Pernikahan Yang Tidak Terduga

Pernikahan Yang Tidak Terduga
BAB 22 - LIBURAN PART 3???


__ADS_3

Liburan part 3??


"Dasar tidak adil" ejek Lex.


Mira melihat sekeliling dan melihat kalu Tania sedang duduk sendirian.


Mira menghampiri Tania dan duduk di sampingnya.


"Kak Tania!" panggil Mira.


"Iya!" saut Tania.


"Kita duduk menjauh dari mereka, ada yang ingin aku bicarakan sama Kak Tania. Bisa!" ujar Mira. Tania mengangguk setuju.


Tania dan Mira menjauh dari semua orang dan memilih duduk di pandok yang tersedia di pantai itu.


"Aku tau kau menikah dengan Kak Suga karena apa!" ucap Mira membuat Tania kaget.


"Maksudnya?" tanya Tania bingung.


"Jangan pura pura Tania aku tau kau menikah dengan Kak suga karena untuk melunasi hutang perusahaan keluargamu. Aku benarkan?" tutur Mira.


'Bagaimana dia tau, apa pria itu yang mengatakannya? Selain pria menyebalkan itu dan Sekretaris Ben tidak ada orang yang tau, apa keluargaku! Tapi gak mungkin mereka mengatakannya' batin Tania.


Tania berfikir siapa orang sudah mengatakan tentang awal pernikahannya.


"Aku tau karena Kak Suga yang bilang padaku sendiri, Semuanya" ucap Mira menekan kata akhir.


"Kau seharusnya tau diri, kau itu cuman pelunas hutang saja jadi tau dirilah" ucap Mira meninggalkan Tania jalan menuju yang lain.


Mira menoleh kebelakang ke arah Tania.


“Dari ekspresimu menunjukkan kalu yang aku katakan benar” ucap Mira tersenyum miring mengejek Tania.


‘Dia ... pria menyebalkan itu yang bilang! Kenapa?’ Batin Tania bertanya tanya apa benar yang di bilang oleh Mira.


Semua orang sedang asik akiknya main, Tania sendiri dengan pikiran yang berkecambuk.


Melihat Suga dan Mira tersenyum bahagia, membuat wajah Tania makin suram.


“Aku ingin ke kamar” gumam Tania memegang lututnya.


“Kakak ipar! Ayo sini!” panggil Irana, Tania tidak menjawab panggilan Irana.


Karena tidak ada sautan dari Tania, Irana jalan menghampiri Tania.


"Kakak Ipar?" panggil Irana dan memegang bahu Tania.


Tania mendongakkan muka melihat Irana.


"Kakak ipar sakit?" tanya Irana melihat muka Tania yang pucat.


"Kakak ipar kenapa? Aku panggil Kak Suga ya!" tanya Irana. Tania menggelengkan kepala.


"Kakak ipar ke kamar saja istirahat" ucap Irana membopong badan Tania.


"Lanjut saja biar aku sendiri" ucap Tania menolak.


"Tapi kakak ipar ...."


Irana melihat kepergian Tania seperti permintaan Tania tadi, Irana tidak mengantar Tania ke kamar.

__ADS_1


"Dimana Kakak iparmu?" tanya Suga melihat sekeliling tidak melihat keberadaan Tania di sana.


"Kakak ipar ke kamar" jawab Irana.


"Kakak ipar mukanya pucat jadi ke kamar untuk ist...." belum selesai Irana bicara Suga pergi dan Sekretaris Ben mengikuti.


"Hiks ..... Hiks ..... Hiks ...." Tania menangis di pojok kamar.


Tok Tok Tok


Suara pintu di ketuk dengan keras, membuat Tania segera menghapus air matanya dan segera membuka pintu.


"Kenapa pintunya di kunci?" tanya Suga marah, mengatur nafasnya yang ngos ngosan.


"Maaf suamiku" ucap Tania menundukkan kepala.


"Jangan ada yang mengganggu" ucap Suga segera masuk ke kamar bersama Tania.


Sekretaris Ben mengiyakan perintah Suga dan berdiri di pintu.


Di dalam kamar, suasana hening tidak ada yang mau bicara Tania masih betah menundukkan kepalanya.


"Ada apa?" tanya Suga menatap dalam Tania.


"Tidak suamiku" jawab Tania.


"Sakit?" tanya Suga.


"Tidak Suamiku" jawab Tania.


"Apa yang dibicarakan oleh Mira padamu?" tanya Suga.


