Pernikahan Yang Tidak Terduga

Pernikahan Yang Tidak Terduga
BAB 6 - CEMBURU??


__ADS_3

Cemburu???


Tania tidak mau ambil pusing, dan Tania mengabaikan perempuan itu dan perempuan itu yang diabaikan menjadi semakin mengamuk.


“Hey perempuan gila, kau itu tidak pantas untuk tuan Suga yang terhormat” ucap perempuan itu sombong.


“Kau itu harus sadar diri” lanjut perempuan membuat Tania tidak tahan lagi.


“Terus yang pantas jadi istri tuan Suga yang terhormat siapa kamu? Kalu memegang kamu pantas lalu kenapa aku yang malah di nikahi! Yang seharusnya sadar diri itu kamu” ucap Tania marah.


“Oh loh berani sama gua” ucap perempuan itu.


“Ayo sini” ucap salah satu perempuan itu.


‘Gila nih orang’ batin Tania, sebenarnya Tania tidak berani melawan empat perempuan itu tapi dari pada harga dirinya di injak-injak.


Mendengar keributan di depan semua karyawan Tania pada keluar semua dan melihat bos mereka sedang di keroyok oleh empat perempuan, oh tidak semua karyawan Tania ikutan berantem untuk menolong bos mereka.


Dan siapa yang menang??


Oh tentu saja kelompok Tania, karyawan Tania lebih banyak dari pada perempuan itu. Walau badan karyawan Tania kecil dan badan perempuan itu besar tapi tenaganya jangan di ragukan.


Tahu mereka kalah, empat perempuan itu segera pergi dan tidak lupa ancamannya yang mereka lontarkan.


‘Sepertinya aku harus terbiasa dengan fans fanatiknya dia, sudah dua kali seperti ini’ batin Tania.


“Bu Tania gak papa kan, tuh orang ada masalah apa sih” ucap Ria heran.


“Gak papa sudahlah tak usah dipikirin nanti otakmu meledak” ucap Tania sedikit bercanda.


“Bu mana ada otak meledak karena berpikir” ucap Ria kesal.


“Ada Ri, dan kepalanya juga ikut meledak” ucap Dwi menakuti Ria.


“Akh kamu, ikutan mulu” ucap Ria ngambek.


“Sudah-sudah gimana kalu kita beli makanan sudah siang emang kalian gak lapar apa?” ucap Tania menghentikan perdebatan karyawannya.


“Lapar” ucap semuanya.


“Kalu soal makan nomor satu” ucap Tania menggeleng kepala.


“Ayo mau kalian makan apa kita beli” lanjut Tania, dari berantem tadi Tania hanya mendapat luka gores kuku salah satu perempuan tadi.


Dengan gembiranya mereka mengikuti bos mereka mencari makanan di dekat toko mereka tapi ada juga yang berjaga di toko.

__ADS_1


(Tapi tenang karyawan yang berjaga juga dapat makanan, Tania membawa makanan yang dibeli ke toko jadi makannya barengan)


Peraturan di rumah keluarga Suga, setiap pagi dan malam semua orang harus berkumpul untuk makan bersama.


Tania tadi di hubungi oleh sekretaris Ben tentang peraturan yang ada di rumah suaminya dan harus di patuhi.


Tania harus mengubah sifat pemalasnya itu, kalau di rumahnya Tania akan bangun jam setengah delapan atau jam delapan dan pulang semaunya saja.


Tapi di sini tidak bisa, semua orang harus sudah ada di meja makan jam tujuh pagi dan malam kalau ada kesibukan di luar dan itu sangat penting harus memberi tahu anggota keluarga.


Dan peraturan itu tidak bisa mereka langgar, peraturan itu di buat dari dulu jadi sudah turun temurun.


Dan malam ini, semua anggota keluarga sedang makan malam tapi ada satu orang yang tidak asing menurut Tania.


“Tania ini Shely, anak teman mama tadi kami tidak sengaja bertemu di mall jadi sekalian saja mama bawa. Tak masalahkan papa!” tutur Arana dibalas dehem oleh Lucas.


