Pernikahan Yang Tidak Terduga

Pernikahan Yang Tidak Terduga
BAB 4 - PERNIKAHAN PART 2???


__ADS_3

Pernikahan part 2???


Tania ingin pergi ke toilet jadi dia harus meminta izin dulu ke Suga tapi masalahnya Tania tidak tahu harus memanggil suaminya dengan sebutan apa.


“Ada yang bisa saya bantu nona?” tanya Ben saat melihat Tania gelisah.


“Begini, Sekretaris Ben aku ingin ke toilet tapi gimana minta izin ke tuan mudamu itu?” ucap Tania berbisik dengan sigap Ben tahu apa maksud dari pertanyaan Tania.


“Suamiku” ucap Ben.


“Hah maksudnya?” tanya Tania tidak mengerti.


“Panggil tuan muda suamiku nona” ucap Ben lagi.


“Ha, begitukah tidak ada yang lain?” tanya Tania yang tidak ingin memanggil Suga dengan sebutan suamiku.


Ben hanya merespon dingin dan datar saja tidak ada kata lagi yang keluar dari mulutnya.


“Baiklah” Tania hanya pasrah.


“Maaf semuanya, suamiku aku harus ke toilet sebentar” ucap Tania yang dibalas anggukan Suga.


Suga meminta dua pengawal, satu cewek dan satu cowok untuk mengikuti Tania.


Tania yang tidak tahu kalu ada pengawal hanya berjalan santai ke toilet.


Kenapa Suga meminta pengawal untuk mengikuti Tania? Ini alasannya....


Suga tidak ingin ada keributan di pestanya bukan karena khawatir dengan Tania.


Seperti dugaan Suga, Tania di cegah oleh fans Suga.


“Hey kau perempuan, pasti kau pakai sesuatu sampai Tuan Suga bisa menikah denganmu benarkan?” ucap salah satu perempuan.


Tania hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan perempuan itu. “Enak saja, aku tak pakai apa-apa”.


“Alah bohong, ayo kita hajar saja!” ucap perempuan lainnya.


“Benar!” sorak lagi satu perempuan.


Tania tidak berani maju karena lawannya tidak seimbang tiga lawan satu.


‘Gila nih para perempuan, mana menang aku kalu tiga lawan satu’ batin Tania menutup mata.


Tapi yang ditunggu tidak menyerangnya juga jadi Tania membuka matanya dan melihat para perempuan tadi kabur dengan terburu-buru sampai ada juga yang terjatuh.


“Nona anda tidak papa?” ucap perempuan berpakaian formal itu.


“Tidak papa nona, terima kasih” ucap Tania yang di bantu oleh perempuan ini.


“Nona, yang membuat perempuan tadi pergi?” tanya Tania.

__ADS_1


“Benar nona, nona bukannya anda mau ke toilet silakan” ucap perempuan ini.


“Oh iya terima kasih sekali lagi nona tuan” ucap Tania dan pergi ke toilet.


‘Kenapa itu orang tahu aku mau ke toilet yah?’ batin Tania yang heran tapi langsung Tania tepis dia sudah tidak tahan lagi.


“Akhirnya selesai, gila capek banget”


Selesai pesta, Keluarga Tania dan Keluarga Suga kembali ke rumah masing-masing termasuk Tania dia di antara supir menuju rumah Suga.


‘Gila, rumahnya besar melebihi rumahku’ batin Tania takjub.


Saat Tania masuk rumah Tania di sambut oleh kepala pelayan yang bernama Gion.


“Selamat datang nona muda, perkenalkan saya Gion kepala pelayan di rumah ini” ujar Gion datar.


‘Tak tuannya, tidak sekretarisnya, tidak pelayannya semuanya dingin dan datar apa mereka semua di rancang secara khusus yah?’ tanya Tania dalam hati.


“Mari nona saya antar ke kamar” ucap Gion jalan duluan.


“Terima kasih pak Gion” tutur Tania.


“Baik nona saya tinggal kalau butuh sesuatu panggil saya” ucap Gion memberi hormat dan pergi dari hadapan Tania.


Tania yang sudah kegerahan memutuskan segera mandi dan tidur.


