Perubahan Sigadis Cupu

Perubahan Sigadis Cupu
Masih dipesantren


__ADS_3

Saat ini aku sudah berada di dalam kamar bersama Stella, sudah hampir sepuluh menit kami berada di kamar karena acara pengajian telah selesai dan sholat zuhur pun telah selesai di laksanakan.


"bel tadi kok lo lewat di lorong itu lampunya nyalah yah?" tanya Stella bingung.


"Lah iya nyala lah, kan otomatis," jawab ku acuh.


"Kalau otomatis, tapi kok pas aku lewat lampunya kok nggak nyalah?" tanya nya lagi masih dengan ekspresi yang sama.


"Nggak tau, gue aja di jakarta baru beberapa bulan," jawab ku masih denfan jawaban acuh.


"Itu juga tadi, kok kak Aisyah bingung lihat kita udah berada di sampingnya aja?" tanya Stella lagi dan ku jawab dengan mengangkat bahu acuh dan menandakan akupun tak tahu soal itu.


Pov Bella off.


***


Kini hari telah berganti, dan seperti jadwal yang di tentukan hari ini adalah hari senin, dan hari ini jadwalnya bersholawat bersama, dan saat ini Stella dan bella sedang berada di depan pintu kamar Riki dan raka.


"Ngapain lo berdua rapi amat?" tanya riki bingung.


"Emang dari pertama datang kesini udah kek gini kalli," jawab Stella sewot.


"Slow dong," jawab riki.


"Udah nggak usah berantem, mending lo sama raka cepetanndeh ganti baju kita tunggu kalian di panggung dekat rumah ustadzah umi, soalnya ini jadwal-" ucap Bella terpotong karena Raka.


"Iya gue udah tau, ini juga gue udah siap, hanya Hendra nya aja tadi gue kasih tau nggak denger," potong raka.


"Yaudah bentar, gue ganti baju dulu."


***


Saat ini mereka sudah berada di atas panggung karena di panggil oleh kak Aisyah.


"Woi kita nyanyiin sholawat apaan?" tanya Stella bingung.


"Nggak tahu gue," jawab riki acuh.


"Udah cepetan, tuh nggak lama lagi acara mau mulai," ucap Bella.


"Eh ini pada kenapa?" tanya Aisyah.


"Bingung kak," jawab bella.


"Loh ko-" ucap Aisyah Terpotong karena Raka.


"Allahumma shalli wassallim wabarikh alaih," ucap Raka dengan suara meninggi serta suara serak basahnya.


"Udah kalau kalian tau nyanyi aja, kalau enggak yah diam," ucap Raka dingin.


***


(raka)


Ma'ashala maghfii amanii syaikhona


Allahu rabbi ham murabbi ruu hina yaa rabbana ...


Ma'ashala maghfii amanii syaikhona


Allahu rabbi ham murabbi ruu hina yaa rabbana ...


Saat andra ingin menarik nafas tiba - tiba saja iya berbatuk, dan saat itu pula Bella menyambung lagunya, sedangkan Stella dan riki hanya menggeleng bahwa mereka tak mengetahui lagu tersebut.


(Bella)


Yaa badratim minha ... dzakulla kamalii ...


Madhayuu ab'biruan ulla thamakalii ...


Yaa badratim minha ... dzakulla kamalii ...


Madhayuu ab'biruan ulla thamakalii ...

__ADS_1


(raka)


Ma'ashala maghfii amanii syaikhona


Allahu rabbi ham murabbi ruu hina yaa rabbana ...


Ma'ashala maghfii amanii syaikhona


Allahu rabbi ham murabbi ruu hina yaa rabbana ...


(Raka dan Bella)


Sholla alaikh allah murabbi daa' iman ...


Aba dama'al ibqa liwal arsholi ...


Sholla alaikh allah murabbi daa' iman ...


Aba dam'al ibqa liwal arsholi ...


Ma'shala maghfii amanii syaikhona


Allahu rabbi ham murabbi ruu hina yaa rabbana ...


***


Prok ... Prok ... Prok!


Kini tepuk tangan riuh terdengar menggema di telinga mereka dan ada juga yang membicarakan tentang mereka.


'Wah keren banget yah suaranya itu lo.'


'Iya tuh, yang cowonya serak basah yang cewe lembut nya minta ampun.'


'Kalau nikah tuh, mungkin anaknya suaranya tuh bagus banget kalli yah.'


