
"Stel lo boleh ikut kita bentar nggak?" tanya sinta ketus lalu menarik tangan bella untuk sedikit menjauh dari Nando dan rina, sedangkan Stella hanya mengikuti.
"Kalian marah?" tanya Stella.
"Iya," ketus sinta.
"Jangan yah, gue mohon jangan marah sama gue," ucap Stella memohon.
"Tapi kenapa lo bohongin kita Stel?" tanya bella.
"Gue nggak niat kok bohongin kalian, gue hanya cari orang yang mau sahabatan sama gue dengan apa adanya, bukan ada apanya," ucap Stella.
"Niat ataupun nggak niat tapi tetap aja Stel."
"Nggak bel, gue beneran kok, tolong gue mohon kalian ngertiin gue."
"Tapi lo keterlaluan Stel."
"Gue nggak keterlaluan sin, gue ngelakuin ini demi cari teman yang tulus."
"Itu tandanya lo nggak percaya sama kita Stel."
"Gue bukan nggak percaya sama kalian, hanya saja gue belum mau ngebongkar identitas gue sin."
"Terserah lo deh."
"Maafin gue yah, gue janji deh bakalan neraktirin kalian sepuas yang kalian mau."
"Nggak."
"Yakin nih nggak mau? emang salah gue sebesar apa sih? gue kan nggak niat, emang kalian nggak mau makan di restoran yang baru di buka kemarin?"
"Yaudah gue maafin deh, tapi tolong di antara kita jangan ada rahasia lagi," ucap sinta.
"Iya gue janji," ucap Stella sedangkan Bella hanya mengangguk.
'Maafin gue yang belum bisa jujur sama kalian, gue bukan nggak mau jujur hanya saja gue takut kalian asingin gue hanya karna gue anak dari pemilik sekolah ini," batin bella.
"Lo kenapa bel?"
"Eh nggak papa kok."
"Buat para Siswa SMA ANTARA silahkan berkumpul kembali di lapangan karena acara dansa nya akan segera di mulai," ucap pembawa MC.
"Kesana yuk," ucap Stella sedangkan kedua temannya hanya mengangguk menyetujui.
__ADS_1
"Oke untuk semua peserta saya persilahkan maju kedepan," ucap MC.
Semua peserta pun maju dengan saling bergandengan sedangkan bella hanya bingung, bagaimana tidak? sedangkan sedari tadi Nando menatapnya sangat lekat.
"Kakak lo sakit apa?" tanya Nando yang terdengar ketus.
"Kakak gue sakit kepala."
'Aelah sakit kepala aja sampe segitunya, dasar lemah,' batin Nando.
"Emang kenapa?" tanya bella.
"Nggak, oh iya nama lo tadi siapa?"
"Sin- eh an-anu maksud gue Anissa RM."
"RM apaan?"
"Nggak ada."
Tanpa mereka sadari sedari tadi ada yang meperhatikan mereka dengan tatapan yang tak suka.
"Kok gue kek gini yah?" gumam cowok tersebut yang tak lain adalah raka.
"Gak," jawabnya ketus.
"Ish! nyebelin bat sih," gumam sinta yang masih bisa di dengar oleh Raka.
'Ini perasaan apaan sih? kok gue nggak yakin yah kalau dia itu adik dari Bella,' batin Raka.
"Aws...!" ringis Raka "lo ngapain sih nginjak kaki gue?"
"Lagian lo ngelamun mulu," ucap sinta.
'ka dari awal gue liat lo itu gue udah suka sama lo, tapi lo ngak pernah lirik gue sedikit pun, malah yang lo lirik itu sahabat gue ka, walaupun yang lo lirik nggak tau sama sekali tapi gue tau ka karena gue sering merhatiin lo, tanpa lo sadari,' batin sinta.
"Malam ini lo tampan banget," gumam Sinta.
"Apa?"
"Eh anu, eh nggak," ucap sinta gelagapan.
'Lo fikir gue budek apa?' batin Nando.
Malam ini Nando memakai baju kaos polos berwarna hitam sebagai dalaman dan di balut jas berwarna coklat dan celana berwarna coklat serta sepatu pun berwarna coklat, di tambah lagi dengan rambut yang berantakan yang membuat ketampanannya semakin terlihat jelas.
__ADS_1
"Woi ngapain masih di situ?" tanya raka saat acara dansa sudah selesai tapi Sinta tak bergerak sedikitpun.
"Astaga sinta lo kok malu - maluin banget sih," gumam sinta dan langsung berjalan menuju tempat kedua sahabatnya berdiri.
"Okw acara malam ini telah selesai, dan pengumuman juaranya akan di umukan besok," ucap MC.
"Sekarang jam berapa?" tanya Stella.
"Jam 21:48," ucap bella.
"Yaudah gue balik diluan yah, gue baliknya sama kak Nando aja, oh iya teraktirnya besok sepulang sekolah yah," ucap Stella lalu pergi meninggalkan kedua sahabatnya.
"sin lo pulang diluan aja, gue bisa kok pulang sendiri."
"Emang lo mau kemana?"
"Gue ada urusan bentar, lagian kan rumah kita berlawanan arah."
"Nggak papa nih?"
"Iya nggak papa kok."
"Yaudah gue diluan yah."
"Iya, bye ...."
Saat sinta pergi Bella pun langsung mengganti pakaian serta menghapus semua make up yang ada di wajahnya dan saat ini dirinya sedang berada di WC sekolah.
"Selesai."
Bella pun keluar dengan pakaian yang lusuh serta muka yang seperti biasa, yaitu kutubuku, saat dia sudah berada di luar gerbang sekolah tiba - tiba ada yang membicarakannya.
"Eh ada cupu nih, katanya sakit," sindir cewek tersebut yang tak lain adalah rina.
"Woi cupu lo itu nggak pantes berteman sama Stella dan Sinta, karena mereka itu nggak sederajat sama lo," ucap rina sedangkan bella hanya menunduk.
"Mereka itu anak orang kaya, sedangkan elo hanya gadis biasa yang berasal dari keluarga miskin, paling sekolah di sini hajya karena beasiswa, oh iya ternyata adik lo cantik juga yah, tapi sayang cantikan gue di banding adik lo yang dapat baju serta high hels mahal itu paling dari kerja sebagai ******," ucap rina.
"Udah ngomongnya?" Tanya bella.
"Belum."
"Eits! maaf gue nggak punya waktu buat ngeladenin orang kek lo," ucap bella lalu pergi meninggalkan rina sendirian.
"Gue bakalan balas," gumam rina.
__ADS_1