
Siapa???
Suga penasaran dengan siapa yang mengirim pesan ke Tania, Suga melirik sedikit tapi selalu di tutupi oleh Tania.
“Apa yang kau tutupi hah!” ucap Suga marah.
“Tidak ada suamiku” ucap Tania.
“Lalu siapa yang mengirimmu pesan? Ini sudah jam berapa masih mengirim pesan!” tanya Suga marah-marah tidak jelas.
“Ini dari karyawanku, suamiku” jawab Tania menyimpan hp.
“Kenapa dia harus mengirimmu pesan malam-malam?” tanya Suga.
“Besok ada orang yang mesan banyak baju di toko aku, jadi dia mengirimku pesan untuk mengetahui stok bajunya” ucap Tania menjelaskan pesan dari karyawannya.
Suga diam saja. ‘Kenapa aku harus nanya! Dia mau apapun seterah dia’ batin Suga dengan tindakannya tadi.
‘Diam hanya diam aku jelaskan panjang lebar dan dia merespon hanya diam, menyebalkan’ batin Tania kesal.
Tania tidak tahu diamnya Suga banyak pikiran yang Suga pikirkan.
Mobil, yang di tumpangi Suga, Tania, dan sekretaris Ben berhenti.
‘Apa dia mengajakku ke pesta! Yang benar saja akh’ batin Tania.
Tania paling malas kalu di ajak ke pesta dari dulu Tania di ajak oleh siapa saja selalu menolak, kali ini Suga atau Ben tidak memberitahunya dulu mau ke mana dan ternyata ke pesta. Kalau begini Tania akan menolak lebih dulu dan mencari berbagai macam cara untuk nolak, kalau Tania berani.
Tania senyum-senyum sendiri seperti orang gila. ‘Dia populer sekali, hihihi Tania Tania kau bodoh, iya iyalah terkenal dia kan pengusaha sukses kaya raya dan tampan hahahah’ batin Tania tertawa dengan kebodohannya sendiri.
Tania melihat orang berkumpul untuk menyambut kedatangan Suga, banyak kamera mengarah ke mobil dan ada banyak juga penjaga.
Suga memerintahkan Sekretaris Ben untuk membubarkan mereka semua, dengan sekali kalimat mereka yang berkumpul langsung memberi Suga jalan.
‘Wow, dia hebat sekali dengan hanya kalimat mereka saja mereka semua langsung menurut’ batin Tania kagum dengan Sekretaris Ben.
Suga sudah turun cepat-cepat Tania segera ikut turun juga.
“Pegang lenganku” ucap Suga dan Tania menurut.
Suga dan Tania berjalan beriringan membuat semua orang tercengang dan berbisik siapa wanita di samping Tuan Suga.
Sebagian orang ada yang tidak tahu wajah istri Suga mereka mengetahui kalu Suga sudah menikah tapi mereka menganggap perempuan itu adalah pacar Suga, Ya Suga memiliki pacar lebih tepatnya mantan perempuan yang meninggalkan Suga begitu saja dan memilih karir ke luar negeri.
Saat tahu Suga sudah datang semua orang langsung berkumpul dan berusaha menjilat Suga tapi tidak semudah itu di sisi Suga selalu ada Sekretaris Ben yang dingin dan datar membuat orang pada mundur kalu mukanya tidak tebal beda hal kalu mukanya tebal.
‘Membosankan’ Tania tidak tahu mau melakukan apa, melihat ada makanan Tania ingin segera menghampiri makanan tersebut.
__ADS_1
“Suamiku, apa boleh aku ke sana?” tanya Tania menunjuk ke arah makanan tersedia.
“Boleh suamiku?” tanya Tania lagi.
“Hmmm” jawab Suga. Tania tersenyum saat mendapatkan izin dari Suga.
“Terima kasih suamiku” ucap Tania tanpa sadar memeluk Suga di hadapan semua orang.
Melihat tingkah Tania yang tiba-tiba memeluknya di hadapan semua orang bukannya Suga marah, malah terukir senyum tipis di bibirnya membuat semua orang tertegun. Suga bersikap biasa saja dan seolah yang tadi tidak pernah terjadi.
Tania menikmati makanan yang di sajikan oleh penyenggara pesta, sedang asik asiknya makan Tania di panggil oleh seorang pria yang dia kenal dari suaranya.
