
Mulai muncul???
"Apa kakak ipar dan Kak Suga belum begituan?" tanya Irana tanpa di filter akibatnya mendapatkan tepukan di bahunya.
"Maksudnya?" tanya Tania bingung.
"Itu lo Kakak ipar yang begituan" ucap Irana.
"Hubungan intim suami istri, Kakak ipar" bisik Irana tanpa di filter sama sekali
"Diam" ucap Tania malu dan pipinya memerah.
"Benaran belum?" tanya Yera yang juga kepo.
"Itu...." Tania ragu mau bicara apa.
"Sudahlah, Kakak ipar apa kakak sudah mencintai Kak Suga? Dan apa Kak Suga ada tanda sesuatu?" tanya Yera.
Tania tidak tau mau menjawab apa. 'Tidak mungkin aku mencintainya dia saja menyebalkan dan juga dia juga tidak mungkin mencintaiku' batin Tania, wajah Tania menjadi murung.
"Tidak tau" ucap Tania, Tania juga bingung dengan pernikahannya harus di bawa ke mana antara perceraian atau bertahan.
Irana dan Yera menghela nafas kasar.
Dring
(pesan masuk)
"Kakak ipar siapa?" tanya Irana.
"Hakh, manisnya" teriak Irana melihat nama Suga di hp Tania.
Yera reflek menutup mulut adiknya saat semua orang melihat ke arah mereka.
"Kakak kalian bilang kapan kita akan pulang" ucap Tania.
"Emang ini jam berapa?" tanya Yera melihat jam di tangannya.
"Astaga sudah sore kita belum makan siang, kakak ipar bilang sama kak Suga kita akan pulang sebentar lagi sesudah kita makan" ucap Irana dan Yera mengangguk setuju.
"Baiklah" ucap Tania.
"Irana kirimkan foto kita tadi padaku" ucap Tania.
"Kenapa kakak ipar?" tanya Irana.
"Kakak kalian yang minta, foto itu saja kirimkan padanya" jawab Tania.
"Tidak bisa gitu kakak ipar, kak Suga itu orangnya teliti dari pada buat dia curiga lebih baik kita foto ulang" ucap Irana.
'Ribet amat tuh manusia satu' batin Tania.
"Baiklah" ujar Tania mengarahkan Hp nya untuk memotret mereka bertiga selesai langsung Tania kirimkan ke Suga.
Selesai makan mereka bertiga langsung pulang walau hari baru sore dan Suga belum pulang, dari pada nanti Suga marah bisa ribet urusannya itu pikir mereka bertiga.
Tania yang berada di kamar di kagetkan dengan Suga yang terbaring di sofa dengan mata tertutup.
'Astaga aku pikir siapa, dia kapan pulangnya, biasanya pulang malam dan ini masih sore' batin Tania.
"Kau sudah pulang ternyata" ucap Suga.
'Bukannya matanya tertutup pintu juga tidak ada bunyinya saat terbuka kenapa dia tau aku sudah di sini!' batin Tania.
"Apa kau tidak punya mulut!" ucap Suga bangun dan melihat Tania yang berdiri di pintu.
__ADS_1
"Iya suamiku aku sudah pulang" ucap Tania.
'menjengkelkan' batin Tania.
"Kemarilah" ucap Suga menepuk sofa di sampingnya.
'Dia menyuruhku untuk duduk di sampingnya! Yang benar saja' batin Tania.
"Kau tuli ya!" ucap Suga dingin.
"Baik suamiku" ucap Tania membuang nafas kasar.
"Kalian ke mana saja!" tanya Suga.
"Kami jalan jalan....." Tania menceritakan semua kejadiaan bersama Irana dan Yera tadi.
Saat mengingat lagi apa yang mereka bertiga bicarakan tadi membuat seketika muka Tania memerah.
"Kenapa mukamu merah begitu?" tanya Suga melihat muka Tania merah.
"Ti-dak ada suamiku, mana ada" ucap Tania memegang pipinya.
"Apa kau bertemu dengan pria itu?" tanya Suga curiga.
"Siapa?" tanya Tania bingung.
"Itu pria yang berbicara denganmu di pesta" ucap Suga.
"Akh Nicolas" ucap Tania mengingat Nicolas teman dekatnya itu.
"Apa!" ucap Suga menekan katanya.
'Dia kenapa sih!' batin Tania yang tidak tau Suga itu kenapa.
"Aku ingin mandi" ucap Suga dan memejamkan mata.
'Dia aneh, tiba tiba marah tiba tiba ngambek tiba tiba dingin tiba tiba biasa saja' gerutu Tania dalam hati.
