya..alasan Naya meminta saka untuk mengantar nya ialah agar saka bisa membantu nya menjaga Kayla selama dirinya belanja.


Riki yg pagi pagi buta sudah pergi entah kemana dan tanpa pamit membuat Naya merasa tidak lagi di anggap seorang istri oleh riki.


permintaan Naya rupanya tidak bisa di tolak oleh saka,meski kejadian pagi itu blom bisa di lupakan oleh saka.bahkan luka lebam itu masih membekas di pipi nya.namun saka merupakan pria yg tidak bisa menolak permintaan tolong orang orang terdekat nya.seklipun dia sendiri tengah di hadapkan dengan urusan lain.


akan ttpi ada satu hal yg membuat saka bersemangat.bertemu Kayla adalah suatu kebahagiaan yg tidak akan bisa ia ungkapkan.


mengingat gelak tawa nya saja sudah mampu membuat saka meleleh.gadis mungil dengan lesung pipi itu sudah memikat hati saka.menjadikan nya sosok ayah yg peduli di banding Riki.


saka sengaja meminta Naya agar menemui nya di pinggir jalan raya yg tak jauh dari kediaman Naya.


sebab ia merasa tidak enak jika harus menjemput naya didepan rumah.mengingat tetangga tetangga julid pasti akan bergosip ria jika sering melihat saka bolak balik kerumah Naya.


''maaf ya ngerepotin elu hari ini.,''


ujar Naya yg langsung masuk kedalam mobil saka.


kedua nya duduk bersebelahan.


Naya memangku baby Kayla yg sibuk dengan kegiatan nya menggigiti jari telunjuk.


"gak papa,kaya sama siapa aja lu sama gue.!


ucap saka yg sudah siap untuk pergi,menarik tuas gas mobil nya dan melaju menuju supermarket terdekat..


''kmu anteng banget sih.


''utututututu..


sesekali di dlm mobil saka Bercanda gurau dengan baby Kayla Sembari fokus menyetir.


baby kayla sepertinya sudah cukup akrab dengan saka,tiba tiba saja Kayla merengek meminta gendong pada saka.


''ehhh,om saka lagi nyetir sayang,gk boleh di gangguin.''


ucap Naya mencoba memberikan pengertian pada Kayla.meski dengan jelas Kayla tidak akan faham dengan ucapan mama nya.


"hehehe..,saka hanya tertawa ringan menengok ke arah Naya.iya iya, ntr om gendong ya klo udh sampai,sabar ya.''

__ADS_1


saka mempercapat laju mobil nya agar lekas sampai pada tujuan.


__ADS_2