
Ada Apa???
"Kakak ipar menyebalkan” ucap Irana pelan.
Tania sampai di kamar dan tidak melihat siapa pun di dalam.
‘Dia dimana?’ Batin Tania yang tidak menemukan keberadaan Suga.
“Yes tidak ada dia aku bebas yuhuy” ucap Tania gembira, berguling guling ke sana kemari di atas kasur saking senangnya.
“Gila, sudah lama aku gak seperti ini dia selalu saja memerintah ini dan itu seperti raja, menyebalkan” gerutu Tania.
“Eh ada telepon, sudah lama aku gak bicara sama orang normal berapa lama ya! Pasti sangat lama hahaha” tawa Tania memenuhi seisi ruangan.
Di lain tempat, Suga sedang berada di ruang kerjanya bersama sekretaris Ben.
“Tuan muda, dia...” belum selesai Ben bicara Suga sudah bicara duluan.
“Dia sudah kembali, benarkan?” ucap Suga dingin.
“Benar tuan muda, apa saya harus menyingkirkannya tuan muda” ucap Ben.
“Tidak perlu, nikmati saja pertunjukannya dan jaga wanita itu” ucap Suga membalikkan badannya.
“Baik tuan muda” ucap Ben yang langsung mengerti perintah Suga.
Suga dan Ben membicarakan seputar pekerjaan,
“Tuan muda, maaf jika saya lancang. Salah satu saudara anda tidak menyukai nona muda” ucap Ben tiba-tiba.
“Saya tahu biarkan saja asal dia tidak membuat masalah dengan perempuan itu” ujar Suga, Ben hanya mengangguk saja.
“Aku akan kembali ke kamar” ucap Suga berdiri dan jalan keluar ruangan.
“Baik tuan muda” ucap Ben.
Di dalam kamar, Tania sedang asik main hp sambil ngedumel tentang perilaku Suga padanya dan Tania yang sedang asik itu tidak menyadari Suga berdiri di dekat pintu.
Suga hanya mendengar dumelan Tania, Suga tanpa sadar tersenyum sedikit di bibirnya, saat Suga menyadari dia tersenyum segera memasang wajah datar dan dingin.
“Apa yang kau lakukan?” tanya Suga dingin, membuat Tania kaget hp yang Tania pegang terjatuh.
“Maaf suamiku” ucap Tania berdiri tidak berani menatap muka Suga, melihat hp nya di ambil Tania gemetaran.
‘Mati aku kau memang bodoh Tania bodoh’ batin Tania yang ketakutan setengah mati.
“Angkat kepalamu” ucap Suga mendekat, memegang dagu Tania.
“Buka matamu” ucap Suga, Tania masih terlalu takut untuk membuka matanya.
“Aku tidak suka bicara tiga kali, ingat itu” ucap Suga dingin, Tania membuka matanya dan mata Suga dan Tania saling menatap.
Tuk
Tidak lama, Suga menyentil kepala Tania pelan menurut Suga tapi tidak dengan Tania itu sakit.
‘Aduh sakit, hiks hiks dia kdrt’ batin Tania.
__ADS_1
Tania tidak berani hanya menggerakkan tangannya untuk memegang dahi.
“Kau memang tidak bisa dibilangi ya!” ucap Suga.
“Maaf suamiku” ucap Tania.
Suga mengambil Hp Tania yang tadi jatuh dan jalan menuju samping kasur.
Tidak lama kemudian ada ketukan pintu dan itu Ben.
“Iya tuan muda?”
“Ganti hp ini dengan hp modelan terbaru jangan lupa isinya di pindahkan” ucap Suga menyerahnya hp Tania.
‘Dia senaknya saja itu hp ku bukan hp mu, menyebalkan’ gerutu kesal Tania dalam hati.
“Bukannya kau harus berterima kasih istriku” ucap Suga memegang dagu Tania.
“Iya suamiku terima kasih” ucap Tania terpaksa bahagia.
‘Kau gila seenaknya saja, singkirkan tanganmu dari daguku’ batin Tania kesal.
"Matikan lampunya" ucap Suga.
"Baik suamiku" ucap Tania matikan lampu.
