
Cemburu Part II??
Tania dan Nicolas sudah berteman dari dulu saat mereka SMA dan pernah juga satu universitas di tengah semester Nicolas harus ke luar negeri mengikuti orang tuanya semenjak hari itu Tania dan Nicolas jarang komunikasi
“Tan, sudah lama kita gak seperti ini” ujar Nicolas sekarang mereka berada di taman ayu indah dan melihat pemandangan matahari terbenam.
“Astaga Nic, ini jam berapa?” ucap Tania panik.
“Jam setengah enam lewat, Kenapa?” tanya Nicolas bingung.
“Aku harus balik” ucap Tania.
“Ya sudah aku antar! Ayo”
“Iya, sampai tokoku saja setelah itu aku akan pulang sendiri”
“Kenapa tidak langsung saja?” tanya Nicolas.
“Aku punya kendaraan, nanti aku pulang naik itu saja” jawab Tania.
Walau Nicolas masih ingin bertanya, melihat kalu Tania ingin cepat jadi Nicolas menahan pertanyaannya.
“Ya sudah sampai di sini dulu kau pulanglah hati-hati di jalan” ucap Tania naik ke mobilnya dan pergi menuju pulang.
Nicolas masih diam di sana melihat mobil Tania yang semakin menjauh, Nicolas ingin mengikuti Tania tapi dia urungkan niatnya tersebut lalu pergi dari sana.
Tania sampai rumah jam setengah tujuh.
“Untuk gak macet bisa gawat kalu macet” ucap Tania pelan mengelus dadanya.
Tania kaget saat melihat Pak Gion berdiri di sebelah Tania.
“Astaga pak, pak Gion dari kapan di sana?” tanya Tania.
“Dari tadi nona” jawab Pak Gion.
“Nona anda mau kemana? Tuan muda sebentar lagi pulang” ucap Pak Gion menghentikan langkah Tania.
Tania menghela nafas dan segera berdiri di samping pak Gion.
Benar tidak berapa lama, Suga pulang bersama Sekretaris Ben.
“Pulanglah Ben” ucap Suga dingin.
“Baik tuan muda, selamat beristirahat” ucap sekretaris Ben menundukkan kepala.
Suga hanya melirik Tania sekilas lalu pergi menuju kamar.
‘Apa dia lagi Pms yah! Makin dingin saja mukanya itu” umpat Tania melihat perubahan Suga.
Tania segera menyiapkan semua keperluan Suga secepat kilat kalu bisa. Dan saat Suga membuka baju Tania sudah menutup matanya tidak ingin mata sucinya ternodai.
“Buka matamu” ucap Suga dingin.
__ADS_1
Tania membuka matanya dan melihat pemandangan yang tidak ingin dia lihat yaitu dada bidang dan berotot Suga yang lebih parahnya ini sangat dekat.
“Kenapa kau menutup matamu?” ucap Suga mundur menjauh dari Tania.
“Apa kau tidak suka?” lanjut Suga dengan nada sedikit meninggi.
“Suka eh tidak eh suka eh tidak” ucap Tania terbata-bata.
“Suka atau Tidak” ucap Suga menekan.
“Maaf suamiku” jawab Tania yang tidak ingin salah pilih, pikir Tania lebih baik meminta maaf dulu dari pada makin salah.
‘Akukan selalu salah dan dia selalu benar. Bukannya ini kebalik yah!’ tanya Tania di dalam hati.
Suga sudah masuk kamar mandi.
‘Dia mandi saja lama sekali, pantasan kulitnya mulus sekali kulit kalah jauh huh. Sebentar bukannya aku perempuan dan dia pria lalu kenapa kulitnya lebih mulus dari pada aku’ banyak sekali pertanyaan di pikiran Tania sampai suara pintu kamar mandi terbuka saja Tania tidak sadar.
Tania sadar saat Suga melemparkan handuk padanya barulah Tania sadar.
“Cepat mandi baumu sudah menyengat” perintah Suga dingin.
“Baik suamiku” ucap Tania jalan masuk ke kamar mandi.
“Hmm baunya saja sangat wangi benar-benar” ucap Tania.
“Kau sangat lama” ucap Suga dingin menatap Tania sinis dan Tania hanya menunduk.
