
Melayani??
“Kalian lagi masak apa?” tanya Tania dan tidak ada yang menjawab, mereka semua tidak berani untuk menjawab pertanyaan Tania.
“Nona, ini semua adalah urusan kami nona bisa tunggu di meja makan” ucap Pak Gion.
“Tapi aku ingin membantu Pak Gion, biasanya juga aku membantu bibi di dapur” ucap Tidak membuat Pak Gion sedikit kaget.
“Tidak masalah nona, biar kami yang mengurus di sini” ucap Pak Gion tidak lama ada suara telepon berdering dan dia angkat oleh Pak Gion.
“Baik tuan muda” ucap Pak Gion yang Tania yakini kalu yang nelpon itu pasti Suga.
“Nona, nona di tunggu tuan muda di kamar”.
“Baik pak” Tania pergi kembali ke kamarnya.
“Kemana saja kau” saat Tania membuka pintu dia langsung mendengar suara dingin Suga.
“Maaf suamiku aku tadi jalan-jalan ke dapur sebentar” jawab Tania.
“Ambilkan aku air, cepat” perintah Suga.
‘Apa dia tidak memiliki mata dan tangan, itu kan air dan juga di sebelahmu apa susah nya mengambilnya sendiri’
“Ini suamiku” ucap Tania mengambilkan air untuk Suga walaupun hatinya dongkol dan kesal tapi Tania tak punya pilihan lain selain harus melayani Suga seperti pembantu.
“Siapkan air untuk mandi” Tania bergegas ke kamar mandi seperti perintah Suga.
Selesai siap Tania ingin keluar kaget dengan keberadaan Suga di kamar mandi.
‘Astaga ini yang di namakan Dejavu?’ batin Tania saat adegan tadi terulang kembali.
“Mau ke mana kau gosok punggungku” ucap Suga dingin.
“Suamiku lebih baik aku panggilkan Pak Gion saja” ucap Tania yang ingin keluar dari situasi tidak nyaman ini tapi satu langkah lagi keluar Tania langsung berhenti saat Suga membuka suaranya.
“Apa kau tidak membaca surat perjanjian itu Hah” ucap Suga dingin dan menatap Tania sinis.
Tania ketakutan melihat ekspresi Suga saat ini bergegas Tania mendekat ke Suga.
“Maaf suamiku” ucap Tania memegang pundak Suga.
‘Ini orang tak tahu malu juga emosian apalagi tatapannya menakutkan’ batin Tania begidik ngeri.
“Apa kau ingin melukaiku sakit tahu gak” ucap Suga marah.
“Maaf suamiku” Tania tidak sengaja menggosok tubuh Suga kuat Tania dari melamun.
‘Dia pasti perawatan lihat kulitnya mulus sekali, kalu ada semut lewat pasti langsung terpeleset’ batin Tania.
__ADS_1
‘Wangi juga’ Tania tanpa sengaja mendekati kepalanya ke pundak Suga.
“Apa kau sudah selesai mengaguminya” ucap Suga, mengagetkan Tania.
“A-ak-aku tidak...” belum selesai Tania menyelesaikan ucapannya, Suga berdiri jalan ke shower membilas badannya.
“Kau pasti sudah gila Tania bisa-bisanya tanpa sadar mendekatinya, gila gila gila’ gerutu Tania dalam hati memukul kepalanya.
“Apa kau masih mau di sana atau mau melihat...”
“Baik aku keluar” ucap Tania buru-buru keluar kamar mandi sebelum melihat yang tidak ingin dia lihat.
“Bisa tidak suci lagi mataku ini” gerutu Tania pelan masih memukul kepalanya. Ingin mengetuk di dinding tapi Tania takut sakit jadilah tidak jadi (garing).
Tania melamun di kagetkan pintu yang terbuka menandakan Suga sudah selesai dengan mandinya, sama seperti tadi Suga memakai pakaiannya di depan Tania begitu saja.
‘Aku harus terbiasa dengan kebiasaan dia ini dejavu lagi, astaga mataku’ batin Tania menundukkan kepalanya tidak berani menatap ke depan.
“Hei” karena kesal tidak ada respon Suga langsung melempar handuknya di kepala Tania begitu saja.
