
Pick Me???
Tania tahu kalu Mira menatapnya sinis dan Tania tidak menghiraukan itu, menatap ke luar jendela.
"Mira!" panggil Suga.
"Iya Kak Suga?" sahut Mira centil.
"Tidak jadi" ucap Suga.
"Oh" ucap Mira kecewa.
Tania tidak memperdulikan keadaan di dalam mobil hanya melihat keluar jendela.
Mobil sudah sampai di depan resto jepang, mereka memesan ruangan vip.
Mira menyerobot tempat duduk Tania secara kasar.
"Berdiri" ucap Sekretaris Ben dingin.
"Kenapa aku kan mau duduk di sini?" ujar Mira centil.
"Berdiri" ucap Sekretaris Ben makin dingin.
Mira melihat ke Suga yang tidak merespon sama sekali duduk manis di kursinya, Mira dengan kesal berdiri sambil gerutu di dalam hati.
"Silakan nona muda" ucap Sekretaris Ben mempersilakan Tania untuk duduk. Mira melihat itu makin kesal.
Mira tidak sampai di situ saja dia menyerobot tempat duduk Sekretaris Ben di sebelah Suga. Sekretaris Ben melihat itu mau marah tapi tidak jadi saat Suga memberi kode untuk dia duduk di tempat kursi kosong.
Mira melihat ke Sekretaris Ben menyeringai tanda dia menang dan lawannya kalah.
"Kak Suga mau mesan apa?" ucap Mira mendekati Suga mengarahkan menu, Suga diam saja.
Tidak pantang menyerah Mira masih saja bicara ini dan itu di sana hanya Mira yang banyak bicara yang lain diam memilih mesan makan apa.
Tania tidak suka makan makanan mentah jadi memesan ramen dan dessertsnya mochi kesukaan Tania.
"Kok kak Tania mesen Ramen sih, mesannya itu sushi dong baru enak" ucap Mira meremehkan Tania.
"Emangnya kenapa?" tanya Tania yang tidak tahu maksud dari ucapan Mira.
"Kan kita makan di resto jepang jadi mesannya itu sushi bukan Ramen masa mesannya Ramen sih" ucap Mira.
"Apa kau bodoh! Ramen masakan dari jepang kalu bukan dari jepang kenapa resto ini ada menu Ramen?" ucap Tania santai membuat Mira kesal.
"Kak Suga lihat Kak Tania kan aku cuman nanya tapi Kak Tania begitu" ucap Mira centil dan menggoyangkan sebelah tangan Suga.
'Dasar cewek pick me dia yang duluan tapi nyalahin orang lain' batin Tania melirik Mira.
"Lihat Kak Suga, Kak Tania melihat aku sinis hiks... Hiks...." ucap Mira, Mira pura-pura menangis hanya mendapat simpati Suga.
"Tania jangan bikin Mira nangis" ucap Suga. Wajah Mira menyeringai menandakan di menang.
'Dasar pick me, menyebalkan' gerutu kesal Tania dalam hati.
"Maaf Suamiku" ucap Tania menekan kata Suamiku.
"Ayo makan" ucap Suga saat pesanan mereka semua sudah datang.
Suga, Tania dan Sekretaris Ben makan dalam diam, Mira makan sambil bicara ini dan itu.
"Hey lo bisa diam gak, dari tadi bicara terus ini itu lagi makan. Diam. Lo tahu gak kalu makan itu diam bukan bicara" ucap Tania marah. Tania yang kesabarannya setipis tisu menghadapi tingkah Mira dari tadi.
Mira melihat Tania marah kaget bukan main, bukan hanya Mira Suga dan Sekretaris Ben juga tidak kalah kaget tidak bisa bicara apapun.
Tania yang dari tadi menahan marahnya meledak tanpa kendali.
__ADS_1
Hening...
"Maaf suamiku" ucap Tania, Tania yang tau situasi saat ini segera meminta maaf cuman sama Suga tidak dengan Mira.
"Mira diam" ucap Suga.
"Maaf Kak Suga" ucap Mira menundukan kepala.
'Telat, kalu omongnya sekarang' batin Tania.
Semuanya makan dalam diam tidak ada lagi yang bicara hanya suara sendok dan garpu saja.
"Suamiku, aku langsung ke toko saja" ucap Tania.
'Sana jauh jauh menganggu saja' batin Mira.
"Kak Suga aku ke perusahaan Kakak ya?" ucap Mira.
Sebelum menyetujui ucapan Mira, Suga melirik ke Tania.
"Baiklah" ucap Suga saat Suga melihat Tania tidak ada respon.
"Kak Suga aku duduk di samping kakak ya?" ucap Mira centil.
"Duduk seperti tadi" ucap Suga melepas tangan Mira dari tangannya dan masuk ke dalam mobil.
Tania dan Sekretaris Ben juga masuk ke dalam mobil, Mira dengan kesal juga masuk ke mobil.
