Perubahan Sigadis Cupu

Perubahan Sigadis Cupu
terbongkarnya rahasia Stella


__ADS_3

"Oke untuk acara yang pertama, yaitu menyanyi vokal," ucap pembawa acara "sesuai dengan nama yang saya bacakan yah,"


"bel yang ikut lomba ini siapa semua?" tanya sinta.


"Lah gue nggak tau, kan tadi siang gue nggak lihat di papan informasi,"


"Udah gue tadi siang lihat kok, yang lomba nyanyi itu ada lima orang," ucap Stella.


"Siapa?"


"Dengerin aja namanya," ujar Stella.


"Nama gue ada nggak?" tanya sinta.


"Kaga ada, kalau nama lo ada bisa - bisa mic nya rusak," ucap Stella dan membuat Sinta kesal.


"Nyebelin banget sih."


"Sorry."


Karena lamanya mereka berbicara sambil bercanda tanpa mereka sadari bahwa sekarang sudah urutan peserta yang ketiga.


"Untuk peserta yang ketiga saya persilahkan kepada Roynando Alfarizi," ucap MC tersebut lalu turun dari atas panggung.


Mendengar ucapan MC membuat bella bingung, 'emang Nando bisa nyanyi' batin Bella.


Tak lama kemudian Nando pun naik ke panggung dengan pakaian yang sangatlah rapi, yang membuat semua orang tertegun kepadanya, memakan kaos dalaman berwarna putih polos, celana warna hitam, dan jas warna hitam polos yang di buarkan berterbangan ke belakang karena jas tersebut tidak di kancing.


'OMG MANTAN GEBETAN GUE GANTENG BANGET SIH,'


'WAH ITU NANDO KEREN BANGET DEH,'


'GILA GUYS DIA COOL BANGET,'


Itulah pujian yang di lontarkan siswi SMA ANTARA untuk seorang Roynando Alfarizi.


"berhubung tak ada pelarangan untuk menyanyikan lagu apa, jadi saya memutuskan untuk menyanyikan lagu Kisah kasih disekolah," ucap Nando.



Resah dan gelisah ...


Menunggu di sini ...


Di sudut sekolah ...


tempat yang kau janjikan


Ingin jumpa denganku


Walau mencuri waktu, berdusta pada guru ...



Ucap Nando dengan suara serah basahnya, dan nada yang begitu indah.



Malu aku malu ...


Pada semut merah ...


Yang berbaris di dinding


menatap ku curiga, seakan penuh tanya ...


Sedang apa di sini? Menanti pacar, jawabku ...



Sungguh aneh ... tapi nyata ...


takkan terlupa ... kisah kasih di sekolah ...


Dengan si dia ... tiada masa paling indah ...


Masa - masa di sekolah ...


Tiada kisah paling indah ...


Kisah kasih di sekolah ...



Lagu yang di nyanyikan Nando membuat para Siswi SMA ANTARA menjadi berbunga - bunga, bagaimana tidak, sedang Nando saja menyanyikannya penuh dengan penghayatan.



Selesai Nando menyanyi akhirnya dia pun segera turun dengan wajah yang kembali datar.



"Untuk peserta yang terakhir kami persilahkan kepada bella," ucap MC dan Bella pun belum langsung naik ke panggung melainkan terlebih dahulu ia berjalan menuju kepala sekolah.


__ADS_1


"Pak maaf jika mengganggu."



"Iya, kamu siapa?"



"Ini saya pak Bella, tapi tolong jangan beri tahu siapa - siapa jika saya bella, jika nanti saya naik ke panggung, bapak boleh bilang ke semua siswa kalau saya adalah adik bella," ucap bella sedangkan kepala sekolah hanya mengangguki tanpa banya melontarkan pertanyaan.



bella pun segera naik ke panggung dengan senyuman di balik masker yang ia kenakan, tapi saat dirinya melirik ke arah Sinta, Sinta mengisayaratkan bahwa Bella harus membuka maskernya, bella pun hanya mengikuti saja.



Saat dirinya membuka masker, pak kepala sekolah pun mengangkat bicara.



"Bapak tau kalian pasti bingung, tapi ini tidak apa - apa, karena berhubung dia adalah adik dari saudari bella, jadi menurut bapak itu tidak apa - apa," ucap kepala sekolah memberi penjelasan dan bella hanya tersenyum simpul.