‘Dan yang ini juga, mau marah tapi gak bisa dia begitu menakutkan’. Tania sebenarnya dari tadi ingin marah tapi Tania memikirkan Perusahaan keluarganya jadilah Tania harus menahan Amarahnya.
“Apa kau tuli ambilkan hp ku disana cepat” perintah Suga dan duduk di mana Tania duduk.
“Baik suamiku” ucap Tania tersenyum masam. ‘Apa dia tidak punya tangan sendiri! Ah bisa gila aku lama-lama sabar Tania sabar’ gerutu Tania dalam hati dengan kesal.
“Keringkan rambutku”
“Duduk di bawa” ucap Tania tanpa sadar.
“Kau memerintah haa” ucap Suga ditekan atau mengancam.
“Maaf suamiku” Tania langsung berdiri dan pergi ke belakang sofa memulai mengeringkan rambut Suga.
“Berapa kali kau harus meminta maaf ha! Sekali lagi kau minta maaf awas kau”
‘Dikit dikit mengancam huh’
“Kau dengar tidak!”
“Dengar suamiku”
“Kenapa kau jawab lemes dan cemberut begitu! Kau tidak suka ha?” ucap Suga marah.
“Tidak, aku suka suamiku dan aku dengar suamiku” ucap Tania senyum walau tidak di lihat Suga
‘Apa dia memiliki mata di belakang kepalanya? Kenapa tahu aku gak senyum!’ batin Tania mencari di kepala Suga tapi tidak menemukan mata tersebut.
Selesai drama tentang mengering rambut, Suga dan Tania turun ke bawa untuk sarapan, di meja makan ada Papa Lucas, Mama Arana, Adik Suga pertama Lex, Adik Suga kedua Yera, Adik ketiga Orang sudah duduk di bangku masing-masing dan kursi kosong untuk Suga dan Tania.
__ADS_1
“Selamat pagi semua” sapa Tania.
“Selamat pagi” balas mereka.
“Baik mari makan” ucap Lucas dingin.
‘Ternyata sifat dingin itu dari papanya’ batin Tania.
“Nak hari ini kamu ke kantor?” ucap Arana melihat ke Suga.
“Iya Ma”
“Loh kan kamu baru menikah kok ke kantor!”
“Banyak kerjaan di kantor ma” balas singkat Suga.
“Tidak, kamu baru menikah seharusnya kamu di rumah kalu gak jalan-jalan sama istri kamu” protes Arana pada ucapan Suga.
“Tania juga hari ini ke toko ma, banyak orderan yang Tania urus” ujar Tania.
“Kalian ini kerja aja pikirannya, sudah lah terserah kalian” ucap Arana ngambek dengan ucapan Suga dan Tania.
“Lalu bagaimana rencana kalian untuk bulan madu?”
“Nanti nanti saja ma” balas singkat Suga, Arana menghela nafas kasar.
“Sudah ma, biar itu urusan mereka” ujar Lucas.
“Tapi pa...” Arana ingin protes lagi tapi di tahan Lucas, Lucas tidak ingin membuat Tania merasa terbebani dengan permintaan Arana.
“Sudah bicaranya cepat habiskan sarapan kalian” ucap Lucas dan semua orang di meja makan fokus dengan makanan mereka.
Tania mengantar suaminya di depan pintu, melihat suaminya sudah menghilang dari pandangannya baru lah Tania pergi kerja.
Tania benar-benar sibuk hari ini, banyak orang pesan baju di tokonya secara online dan offline.
Selesai dengan pesanan, Tania yang sedang santai malah di kagetkan dengan orang yang omongannya sembarangan.
“OMG, ternyata cewek yang menikah dengan tuan Suga ternyata hanya cewek biasa, tidak tahu malu yah” ucap perempuan yang tidak tahu asal usulnya muncul seperti jalangkung
Tania tidak mau ambil pusing, dan Tania mengabaikan perempuan itu dan perempuan itu yang diabaikan menjadi semakin mengamuk.
“Hey perempuan gila, kau itu tidak pantas untuk tuan Suga yang terhormat” ucap perempuan...
-
-
-
__ADS_1