Perubahan Sigadis Cupu

Perubahan Sigadis Cupu
ngeprank Bella


__ADS_3

"Ojek Bang," ucap Bella sedikit berteriak agar yang dia teriaki mendengarkan suaranya.


"Mau kemana Neng?"


"Mau ke pasar malam terdekat Bang," ucap bella sedangkan ojek tersebut langsung menjalankan motornya menuju pasar malam terdekat.


***


"Hufh akhirnya sampai rumah juga," ucap Bella menarik nafas legah.


"Ini beneran rumah Eneng?"


"Yah beneran lah Bang, masa iya saya bohong."


"Wah bagus pisan Neng, udah bagus besar pula," ucap ojek tersebut menatap rumah bella dengan kagum.


"Oh iyah banga saya masuk dulu, ini uang ojeknya," ucap bella sambil memberikan uang merah dua lembar.


"Ini kebanyakan Neng."


"Eh nggak papa Bang, yaudah saya masuk yah dulu," ucap bella sambil menenteng tas belajaannya yang berisi tiga boneka doraemon yang berukuran lumayan besar.


"Iya Neng, makasih yah," ucap ojek tersebut tapi Bella sudah tak mendengarnya karena dia sudah masuk kedalam rumah, sedangkan abang ojek tersebut langsung menancap gass motornya untuk pulang.


***


"Eh anak Bunda udah pulang?" tanya Viana.


'Belum' batin Bella, "iya Bun," ucap Bella tersenyum tipis.


"Loh - loh, ini kok gini," ucap Viana sambil memegang baju Bella yang sudah terganti dengan pakaian yang lusuh.


'Duh gue lupa ganti lagi' batin bella "Iya Bun, soalnya tadi ada urusan," ucap bella bohong.


"Ini apaan?" tanya Viana menatap tas belanja milik bella yang berisi tiga boneka doraemon.


"Boneka," jawab bella.


"Buat?"


"Udah yah Bun, introgasinya besok lagi soalnya Bella lelah banget," ucap bella lalu melangkah pergi menuju kamarnya, sedangkan Viana hanya geleng - geleng kepala.


***


Hoam ...!


bella merasa terusik dari tidurnya karena merasa kepanasan akibat matahari yang memancarkan sinarnya tanpa merasa malu sedikit pun.


"Duh matahari kok kamu tega banget sih," ucap bella yang sudah seperti orang gila.


"Astaga aku telat," ucap bella lalu berlari ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandi nya.


***


"Pagi Mbok," sapa bella saat melihat ART di rumahnya sedang membersihkan dapur.


"Pag- hahahaha" ucap Mbok ina terpotong dan langsung tertawa terbahak - bahak saat melihat Bella.


"Kok Mbok ketawa sih?" tanya bella cemberut.


"Non mau kemana?" tanya ina.


"Ke sekolah lah Mbok, masa iya ke mall," ucap bella enteng.


"Nggak salah Non?" tanya ina.


"Yah enggak lah."


"Non masa mau ke sekolah Rambutnya masih di sanggul gitu sih? terus itu juga sendal masa iya make sendal skiway sih Non," ucap ina sambil tertawa terbahak - bahak, sedangkan bella hanya menepuk jidat lalu berlari ke kamar.


***


Saat ini bella sudah berada di gerbang sekolah dan semua siswa sudah banyak yang datang karena jam sudah menunjukan pukul 06:55.


"Pagi bel." sapa Stella yang sudah merubah penamailan ala model.


"Pagi Stel, wih tambah cantik aja Lo," ucap bella.


"Sinta udah datang belom?"


"Yeh mana gue tau, gua aja baru datang," ucap bella sewot.


"Nggak usah seqot gitu kalli," ucap Stella yang tak kalah sewot, lalu mereka berdua saling pandang dan tertawa.


"Kok gue jadi gila sih?" tanya Stella.


"Dari dulu," jawab Bella enteng.

__ADS_1


"Nyebelin," ucap stella mengerucutknan bibirnya.


"Eh gue ke toilet dulu yah," ucap bella.


"Ngapain?"


"Ada yang ketinggalan semalam, o iya ini gue nitip tas yah," ucap bella sambil memberikan tas nya lalu pergi berjalan menuju Wc.


"Foto copy kartu keluarga yang di suruh ada nggak lo bawa?" tanya Stella sedikit berteriak, tapi Bella sudah tak mendengarnya karena dia sudah berlaru menuju Wc.


***


"Uh akhirnya belum hilang ni hendphone," ucap Bella saat berada di dalam Wc, saat sudah mendapatkan hendphonenya akhirnya dia berjalan untuk keluar dari Wc.


"Eh ada cupu nih," ucap Mia.


"We cupu lo denger kita nggak sih?" tanya Nadya.


"Penting?" satu kata yang keluar dari mulut bella yang berhasil membuat dua orang tersebut marah.


