Pernikahan Yang Tidak Terduga

Pernikahan Yang Tidak Terduga
BAB 19 - LIBURAN???


__ADS_3

Liburan???


“Kak Suga serius, aku tidak salah dengarkan?” tanya Irana tidak percaya.


“Ah pasti Kak Suga salah bicara” lanjut Irana.


“Benar Suga?” tanya Arana.


“Kalu kalian tidak mau ya sudah” ucap Suga.


“Mau kami semua mau” ucap Irana, Yera dan Arana serempak.


Irana, Yera, dan Arana sibuk bicara dengan gembira memikirkan bagaimana rencana jalan jalan nanti.


“Sudah sudah kita sekarang lagi makan jadi diam” ucap Lucas membuat semuanya terdiam dan fokus dengan makanan mereka.


Semuanya berkumpul di ruangan keluarga, Arana Yera dan Irana bicara tentang jalan jalan mereka apalagi Irana dan Arana menyukai jalan jalan.


“Apa kau tak suka?” tanya Suga mendekat Tania.


“Maksudnya suamiku?” tanya Tania bingung.


“Jalan jalan” balas Suga.


“Oh, suka suamiku” ucap Tania.


“Kenapa wajahmu seperti tidak suka!” ujar Suga.


‘Terus harus seperti apa mukaku, apa aku harus tersenyum sambil melompat lompat gembira begitu!’ batin Tania.


“Maaf suamiku, aku harus seperti apa?” tanya Tania hati hati.


“Pikirkan sendiri” ucap Suga ngambek dan menjauhkan dirinya dari Tania.


‘Astaga dia ini, kenapa lagi sih? Emang aku tahu apa yang kau inginkan, menyebalkan’ batin Tania.


Tania bingung harus menjawab apa.


‘Ayo otak kau harus berpikir keras, ayo cepat’ batin Tania.


“Suamiku terima kasih aku sangat senang sekali” ucap Tania.


‘Hugkh, mual aku’ batin Tania dan Tania memegang perutenya saking ingin muntah.


“Kemari” ucap Suga menepuk sofa di sampingnya.


‘Dia memintaku untuk mendekat yang benar saja, menyebalkan’ gerutu Tania dalam hati.


“Kau gak ikhlas berterima kasih ya?” tanya Suga marah.


“Ikhlas kok suamiku ikhlas” ucap Tania mendekat ke Suga sambil tersenyum tapi di dalam hati menggerutu kesal.


Suga memeluk Tania membuat Tania kaget bukan hanya Tania semua orang juga kaget dengan aksi Suga.


“Hekm, kalu ingin romantis di kamar sana, kami semua gak mau jadi nyamuk kalian” ucap Arana.


“Mama sirik sekali” ucap Irana.


“Ya benar itu ma, biarkan saja kak Suga seperti itu dari pada melihat dia dingin dan datar saja bosan tau” ucap Lex santai memakan cemilannya.


“Apa kau bilang! Aku dingin dan datar” ucap Suga marah, Suga tidak terima dengan ucapan Lex.


“Kan apa yang aku bilang benar kalu gak percaya tanyakan saja sama kakak ipar, benarkan kakak ipar?” tanya Lex memainkan sebelah alisnya.

__ADS_1


‘Jaga bicaramu Lex, aku bisa dalam bahaya kalu kakakmu ini marah’ gerutu Tania dalam hati.


Tania tidak tau mengatakan apa jadi dia hanya tersenyum masam saja.


‘Benar yang di ucap Lex kalu kau itu datar dan dingin dan satu lagi kau benar orang lain salah’ gerutu Tania dalam hati, mengejek Suga.


“Suamiku sudah saatnya tidur, suamiku tidak mengantuk?” tanya Tania mengalikan topik.


“Emang ini jam berapa?” tanya Suga.


“Jam sembilan tuan muda” ucap Pak Gion yang dari saat semuanya berkumpul di ruang keluarga pak Gion juga ada.


“Baiklah, selamat malam” ucap Suga berdiri dan jalan menuju kamar.


‘Huh selamat, awas kau Lex’ batin Tania.


Tania menatap tajam Lex tapi Lex yang di tatap tajam oleh Tania malah menggoda Tania.


Tania dan Suga sudah ada di kamar, Tania canggung apa Suga akan tanya yang tadi atau tidak.


'Semoga enggak semoga enggak' doa Tania dalam hati.


"Kenapa kau melamun disana! Kemarilah" ucap Suga menepuk kasur di sebelahnya.


Tania pelan pelan mendekat sambil berdoa kalu pertanyaan tadi tidak di tanyakan lagi.


"Matikan lampunya" ucap Suga


Suga membaringkan badannya dan menutup matanya.