"Sudah suamiku" ucap Tania, tanpa mengucapkan apapun Suga masuk ke kamar mandi.
Beberapa menit, ada teriakkan membuat Tania kaget menjatuhkan hpnya.
"Tania, handuknya mana" teriak Suga dalam kamar mandi.
"Baik suamiku"
'Untung tidak pecah' batin Tania.
"Ini suamiku" ucap Tania menyerahkan handuk tapi menoleh ke arah lain.
Tania tau kalu ini lagi lagi dejavu segera masuk ke kamar mandi membawa baju gantinya dan akan berganti baju setelah mandi di kamar mandi.
Di luar Suga suga tersenyum kecil melihat tingkah Tania.
Selesai dengan urusannya mereka turun ke bawa, belum waktu makan malam jadi Suga dan Tania duduk di ruang keluarga.
"Suamiku!" panggil Tania.
"Hmmm" saut Suga.
"Begini suamiku aku ingin meminta izin, ada saat aku mengajak semua karyawanku untuk berliburan bersama dan waktunya besok, apakah boleh?" tanya Tania.
"Apa ada pria?" tanya Suga melihat Tania.
"Tidak ada suamiku, semua karyawanku semuanya perempuan tidak ada pria" jawab Tania seadanya walaupun Tania berbohong pasti Suga akan segera tau.
__ADS_1
"Kapan?" tanya Suga.
"Besok pagi, aku juga akan pulang seperti biasanya" ucap Tania.
'Aku pulang gak pernah telat sebelum kau pulang pasti aku sudah pulang duluan, jadi izinkan aku' batin Tania memohon.
"Baiklah emang kemana?" tanya Suga.
"Kami akan jalan jalan sesuai keinginan karyawanku" jawab Tania.
"Baiklah" ucap Suga membuat Tania senang tapi kesenangannya tidak bertahan lama saat Suga mengatakan, "Jangan lupa mengirimkanku foto dan pesan, jangan cuba cuba untuk berbohong mengerti" ucap Suga mendekat ke Tania.
'Dia overprotektif sekali jauhkan dirimu, menjengkelkan' gerutu Tania dalam hati.
"Baik suamiku" ucap Tania menjaukan tubuhnya sedikit dari Suga tapi Suga memegang pinggang Tania membuat Tania tidak begerak.
Tania mengalah dan tidak ingin berdebat, dia tau kalu berdebat dengan pria ini pasti akan kalah.
'Singkirkan tanganmu dari pinggangku, sialan' gerutu kesal Tania dalam hati.
"Tuan muda, nona muda waktunya makan malam, silakan tuan muda nona muda" ucap Pak Gion.
"Baik Pak Gion" ucap Tania. 'Huh selamat terima kasih Pak Gion' batin Tania
Jangan tanya Suga dia sudah jalan lebih dulu tanpa mengucapkan apa apa.
Semua orang sudah berkumpul di meja makan.
Tanpa angin tanpa badai Suga membuka pembicaraan.
"Yera, Irana apa kalian bersama pria tadi pas kalian jalan jalan?" tanya Suga.
"Tidak kak, hanya aku, Irana, dan kakak ipar saja" jawab Yera dan Suga mengangguk saja.
'Dia lebih percaya pada adiknya dari pada istrinya, ets tunggu emang dia menganggapku istrinya' batin Tania.
"Kalian jalan jalan, kenapa tidak mengajak mama?" tanya Arana.
"Maaf ma itu mendadak, lain kali kami akan mengajak mama" ucap Tania.
"Mama tunggu" ucap Arana senang.
"Kakak ipar aku juga ya, aku ingin jalan jalan" ucap Lex.
"Kau tidak puas dengan jalan jalanmu itu" ucap Lucas.
"Ini beda pa, jalan jalan sama perempuan cantik itu menyenangkan benarkan kakak ipar!" ujar Lex.
Suga mendengar itu menjadi marah.
"Kita akan jalan jalan satu keluarga jadi atur jadwal kalian dan kalian mau ke mana" ucap Suga membuat semuanya tercengang.
Pria yang gila kerja ini mengatakan akan jalan jalan astaga venomena yang sangat jarang terjadi begitulah pikir mereka semua.
"Kak Suga serius, aku tidak salah dengarkan?" tanya Irana tidak percaya.
"Ah pasti Kak Suga salah bicara" lanjut Irana.
"Benar Suga?" tanya Arana.
"Kalu kalian tidak mau ya sudah" ucap Suga.
"Mau kami semua mau" ucap Irana, Yera dan Arana serempak.
-
__ADS_1
-
-