"Tidak ada Suamiku" jawab Tania.


"Istirahatlah" ucap Suga. Berdiri pergi keluar kamar.


"Kak Suga!" panggil Mira.


"Pergi" ucap Suga dingin dan datar.


"Kak Suga!" panggil Mira, Suga tidak mengirukan panggilan Mira.


"Minggir! Aku harus menghampiri Kak Suga jadi minggir" ujar Mira.


"Nona Tuan Suga tidak ingin di gangu silakan Nona pergi sekarang" ucap Sekretaris Ben dingin dan datar.


"Kau siapa hah jangan mengatur hidupku minggir" ucap Mira marah.


"Tuan Suga tidak ingin di ganggu silakan nona pergi" ucap Sekretaris Ben dingin dan datar.


"Lepas" ucap Mira menyingkirkan tangan Sekretaris Ben dengan kasar.


"Tuan muda!" panggil Sekretaris Ben.


Suga tidur di sofa tidak memperdulikan panggilan Sekretaris Ben.


"Tuan muda, Nona Mira ..... Wanita itu yang membuat Nona Muda seperti tadi" sambung Sekretaris Ben.


Tidak tau bagaimana Sekretaris Ben tau cerita yang sebenarnya padahal Sekretaris Ben tadi bersama dengan yang lain memainkan Voli pantai.


"Wanita itu mengetahui tentang pernikahan Tuan Muda dan Nona Muda dan memutar balikan cerita" sambung Sekretaris Ben.

__ADS_1


"Menurutmu sudah melawati batas?" tanya Suga tidak mengubah posisinya.


"Sudah Tuan Muda, Wanita itu mengatakan kalu andalah yang mengatakan padanya tentang pernikahan kalian" ucap Sekretaris Ben.


Suga yang mendengar itu seketika bangun dari posisi tidur.


"Pantas perilakunya berbeda" gumam Suga.


"Aku ke kamar" ucap Suga.


Suga jalan menuju kamar, melihat di dalam kamar dalam ke adaan gelap gulita. Walau gelap Suga masih sedikit melihat kalu Tania sedang tidur di atas ranjang.


Suga mendekat ke arah Tania melihat samar samar ada tetesan air mata di pipi.


"Kau percaya padanya dari padaku?" gumam Suga pelan menghapus air mata di pipi Tania.


Pagi harinya, Tania bangun dan melihat ke samping ada Suga.


"Sejak kapan dia pulang?" gumam Tania.


Tania bingung biasanya ada yang akan membangunkannya saat Suga datang.


Dengan pelan pelan Tania menyingkirkan tangan Suga dari pinggangnya.


"Mau kemana?" tanya Suga serak berat khas bangun tidur.


"Mau ke kamar mandi suamiku" jawab Tania gugup. Suga menyingkirkan tangannya.


"Cepat" ucap Suga lebih ke perintah.


"Iya suamiku" jawab Tania.


Tania buru buru pergi ke kamar mandi sebelum di larang oleh Suga yang suka memerintah.


"Gila ...." gumam Tania.


"Apa yang kau lakukan di kamar mandi?" teriak Suga.


Belum lima menit Tania di kamar mandi tapi sudah di teriak oleh Suga.


"Belum suamiku" teriak Tania.


"Tuh orang gak sabaran banget ..... baru juga bentar" gumam Tania kesal.


Lima menit kemudian Suga teriak lagi, bukan sampai di situ saja setiap lima menit Suga akan selalu teriak. Yang terlaluan lagi Suga menggedor gedor pintu kamar mandi karena tidak tahan Tania buru buru keluar kamar mandi rasanya Tania ingin marah sekarang.


"Duduk, ada yang ingin aku bicarakan" ucap Suga menepuk sofa di sampingnya.


"Apa yang di bicarakan oleh Mira padamu?" tanya Suga menatap dalam Tania.


Tania yang ditanya seperti itu jadi ter-ingat lagi apa yang di bicarakan Mira padanya.


Melihat ekspresi Tania Suga semakin yakin kalu apa yang di bilang Sekretaris Ben benar.


"Tidak ingin bicara ya sudah" ucap Suga dengan nada ngambek.


Suga berdiri dan jalan keluar kamar meninggalkan Tania yang masih termenung di tempat.


Tania melihat Suga keluar kamar semakin gelisah dia takut melakukan kesalahan.


-

__ADS_1


-


-


__ADS_2