'Selamat' batin Tania.
*****
“Bu Tania!” ucap karyawan Tania.
“Iya?” tanya Tania bingung.
“Ini ada apa?” tanya Tania melihat barang-barang tidak tahu siapa.
“Ini barang yang di pesan oleh cowok tampan itu Bu” jawab salah satu karyawan.
“Siapa?” tanya Tania.
‘Apa ini dari pria menyebalkan itu?’ batin Tania yang menebak kalu itu dari Suga.
“Ini dari cowok tampan es itu Bu” ucap karyawan Tania.
“Ya sudah bereskan semuanya, ini kasur letakan di lantai dua tempat istirahat saya” ucap Tania memijat kepalanya.
‘Dia tidak main-main ternyata’ batin Tania.
Siang hari, Ben datang ke toko Tania untuk mengantarkan hp Tania. Setelah memberi itu Ben kembali ke kantor.
“Ini kan hp mahal, huh” ucap Tania melihat hp di kasih Suga.
Ting Ting
(Pesan masuk dari Suga yang diberi nama Suamiku)
“Ada orang yang akan datang ke rumah sore nanti jadi pulanglah sebelum jam empat sore” pesan Suga.
__ADS_1
‘Siapa apa kau tidak bisa memberi tahuku siapa, menyebalkan’ batin Tania, lagi dan lagi Tania selalu mengumpat saat bersama Suga.
“Baik suamiku” tulis Tania mengirim ke Suga.
Di kantor Suga senyum-senyum tidak jelas membuat semua orang merinding melihatnya dan bisik-bisik terdengar ‘ada apa dengan bos dingin seperti kulkas seratus pintu itu’.
‘Akh bodo amatlah’ batin Tania.
Sore harinya, jam pukul empat sore Tania pulang ke rumah dan benar saja di rumah ada orang yang menunggunya mereka semua berada di kamar bersama Pak Gion.
“Nona muda mereka ini yang akan merias anda, silakan nona muda” ucap Pak Gion.
“Nona sebaiknya mandi lebih dulu mereka akan mempersiapkan semuanya” lanjut Pak Gion dan memberi orang yang berada di sana untuk melayani Tania.
“Tunggu pak Gion ini semua siapa dan kenapa aku harus di siapkan?” tanya Tania bingung.
“Nona muda kita tidak memiliki waktu, seret dia” ucap Pak Gion memerintahkan semua orang untuk menyeret Tania secara paksa.
“Tunggu pak Gion TUNGGU!” teriak Tania, dan pak Gion pura-pura tidak mendengar teriakan Tania.
‘Astaga malu banget, kenapa sampai mandi pun harus di mandiin’ batin Tania menahan malu Tania sedang di mandiin oleh tiga orang perempuan.
“Aku akan ganti baju sendiri saja” ucap Tania.
“Tapi nona...”
“Aku sendiri yang ganti tidak masalah” ucap Tania mendorong mereka untuk keluar dari ruangan.
Suga melihat Tania turun seketika tercengang, melihat kecantikan Tania.
“Kau lambat ayo cepat” ucap Suga memalingkan wajahnya, senyum kecil terukir di bibirnya.
‘Dia cantik sekali’ batin Suga.
Suga, sekretaris Ben jalan ke arah mobil Tania mengikuti.
‘Iyalah lambat kalu aku melakukannya sendiri pasti setengah hari baru kelar’ batin Tania kesal dengan ucapan Suga.
Di mobil, di bagian depan ada Supir di sampingnya ada Sekretaris Ben, di bagian belakang ada Suga sampingnya Tania.
Tania sepanjang jalan hanya menghadap ke jendela sambil melamun, Suga dan Sekretaris Ben seperti biasa selalu kerja dan kerja sepanjang saat.
‘Aku mau di ajak ke mana sih! Bukannya kasih tahu kek ke mana’ batin Tania kesal.
Asik melamun, Tania di kagetkan oleh hp berdering ada pesan masuk.
Suga penasaran dengan siapa yang mengirim pesan ke Tania, Suga melirik sedikit tapi.....
-
-
Jangan lupa like dan comment!!!
-
-
__ADS_1