Pernikahan Yang Tidak Terduga

Pernikahan Yang Tidak Terduga
BAB 9 - KELUARGA???


__ADS_3

Keluarga???


“Menonton apa?” tanya Suga


“Upin Ipin” jawab Tania.


“Kau sudah dewasa kenapa nonton film anak-anak” ucap Suga.


“Seru suamiku, ceritanya juga bagus” jawab Tania.


“Lalu kenapa kau tadi ketawa-tawa sendiri?” tanya Suga.


“Lucu suamiku” jawab Tania.


‘Dari tadi aku terus yang tanya kenapa dia gak tanya’ batin Suga.


“Sudah, bilang sama pak Gion aku ingin makan sup” ucap Suga.


“Baik suamiku, makan supnya untuk siang ini suamiku?” tanya Tania.


“Hmmm”


‘Apa dia tidak punya mulut sekedar bilang iya saja susah kah!, Menyebalkan’ batin Tania mengumpat.


Tania turun untuk memberitahu Pak Gion tentang pesan Suga dan setelah selesai Tania naik lagi ke kamar.


“Kau lama sekali, pijat kakiku” perintah Suga.


“Baik suamiku” ucap Tania.


‘Kapan kau akan selesai dengan drama sakitmu ini tuan muda yang terhormat’ batin Tania, Tania ingin mengatakan itu tapi Tania tidak berani.


“Lebih kuat lagi, apa kau tidak di kasih makan!” ucap Suga dingin.


“Maaf suamiku” ujar Tania.


“Akh sudah, sepertinya kau butuh makan” ucap Suga berdiri dan jalan keluar kamar.


Tania melihat jam dan menunjukkan pukul dua belas siang. ‘Bukan aku yang butuh makan tapi kau malah menyalakan aku’ batin Tania.


Suga dan Tania turun ke bawa dan hanya ada adik Suga yang pertama, Lex.


“Kakak, kakak ipar” sapa Lex senyum tapi hanya ke Tania tidak ke Suga.

__ADS_1


“Kau tak ke kantor?” tanya Suga.


“Tidak kak aku ada urusan tadi di luar jadi tidak ke kantor” balas Lex.


“Kakak ipar makin cantik saja” ucap Lex menggoda Tania.


“Terima kasih adik ipar” ucap Tania senyum.


“Jangan melewati batas Lex” ucap Suga dingin dan menatap Lex dengan sinis.


“Maaf kak Suga, tapi bener kok Kakak ipar cantik” ucap Lex tanpa menghiraukan tatapan mata tajam Suga.


“Lex” ujar Suga dingin, suasana di sana berubah.


‘Aduh hentikan adik ipar kau membuat kondisiku makin memburuk’ batin Tania memohon.


“Suamiku, Lex ayo kita makan, suamiku aku sudah lapar!” ucap Tania sedikit manja.


‘Aduh mual perutku bisa-bisanya aku bertingkah begitu’ batin Tania merasa jijik dengan tingkah manjanya.


Suga, Tania dan Lex memulai makan tapi sekali-kali Lex melirik Tania dan Suga mengetahui itu.


“Tundukkan pandanganmu Lex” tutur Suga dingin dan datar, membuat Lex menunduk Lex tidak ingin membuat masalah dengan Kakak kejamnya ini.


Lex, anak ke dua dari Lucas Alexiandra dan Arana Augusti, umurnya tidak jauh dari Suga tapi sikap dan sifatnya sangat berbeda. Lex bisa membaca situasi dan tidak kaku itu plusnya dan minusnya Lex suka ceplas-ceplos, mulutnya tidak bisa di rem.


“Kau pasti mencari alasan supaya tidak ke kantor kan!” tebak Suga dan itu benar.


“Mana ada kak, aku ada urusan dan itu tidak bisa di tunda” ucap Lex sedikit gugup.


Hanya dari tatapan, Lex yang langsung mengerti segera kabur.


“Kakak, kakak ipar aku sudah selesai aku ke kamar duluan, bye” ucap Lex yang langsung kabur secepat kilat.


Tidak seperti Suga yang gila kerja, Lex kadang-kadang akan ke kantor kalau dia ingin saja. Lex akan di paksa dulu baru mau ke kantor kadang juga dia akan kabur duluan.


