
Malam pun telah tiba, dan saat ini keluarga kecil itu sedang berkumpul di ruang keluarga.
"Bun... Bella mau nanya boleh nggak?"
"Boleh sayang emang mau nanya apa?"
"Bunda tadi siang kenapa nangis saat dapat surat dari pemilik pondok tempat aku mewawancarai?" tanya bella dan pertanyaan itu berhasil membuat bungkam mulut suami istri tersebut.
"Bunda...."
"Eh- emn ini mungkin udah saatnya kamu tahu sayang."
"Emang yang aku nggak tahu apa Bun?"
"Sebenarnya ustdzah umi yang kamu bilang itu adalah ibu kandung bunda," ucap Viana menjlaskan.
"Tapi kok kata ustadzah umi masa lalu jangan di benci?"
"Oke bunda bakal ceritain ke kamu...,"
FlashBack on.
Terlihat empat orang yang tengah duduk berbicara serius di ruang tamu.
"Jadi apa maksud kedatangan kamu kesini nak?" tanya pria paruh baya.
"Saya kesini untuk melamar salah putri sulung abah," jawab pria tersebut.
"Silahkan tanya langsung kepada Viani karena keputusan berada di tangannya," ucap pria paruh baya itu.
"Aku siap kok Bi, tapi bagaimana dengan Aisyah?" Jawab Viana dan kembali bertanya.
"Memangnya ada apa dengan adikmu nduk?" tanya wanita paruh baya.
"Aisyah juga menyukai mas Asnar umi," ucap Viana lesuh.
"Aisyah nanti umi yang mengurus kamu tenang saja nduk."
"Makasih umi, abi," ucap Viana lalu memeluk kedua orang tuanya tersebut sedangkan Asnar hanya tersenyum melihat kluarga tersebut yang sebentar lagi akan menjadi keluarganya juga.
***
Hari ini adalah pernikahan di laksanakan, dan pernikahan tersebut di laksanakan di mesjid yang berada di pesantren milik orang tua Viana.
Saat ingin melaksanakan ijab qobul, tiba - tiba Aisyah datang mengancaukan pernikahan tersebut dengan mempermalukan Viani dengan menarik hibab mikinya di depan para santri dan di depan para keluarga besar, serta merobek pakainnya dan membuat aurat wanita mulia tersebut terlihat oleh banyak pasang mata.
"Itu akbat karena mbak telah menerima lamaran mas Asnar mbak," ucqp Aisyah murka.
Sedangkan Viana yang telah terlihat pakaian dalamnya sudah menangis dengan cepat Asnar membuka surban serta jas yang dia gunakan untuk menutupi tubuh gadis pujaannya.
Di sisi lain wanita paruh baya sudah menangis karena merasa gagal menjalankan tugasnya sebagai orang tua. Karena aurat anaknya yang sahursnya di tutupi kini terbuka akibat putri bungsunya.
__ADS_1
PLAK
PLAK
Dua tamparan di layangkan oleh abi bella dan mengenai pipi Aisyah yang membuat pipi tersebut membakas hingga membiru.
"Viana cepat kamu bereskan barang - barangmu dan menikahlah di kantor agama nak, dan sekalian ganti bajumu menjadi baju yang layak," ucap sang abi yang masih menahan amarah terhadap putri bungsunya.
"Viana pamit... assalamu'alaikum," ucap Viana lalu pergi kerumah dan segera membereskan barang - barangnya serta mengganti pakaiannya dengan pakaian yang layak pakai lalu menghampiri Asnar yang telah menataonya sendu.
Dan segera mereka masuk ke mobil dan meljukannya ke tempat hiasan pengantin lalu lanjut menuju KUA.
FlashBack off.
Mendengar cerita bundanya membuat bella kaget, ternyata masa lalu bundanya begitu kelam.
"Berarti kak Aisyah itu tante aku dong bun?"
"Iya sayang."
"Tapi waktu Bella mewawancarai disana kak Aisyah seperti orang baik banget bun, malahan dia yang menjadi pengurus santri baru masuk," jelas Rahma.
"Iya Aisyah memang orangnya baik, hanya saja dulu dia di butahkan oleh cinta dan harta yang dimiliki oleh ayahmu," terang Viana.
"Tapi kayaknya sekarang Aisyah tuh udah tobat deh bun, buktinya dia selalu ramah sama anak santri disana," ucap Bella lagi.
"Udah nggak usah dibahas, bunda juga udah maafin Aisyah kok."
***
Hari - hari berlalu dan hari ini adalah hari dimana Bella ulang tahun, tapi ulang tahunnya di rayakan pada jam tujuh malam.
"bel," panggil Stella.
"Hum," dehem bella.
Yah saat ini mereka sedang berada di sekolah untuk persiapan sebentar malam.
"Lo punya adik yah?"
"Kok lo tau?"
"Soalnya kata sinta kemarin dia lewat rumah lo, dan tak sengaja dia lihat anak kecil kalau ggak salah umurnya sekitar enam tahunan sedang main sama bonyok lo,"jelas Stella.
"Iya gue punya adik, dan entar malam dia juga bakalan di kenalin, mama sama kaka angkat dia juga udah di sewain apartemen sama Ayah dan mereka juga udah di kasih salah satu butik milik Bunda." ucap Bella.
"Ohh, terus udah tes DNA?"
"Udah."
"Hasilnya?"
__ADS_1
"Yah dia adik gue lah,, eh entar malam gue barengan kalian yah."
"Iyah."
"Sinta mana?"
"Noh," tunjuk Stella kepada sinta yang sedsng berjalan manuju ke tempat mereka berbicara.
"Makan nggak ngajak," ngamek sinta.
"Yah kan lo dihukum," jawab Stella apa adanya.
"Tapikan-" belum dempat menyelesaikan bicaranya Stella sudah lebi dulu memotong pembicaraannya.
"Suruh siapa lo telat, pasti semalam lu ngedrakor yah?"
"Yah filmnya kan bagus."
"Heran deh gue orang tomboi kayak lo ternyata doyan nge-drakor juga yah?" tanya Stella mengejek.
"Lu nggak usah ngatain juga dong," sewot Sinta.
"Yah kan apa adanya," ucap Stella.
"STOOOPPPPP," teriak Bella karena bosan mendengar pertengkaran mereka.
"Weh cupu diam aja lo, udah cupu, jelek, dekil, ushh heran deh gue sama stellla dan Sinta kok mereka mau sih sahabatan sama lo," ucap rina yang tiba - tiba datang ke kantin saat melihat Bella teriak - teriak tak jelas.
"Heh lo nggak-" ucap Stella terpotong. sedangkan keysa sengaja tak menyahuti karena dia mengambil CCTV kevil yang ada di kantong bajunya lalu menatuknya di bagian kaluang yang ia gunakan agar tak adda satupun yang curiga.
"Diam lu," bentak Rina.
"Lu mau apa hah?" tanya Stella dengan emosi.
"Gue mau-" ucap Stella tersenyum licik.
PLAK
PLAK
PLAK
PLAK
PLAK
PLAK
Enam tamparan mendarat tepat di pipi Bella yang di layangkan oleh Rina si ratu bullyng.
"Lo bakalan nyesel," ucap Bella yang memegang pipinya sakit laku menatap tajam Rina.
__ADS_1