'Huh syukurlah' batin Tania mengelus dadanya lega.


Tania membaringkan tubuhnya membelakangi Suga, tidak lama kemudian Tania tertidur lelap.


Dring Dring Dring


(Panggilan telepon dari Suamiku)


'Nih orang kenapa gak bicara' batin Tania.


Tania beberapa detik menunggu Suga bicara tapi tidak bicara juga. Tania mengalah sebelum bicara menghela nafas dulu baru bicara.


"Halo suamiku! Ada apa?" tanya Tania.


"Kau di mana?" ucap Suga.


Tania bingung dengan perkataan Suga.


"Kau gak di toko?" tanya Suga lagi.


'Bagaimana dia tau aku gak di toko?' batin Tania. Tania menoleh ke kiri dan ke kanan melihat apakah ada Suga di sana.


"Benar suamiku aku sedang bersama Nicolas sekarang, di kafe dekat toko" ucap Tania sebenarnya.


"Baiklah" ucap Suga.


Tut Tut Tut


(Suga menutup telepon)


"Itu suamimu?" tanya Nicolas.


"Iya" jawab Tania.

__ADS_1


Seperti tadi mereka mengobrol santai seperti teman biasa tapi di mata Suga mereka berdua terlihat romantis.


Suga sudah tiba beberapa menit yang lalu tapi tidak menghampiri Tania dan Nicolas hanya melihat saja.


Wajah Suga sangat dingin dan datar, siapapun yang ingin mendekat pasti akan mundur. Aura di dekat sangat suram dan menyeramkan.


Tania menyadari kalu banyak orang yang dari tadi berbisik bisik bukan hanya wanita tapi pria juga.


"Kau sadar gak kalu dari tadi mereka berbisik bisik tapi soal apa" ucap Tania.


"Kalu hanya satu dua meja saja yang berbisik bisik tidak masalah tapi ini semuanya, heran" lanjut Tania.


Nicolas tidak menjawab ucapan Tania, dia sibuk melihat ke arah satu titik yaitu meja Suga dan sekretaris Ben berada.


"Nicolas! Hey kau melihat apa sih" ucap Tania.


Tania ingin menoleh ke arah di mana Nicolas tatap.


"Apa tadi maaf aku gak konsen" ucap Nicolas.


Nicolas memegang bahu Tania untuk menghadap ke Nicolas.


Saat Nicolas memegang bahu Tania, tatapan tajam Suga makin tajam lagi dan auranya makin gelap.


Tidak tahan lagi Suga menghampiri meja Tania dan Nicolas, Sekretaris Ben selalu berada di belakang Suga.


'Habis kau nona muda sudah membuat tuan muda marah' batin Sekretaris Ben melihat situasi tersebut.


"Jauhkan tanganmu dari bahu istriku" ucap Suga menyingkirkan tangan Nicolas kasar dari bahu Tania.


'Astaga, kapan dia di sini. Matilah aku' batin Tania.


Tania kaget saat melihat Suga berada di sini dengan penampilan yang menyeramkan. Tania juga merasakan aura Suga tidak bagus.


"Su-suamiku kapan datang? Kenapa gak ngabarin?" ucap gugup Tania memegang tangan Suga.


"Su-amiku lepaskan dulu, semua orang melihat ke kita" ucap Tania. Tania melihat ke sekeliling, semua orang melihat ke meja mereka.


Tania menatap Sekretaris Ben 'Tolong aku, kendalikan tuan mudamu ini' ucap Tania dalam hati.


Sekretaris Ben menatap Tania, dari tatapan Sekretaris Ben seperti berkata 'Tanggung sendiri nona muda anda yang melakukannya, saya sudah memperingati anda untuk hati hati' kira kira seperti itu.


Benar Sekretaris Ben pernah mengatakan sama Tania untuk membatasi interaksi sama Nicolas, tapi Tania yang keras kepala tidak mendengarkan Sekretaris Ben.


Pikir Tania, Nicolas orang yang sudah lama dia kenal jadi susah untuk berjauhan dengannya begitu saja.


"Suamiku ayo duduk dulu, permisi saya mau pesan... Mau minum apa suamiku?" tanya Tania.


"Terserah" ucap Suga.


Tania yang mendengar itu hanya menghembuskan nafas kasar.


"Minuman yang paling populer di sini, empat orang" ucap Tania pada pelayan.


Pelayan itu melirik Suga dari tadi "Apa anda mendengar saya?" ucap Tania.


"Eh i-ya. Baiklah nona tunggu sebentar" ucap pelayan itu dan pergi dari meja Tania.


Musibah yang harus Tania hadapin sekarang ini.


-


-

__ADS_1


-


__ADS_2