‘Oh iya aku ingat, dia yang waktu itu pantesan tidak asing’ batin Tania yang baru ingat siapa perempuan tersebut.


“Shely menginap di sini saja, hari sudah malam tidak baik bagi perempuan keluar malam-malam”


“Baik Tante, aku akan menginap disini”


Setelahnya hanya terdengar suara sendok dan garpu saja.


*


“Pijatkan kakiku” perintah Suga tanpa banyak kata Tania segera mendekati kaki Suga.


“Tadi Ben bilang kau berantam dengan perempuan di tokomu” ucap Suga dingin membuat Tania kaget tapi langsung mereda Tania tahu bagaimana koneksi Suga kaya raya ini.


“Benar”


“Lalu apa kau terluka”


“Tidak hanya goresan sedikit” jawab Tania singkat.


“Kenapa mereka tidak merontokkan rambutmu atau banting saja, kalau perlu patahkan tanganmu?” ucap Suga santai.


‘Kejam sekali dia ini! Sudah dingin datar pemarah tak tahu malu kejam juga’ umpat Tania dalam hati nilai Suga sejauh ini.


“Kurang kuat pijatanmu, apa kau tidak di beri makan hah!” ucap Suga marah.


“Maaf suamiku” Tania menguatkan pijatannya.


“Aduh, apa kau ingin mematahkan kakiku hah!” ucap Suga marah.

__ADS_1


“Maaf suamiku”


‘Marah marah marah selalu saja begitu’ batin Tania mengumpat


‘Begini salah begitu salah apa mau nih orang’ batin Tania kesal.


“Ah sudahlah pijatanmu tidak enak, kau tidak bisa apa-apa sangat payah, Minggir” ujar Suga menyingkirkan tangan Tania dari kakinya tanpa belas kasih.


Dan membaringkan badannya membelakangi Tania.


‘Ini orang mau nya apa sih menyebalkan’.


“Tunggu apa matikan lampunya segera” ucap Suga dingin.


‘Lihat dinginnya muncul, dasar kutub es’ batin Tania mematikan lampu.


Sama seperti Suga Tania tidur membelakangi Suga.


*


Tidak ada angin tidak ada hujan Suga mengatakan akan datang ke kantor Tania tanpa memberi tahu perempuan itu.


Sekretaris Ben tidak habis pikir dengan permintaan tuan mudanya tersebut bukannya dia pernah bilang tidak ingin lagi datang ke toko Tania karena kecil dan pengap dan sekarang malah meminta ke toko Tania.


Suga dan sekretaris Ben sudah berada di depan toko Tania, saat ingin keluar Suga melihat Tania keluar dan mengobrol sambil tersenyum lebar dengan pria yang asing. Bukannya meminta penjelasan Suga meminta sekretaris Ben pergi dari toko Tania dan mencari siapa pria yang bersama Tania tadi.


‘Dia tidak pernah tersenyum seperti itu padaku, lihat saja nanti kau perempuan” batin Suga marah.


Suga sebenarnya suka pada Tania pada pandangan pertama, karena melihat seorang yang sederhana walau dari keluarga kaya tapi langsung di tepisnya dan menyakini diri kalau ia tidak suka.


Ya benar Tania sedang mengobrol dengan pria, dan pria itu adalah Nicolas sahabat atau teman dekat Tania.


Nicolas datang ingin mengajak Tania jalan-jalan tapi Tania tidak bisa karena pekerjaannya lagi menumpuk tapi Nicolas tidak menyerah Nicolas meminta Tania mengizinkannya untuk menemani Tania bekerja.


Dan jadilah setelah pekerjaan Tania hampir selesai Tania mengajak Nicolas jalan-jalan di sekitar tokonya.


Yang di lihat Suga, Tania dan Nicolas baru mau berangkat jalan-jalan.


Tania dan Nicolas makan, jajan, kuliner makanan kaki lima yang biasa dulu mereka selalu makan.


Tania dan Nicolas sudah berteman dari dulu saat mereka SMA dan pernah juga satu universitas di tengah semester Nicolas harus ke luar negeri mengikuti orang tuanya semenjak...


-


-

__ADS_1


-


__ADS_2