Tania dan Suga sudah ada di kamar dan Tania merasakan suasana di dalam kamar itu sangat dingin dan Tania tidak tahu harus bagaimana.
“Suamiku kau butuh sesuatu?” tanya Tania hati-hati.
‘Apa dia tidak memiliki mulut untuk menjawab!’ umpat Tania dalam hati.
“Apa kau tadi sangat senang sekali saat jalan sama pria itu!” ucap Suga sinis.
‘Maksudnya?’ Tania mengangkat sebelah alis tanda tak paham.
Tania berpikir apa maksud dari ucapan Suga.
‘Apa maksudnya itu Nicolas? Tapi gimana dia tahu?’ batin Tania yang baru ingat dengan sore tadi.
“Apa kau tidak punya mulut” ujar Suga sinis.
‘Kau tersenyum senang saat bersamanya tapi bersamaku...’ batin Suga.
“Be-begini tidak seperti itu” ucap Tania gugup
‘Aduh kenapa aku harus menjelaskannya’ batin Tania.
“Lupakan saja untuk apa kau harus menjelaskannya” ucap Suga membelakangi Tania.
‘Apa dia ngambek? Akh sudahlah’ batin Tania dan mematikan lampu lalu tidur.
__ADS_1
*
Sama seperti biasa Tania akan mengantar Suga depan pintu dan melihat mobil Suga menjauh baru lah Tania akan pergi kerja.
Suga sedang menunggu Tania di samping pagar rumah.
Sekretaris Ben menggelengkan kepala melihat tingkah tuan mudanya yang baru Sekretaris Ben tahu.
“Jalankan mobilnya” perintah Suga saat melihat kendaraan Tania.
“Untuk apa kalian mengikutinya seperti tidak punya kerjaan” ucap Suga yang tidak sadar kalau dialah yang memerintahkan supir untuk mengikuti Tania.
“Berhenti” ucap Suga tiba-tiba membuat pak supir mengerem tiba-tiba.
“Itu, dia datang lagi untuk apa!” umpat Suga pelan tapi masih di dengar oleh Sekretaris Ben dan pak supir.
Karena tidak tahan dengan penasarannya Suga keluar mobil menghampiri Tania dan pria asing itu, dan jangan lupa sekretaris Ben yang akan terus selalu di samping tuan mudanya.
Suga memukul meja dengan keras, membuat semua orang di sana kaget dan melihat ke arah Suga.
Tania kaget dengan kedatangan Suga yang tiba-tiba.
‘Dia kapan datangnya?’ batin Tania Nicolas menatap Suga heran dalam pikiran Nicolas ini orang sudah gila.
“Kau sepertinya sangat bersenang-senang istriku?” ucap Suga dengan menekan kata istriku seperti meminta penjelasan ini siapa padahal sudah tahu identitas Nicolas.
Suga sedikit mencengkram bahu Tania membuat Tania merintis sakit.
“Suamiku, kamu tidak bilang mau ke sini suamiku?” ucap Tania memegang tangan Suga di bahunya membuat Suga sedikit mengurangi cengkramannya.
Tania mengerti dengan lirikan maut Suga. “Kenalin suamiku ini Nicolas temanku, dan Nicolas kenalin ini Suga suamiku” ucap Tania mengenalkan dua pria tampan tersebut.
“Tunggu Tan, kamu sudah punya suami?” Tanya Nicolas.
“Benar, dia sudah menikah dan saya adalah suaminya, Suga Alexiandra” ucap Suga dengan percaya dirinya.
“Kapan?” Tanya Nicolas yang tidak percaya dengan ucapan yang barusan dia dengar.
“Istriku kau tidak mengatakan kalau kau sudah menikah?” tanya Suga melihat ke Tania, bukannya menjawab pertanyaan Nicolas.
“Maaf Suamiku, maaf Nicolas aku tidak memberi tahumu saat aku menikah” tutur Tania.
Tania tidak berpikir kalau kejadian seperti ini akan terjadi, Tania beranggapan kalau suaminya tidak mungkin pergi ke tokonya yang kecil ini.
“Tapi Tania kita masih berteman kan?” tanya Nicolas.
“Iya” jawab Tania senyum dan mendapatkan sedikit cengkraman di bahunya oleh Suga.
-
-
-
__ADS_1