Pernikahan Yang Tidak Terduga

Pernikahan Yang Tidak Terduga
BAB 2 - PERTEMUAN???


__ADS_3

Pertemuan???


Tanpa mengucap sepatah kata lagi telepon itu di tutup dari seberang. “Aneh banget nih orang” ujar Tania.


Karena sudah terlanjur Tania bangun dari tidurnya biasanya dia masih bermalas-malasan di kasur kesayangan.


“Sudahlah, lebih baik bersiap-siap sudah terlanjur bangun” Tania bangun dan jalan menuju kamar mandi.


“Selamat pagi Hugh” ucap Tania menyapa semua orang yang ada di meja makan “Hemh, Aku masih mengantuk” Tania masih menguap.


“Kak Tania tak biasanya bangun pagi, kan jam segini masih ngorok aja. Eh tidur maksudnya heheh” ucap adik bungsu Tania yang belum lulus SMA, Kanira.


“Iya, benar yang dibilang Kanira biasa kamu masih tidur jam segini, ada angin apa bangun cepat!” ucap Kiara.


“Gak papa Ma” jawab singkat Tania.


“Ya sudah ayo dimakan sarapannya” ujar Kiara meletakkan sarapan di depan Tania. Tania akan sarapan sendiri karena orang tua dan saudaranya sudah pergi. Papa dan Yusdha ke perusahaan, Yena yang kuliah, Kanira ke sekolah, dan Kiara ke resto.


Selesai sarapan mereka semua akan langsung pergi memulai aktivitas seperti biasa. Tapi tidak dengan Tania dia akan bersantai dulu dan saat jam delapan baru dia pergi.


Siang hari, seperti kata Ben mereka akan datang jam sebelas siang di toko Tania tapi yang jadi masalah Ben hanya datang sendiri tidak ada pria yang waktu itu.


“Tidak usah di tunggu nona, saya sendiri yang datang” ucap Ben melihat Tania sedang mencari seseorang.


‘Gimana orang ini tau! Apa dia bisa baca pikiran orang?’ batin Tania


“Saya tidak bisa membaca pikiran orang” ucap Ben tiba-tiba membuat Tania kaget.


‘Nih orang cenayang yah! Aneh. Sudah lah mau apa dia ke sini?’ batin Tania.


“Saya ke sini ingin beritahu nona, akan ada pertemuan kedua keluarga ini tempat dan waktunya” Ben menyerahkan undangan dari tuan muda.


“Baiklah”


“Baik, hanya itu” ucap Ben dingin berdiri dan jalan keluar toko.


“Kenapa tidak diskusi dulu! Ah bodo amat” ucap Tania.


Saat Tania memberitahu keluarganya semua orang seperti cacing kepanasan menyiapkan pakaian mereka tapi tidak dengan Tania dan Yusdha yang biasa saja.


Waktu pertemuan keluarga tiba, Tania Yusdha dan Yena satu mobil semetara mobil lain Papa Heri Mama Kiara dan Kanira satu mobil. Sesampainya di sebuah restoran mewah bintang lima, keluarga mereka di giring oleh resepsionis ke ruang VIP tempat calon besan mereka berada.


“Silakan semuanya” ucap resepsionis membuka pintu setelah mengetuknya tadi.


“Terima kasih” ucap Tania yang dibalas senyuman dari resepsionis tersebut.

__ADS_1


Di ruang itu banyak orang yang berdiri, badan mereka semua besar, kekar dan seram membuat orang yang masuk ke dalam akan merasa ketakutan saat melihat mereka.


“Masuklah calon besan” ucap salah satu orang yang duduk.


“Baik” ucap Heri menyuruh keluarganya juga duduk di kursi kosong.


“Yang mana namanya Tania?” tanya perempuan cantik awet mudah walau usianya tidak muda melihat keluarga Tania.


“Saya Nyonya” jawab Tania.


“Lumayan cantik juga” ucap perempuan itu santai. Setelahnya tidak ada yang bicara lagi membuat suasananya canggung.


“Lebih baik kita makan terlebih dahulu, Pelayan!” Ucap pria tua tapi masih terlihat tampan dan gagah . Mereka semua memesan makan seperti yang mereka mau.


Selesai makan orang tua membicarakan tentang pernikahan anak-anak mereka.