"Heh lama - lama lo itu makin ngelunjak yah," ucap Rina yang baru keluar dari Wc sebelah.


"Udah rin sikat aja," kompor Mia.


'Enak aja, emang lo fikir gue pakaian apa,' batin bella.


"Astaga kartu keluarga gue di dalam tas," gumam Bella.


"Lo ngomong apaan sih?" tanya Mia.


"Nggak penting, awas gue mau lewat," ucap bella.


"Enak ener lo ngomong lewat, nggak boleh soalnya gue ada kejutan buat lo," ucap rina lalu membisik kedua temannya.


"Oke" ucap Mia dan Nadya kompak lalu pergi meninggalkan Wc.


'Mereka ngerencanain apa sih?' batin bella bertanya - tanya.


Tiba - tiba Mia datang dengan membawa sebuah jus durian yang baunya sangat menyengat dan tak lupa juga dia membawa telur busuk dan tepung.


'Owh astaga, mampus gue.'


"Permainan kita mulai," ucap Rina dengan senyum liciknya.


Byur ...!


"Dingin Rin," ucap Bella yang merasa kedinginan karena di siramkan segelas jus durian yang sangat dingin.


Prak ...!


Suara pecah telur terdengar jelas di telinga Bella karena Rina melemparkan telur busuk tepat di kepala Bella.


"Ups, sorry ... sengaja," ucap rina lalu melempar tepung ke muka bella.


"Ya ampun cupu kok cantik banget sih," puji rina berbohong.


"Eh salah, maksud gue tuh udah jelek tambah jelek, udah bau tambah bau lagi," ejek Rina sedangkan Bella hanya berdiam diri dan meneteskan air mata.


"Udah yuk kita tinggal aja," ucap rina lalu pergi meninggalkan bella sendirian.


"Astaga bella lo kenapa penuh tepung gini?" tanya sinta yang baru saja datang ke Wc.


"Gue nggak papa sin," ucap Bella tersenyum.


"Lo tunggu disinin gue ambilin lo baju ganti dulu," ucap Sinta lalu meninggalkan Bella.


***


"Bella bawa kartu keluarga gak yah," gumam Stella.


"Gue periksa aja deh," ucap Stella lalu memeriksa tas Bella dan mendapatkan foto copy kartu keluarga laku dia mengambil dan membacanya.


"Apa? jadi bella itu anak pemilik sekolah ini? gue punya rencana nih," ucap Stella dengan senyun liciknya.


Tak lama setelah Stella mengatakan ia mempunyai rencana Bella dan Sinta pun datang dan melempar senyuman kepada Stella tapi hanya di balas dengan tatapan tajam dan muka yang datar mengalakan tripleks.


'Stella kenapa yah?, oh astaga kartu keluarga gue,' batin bella dengan muka yang terkejut karena Stella memegang kartu keluarganya.


"Kenapa? Lo kaget?" tanya Stella dengan nada dingin dan sudah pasti Bella mengetahui apa yang di maksud Stella tapi tidak dengan Sinta dirinya sama sekali tak mengetahui apapun.


"Stel gue bisa jelasin," ucap bella dengan nada memalas.


"Nggak perlu, dan nggak penting juga," ucap Stella dingin.


"Tap-" belum sempat berbicara Stella pun langsung memotongnya.


"Gue bilang yah enggak, ngerti bahasa nggak sih?" bentak Stella dan membuat bella bungkam.

__ADS_1


"Maaf ...," hanya itulah yang bisa keluar dari mulut Bella yang terasa kaku untuk berbicara karena mendapat bentakan, karena baru kali ini dia di bentak oleh seseorang karena Ayah dan Bundanya saja tak pernah membentaknya.


"Basi," sinis Stella.


Tak terasa bel pun berbunyi untuk kedua kalinya karena selesai mereka melakukan perdebatan mulut bel pun berbunyi dan guru pun masuk, dan sekarang sudah bel yang kedua dan menandakan bahwa saatnya untuk istirahat.


"Stella masih marah nggak yah?" tanya bella pada dirinya sendiri hanya dengan gumaman.


"Menurut lo," ucapnya sinis lalu pergi keluar meninggalkan Bella yang masih menunduk dan menarik tangan Keysa untuk keluar kelas.


***


"Eh sin gue punya Rencana," ucap Stella.


"Rencana apaan? itu juga tadi kenapa lo nebentak bella coba?"


"Udah ikut aja, kita akan buat pertunjukan hebat buat Bella sebelum ulang tahun Sekolah nanti," ucap Stella dan Sinta hanya mengangguk mengiyakan karena bagaimanapun dia tetap satu jalan fikiran dengan Stella.


Dan tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat mereka berbincang, dan mendengarkan semua pembicaraan mereka dengan mata yang mulai berkaca - kaca.