****
Hari ini Tania yang sudah janji dengan adik iparnya untuk jalan jalan bersama.
Tania juga sudah meminta izin ke Suga bahwa dia akan jalan jalan bersama Yera dan Irana dan Suga mengizinkannya dengan syara teleponnya harus terus aktif.
Mereka jalan jalan dengan gembira dan ceria keliling ke sana kemari.
"Emang ini udah jam berapa?" tanya Tania.
"Sudah siang, masuk jam makan siang kakak ipar" ucap Irana melihat jam tangannya.
"Oh iya, ayo kita cari mau makan di mana" ucap Tania.
Saat mereka bertiga keliling mencari makan, Irana melihat orang yang tidak asing.
"Itukan.... Kak Mira" ucap Irana pelan. Irana memperhatikan seksama apa benar itu orang yang dia kenal.
"Kak Mira" panggil Irana saat dia sudah pasti.
Mira mencari siapa yang manggil dia.
"Irana!" tutur Mira memeluk Irana.
"Yera!" tutur Mira memeluk Yera dan Mira melihat Tania berada di sana juga tapi Mira abaikan saja.
"Kalian sedang apa di sini? " tanya Mira.
"Jalan jalan sama kakak ipar" jawab Irana.
"Sudah ya kak kami pergi dulu" ucap Yera menyeret Irana dan Tania pergi dari hadapan Mira dan teman temannya.
"Dasar pick me" ucap Yera pelan yang di dengar Tania.
"Maksudnya?" tanya Tania.
Mereka bertiga mampir ke salah satu kafe dan memesan minum beberapa cemilan.
"Seperti yang kakak ipar dengar, dia itu pick me. Aku pernah satu sekolah dengannya banyak orang yang tidak suka dengannya termasuk aku karena sifatnya yang busuk" ucap Yera.
__ADS_1
"Maksud kak Yera apa? Kak Mira baik kok" tanya Irana.
"Mana ada baik dia itu bermuka dua di luar baik di belakang busuk" ucap Yera.
"Kalian tidak tahu sifat aslinya, bukan hanya itu saja dia itu orangnya terlalu mengkritik orang lain tapi di kritik balik malah kesal" ucap Yera.
"Benar, saat di resto juga di mengatakan kenapa kak Tania memesan Ramen bukannya seharusnya sushi begitu" ucap Tania.
'Dia juga di kantor kakak kalian sedang di pangku' batin Tania, Tania tidak mengatakan peristiwa saat pertama kali bertemu Mira.
"Kak ipar ketemu Kak Mira sama siapa?" tanya Irana.
"Sama Kakak kalian dan Sekrestaris Ben" ucap Tania
"Apa? Lalu?" tanya Yera.
"Apanya?" tanya Tania tidak mengerti.
"Lalu apa lagi?" tanya Yera.
"Ya begitu saja" ucap Tania santai.
"Kakak Ipar tidak marah!" tanya Yera.
"Kenapa harus marah?" tanya Tania.
'Akukan bukan siapa siapa jadi untuk apa aku marah' batin Tania.
"Kakak Ipar gak mencegah Mira dekat dengan Kak Suga?" tanya Yera.
"Tidak" ucap Tania.
"Kakak Ipar harus tahu ini, Mira dari dulu suka sama Kak Suga dan aku yakin dia ingin merebut Kak Suga dari Kakak Ipar" ucap Yera.
'Kenapa harus risau! Rebut ya tinggal rebut susah amat, kami juga menikah karena perusahaan keluargaku hampir bangkrut' pikir Tania. Tapi hati dan pikiran Tania beda, hatinya berpikir yang lain yang tidak bisa di tebak Tania.
"Kakak Ipar bodoh" omel Yera.
"Kalu Kak Suga di ambil oleh orang Kakak ipar jadi janda muda" ucap Irana yang dari tadi memperhatikan Tania dan Yera.
"Ya apa mau di kata" ucap Tania santai tanpa beban padahal hatinya dag dig dug.
"Kakak ipar jangan bohong, pasti Kakak ipar sakit kalu Kak Suga di ambil kan!" ucap Irana mengenai hati kecil Tania.
"Mana ada biasa saja" ucap Tania bohong.
"Halah, tapi kakak ipar tenang saja Kak Suga tipe pria idaman yang tidak akan berkhianat kalu sudah memiliki pasangan" ucap Irana menenangkan Tania.
'Itu kakak yang kalian banggakan pastilah kalian bela' batin Tania.
"Lalu kakak ipar, apa kak sudah memikirkan berapa banyak anak yang akan kalian buat?" tanya Irana.
'Anak!, saat dia menyentuhku saja aku sudah merinding' batin Tania membayangkannya.
"Apa kakak ipar dan Kak Suga belum begituan?" tanya Irana tanpa di filter akibatnya mendapatkan tepukan di bahunya.
"Diam" ucap Tania
"Benaran belum?" tanya Yera yang juga kepo.
"Itu....
-
-
-
__ADS_1