Perubahan Sigadis Cupu

Perubahan Sigadis Cupu
kunjungan pesantren


__ADS_3

telah sampai di rumahnya dengan selamat, saat sampai di rumah dirinya tak menemukan kedua orang tuanya, karena tak menemukan kedua orang tuanya akhirnya dia memutuskan untuk langsung ke kamarnya dan membereskan semua baju yang di pakainya selama di pesantren nanti, tak lupa pula dirinya membawa hijab tetapi yang di bawanya semuanya adalah hijab pasmina terkecuali yang dirinya pakai sebentar untuk berangkat.


***


Kini shokat maghribe telah selesai, akhirnya dirinya langsung memakai bajunya, baju gamis yang berwarna hitam serta hijab segi empat yang berwarna hijau tua, tak lupa pula dirinya nemakai kacamatanya, yah penampilannya memang sedikit berubah, tapi tetaplah dia masih terlihat seperti cupu.


"Yah, Bund Bella berangkat dulu yah," ucap Bella saat dirinya berada di depan kedua orang tuanya.


"Lah mau kemana kamu? tumben banget kamu make hijab pake bawa koper segala lagi," ucap Viana penasaran dengan sedikit sewot di nada bicaranya.


"Aelah Bund, bicaranya biasa aja lah, tenang aja kok Bella nggak lama oh iya Bella mau mewawancarai pondok pesantren raudhatul jannah, dan mungkin selama disana Bella bakalan nggak pulang soalnya itu adalah syaratnya, dan satu lagi Bella mau minta tolong ke Ayah, Ayah tolong bilang ke Kepsek tolong beri tahu ke bu rani kalau kelumpok aku izin selama seminggu karena kami sedang menjalankan tugas nya, yaudah dulu yah nanti Bella telat Assalamu'alaikum," ucap Bella panjang lebar lalu mencium punggung tangan kedua orang tuanya dan beralih ke pipi kedua orang tuanya secara bergantian kemudian dirinya berjalan pergi menuju luar rumah, tapi anehnya saat sampai di luar rumah dia terkaget karena mendapati Stella yang sedang tersenyum ke arahnya, Stella tersenyum benar - bwnar tulus dan membuat bella membalas senyumannya.


"Woi yuk naik," teriak Stella.


"Eh iya, maaf tadi ngelamun," ucap Bella.


"Aelah biasa aja kali bel, nggak usah ngomong formal yah gue enek dengarnya," ucap Stella tertawa.


"Hehe iya deh," ucap Bella sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Stel ..." lirih Bella.


"Hmn."


"Kok tib -"


"Nanti aku jelasinnya di kamar aja yah, tapi aku minta maaf deh selama ini udah nyuekin lo, sejujurnya gue nggak sanggup lihat lo menderita karena gue bel, tapi ini semua gue lakuin demi lo juga, kalau gue nggak gitu pasti si rina and the gengs pasti bakal terus jahatin lo bel, dan gue nggak mau itu terjadi dan rencananya gue sama Sinta bakalan bongkar ini semua di saat ulang tahun sekolah dan sekaligus saat ulang tahun lo juga," ucap Stella panjang lebar sedangkan Bella hanya tersenyum.


"Katanya jelasinnya di kamar, tapi kok udah di jelasin diluan?" tanya bella.


"Eh tadi lupa," ucap Stella salting lalu menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Loh Stel kok tiba - tiba berenti?"


Grep!


Tiba - tiba Shella memeluk erat tubuh Bella.


"Maaf ... maafin gue yang udah ngucilin lo selama beberapa hari ini, jujur sebenarnya gue gak tega bel tapi ini semua gue lakuin demi lo dan juga persahabatan kita, gue sayang bel sama lo," ucap Stella yang sudah menangis di punggung bella.


"Gue lebih Stel, gue lebih dari lo, gue udah ngenggep lo udah kayak sodara gue, lo adalah sahabat pertama gue Stel, lo adalah orang yang berharga di hidup gue, dan lo juga adalah sahabat terbaik gue," ucap Bella yang ikut menitihkan air mata.


***


Saat ini mereka sudah sampai di pondok pesantren hampir saja mereka telat, saat sampai mereka melihat dua orang lelaki yang memakai sarung serta baju yang di baluti jas yang sama yaitu warna hitam, siapa lagi kalau bukan Raka dan riki.


