
“Benarkah? Kalu begitu gimana kalu kita tanyakan langsung ke orangnya, apakah istrinya ini akan dia ceraikan secepatnya?” balas Tania santai mengangkat hp.
Irana jelas ketakutan tapi dia bersikap seperti biasa.
“Kita tanyakan bersama-sama bagaimana?” ucap Tania semakin membuat Irana gemetar.
“Irana, kau kenapa biarkan saja dia tanya sama Suga!” ucap Dhea berbisik.
“Tapi kak Dhea, kalu kak Suga marah gimana!” ucap Irana berbisik.
“Tenang saja aku di sini, kau tenang saja” ucap Irana berbisik.
“Beritahulah, kalu memang kau yang akan malu!” ucap Dhea.
“Aku gak mungkin malu ini tokoku jadi biasa saja, baik aku telpon ya!” ucap Tania menelepon Suga, di teleponnya diberi nama Suamiku.
‘Sekretaris Ben sialan kenapa dia harus menamai dengan ini, seharusnya orang yang paling menyebalkan itu lebih baik’ batin Tania mengumpat melihat nama Suga di hp nya.
(Telepon terangkat, tidak ada suara)
‘Oh sudah terangkat kenapa dia tidak bicara, menyebalkan’ batin Tania.
“Halo suamiku, kau sedang apa!” ucap Tania bersikap manja di depan Irana dan Dhea.
“Ada apa!” ucap Suga dengan dingin.
‘Bisa tidak suaranya biasa saja kenapa dingin sekali’ batin Tania.
“Suamiku, apa kau sibuk! Ada yang ingin aku tanyakan, apa bisa ke toko?” tanya Tania manja.
‘Mual perutku, kalu bukan ada Irana disini aku gak mungkin mau bersikap manja dengan pria menyebalkan ini’ batin Tania
Tanpa berkata apa-apa telepon itu di tutup begitu saja dari seberang.
‘Kenapa di tutup! Jawab dululah baru di tutup, apa yang harus aku katakan’ batin Tania gelisah.
Tidak berapa lama bunyi notifikasi, pesan dari Suga.
“Aku akan ke sana tunggu!” pesan Suga singkat.
‘Nah gini dong jadi gak bingung aku’ batin Tania bernafas lega.
“Apa kata kak Suga?” tanya Irana.
__ADS_1
“Kata suamiku dia akan ke sini” jawab Tania membuat Irana semakin gemetar.
“Kenapa kau panggil Suga dengan suamiku terus? Apa kau tidak tahu malu!” ujar Dhea marah.
‘Dia yang tak tahu malu malah nyalahin orang. Ngaca nona biar tahu kebenaran’ gerutu kesal Tania dalam hati.
“Kau ternyata pengaduh ya, pengecut” ucap Dhea sinis melirik Tania.
Tania hanya bersabar mengelus dadanya.
‘Tidak berkacakah dia, dia yang pengecut membawa adik ipar’ batin Tania.
Beberapa lama, Suga datang dengan Sekretaris Ben yang selalu mendampingi Suga.
‘Sekretaris Ben selalu ada di samping pria menyebalkan itu’ batin Tania.
Tania, Irana, Dhea melihat kedatangan Suga.
Tania bersikap biasa saja, Irana yang sudah gemetaran dia tahu tindakan dia salah, Dhea tersenyum gembira.
“Irana kau di sini?” tanya Suga melihat adiknya berada di toko istrinya.
“Iya kak” ucap Irana.
“Aku yang mengajaknya” ucap Dhea menggandeng tangan Irana.
“Ada apa?” tanya Suga melihat Tania.
“ayo duduk dulu suamiku, sekretaris Ben” ucap Tania.
“Begini suamiku, aku dengar kalu kau akan menceraikan aku segera, benarkah!” tanya Tania.
Suga sudah tahu apa yang Tania akan tanyakan, Suga juga tahu Dhea akan datang ke toko Tania tapi yang tidak Suga sangka kalu Dhea akan mengajak adiknya.
“Dari mana kau dapat omong kosong seperti itu hah!” Ucap Suga marah.
“Suamiku, it-itu...
“Jawab yang jujur, siapa?” tanya Suga marah.
“A-aku hanya mendengarnya suamiku” ucap Tania gugup, Tania tidak tahu dia mendapatkan keberanian dari mana tadi.
“Irana, apa kau yang mengatakannya?” tanya Suga melihat adiknya gemetar ketakutan.
__ADS_1
Irana bersembunyi di belakang Tania, Irana sekedar melihat Suga saja tidak berani. Irana meneteskan air mata dan memegang baju Tania.
“K-kak aku minta maaf... Hiks... Hiks... Aku menganggap sa-saat kak Dhea kembali ka-kak Suga akan men-ce-raikan Kakak ipar... Hiks.. hiks..” jawab Irana dengan terisak isak di belakang Tania.
“Kenapa kau menyimpulkan begitu hah! Hah sudahlah, kemarilah” ucap Suga merintang tangannya untuk di peluk.
Irana masih tidak berani untuk mendekati Suga.
Tania berusaha membujuk Irana untuk mendekati Suga.
“Kak-ak tidak marahkan?” tanya Irana memastikannya sekali lagi, Suga menggelengkan kepalanya.
Pelan-pelan Irana memeluk Suga dengan erat.
“Maaf kak, hiks maaf aku salah hiks” ucap Irana yang tidak berhenti menangis.
“Iya, sudah sudah sekali lagi jangan seperti itu. Jangan menyimpulkan sendiri oke” ucap Suga mengelus kepala Irana.
‘Dia ternyata bisa bersikap lembut juga, eh tapi dia masih menyebalkan’ batin Tania, pikiran Tania sedikit berubah tentang Suga.
Suga bilang ke Tania kalu dia akan pulang mengantar Irana setelah itu kembali ke kantornya.
Bagaimana dengan Dhea?
Dhea pelan-pelan pergi dari sana tanpa meminta maaf, sekretaris Ben tahu tapi dia tidak mencegahnya di biarkan begitu saja.
Dari awal Suga pacaran dengan Dhea, sekretaris Ben sama sekali tidak suka.
Kenapa sekretaris Ben tidak suka?
Karena Dhea di mata Ben adalah perempuan ular yang hanya memanfaatkan kekayaan Suga saja, tanpa mencintai dengan tulus.
Saking tidak sukanya sekretaris Ben melirik Dhea selalu sinis.
Kalu sekretaris Ben tidak....
-
-
-
Jangan lupa like dan comment!
__ADS_1
-
-