
Mulai Drama???
“Iya” jawab Tania senyum dan mendapatkan sedikit cengkraman di bahunya oleh Suga.
“Berteman? Tidak lagi karena aku tidak mengizinkannya istriku!” ucap Suga dingin.
“Kau siapa hanya karena suaminya kau harus melarang pergaulannya itu tidak adil kau tahu itu?” ucap Nicolas sinis.
“Aku suaminya sudah seharusnya aku harus mengontrol pergaulannya” ucap Suga tidak kalah sinis.
Nicolas dan Suga menatap sinis satu sama lain mengibarkan bendera peperangan.
‘Aduh kenapa seperti ini sih!’ batin Tania. Tania melihat ke arah sekretaris Ben untuk meminta bantuan tapi sekretaris Ben pura-pura tidak tahu kode Tania.
“Suamiku kamu pasti banyak pekerjaan di kantor akan terlambat kalu masih di sini kan?” ucap Tania.
“Nicolas kau pasti ada urusankan jadi...”
“Iya aku akan pergi kalu dia akan pergi” ucap Nicolas melirik sinis Suga.
“Kalian berdua pergilah aku ada urusan dan ini harus diurus kalu tidak konsumen akan marah” ucap Tania pura-pura tegas padahal takut sama Suga dan Sekretaris Ben.
“Itu kau sudah di usir oleh pemilik tokonya cepat pergi” ujar sinis Suga yang tidak ngaca diri.
“Hey kau juga di usir kaukan bukan pemilih toko!” ucap Nicolas.
“Kan dia istriku jadi toko ini juga milikiku” ucap Suga percaya diri.
‘Kenapa bisa seperti itu?’ batin Tania bertanya.
“Nicolas jangan hiraukan dia” ucap Tania.
“Baiklah Tania aku pergi dulu oh iya jangan lupa usir dia, bye” ucap Nicolas mengalah padahal dia ingin bersama dengan Tania.
Saat Nicolas pergi udara di sekitar Tania menjadi panas padahal hari biasa saja.
‘Aduh mati aku’ batin Tania takut .
“Kau ingin mengusirku?” ucap Suga dingin.
“Tidak suamiku tentu tidak” ucap Tania.
“Lalu suamiku kenapa datang ke toko kecilku ini?” lanjut Tania.
‘Pergilah, kenapa juga kau harus datang ke sini sih!’ umpat Tania dalam hati.
“Apa aku tak boleh ke sini lalu pria itu boleh?” ucap Suga menekan setiap kata.
“Tidak”
“TIDAK, aku tak boleh datang ke sini?” ucap Suga marah dan keluar aura seramnya.
“Maksudku bukan begitu suamiku!” ucap Tania yang lagi lagi di potong Suga.
“Lalu apa!” ucap Suga
__ADS_1
“Suamiku boleh datang ke sini kapan saja, itu maksudku” ucap Tania.
‘Lihat wajahnya seperti sangat senang sekali’ batin Tania.
“Ben, beli sofa yang bagus di sini dan disana sofa ini tidak empuk” ucap Suga berdiri.
‘Iyalah tak empuk ini itu kursi bukan sofa di rumahmu, lihat dia mau kemana lagi’ batin Tania.
“Beli juga empat AC, meja untuk di sini dan di sana” ucap Suga.
‘Lihat dia seenaknya saja, Ben kau tidak usah hiraukan tuan mudamu yang gila ini’ umpat Tania dalam hati melihat Suga yang seenaknya saja.
‘Dia mau ke mana! Astaga kenapa dia ke sana aduhh!’ batin Tania mengeluh.
“Kasur apaan ini sangat tidak empuk, Ben beli kasur” ucap Suga.
‘Sudah hentikan kegilaanmu itu tuan muda yang terhormat’ batin Tania.
“Suamiku kasurnya tidak usah di ganti yang itu saja sudah nyaman” ucap Tania yang berusaha negosiasi.
“Kenapa! Kalu aku datang ke sini lalu tidur badanku bisa sakit semua” ucap Suga.
‘Bener bener sudah tak waras, ayolah Sekretaris Ben hentikan kegilaan tuan mudamu ini’ batin Tania memohon.