Yah saat ini mereka berempat seperti couple, bagaimana tidak? Saat ini Stella dan Bella memakai gamis berwarna hitam tapi sayangnya Stella memakai hijab pasmina yang berwarna biru tue sedangkan bella menakai hijar hijau Tua, begitupun dengan riki dan raka, riki memakai sarung yang berwarna biru tua dan di dominasi seperti gambar gambar kecil yang berwarna putih serta baju dalaman hanya kaos polos berwarna hitam dan jas yang berwarna hitam, sedangkan raka memakai sarung berwarna hijau Tua yang sedikir di dominasi sedikit gambar dengan warna coklat, dengan dalaman yang memakai kaos hitam yang sedikit ada tulisan yang berwarna hijau serta jas yang menutupi bagian belakang serta tangan nya.


Ketika mereka memasuki pondok, mereka mendapati kak Aisyah yang sepertinya sedang menunggu seseorang.


"Hay kak," sapa Stella dan riki barengan sedangkan yang di sapa hanya menunjukan muka yang sedikit merah padam.


"Assalamu'alaikum kak," ucap Bella dan Andra barengan.


"Nah gitu dong, datang itu ngucapin salam bukan malah 'hay kak,' lah kalian janjian?" tanya kak Aisya bingung.


"Lah kan tadi emang janjian mau kesini kak," ucap Stella tanpa beban.


"Bukan itu, coba deh kalian perhatiin badan kalian lalu gitu deh," ucap Aisyah bingung.


Dengan itupun mereka menatap diri mereka masing - masing laku menatap lawan jenis yang saat ini ada di samping mereka.

__ADS_1


"Hah!" ucap mereka berempat kompak sedangkan kak Aisyah hanya mengelus dada jarena terkaget dengan kekompakan mereka.


"Sudah - sudah lebih baik kalian ke kamar terus letak barang - barang kalian nanti saya yang mengantarkan, karena kalau kalian di sini terus bisa - bisa gendang telinga saya pecah akibat kalian yang teeus berbicara dengan nada yang tak bisa di sebut pelan," ucap Aisyah yang sudah berjalan meninggalkan mereka berempat sedangkan yang di tinggalkan hanya menyengir onta lalu berjalan mengikuti Aisyah.


Saat mereka sudah sampai di depan kamar banyak santri - santri yang berlalu lalang dan memperhatikan mereka.


"Silahkan kalian masuk ke kamar kalian yah, tapi itu mungkin sedikit berdebu, nanti saya akan memanggilkan para santriwati untuk membantu kalian membersihkan kamar kalian," ucap Aisyah sambil menatap Stella dan Bella lalu menatap sebuah rumah yang kecilnya seperti kamar.


"Nah kalau kalian berdua kamarnya yang di samping sebelah sana, nanti ada beberapa para santriwan yang akan membantu kalian membersihkan kamar," ucap Aisyah kepada riki dan raka.


"Kami masuk dulu kak, assalamu'alaikum," ucap mereka berempat kompak.


"Iya, jangan lupa sholat isya berjamaah di mesjid dan gak lama lagi adzan di kumandangkan, wa'alaikumussalam," jawab Aisyah lalu pergi meninggalkan mereka.


***


Saat ini Stella dan bella sudah berada di kamarnya setelah mereka selesai menunaikan sholat isya secara berjamaah, dan kamar mereka pun sedah bersih karena tadi ada beberapa santriwati yang datang membantu mereka dan daat ini jam sudah menunjukan pukul 21:18.


"Stel kira - kira besok kita harus ngapain yah?" tanya bella sambil berbaring di kasur yang sudah di sediakan.


"Gue juga gak tau sih, tapi yang jelas besok kan hari minggu dan kita bakalan balik ke rumah hari sabtu," jawab Stella enteng.


"Lu mah, kalau itu gue juga tau kalli, tapi yang gue maksud bukan itu Stella," ucap Bella geram sedangkan Shella hanya cengengesan.


"Assalamu'alaikum," ucap seseorang dari luar.


"Wa'alaikumsalam," jawab Bella dan Stella sambil melihat ke arah pintu.


"Maaf mengganggu," ucap orang itu.


"Ohh nggak kok, mari masuk," ucap bella lalu orang itu pun masuk.


"Eh iya makasih, oh iya ini kenalin Stella dan saya Bella," ucap Bella sambil menjulurkan tangan.


"Saya Shera, kalian santri baru yah?" tanya Shera.


"Eh nggak kok, kami dari SMA garuda, yang di berikan tugas untuk mewawancarai pemilik pondok pesantren ini," ucap Bella.


"Oh, yaudah kalau begitu saya pamit dulu maaf sudah menggangu, assalamu'alaikum," ucap Shera lalu berjalan pergi keluar.


"Wa'alaikumsalam," jawab bella dan Stella barengan.


