
"Lo bakalan nyesel," ucap Bella sambil memegang pipinya lalu menatap tajam ke arah Rina.
"Lo ngancem gue? gue gabakalan takut, emang Lo siapa hah?" Rina bertanya dengan nada mengejek.
"Gausah di ladenin rin, ehh entar malam jangan lupa yah untuk datang di acara ulang tahun anak pemilik sekolah alias majikan dari bella," ujar sinta mengingatkan Rina dengan suara yang sangat tenang, karena dia takut rencana yang mereka susun rapi akan terbongkar begitu saja tanpa ada kejutan sedikit pun di dalamnya.
"Tenang aja gue bakalan datang, lagi pula bokap gue tuh kepsek jadi gak mungkin lah kalau gue gak datang," ujar rina dengan bangga,sedangkan Stella hanya tersenyum simpul menatap rina yang sedang membanggakan dirinya dan Ayahnya.
"Yuk Stel, bel kita cabut," ucap Sinta lalu menarik tangan kedua sahabatnya tak lupa pula dirinya memberikan senyum ramah kepada rina.
***
Kini jam pulang sekolah telah tiba, dan menandakan pukul 4 sore telah tiba dan waktu mereka untuk mempersiapkan diri hanya 3 jam dan di bantu oleh Viana.
"sin lebih baik Lo duluan deh yang di make over sama Bunda, soalnya gue masih mau milih dress, Lo kan udah jadi tinggal di make over lagi terus ganti pakaian," ucap Stella yang kebingungan memilih baju yang di sediakan untuk mereka bertiga yang di ambil dari butik milik Viana.
"Tapi dress nya cocok gak sama gue?" tanya sinta sambil memperlihatkan dress yang dia pilih, dress berwarna coklat susu selutut dengan lengan transparan dan di bagian perutnya di berikan bunga berwarna coklat tua.
"Cocok lah, lagian kulit lo juga putih jadi cocok aja sama warna apapun, apalagi ini dress-nya dari butik ternama disini pasti cocok banget lah," jawab Stella cepat.
"Tapi Bella kemana? Kok gak kelihatan?" Tanya sinta berturut - turut.
"Lagi mandi jadi mending Lo di make over duluan, lagian Bunda juga mau ngurusin abel kan?"
"Iya sih, yaudah gue duluan deh," pasrah sinta lalu berjalan menuju Viana yang sudah dari tadi menunggu.
"Gue milih yang mana yah? bingung banget rasanya pilihannya banyak banget mana dress nya keluaran terbaru lagi, ishhhh sebell." Stella bingung sendiri hingga dirinya stres memikirkan dress yang ingin dirinya pakai.
Asik memilih - milih dress yang akan dia pakai tak sengaja dia melihat dress yang berwarna marun dengan model seperti dress yang di pilih Keysa tetapi bunga - bunga sebagai hiasannya berwarna putih.
"Keren banget...," Puji Stella sambil melihat dress tersebut dengan mata berbinar.
Sekitaran 30 menit akhirnya sinta telah selesai, namun Bella belum juga selesai mandi karena kelamaan menghilangkan bedak yang berwarna kecoklatan serta make-up yang dirinya gunakan untuk merubah warna kulit serta wajahnya agar terlihat sangat kampungan.
Kini 20 menit telah berlalu dan Stella hampir selesai di make over Viana, dan Bella baru selesai membersihkan dirinya. Dia pun berjalan ke tempat pengganti pakaian sambil melihat dress yang akan dirinya pakai tapi dia bingung harus memakai dress yang mana karena terlalu banyak pilihan yang harus dia pilih.
Tak terasa kebingungan Bella sudah kelamaan hingga tak di sadari Bunda-nya sudah berada di dekatnya karena kelamaan menunggu dirinya.
***
Jam telah menunjukan pukul 18:48 dan Bella belum juga keluar dari kamarnya padahal Ayah dan Bunda-nya sudah berangkat sekitaran 3 menit yang lalu.
__ADS_1
"sin... bell mana sih, Kok kelamaan banget yah?" tanya Stella sedangkan sinta hanya menggerakkan bahunya untuk menjawab pertanyaan Stella.
"Kelamaan yah nunggunya?" tanya bella yang entah sejak kapan berada di belakang mereka berdua.
"Ehh bell ko...-" Stella berucap sambil membalikkan badan namun ucapan terpotong karena kaget dan kagum atas keberadaan Bella yang ada di depannya dan tangannya tak berhenti memukul - mukul pelan tangan sinta.
Sinta yang sedang asik menonton drakor kini kesal karena merasa terusik akibat tangannya yang di pukul pelan oleh Stella. "Lu tuh kenapa sih Stel ganggu aja tau nggak gue lagi as...-" ucapan sinta terpotong karena melihat Bella yang terlihat sangat anggun, dirinya pun tertegun melihat penampilannya.