Dan setelah itu Bella kembali ke kelas, niatnya mau ke kantin tak jadi, karena mendengar pembicaraan sinta dan Stella sewaktu dia ingin pergi ke kantin, tapi bekum sampai dia ke kelas tiba - tiba ada yang berbicara memohon bahwa semua siswa di harapkan ke lapangan karena akan ada pertunjukan hebat.


Dan tanpa aba - aba bella pun segera kelapangan akibat rasa penasaran yang terus mengganggu fikirannya.


Saat dirinya sampai tiba - tiba dia terkejut karena seseorang memutar videonya yang sedang berada di depan wc tadi pagi saat dirinya di bully oleh Rina.


"Hahaha ... rasain lo cupu, suruh siapa tak tau diri."


"Ish menjijikan."


"Owh astaga jlek banget sih muka dia.'


Itulah perkataan yang masuk dalam telinganya, dan saat dia ingin berbalik untuk kembali kekelas tiba - tiba da kaget melihat seseorang yang tak jauh dari keberadaannya.


"Eh gue minta videonya dong, sumpah tu cewek mukanya jelek banget," ucap Cewek tersebut yang tak lain adalah Stella yang sedang berbicara dengan rina and the gengs.


"Enggak ah, gue nggak mau entar lo lapor lagi," tolah rina cepat.


"Aelah santai aja kalli, gue gak bakalan lapor, malah gue dan Sinta bakalan bantuin lo buat ngeluarin tuh si cupu dari sekolah ini, iya kan Key," ucap Stella dan di angguki oleh sinta.


"Buktiin dong," ucap rina enteng.


"Oke," ucap stella tegas.


"Eh tuh kebetulan cupu lewat, gue mau lihat lo berdua bully dia," ucap rina mentapan kearah Bella dengan tatapan jijik sekaligus senang.


Tak lama kemudia Stella dan Sinta datang ke arah Bella dan itu membuat bella segera berjalan cepat menuju kelas tapi terhenti.


"Eh cupu mau kemana? mau ke kelas yah?" tanya Stella dengan senyum licik sedangkan yang di tanya hanya diam.


"Eh lo denger nggak sih gue ngomong?" tanya Stella ketus dan mencengkam kuat dagu Bella.


"Lo kenapa Stel? gue salah apa?" tanyanya dengan air mata yang mulai berjatuhan.


"Gue mau lo keluar dari sekolah ini,, salah lo adalah karena lo percaya sama kita berdua," ucapnya.


"Tapi gue nggak mau keluar dari sekolah ini, lagian lo itu kan sahabat gue," ucap Bella yang masih setia dengan airmata.


"Apa lo bilang? sahabat? ish gue nggak sudi kalli," ucap Stella ketus.


"Tap-"


"Lo ingat yah, gue sama Sinta itu nggak pernah tulus jadi sahabat lo, jadi jangan pernah deh lo nganggap kita tulus buat sahabatan sama lo,"ucapnya sinis lalu melepaskan cengkamanya pada dagu Bella dan kembali berjalan menuju Rina, sedangkan rina hanya tersenyum mengartikan bahwa dia menang.


"Gimana? Lo mau kan ngasih videonya?"


"Yah oke, gue kirim sama lo sekarang juga," ucap rina lalu mengotak atik hp nya.


"Oke thanks, gue cabut dulu," ucap Stella dan pergi meninggalkan rina dan menatap bella sebentar lalu kembali melanjutkan jalannya dan di susul sinta yang berada di belakangnya.


Sedangkan Bella hanya menundukan kepala lalu berjalan ke kelasnya, tapi saat tiba di kelas, dia heran mengapa tasnya sudah tak ada di tempat duduknya.


"Lo nyari tas lo?" tanya seseorang yang bersuara cowok dengan nada dingin.


"Iya," jawab bella berbalik dan ternyata itu adalah raka.


"Tadi gue lihat di bawa sama Stella ke tempat pembuangan sampah," ucap nya dengan naa dingin dan sekaligus muka yang datar.


"Makasih yah," ucap Bella memperlihatkan deretan giginya yang rapi dan putih, lalu pergi meninggalkan kelas menuju pembuangan sampah.


Saat dia tiba di tempat pembuangan sampah, dan benar saja bahwa tas nya ada di sana yang tergeletak dengan di penuhi sampah yang bersarakan, dan terlihat kertas putih di atas tas tersebut, Rahma pun mengambil tasnya dan membaca isi kertas tersebut.


☆☆☆


Gue sengaja taru tas lo di sini biar lo sadar kalau lo itu lebih pantas di tempat seperti ini, karena lo itu tak lebih dari seorang 'SAMPAH.'


By ; Sahabat palsu lo.

__ADS_1


☆☆☆


Itulah isi dari surat tersebut, dan kata - kata it membuat hati Bella sperti teriris - iris, tapi walau bagaimana pun sifat mereka itu tidak masalah bagi bella karena bagaimanapun merekalah yang membantu Bella selama dia kesusahan, dan membantunya selama dia butuh pertolongan kala dia sakit di sekolah ini.


__ADS_2