"bel itu kertas apaan sih? Coba deh lo baca," ucap Stella sambil melirik kertas tersebut.


bella pun membuka lipatan kertasnya lalu membacanya.


***


Jadwal untuk siswa SMA ANTARA:


Minggu : mengikuti acara pengajian bersama dari jam 09:00 sampai selesai menunaikan Sholat zuhur, jika selesai kalian bisa mengikuti kebiasaan santri - santi disini.


Senin : mengikuti acara sholawatan, dan yang bersholawat adalah kalian.


Selasa, Rabu, dan kamis kalian bisa mengikuti kebiasaan santri di sini.


Jum'at : kerja bakti.


Sabtu : wawancara.


***

__ADS_1


"Gila, tau gini mending gue gak mau," tolak Shella mentah - mentah.


"Emang kenapa Stel?"


"Lo itu yah, gini deh kita kan bisa di sini walaupun hanya dua atau tiga hari, ngapain coba selama seminggu? pake acara ngikutin para santri di sini lagi," ucap Stella.


"Udahlah Shtel, imyang penting kita dapat nilai."


"Iya deh."


"Udah bobok yok, nanti telat lagi bangun subuhnya," ajak Bella sambil berbarin di kasur tersebut lalu di ikuti oleh Stella.


***


"Stel, kita mandi dulu yuk, ini nggak lama jam sembilan, acaranya bentar lagi mulai," ucap Bella.


"Emang lo tau kamar mandinya dimana?" tanya Stella.


"Enggak sih, tapi kan kita bisa menanyakan nya sama pemilik pondok ini."


"Yaudah deh iya - iya."


***


"Assalamu'alaikum," ucap Bella dan Stella barengan saat sampai di depan pintu rumah pemilik pondok tersebut.


"Wa'alaikumsalam," jawab Aisyah "eh kalian, ada apa?" tanya Aisyah.


"Kita mau mandi kak, tapi nggak tau kamar mandinya dimana," jawab Bella.


"Yasudah, selama kalian disini kalian mandi di rumah sini saja, nanti jangan lupa bilangin yah sama pasangan kalian masing - masing," ucap Aisyah menggoda.


"Hehe kak Aisya semalam itu kan hanya kebetulan aja," jawab Shella malu - malu.


"Yaudah iya - iya, mari silahkan masuk, nanti saya antar sampai depan kamar mandi," ucap Aisyah berjalan menuju ruang keluarga yang kemarin di masuki oleh bella dan Stella.


Saat sampai di depan ruang keluarga kak aisyah pun menuju lukisan yang menggambarkan pintu yang ada di ruang keluarga itu, laku Aisyah memegang pintu tersebut dan dengan sendirinya pintu itu terbuka.


Tapi anehnya saat pintu itu terbuka, Aisyah terus berdiri di depan pintu tersebut sambil mempeesilahkan Bella dan Stella untuk masuk.


Pov Bella.


Saat masuk ke dalam pintu tersebut, aku benar - benar takjub, ini adalah sebuah taman yang indah penuh dengan bunga - bunga yang mekar, lalu tak di pojok kanan ada sebuah pintu dan kak Aisyah pun masuk ke taman tersebut dan dengan sednirinya pintu itu tertutup.


Lalu kak Aisyah berjalan menuju pintu tersebut, dan anehnya saat kak Aisyah sudah berada di depan pintu itu, dengan sendirinya pintu itu terbuka dan lagi - lagi kak Aisyah hanya berdiri di pintu dan menyuruh aku dan Stella untuk masuk.


Saat aku masuk ternyata di dalam itu terdapat kamar mandi.


"Kalian berdua silahkan mandi, tenang aja kamar mandinya gak nyatu kok, ada pembatasannya dan batasannya itu nggak terawang," ucap kak Aisyah seakan membaca fikiranku.


"Saya tunggu kalian di taman saja, nanti kalau selesai tekan bel itu," ucap Aisyah sambil menujuk bel tersebut.


***


Setelah selesai mandi Bella dan Stella pun ingin memencet bel tersebut, tapi anehnya saat ingin memencet bel yang tept berada di pertengahan, pintu itu dengan sendirinya terbuka akhirnya aku dan Stella pun segerah keluar.


"Kak Aisyah makasih yah, entar sore kita mandi di sini lagi yah," ucap Bella, sedangkan Stella hanya menunjukan muka bingun, entahlah dirinya bungung karen apa hanya dia dan sang pencipta yang mengetahui.


"Loh kalian bisa keluar?" tanya Aisya bingung.


"Bisa dong kak, kan ada pintunya," jawab ku, sedangkan kak Aisyah masih menunjukan ekspresi bingung.

__ADS_1


__ADS_2