"Masih mau marah - marah gak jelas?" tanya Stella dengan nada mengejek, sinta pun dengan cepat menggeleng lalu berkata, "Kalau aja gue cowok Bella gue bakalan ngejar lo sampe lo jadi gebetan gue pokoknya gaboleh sampe putus, kalau putus leher Shella bakalan gue kasih putus juga deh." Ngawur sinta.
Bella yang kebingungan pun semakin heran mendengar ucapan sinta yang ngawur.
"Cantik bener deh lu sumpah, kita aja yang udah sering liat muka asli lu masih aja gak kenalin lah gimana mereka yang gapernah liat muka asli lu, eh tapi pernah sih waktu itu ngadain acara ulang tahun sekolah, tapi tetap aja gak secantik sekarang," ucap Stella panjang lebar sambil menatap Bella dari atas hingga bawah dengan tatapan kagum.
Rambut yang di sanggul dengan menyisakan anak rambut, anting yang terlihat elegan serta kalung yang terlihat sangat sederhana namun memiliki liontin yaang sangat indah berwarna putih
Rambut yang di sanggul dengan menyisakan anak rambut, anting yang terlihat elegan serta kalung yang terlihat sangat sederhana namun memiliki liontin yaang sangat indah berwarna putih, dress berwarna hitam dan high heels berwarna hitam tak lupa pula dengan tas selempang berwarna putih yang ia gantung di pundaknya menambah kesan yang sangat elegan.
"Stell jangan natap gue kek gitu ihh," kesal Bella.
"Iya deh iya, yaudah yuk tadi Bunda, Ayah, dan abel udah berangkat duluan," ucap Stella.
"Yaudah yuk kita berangkat juga, gue yang nyetir yah," ucap Bella.
"Iya, yaudah ayuk ini udah jam enam lewat dua puluh lima menit nanti bakalan telat." Ucap Bella lalu menarik Kudus tangan sahabatnya itu menuju ke garasi mobil, disana sudah ada pak Dudung yang menunggu mereka.
"Pak jalan," ucap Stella ketika sudah berada dalam mobil.
"Baik non," jawab Pak Dudung.
***
Sekitar 25 menit dalam perjalan akhirnya mereka sampai di depan gerbang sekolah dengan selamat, banyak sepasang mata yang melihat mereka karena penasaran.
"Stel, Key turun gih," ucap Bella. Stella dan Sinta pun turun.
'Itu Stella dan Sinta yah cantik banget.'
'Njir si sinta kelihatan cewek banget.'
'Si Stella cakep anjirr.'
__ADS_1
Terdengar bisikan di telinga Stella dan sinta tapi mereka mengabaikannya, tak lama kemudian akhirnya bella keluar dari mobil banyak yang menatapnya kagum tapi banyak juga yang menatapnya dengan tatapan iri.
'Itu pasti anak pemilik sekolah, soalnya tadi gak sengaja gue dengerin pembicaraan kepsek dan kepala yayasan bahwa anaknya berangkat dengan Stella dan sinta.'
'Siapa pun tuh cewek, gue iri banget.'
'Gue kita adeknya cakep, eh tau nya Cakepan kakaknya njir.'
'Tadi gue ngeliatin anak kepala sekolah yang kecil cakep banget sampe - sampe gue pengen nungguin dia gede, eh tau - taunya udah ada yang gede mana cakepnya ngalahin Adel nya pula.'
Bisikan terus terdengar di telinga mereka dari mereka turun dari mobil hingga berjalan menuju lapangan.
"Stella, sinta...," panggil seseorang yang berada di belakang mereka, yang mereka kenali dari suaranya adalah runa akhirnya mereka bertiga pun menoleh.
"Kenapa?" Tanya Sinta.
"Siapa?" Rina bertanya kembali kepada mereka berdua sambil melirik Bella.
"Anak pemilik sekolah," Jawab Stella apa adanya.
"Beneran lo?" tanya rina memastikan.
"Terus kalau bukan siapa lagi? tanya sinta mulai jengah.
"Soalnya cantik banget, mana make-upnya natural banget tapi masih aja terlihat elegan," puji sinta.
"Makasih... lo juga cantik kok," ucap bella.
"Kok suaranya gak asing?" tanya a sedangkan mereka hanya menggidikan bahu acuh.
"Kita duluan yah, Ayah sama Bunda udah nungguin katanya tadi jangan lama nyusulnya," ucap Bella lalu menarik kedua tangan sahabatnya untuk pergi.
***
Saat ini mereka bertiga sedang duduk di barisan kedua dari depan, karena mereka tidak mau berada di depan.
"Udah beres semua belum sin?" tanya Stella memastikan.
"Udah kok," Jawab sinta.
"Tapi yang gue mau rencana ini di laksanakan setelah acara ultah gue selesai, kalau di laksanain-nya sekarang nanti bakalan hancur," ucap Bella memberitahukan mereka.
__ADS_1
"Siap ibu negara," jawab mereka kompak.