‘Apa katanya tadi tidur di sini, tuan muda tidak usah tidur di sini ini tidak baik bagi kesehatan mentalku dan karyawanku. Lihat saja besok pasti banyak yang bertanya ini dan itu’ batin Tania yang menebak dari ekspresi karyawannya saat Suga datang apalagi dengan mobil mewah.
“AC nya tak dingin” ucap Suga dan dengan sigap sekretaris Ben sudah meletakkan kipas angin di dekat Suga.
‘Dari mana dia mendapatkan kipas angin itu!’ batin Tania.
Masih banyak drama yang harus Tania lewati... Dan stok kesabaran Tania harus di tambah.
*
Besok harinya di pagi yang cerah, Suga tiba-tiba mengatakan kalau dia sakit dan yang lebih parahnya lagi Tania sama sekali tidak boleh keluar.
‘Apa dia pura-pura sakit?’ batin Tania.
“Ambilkan aku air” perintah Suga.
“Baik suamiku” ucap Tania.
“Pijat kepalaku” perintah Suga.
“Baik suamiku” ucap Tania.
“Apa kau tidak ikhlas?” tanya Suga dingin.
“Ikhlas suamiku” jawab Tania.
“Kenapa tak senyum?” tanya Suga.
‘Apa aku harus senyum terus! Bisa sakit pipiku’ batin Tania.
“Iya suamiku” ucap Tania senyum.
__ADS_1
“Nah gitu senyum, siapkan air aku ingin mandi” perintah Suga.
“Baik suamiku” ucap Tania ke kamar mandi.
‘Benarkan dugaanku dia hanya pura-pura sakit, menyebalkan’ umpat Tania dalam hati.
“Lambat sekali sudah apa belum!” ucap Suga marah.
“Sudah suamiku” ucap Tania menundukkan kepala tidak berani melihat Suga dengan dada bidangnya itu, Tania takut khilaf.
“Mau ke mana, sampoin aku sekali pijat pijat kepalaku pusing” ucap Suga berbaring di bathtub.
“Baik suamiku” ucap Tania pasrah.
‘Bagus banget rambutnya, wangi’ batin Tania mencium kepala Suga.
“Aduh, apa yang kau lakukan?” ucap Suga yang tiba-tiba duduk.
“Ak-aku tidak melakukan apa-apa!” ucap Tidak gugup.
‘Dia yang duduk tiba-tiba aku juga yang dia salahkan, aduh hidungku. Pantas saja dalamnya keras luarnya kanyak batu begitu’ umpat Tania dalam hati.
“Mengaku saja, kau ingin mencium kepalaku kan! Iyakan, sudah mengaku saja” ucap Suga berdiri dan menuju shower untuk membilas badan.
Tania yang melihat Suga menuju shower cepat-cepat Tania keluar dari kamar mandi.
“Dia benar-benar sudah gila, apa katanya aku ingin mencium kepalanya enak saja. Dia yang tiba-tiba duduk aku juga yang dia tuduh, akh menyebalkan” gerutu Tania pelan.
‘Akh aku bosan kenapa juga aku gak boleh keluar sudahlah’ batin Tania.
‘Lihat dia senyum-senyum sendiri seperti orang gila, seharian ini aku sedang apa sih kenapa aku harus marah saat tahu kalu pria asing itu mau ketemu sama perempuan ini’ batin Suga mengacak-acak rambut basahnya.
‘Lihat lihat menonton saja dia bisa tersenyum lebar seperti itu tapi saat bersamaku senyumnya seperti terpaksa’ batin Suga.
“Tania hey Tania” panggil Suga.
‘Dia memanggil namaku biasa nya juga tidak pernah, dia berbeda’ batin Tania heran dengan sikap Suga hari ini.
“Iya suamiku” jawab Tania.
“Ini keringkan rambutku” ucap Suga melempar handuk ke muka Tania.
‘Aku tarik kataku tadi dia seperti biasa, menyebalkan’ batin Tania kesal.
“Kau sedang apa?” tanya Suga.
-
-
-
“Menonton” jawab Tania.
“Menonton apa?” tanya Suga.
__ADS_1