'GILA GUYS, SI NERD TERNYATA PUNYA ADIK CANTIK BANGET.'



'NAMANYA SIAPA CEWE?'



'SEKOLAHNYA DIMANA NENK?'



Banyak pujian serta pertanyaan yang di lontarkan para siswa SMA ANTARA untuk Rahma tapi Rahma hanya menanggapinya dengan senyum tipis.



"Maaf malam ini kakak saya tidak bisa hadir karena malam ini dia sedang sakit, jadi saya yang akan menggantikan semuanya," ucap bella.



"Malam ini saya akan menyanyikan lagu yang berjudul 'Bunda' boleh minta tolong gitarnya di bawa kemari?" tanya bella dan MC pun langsung memberikan gitarnya, "saya nggak mau pake alunan piano, cukup saya saja yang memainkan gitarnya," ucap bella.



'GILA BAKATNYA KEREN BANGET,'



Bagai dongeng kecilku dulu ...


Teringatku hadirmu bunda ...


Menjagaku di kecil dulu ...


Ucap bella dengan nada yang begitu indah, dan mulai memetik gitarnya dengan jemari tangannya, dan nada yang begitu sangat ia resapi.


Tak pernah ku ingin menjauh ...


Tahukan kau akan rinduku ...


Sujud ampunkanlah dosaku ...


Melukai hatimu, Bunda ...


bella terus memetik gitar dengan nada yang benar - benar sempurna, dan air mata yang lolos melewati pipi chubby nya, sedang yang mendengarkan pun sangat meresapi lagu tersebut dan sebagian dari mereka ada yang menangis. Stella juga menangis, karena mengingat ibunya.


Apakah tergetar hatimu ...


Di sini anakmu terjatuh ...


Tak ada tempatku mengadu ...


Tangisku dalam sendiriku ...


Tak ada setulus cintamu ...


Tak ada seteduh pelukmu ...


Rinduku hadrimu, oh Bunda ...


Tidurkanku dalam pelukmu ...


bella sangat menikmati lagi tersebut sampai air matanya pun sudah banyak menetes, begitun dengan para guru serta sebagian siswa yang tengah menangis.


"Terimah Kasih," ucap bella lalu turun dari atas panggung.


Saat Bella turun dari panggung banyak yang melihat dirinya dengan tatapan sendu.


"bel kok lo nggak ngasih tau gue sih, kalau lo itu punya bakat dalam main gitar," ucap sinta berbisik pelan.


"Hehe gue main gitar cuma iseng doang kok."

__ADS_1


"Oh iya, lagu tadi keren banget tau nggak, gue yakin kalau lo bakalan jadi juara," ucap stella yakin.


"Yah nggak mungkin lah, jelas - jelas tadi bagusan punya Nando."


"Nggak, bagusan punya lo kalli," ucap Stella sambil menatap Nando tajam.


"Kok lo berani banget sih natan tu es."


"Yah berani aja sih."


"Temenin gue ke Wc yuk," ucap bella.


"Yoklah, takutnya nanti ada yang gangguin tuan putri," ucap sinta menggoda.


"Bisa aja sih lo."


"Bisa dong, tapi sayang nggak bisa milikin lo," ucap sinta.


"Bisa kok, tapi sebagai sahabat."


Saat mereka sampai di wc bella pun segera masuk kedalam wc wanita, sedangkan Sinta dan Stella hanya menunggu di depan pintu.


***


"Eh dansa nya jam berapa?" tanya sinta sambil berjalan menuju lapangan.


"Keknya sih jam setengah sembilan," jawab Stella.


"Berarti setengah jam lagi dong."


"Iya, emang kenapa? lo udah nggak sabar dansa bareng raka?" tanya Stella sambil mengedipkan matanya genit.


"Ish ...! genit amat sih."


"Kan belajarnya dari lo."


"Eh cupu," teriak seseorang yang tak lain adalah rina.


"Yeh nenek lampir datang lagi guys," ucap Stella lantang.


"Eh kalau ngomong di jaga yah."


