Pernikahan Yang Tidak Terduga

Pernikahan Yang Tidak Terduga
BAB 14 - BEN???


__ADS_3

Ben???


Saking tidak sukanya sekretaris Ben melirik Dhea selalu sinis. Kalu sekretaris Ben tidak suka dengan sesuatu, pasti dari raut mukanya saja sudah tahu kalu Sekretaris Ben tidak suka.


Sekretaris Ben atau Ben adalah seorang anak yatim piatu dia dibesarkan di panti asuhan, saat sudah besar dan pantas bekerja Ben memutuskan untuk keluar dari panti dan mencari pekerjaan.


Tidak mudah mencari pekerjaan dengan status yang tidak jelas banyak orang yang menolak memperkerjakannya hanya alasan kalu dia dari panti.


Tapi tekadnya sudah kuat dan tidak pantang menyerah. Dengan sabar menunggu akhirnya mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan kecil, saat bekerja Ben di kucilkan oleh teman kerjanya hanya gara-gara statusnya tidak jelas, dengan sabar dan menahan amarahnya Ben selalu bersikap ramah sama rekan kerjanya.


Tidak lama terdengar bahwa perusahaan tempat Ben bekerja bangkrut, Ben tidak tahu harus melakukan apa saking putus asa Ben hampir melakukan bunuh diri namun tidak terjadi.


Saat Ben mencoba melakukan bunuh diri, ada satu buah mobil mewah melaju kencang menabrak dinding tebing dan membuat supir tewas di tempat tapi penumpang sekarat, Ben segera membantu penumpang pria yang sekarat itu ke rumah sakit menggunakan motor butut yang dibeli Ben saat dia bekerja.


Sesampainya di rumah sakit, Ben menunggu dengan sabar dia menganggap kalau kecelakaan itu terjadi karena dirinya, tidak tahu mengapa tapi Ben menyalahkan dirinya sendiri.


Pria itu dinyatakan selamat, Ben ingin segera pergi tapi ditahan oleh pihak rumah sakit karena biaya yang harus dibayar melihat biaya yang besar Ben tidak tahu harus melakukan apa jadi dia menunggu sampai pria itu siuman.


“Kau sudah sadar?” ucap Ben melihat pria itu membuka matanya.


“Aku dimana!” tanya pria itu.


“Kau di rumah sakit sebentar aku panggilkan dokter dulu!” ucap Ben berlari keluar memanggil suster ataupun dokter.


“Khem, apa kau ingat namamu?” tanya Ben.


“Suga, namaku” jawab pria itu.


“Oh, apa kau ingat siapa orang tuamu? Ingat nomor orang tuamu!” tanya Ben memastikan.


“Maaf aku tidak bisa membayar rumah sakit, aku baru saja kehilangan pekerjaan. Maaf” ucap Ben.


“Panggil dokter” ucap Suga.


“Hah apa kau ada masalah!” tanya Ben.

__ADS_1


“Panggil saja dokter” ucap Suga dingin.


“Baiklah sebentar” ucap Ben.


Ben keluar memanggil dokter.


“Keluarlah” ucap Suga melihat ke arah Ben. Ben keluar dan di ruangan itu hanya ada Suga dan dokter saja.


Tidak lama dokter keluar dan meminta Ben untuk masuk kembali.


“Apa kau yang menolongku?” tanya Suga.


“Benar, kau kecelakaan tadi supirmu tewas di tempat saat kejadian itu aku berada di sana” jelas Ben seperti apa peristiwa tadi.


“Kau tidak memiliki pekerjaan?” tanya Suga.


“Aku di pecat lebih tepatnya perusahaan tempatku bekerja bangkrut” jawab Ben.


Ada suara berisik di depan ruangan dan masuk dua orang paruh baya yang Ben yakini itu orang tua pria itu.


“Benar!” jawab Ben.


“Terima kasih” ucap Mama Suga hanya di balas senyuman Ben.


“Keluarlah tunggu disana” ucap Papa Suga.


“Baik” ucap Ben menundukkan kepalanya dan keluar ruangan.


Itulah awal mula Ben dan Suga bertemu. Ben masih berkunjung ke panti asuhan tempatnya dulu tapi jarang, Ben akan berkunjung kalu dia ada waktu senggang saja.


Penampilan Ben yang dulu cupu dan biasa saja di sulap oleh Suga menjadi tampan dan berwibawa, mata yang dulu mudah untuk di tindas menjadi mata elang yang siap memangsa.


Ben yang dulu dan Ben yang sekarang sangat jauh berbeda. 360° berbeda.


Tidak mudah mengubah penampilan, Ben selalu berusaha keras sampai kebablasan seperti sekarang.

__ADS_1


Di keluarga Suga, Ben sudah dianggap seperti keluarga, Ben bisa seenaknya saja masuk ke sana kemari di rumah mewah itu dan bisa menginap kapan saja.


Walau begitu Ben tidak dengan lancangnya keluar masuk dia akan meminta izin terlebih dulu atau saat di minta saja. Itulah kepribadian Ben yang di sukai keluarga Suga, Ben juga sangat di hormati oleh pekerja di rumah mewah itu.


(Oke kembali ke cerita)


Dari kemarin Irana bersikap baik ke Tania mau di depan Suga atau di belakang Suga, Irana sudah merestui hubungan Tania dan Suga.


“Kakak ipar!” panggil Irana melihat Tania asik menonton televisi di ruang keluarga.


“Iya?” Tania menoleh dan melihat itu Irana dan Yera adik ke dua Suga.


“Ada apa?” tanya Tania.


“Khem, kakak ipar kau besok sibuk?” tanya Yera.


‘Dia adik pria menyebalkan itu, tidak biasanya bicara selalu diam saja’ batin Tania melihat Yera.


“Khem, jangan melihatku seperti itu aku di paksa Irana untuk bicara padamu” ucap Yera malu malu.


Yera setuju setuju saja saat Suga mengatakan akan menikah dengan perempuan yang berbeda bukan mantan pacarnya (Dhea), Yera orang yang hanya mengikuti arus saja.


Menurut Yera, Suga mau menikah sama siapa saja itu urusan Suga kan dia yang menjalaninya bukan dirinya, kurang lebih begitu pikiran Yera.


“Kakak ipar jangan di hiraukan kak Yera memang seperti itu” ucap Irana.


“Pemalu sama orang baru” ucap Irana berbisik bisik tapi masih di dengar Yera.


“Enak saja mana....


-


-


-

__ADS_1


__ADS_2