“Dia belum datang juga, ah bodo amat lebih enak kalu tidur. Aduh badanku” ucap Tania membaringkan badannya membelakangi pintu masuk.


Saat tengah malam sekitar jam dua belas malam, Tania bangun saat mendengar suara ketukan pintu keras.


“Nona bisa anda bangun?” Ucap seseorang dari seberang pintu.


“Siapa sih ganggu tidur orang aja” ucap Tania bangun dari tempat tidur dan jalan ke pintu.


“Oh pak Gion ada apa?” ucap Tania yang masih setengah sadar.


“Nona anda diminta untuk segera turun, tuan muda sudah sampai!” ucap Gion jalan lebih dulu.


‘Terus urusan aku apa, kalu dia mau pulang yah tinggal pulang kan ini rumahnya’ batin Tania yang tidak mengerti situasi saat ini.


“Ayo nona”


“Iya baiklah” ucap Tania yang masih malas untuk bergerak.


‘Banyak orang yang juga menyambutnya pulang lalu kenapa aku harus ikutan astaga ngantuknya’ batin Tania menguap.


Tania yang masih mengatuk berdiri sedikit sempoyong.


“Selamat datang tuan muda” Tania kaget saat mendengar semua orang berkata serempa.


“Ternyata kau juga ada” ucap Suga dingin menyerahkan tas kerjanya Tania menangkap tas yang Suga lempar.

__ADS_1


‘Apa dia tidak bisa langsung kasih saja kenapa harus di lempar segala’ batin Tania.


Saat Suga jalan Tania mengikutinya dari belakang bukan hanya Tania, ada sekretaris Ben dan kepala pelayan Gion yang juga mengikuti langkah Suga.


“Menginap saja di sini Ben dan Pak Gion silakan istirahat” ucap Suga saat mereka semua sudah berada di depan pintu kamar utama tempat Suga dan Tania tidur.


“Baik tuan muda, selamat malam tuan muda nona muda” ucap Ben dan Pak Gion serempak melihat Suga sudah masuk Ben dan Pak Gion juga pergi menuju kamar mereka masing-masing.


“Siapkan baju tidurku” perintah Suga, Tania langsung gercep (gerak cepat) menyiapkan pakaian Suga.


“Ini suamiku” ucap Tania.


Pakaian yang tadi Suga pakai dilempar begitu saja dan mengenai muka Tania.


Dengan tidak malunya Suga membuka pakaiannya di depan Tania begitu saja, refleks Tania menutup matanya.


‘Apa dia sudah tidak waras ganti baju gitu saja di depan orang’ batin Tania kesal.


“Matikan lampunya” perintah Suga, tapi tidak seperti tadi Tania hanya diam saja.


“Apa kau tuli hah matikan lampunya” perintah Suga dengan marah dan sedikit mengeraskan suaranya.


“Ba-Baik suamiku” Tania bergegas mematikan lampu.


Setelah mematikan lampu pelan-pelan Tania naik ke tempat tidur tidak ingin membuat Suga marah.


‘Selamat malam’ batin Tania untuk dirinya sendiri.


****


Pagi harinya, Tania di kagetkan dengan kaki pria di atas kakinya membuat dia berteriak, Suga jadi terganggu dengan teriakan Tania yang keras itu.


“Apa yang kau lakukan hah, mengganggu tidurku saja” ucap Suga marah dan melanjutkan tidurnya membelakangi Tania.


“Maaf” ucap Tania pelan.


‘Astaga aku hampir lupa kalu aku sudah menikah dan ini suamiku, astaga Tania kamu bego banget’ batin Tania mengetuk jidatnya. Selesai dengan penyesalan tadi Tania bangun dari tempat tidur dan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah membersihkan diri Tania turun untuk melihat aktivitas di bawah.


“Wah ternyata banyak juga pelayannya tidak heran sih rumahnya seperti istana begini’ batin Tania.


Tidak tahu tujuannya ke mana Tania memutuskan pergi ke dapur di sana ada Pak Gion.


“Selamat Pagi semuanya, Pak Gion” sapa Tania.


“Selamat pagi nona muda” balas mereka serentak termasuk Pak Gion.


“Kalian lagi...


-

__ADS_1


-


-


__ADS_2