“Kak Suga, sudah sehat?” tanya Irana yang baru pulang dari kampus.


“Belum” jawab Suga.


“Oh” ujar Irana.


Dan semuanya diam....

__ADS_1


“Aku sudah selesai habis kan makanan kalian” ucap Suga berdiri dan jalan menuju kamar .


Tania yang makan dengan terburu-buru tersedak dengan ucapan Irana.


“Aku tak merestui kalu kau jadi kakak iparku” ucap Irana sinis.


‘Oh pantas, dia setiap bertemu denganku selalu memalingkan muka atau dia akan menatapku sinis’ batin Tania.


“Dengar yah, istri kak Suga sesungguhnya itu sedang berada di luar negeri dan sebentar lagi akan pulang. Dan lihat saja kau akan di buang bagaikan sampah” ucap Irana sinis.


Tania tidak ingin menghiraukan perkataan Irana.


“Apa orang tuamu tidak mengajarkanmu untuk tidak merebut milik orang lain hah? Dasar tidak pernah di ajarkan oleh orang tuamu” ucap Irana membuat Tania tidak bisa menghiraukan lagi.


Brak, Tania memukul meja dengan kuat.


“Jaga ucapanmu, tidak sepantasnya kau mengatakan itu. Dengar, aku tidak merebut kakakmu dari siapa pun tapi kakakmulah yang memintaku untuk menjadi istri ingat itu” ucap Tania tanpa menunggu jawaban Tania pergi dari meja makan tapi Tania urung dia menghabiskan makanan tadi barulah dia pergi.


‘Enak saja walaupun aku marah tapi makanan harus nomor satu, makanan seenak ini mubazir kalu tidak di habiskan’ begitulah pikiran Tania.


Langkah kaki Tania terhenti, menoleh ke Irana.


"Tanyakan saja pada kakakmu kalu kamu tidak percaya dengan ucapanku" ucap Tania membuat Irana bungkam.


'Kau bodoh Tania, bodoh bodoh bodoh' batin Tania sambil memukul keningnya pelan.


Irana, anak terakhir dari Lucas Alexiandra dan Arana Augusti. Saat Kakak pertamanya menikah dia begitu semangat tapi melihat siapa perempuan tersebut semangatnya menjadi redup, Irana tidak setuju dengan pernikahan kakak pertamanya (Suga) itu. Ada perempuan yang pantas menjadi istri Suga itu pikir Irana, Irana juga sempat protes dengan orang tuanya tapi setiap di protes orang tuanya selalu bilang 'Bicarakan dengan kakakmu dia yang mengambil keputusan ini' itu yang selalu orang tuanya katakan.


Irana tidak berani bilang ke Suga dengan keputusannya itu, karena Suga tidak akan mendengarkan siapapun dan tidak akan merubah keputusannya. Pernah satu ketika Irana bilang ke Suga kalau dia ingin pacaran dan orang tuanya sudah mengizinkan tapi apa yang Irana dapatkan, hanya penolakan. Suga bilang 'Kau dia masih kecil nanti saja pacarannya' itu yang selalu Suga bilang sampai sekarang dan lagi Kakak pertamanya (Suga) tahu apa yang Irana lakukan di kampus. Pernah suatu hari Irana kedapatan pacaran diam-diam, Suga sangat marah pada Irana membuat Irana juga marah pada Suga dan Irana selalu menjahui Suga.


Lama kelamaan Irana tahu kenapa Suga melarangnya pacaran, mantannya hanya berpacaran dengannya untuk memanfaatkan Irana saja sebagai alat tetenaran.


Irana dari keluarga kaya raya dan terkenal sebagai pengusaha sukses di dalam dan di luar negeri, maka dari itu banyak orang-orang munafik di sekitarnya yang harus Suga basmi.


Suga tidak melarang Irana untuk pacaran, tapi Suga ingin Irana memilih pria yang tepat untuknya dan Suga tidak ingin adik kecilnya tersakiti hanya gara-gara cinta belaka.


'Kakak ipar ternyata menyebalkan" ucap Irana pelan.


-


-


-

__ADS_1


__ADS_2