Pernikahan Yang Tidak Terduga

Pernikahan Yang Tidak Terduga
BAB 16 - KESAL???


__ADS_3

Kesal???


“Nona muda, mobilnya sudah siap” ucap Pak Gion.


“Baik pak terima kasih” ucap Tania.


‘Dia menyuruhku ke kantor hanya untuk menyuruhku ini dan itu, pasti. Menyebalkan’ gerutu Tania.


Tania telah sampai di depan perusahaan Suga perusahaan besar dan megah.


Siapa yang tidak mau bekerja di perusahaan besar ini.


Banyak orang berlomba-lomba untuk bekerja di sini dan itu sangat sulit walau sudah di terima pasti ingin keluar karena tekanan kerja yang sangat ketat apalagi atasannya semua banyak yang bikin emosi termasuk bos besarnya, Suga.


“Permisi nona, saya ingin bertemu dengan Suga. Apa ada?” tanya Tania ke resepsionis.


Resepsionis itu menatap Tania dari atas ke bawa dengan sinis.


“Apa sudah membuat janji?” tanya Resepsionis itu sinis.


“Sudah” jawab Tania.


“Baik tunggu saja di sana” ucap Resepsionis itu menunjuk kursi tunggu.


“Tapi nona...” belum selesai Tania bicara tapi sudah di potong.


“Tunggu saja, apa susahnya” ucap Resepsionis itu sinis.


Tania menghela nafasnya dan jalan ke kursi tunggu.


Ponselnya berdering menandakan ada telepon masuk, ternyata dari sekretaris Ben.


“Nona anda ada di mana?” ucap Sekretaris Ben dari seberang telepon.


“Sekretaris Ben saya ada di bawah” ucap Tania.


Telepon di tutup dari seberang. “Menyebalkan” umpat Tania.


Tidak beberapa lama Sekretaris Ben keluar dari lift dan menghampiri Tania.


“Nona muda, kenapa anda menunggu? seharusnya anda langsung saja naik” tanya Sekretaris Ben.


“Aku di suruh tunggu sekretaris Ben jadi aku menunggu” jawab Tania seadanya.


“Apa anda bilang kalu di suruh tuan muda?” tanya Sekretaris Ben.


“Sudah” ucap Tania.


“Apa kau tidak tahu kalu ini adalah istri dari bosmu sendiri” ucap Sekretaris Ben marah kepada Resepsionis itu.

__ADS_1


“Ma-maaf tuan, sa-ya tidak tahu” ucap Resepsionis ketakutan.


“Sudahlah Sekretaris Ben, dia juga tidak tahukan. Kita naik saja Suamiku pasti sudah menunggu” ucap Tania yang tidak ingin membuat keributan.


“Kalu kau melakukan kesalahan lagi kau akan di pecat” ancam Sekretaris Ben berbisik membuat Resepsionis itu menangis ketakutan.


“Silakan nona muda” ucap Sekretaris Ben mempersilakan Tania masuk ke dalam lift.


“Sekretaris Ben, jangan memecatnya di juga tidak tahu” ucap Tania tapi tidak di respon oleh Sekretaris Ben.


‘Astaga banyak banyak sabar bicara dengan patung’ batin Tania.


Sekretaris Ben dan Tania sudah tiba di depan ruangan Suga.


“Silakan nona muda” ucap Sekretaris Ben membuka pintu.


Tania melihat ruangan itu tampak takjub. ‘Pantas dia bilang ruanganku pengap, ini seperti...’ batin Tania yang tidak bisa menggambarkan betapa mewahnya ruangan kerja Suga.


Bukan hanya ruangan yang membuat Tania tercengang, melihat Suga memangku seorang perempuan membuat Tania tidak bisa berkata-kata.


‘Ini yang ingin dia lihat kan padaku, kenapa dadaku sakit melihat ini’ batin Tania yang tidak tahu kenapa dia ini.


Apa karena Suga suaminya dan sekarang sedang memangku perempuan membuat harga dirinya sebagai istri tersakati? Atau ada yang lain?


Tania tidak tahu apa yang dia rasakan sekarang.


“Oh kau sudah datang?” ucap Suga santai tanpa rasa bersalah.


“Kenali ini Mira, sepupu jauh yang datang berkunjung” lanjut Suga.


“Dan ini Tania istriku” ucap Suga.


‘Sepupu apanya sampai memangku seperti tadi’ batin Tania.


“Halo kak Tania, aku Mira sepupu jauh kak Suga” ucap Mira mengulurkan tangan.


“Halo, aku Tania” ucap Tania membalas uluran tangan Mira.


“Kak Suga!” ucap Mira manja memanggang sebelah tangan Suga.


Suga melirik ke Tania ingin melihat reaksi Tania bagaimana saat dirinya di pegang oleh perempuan lain, tapi yang di harapkan Tania akan marah ternyata Tania tidak bereaksi sama sekali membuat Suga kesal.


‘Apa dia tidak melihatnya aku di pegang perempuan lain, kenapa di tidak marah!’ batin Suga, Suga kesal melihat Tania tidak merespon apa-apa.


‘Nyaman sekali sepertinya di pegang perempuan itu’ batin Tania, sebenarnya Tania marah dan kesal tapi tidak tahu dia harus merespon apa.


“Kak Suga lapar” ucap Mira manja.


“Lapar! Ingin makan apa?” tanya Suga.

__ADS_1


‘Dia bisa bicara santai, tapi denganku dingin’ batin Tania.


“Emmm, gimana kalu makan makanan jepang kak?” tanya Mira.


“Kak Tania tidak masalahkan!” Tanya Mira melihat ke Tania.


Tania hanya menganggukan kepalanya tanda setuju.


“Ye, ayo kak kita makan” ucap Mira manja.


Sekretaris Ben hanya diam saja, tapi tatapan matanya sinis menatap ke Mira.


Mereka berempat satu mobil, sekretaris Ben menjadi supir Suga duduk di belakang.


“Silakan nona” ucap Sekretaris Ben membuka pintu untuk Tania. Tapi yang masuk Mira.


“Nona anda duduk di depan” ucap Sekretaris Ben dingin.


“Tapi aku ingin duduk di sini, kak Suga?” ucap Mira suara yang di imut imutin.


Tapi Suga tidak meresponsnya. “Masuk” ucap Suga.


“Tuh dengar” ucap Mira percaya diri dan ingin masuk tapi tidak jadi saat mendengar ucapan Suga selanjutnya.


“Masuk Tania, Mira kau duduk di depan” ucap Suga.


“ Tapi Kak Suga...” ucap Mira terhenti saat melihat tatapan tajam Suga.


Dengan terpaksa Mira duduk di kursi depan bersama Sekretaris Ben, dan Suga bersama Tania duduk di kursi belakang.


‘Cih apa hebatnya perempuan itu, masih cantik aku dibanding dia’ batin Mira menatap Tania sinis dari kaca spion mobil.


Tania tahu kalu Mira menatapnya sinis dan Tania tidak menghiraukan itu, menatap ke luar jendela.


"Mira!" panggil Suga.


"Iya Kak Suga?" sahut Mira centil.


"Tidak jadi" ucap Suga.


"Oh" ucap Mira kecewa.


Tania tidak....


-


-


-

__ADS_1


__ADS_2