'Lah kok yang cewe satunya dan cowo itu nggak nyanyi sih?'


'Pengen juga deh denger suara mereka.'


"Loh ini Stella sama Riki kenapa nggak nyanyi?" tanya Aisya.


"Nggak tau lagunya kak," jawab Stella.


"Oh, tapi di usahain cari lagu yang kalian tahu yah, kaka mau ke dapur dulu, assalamu'alaikum."


"Berempat yah nyanyinya, kalau lo berdua nggak nyanyi lagi gue tabok lo berdua," ucap Raka menatap tajam.


"Kalau kita nggak tau gimana dong? masa iya nyanyinya asal - asalan sih," grutu Stella.


"Kalau kalian nggak tau sholawa ini, berarti hati kalian tuh buatnya dari batu, apalagi lu Hen," ucap raka menatapn tajam ke arah riki sedangkan yang di tatap hanya cengengesan.


"Awas lu kalau nggak nyanyi," ucap Raka lagi.


"Judulnya?"


"Ummi," jawab Raka sedangkan riki hanya menganggukan kepalanya mengerti.


***


(Raka dan riki)


Ummi ...


tsumma ummi haddiakhir yaumfaa umri ...


Hubbi min awil hayati hammuhammi ...


Illi qatar, khair hadap khair haffi dammi wa'aishfii ...


(Bella dan Stella)


Ummi ...

__ADS_1


Engkau malaikat yang ku sebut ummi ...


Sabar dan keikhlasanmu sepenuh hati ...


Maafkan salahku yang selalu menyakitimu ummi ...


Tanpa mereka sadari ternyata bulir air berwarna bening dengan sendirinya jatuh mengenai pipi mereka.


(Berempat)


A'milaha timtsal ...


Illi thibit qolbaha fuqil hayal ...


A'milaha timtsal ...


Illi tsirit willi thabbit willi rabbit willi sya'lit hamli khibal ...


(riki dan Stella)


Kasih dan sayangmu ...


Takkan terbalas dengan apapun itu ...


Ku merindukan mu ...


Wajahmu selalu terlihat, namamu selalu ku sebut dalam do'aku ...


(Raka dan Stella)


Dan air matamu ...


Tumpah karena ucapan yang melukai ...


Maafkan anakmu ...


Syurga bukanlah milikku jika tak ada ridho darimu ummi ....


***


'Aku heran deh ini lagunya sedih, tapi kok ngelihatnya kaya romantis gitu yah?'


'Cocok deh.'


'Bagusan suara yang pertama nyanyi tadi sih.'


'Kirin aku mereka nggak bisa nyanyi.'


'Wah kalau nikah undangannya jangan lupa yah kak.'


***


Acara telah selesai, saat ini mereka beremat sudah berada di kamar mereka masing masing, karena saat ini jam sudah menunjukan pukul 01:00 mereka di beri waktu untuk istirshat.


***


Kini tak terasa satu minggu telah berlalu, dan saat ini mereka sudah berada di rumah mereka masing - masing, yah memang mereka di pulangkan karena mereka telah seesai mewawancarai.


"Assalamu'alaikum Bund," ucap Bella langsung memeluk bundanya.


"Wa'alaikumsalam eh anak bunda udah balik, gimana wawancaranya sayang?"


"Baik bund, tapi aku ingat perkataan ustadza ummi," kata bella.


"Emang dia bilang apa?"


"Dia bilang, kalau sampai rumah titip salam buat ibumu, dan katanya lagi tolong masa lalu jangan di benci, terus nitip surat," kata Bella sambil menyondorkan surat dan saat itu pula air mata viani mulai berjatuhan dan tiba - tiba tubuhnya menegang dan tangannya mengambil surat tersebut.


"Makasih sayang," ucapnya lalu berjalan menuju kamar.


"Sama - sama, eh bunda kok nangis?" tanya bella ketika mengingat kembali saat bundanya menangis.


"Ini ada apa sih? kok bunda nangis? udahlah entar malam aja deh au tanyain soalnya aku juga capek banget mau rabahan dulu deh," ucap Bella lalu berjalan menuju kamarnya, saat sudah sampai akhirnya diamemutuskan untuk membersihkan dirinya lalu memakai kaos kebesaran serta memakai celana pendek dan memutuskan untuk tidur.

__ADS_1


****


__ADS_2