"Kenapa? lo nggak terima? iya? sini gue kasih tau yah sama lo, selama ini gue diam setiap lo ngelakuin gue kayak babu lo, yang harus nyelesain semua tugas lo, yang harus gantiin lo piket di kelas lo, heh kita di sini itu sama - sama siswa, yang bedanya itu bokap Lo kepala sekolah disini, sedangkan gue enggak," ucap Stella dengan amarah memuncak, sedangkan Sinta hanya tersenyum simpul mendengarkan ucapan yang keluar deri mulut Stella yang sudah dia tunggu - tunggu sejak dulu.


"Ya iyalah beda, bokap gue kan orang terhormat, sedangkan bokap lo paling kerjanya cuma serabutan doang," hina rina "sama juga kek bapaknya teman - teman lo," lanjutnya.


"Heh lo bisa yah ngehina gue, tapi nggak perlu ngehina bokap gue, gue pastiin lo bakalan nyesel karena udah ngehina bokap gue," ucap Stella masih dengan amarah.


Di sisi lain terlihat seorang cowok yang sedang mendengarkan pembicaraan ke empat gadis tersebut.


"Kan emang kenyataan kalau bokap lo itu kerjanya serabutan," ucap rina sambil menunjuk tepat di muka Stella.


"Lo nilai gue dari luar bukan dari dalam, dan gue pastiin lo bakalan nyesel," ucap Stella dengan senyum smirknya.


"Lo ngancem gue?" tanya rina meremehkan.


"Nggak, lebih tepatnya ngasih tahu sama cewek murahan kek lo," ucap Stella sambil menunjuk kembali tepat di muka rina, dan membuat bella dan Sinta melongo karena kaget sekaligus tak percaya.


"Maksud lo apaan?" tanya rina dengan muka memerah antara malu dan marah.


"Maksud gue lo itu cewek murahan, baju dari om - om aja bangga, ditambah lagi ngejar - ngejar Nando yang jelas - jelas nggak suka sama lo," ucap Stella dan merasa puas dengan ulahnya.


"Heh bukan gue yang ngejar - ngejar Nando, orang Nando kok yang suka sama gue, secara kan gue model di skolah ini."


"Cuih ...! muntah gue lama - lama kalau ngomong sama cewek kayak lo."


"Heh lo jaga sikap yah, cewe miskin aja belagu," ucap rina yang sudah siap melayangkan tamparan ke wajah Stella.


Plak!


Ada suara tamparan tapi Stella sama sekali tak merasakan sakit di pipinya.


"Aws ...!" ringis rina karena mendapatkan tamparan dari orang yang sedari tadi mendengar percakapan mereka yang tak lain adalah Nando.


"Kok lo nampar gue sih Nan?" tanya rina "harusnya yang lo tampar itu cewek miskin ini, yang udah ngehina bokap gue, lagian gue juga ngomongnya bener kok kalau bokap dia itu kerjanya serabutan," ucap rina lantang lalu menatap Stella sedangkan yang di tatap hanya tersenyum tipis.


"Heh yang salah itu elo, lo itu lihat orang cuma dari dalamnya doang," ucap Nando dingin dan menatap tajam ke arah rina.


"Tap-" ucap rina terpotong.


"Stel udah yah, aku mohon sama kamu, sandiwara kamu cukup sampai sini aja, lagian kan kamu juga udah dapat sahabat yang kamu inginkan dari dulu," ucap Nando memohon di depan Stella dan membuat bella, Sinta dan rina melongo.


'Sejak kapan most wanted SMA ANTARA mohon - mohon di depan cewek,' sindir rina namun mendapatkan tatapan tajam dari Nando.


"Heh lo diam yah, gue tegasin sama lo kalau sebenarnya stella Anantasya ini adalah adik kandung gue, dan itu artinya dia adalah anak dari Bapak Putra Pratama pemilik perusahaan PT. PRATAMA GROUP," ucap Nando penuh penekanan, dan membuat rina melongo tak percaya.


"Maafin gue yah adik ipar," ucap rina memegang tangan Stella.


"Lepasin tangan adik gue," tegas Nando dan menepis kasar tangan rina.


"Apa? Jadi lo bohongin kita Stel?" Ucap sinta.


"Tunggu - tunggu, lo bilang kita, itu artinya dia-" ucap Nando.


"Nggak," ucap sinta cepat.

__ADS_1


__ADS_2