Perubahan Sigadis Cupu

Perubahan Sigadis Cupu
bertemu dengan ratu bullying


__ADS_3

Karena tidak mau memperpanjang masalah, akhirnya aku memutuskan untuk pergi dan memilih untuk tidak melaporkan perbuatan rina ke guru BK.


Tapi tanpa mereka sadari ternyata sedari tadi ada yang menyaksikan perbuatan mereka dan ternyata itu adalah sinta.


"Ini nggak bisa di biarin, emang bener - bener yah si rina, mentang - mentang bokap dia Kepsek jadi dia bisa seenaknya gitu?" gumam Sinta.


"bel tumben banget sih lo nggak ngelawan sama si ratu bully itu," ucap Stella setelah sampai di lapangan.


"Yah lagi nggak pengen perpanjangin masalah, eniway tadi ada yang lihat nggak?"


"Kek nya nggak ada sih."


"Lo beneran kan?"


"Iya."


"Eh tapi kok Sinta nggak kelihatan yah?" tanya ku dan Stella hanya mengangkat bahunya.


"Woy," teriak seseorang.


"Eh elo sin, gua kirain siapa."


"Hehe iya."


"Oke anak - anak, hari ini ibu akan memberitahukan nama pasangan - pasangan yang akan mengikuti lomba dansa, tapi sebelumnya ibu mau minta maaf karena ibu tidak mempunyai banyak waktu jadi nama - nama nya akan ibu tempel di papan informasi, tapi yang ikut lomba dansa cuma 10 pasangan yah," ucap bu Rani.


Setelah selesai Bu Rani memberikan pemberitahuan semua sisiwa pun berhamburan pergi ke papan informasi.


"What? nggak, ini nggak mungkin," teriak salah satu siswi yang tak lain adalah Rina.


"Kenapa sih?" tanya Mia teman Rina


"Nih, masa si cupu dansa sama bebep Nando sih," ucap rina kesal.


"What?" Ucap Mia dan Nadya kompak.

__ADS_1


"Trus lo sama siapa?" tanya Nadya.


"Gue sama Reno."


"Yaudah, kalau lo nggak terima mending lo bilangin aja ke Nando, lagian Nando juga pasti nggak mau lah dansa bareng si cupu."


"Yaudah ... cap cus," ucap rina sambil berjalan ala ondel - ondel.


Tapi saat di perjalan tanpa sengaja Bella menabrak rina.


"Aws ...," ringis Rina.


"Maaf ...," ucap Bella.


"Mau lo apaan sih? kenapa coba lo selalu muncul di hadapan gue setiap gue lagi esmosi?" ucap rina dengan muka merah karena menahan amarah.


"Emosi rin," tegur Mia.


"Seterah gue lah."


"Terserah rin," kali ini bukan Mia yang menegur tapi Nadya.


"Lah emang bisa rin? bukannya lo cuma satu? tapi kok lo ngomong nya gebukin? kan gebukin itu artinya banyak orang," ucap Mia asal.


Melihat perdebatan antara sahabat tersebut bella, sinta, dan Stella pun hanya menahan tawa.


"Ngapain lo bertiga nahan tawa?" tanya rina ketus saat menyadari keberadaan mereka bertiga.


***


"Eh, nggak papa kok, iyah kan?" Ucap Bella sambil melirik kedua sahabatnya, sedangkan yang di lirik hanya cengingiran.


"Minggir ...."


Mereka bertiga pun langsung minggir, dan rina dan temannya pun langsung lewat ala ondel - ondel, eh maksud author ala model jadi - jadian.

__ADS_1


Setelah rina pergi mereka betiga pun memutuskan untuk pergi ke papan informasi, tapi saat di jalan tanpa sengaja mereka bertemu dengan Nando.


"Woi cupu," ucap Nando ketus sambil melihat keberadaan Rahma dan temanya.


"Lo manggil siapa sih?" tanya sinta.


"Panggil teman lo."


"Yaudah, emang buat apaan?"


"Buat di caci maki."


"Tuh mulut di jaga yah, enak bener mulut lo mau caci maki temen gue," ucap sinta tak terima.


"Serah gue dong, mulut - mulut gue juga," ucap Nando dingin dan langsung menarik paksa tangan bella meninggalkan sinta dan Stella.


***


"Eh cupu, denger yah gue itu nggak mau dansa barengan sama lo," ucap Nando menatap tajam ke arah bella sementara yang di tatap hanya bisa menunduk diam mematung.


"Lo denger gak sih gue ngomong?" tanyanya ketus.


"Tapi aku nggak tau kalau aku juga bakalan di ambil dalam lomba dansa ini," ucap bella yang masih menunduk.


"Gue minta sama lo buat ngundurin diri dari lomba ini."


"Tapi aku nggak bisa, karena ini juga permintaan dari kedua orang tua aku."


"Heh kalau ngomong itu lihat gue," ucap Nando sambil mencekram dagu Bella dan mengangkatnya ke atas agar Bella bisa melihat wajahnya.


'Manis sih, tapi sayang cupu dan kampungan,' batin Nando.


"Maaf," lirih bella tanpa sadar air matanya jatuh ke pipi chabby miliknya.


Sedangkan Nando yang melihat air matanya bella tiba - tiba dia teringat akan pesan ibunya, karena walau bagaimana pun Nando juga mempunyai hati yang tak bisa melihat air mata seorang perempuan.

__ADS_1


"Yaudah, entar malam lo bisa dansa bareng gue, tapi ingat jangan pernah lo maluin gue entar malam," ucap Nando dingin dan berjalan meninggalkan bella sendirian di belakang perpus.


***


__ADS_2