“Tan Tan” panggil pria itu ternyata siapa lagi kalu bukan Nicolas, orang yang selalu memanggil Tania dengan Tan.
Tania kesal dengan panggilan Nicolas jadi Tania tidak menoleh ke arah Nicolas.
“Kau juga di sini, sama siapa?” tanya Nicolas, Tania mengabaikan Nicolas.
“Tan, kok gak di jawab sih!” ujar Nicolas yang bingung dengan Tania.
“Tan kok diam aja Tan” lanjut Nicolas menggoyangkan lengan Tania.
“Nicolas, apa kau gak bisa memanggilku dengan Tania kenapa selalu Tan Tan Tan, Tania TANIA kau mengerti!” ucap Tania marah.
Nicolas yang di marahi hanya menatap Tania dengan muka polos, membuat Tania bertambah marah.
“Nicolas!” ucap Tania geram.
“Tidak hanya Tania tidak pakek cantik atau sekedar panggil Tan, mengerti!” ucap Tania.
“Mengerti” ucap Nicolas menganggukkan kepala.
Ada seorang pria memperhatikan Tania dan Nicolas dari tadi dengan tatapan tajam seperti seekor elang pemburu mangsanya.
‘Anda akan mendapatkan masalah nona muda’ batin Ben melihat Tania berbicara dengan pria.
Tania mengelus kepala Nicolas membuat amarah di dalam diri Suga tidak bisa di tampung lagi.
“Ayo kita pulang” ucap Suga dingin dengan muka datar dan menggenggam tangan Tania kuat, sedikit menyeret Tania paksa.
Melihat Tania seperti ke menahan sakit Nicolas tidak terima.
“Apa anda bisa pelan-pelan saja?” ucap Nicolas memegang tangan sebelah Tania.
Suga melihat tangan Tania di pegang menjadi semakin marah.
“Anda tak usah ikut campur” ucap Suga menghempas tangan Nicolas.
__ADS_1
Nicolas ingin menggapai tangan Tania lagi namun di halangi Sekretaris Ben.
“Jangan ikut campur” ucap Sekretaris Ben sama dinginnya dengan Suga.
Suga yang sedang jalan keluar terhenti, melihat seorang perempuan yang sudah lama Suga tidak berjumpa.
Suga menoleh ke Sekretaris Ben, melihat ekspresi Sekretaris Ben membuat Suga tahu, sekretaris Ben tidak tahu kalu perempuan itu datang ke pesta.
“Ga, apa kabar! Aku kangen” ucap perempuan itu tidak tahu malu langsung menggandeng tangan Suga begitu saja.
‘Dia siapa?’ batin Tania bingung dengan siapa perempuan ini.
Banyak orang berbisik-bisik jadi Tania menajamkan telinga untuk sedikit menguping.
‘Oh jadi ini pacar atau mantan dari pria menyebalkan ini’ batin Tania menyimpulkan sendiri dan ternyata benar perempuan itu adalah mantan pacarnya Suga suaminya.
Tania berusaha melepaskan tangannya yang digenggam Suga, bukannya terlepas malah semakin erat pegangannya.
“Lepaskan” ucap Suga dingin.
“Ga! Kamu kangen aku juga kan?” ucap perempuan.
“Lepaskan aku” ucap Suga semakin dingin.
“Maaf” ucap perempuan itu
“Maaf Ga, aku kangen samamu Ga jadi aku sangat bersemangat saat melihatmu” lanjut perempuan itu melihat ke arah Suga.
Suga hanya diam saja menatap perempuan di depannya.
“Apa kau melihat aku kangen padamu?” tanya Suga dingin.
‘Dia dingin sekali dan mukanya yang menyebalkan itu, sialan’ batin Tania mengumpat.
Saat bersama Suga, Tania selalu saja mengumpat tidak tahu sudah ke berapa saat ini.
Suga, Tania dan jangan lupakan Sekretaris Ben mereka jalan menuju parkiran meninggalkan perempuan itu begitu saja.
Semua orang bisik-bisik saat melihat perempuan itu di tinggalkan Suga.
‘Menyebalkan, awas saja aku....
-
-
Jangan lupa like dan commentnya!!!
__ADS_1
-
-