“Kak Tania, cowok yang akan jadi suami kakak yang mana!” tanya Kanira berbisik


“Bener Dek, mana?” tanya Yusdha berbisik


Yena diam. Saudara satu-satunya Tania yang paling pendiam tidak seperti Kanira yang selalu bicara dan ceplas-ceplos, kalau Yusdha pendiam dengan orang baru tapi kalu kenal maka akan keluar sifat aslinya.


“Dia tidak ada sekretarisnya juga tak ada” ucap Tania yang sedikit berbisik.


“Yah padahal aku ingin tahu mukanya gimana!” ucap Kanira kecewa.


Sementara saudara calon suami Tania menatap Tania, Yusdha, Yena dan Kanira dengan sinis tidak tahu kenapa!.


Selesai semuanya mereka semua bubar dan pergi dari restoran tersebut.


*


Waktu pun berlalu, tiga hari lagi pernikahan Tania tidak ada yang berubah sama seperti hari sebelumnya Tania akan beraktivitas seperti biasa, karena pernikahan akan di siapkan oleh pihak laki-laki semua dan Tania hanya mencoba gaun pengantin saja, selesai.


“Permisi Tania Firmasyah ada!” tanya seorang pria tampan membuat orang yang di tanya terpesona.


“Permisi....”


“Ya maaf tuan, Bu Tania ada akan saya panggilkan” ucap perempuan yang ternyata Ria tersadar dari lamunannya


“Tunggu, saya akan duduk di sana” ucap pria itu menunjuk kursi kosong.


“Baik” ujar Ria dan pergi untuk memanggil Tania.


“Bu, ibu ada yang cari!” ucap Ria.

__ADS_1


“Ibu tahu orangnya sangat tampan senyumannya juga manis, tapi masih tampan yang kemarin sih. Tapi di sangat tampan ah gak tahu semuanya tampan-tampan” lanjut Ria heboh.


“Kamu tanya siapa?”


“Aduh lupa lagi tanya, aku terpesona dengan wajahnya itu” ujar Ria senyum-senyum sendiri.


Tania hanya menggelengkan kepalanya saat melihat karyawan bertingkah seperti itu.


“Dia sekarang dimana?” tanya Tania memegang pundak Ria.


“Itu Bu dia duduk di bangku pojok dekat jendela pria paling tampan yang datang pernah datang kesini heheh” ucap Ria yang masih terbayang bayang wajah pria yang dia temui tadi.


Tania mencari dimana pria yang tadi di bilang oleh Ria saat ketemu Tania seperti tidak asing dengan pria tersebut.


“Maaf anda mencari saya tuan?”


“Tania..”


“Siapa?”


“Ini aku Nicolas, apa kamu lupa?”


“Oh Nicolas, beneran! kok beda ya?”


“Iya ini aku Nicolas”


“Ya ampun lama tak ketemu sudah berubah, makin tampan sampai terpesona karyawanku” ucap Tania duduk di samping Nicolas.


“Ya iyalah berubah masa gitu-gitu saja kan aneh” ujar Tania.


“Kamu dari mana saja kok tak pernah kontak aku lagi” ucap Tania bingung dengan Nicolas yang tiba-tiba menghilang.


“Heheh Maaf Tan, lima tahun aku harus keluar negeri buat melanjutkan kuliah sampai lupa menghubungimu maaf Tan” ucap Nicolas


“Tan Tan emang aku Tante, teruskan saja langsung Tania. Kau sama sekali tak berubah sifatnya penampilan saja yang berubah huh” ucap Tania sedikit kesal dengan Nicolas.


“Hehe maaf Tan”


“Sifat menyebalkannya gak hilang ya!” ucap Tania


“Iya iya Tania, puas!” ucap Nicolas


“Nah gitu dong puas puas” ucap Tania tersenyum senang.


“Lalu kapan kamu pulang ke sini?” tanya Tania.

__ADS_1


“Tiga hari yang lalu, tadi aku ke perusahaan papamu katanya kau sudah buka toko dan sekarang ada di toko makanya aku ke sini untuk ketemu denganmu” jelas Nicolas dibalas anggukan kepala Tania.


“Tan, ajak aku jalan-jalan yuk!” ajak Nicolas.


__ADS_2