
"Eh elo Nan," ucap Bintang cengengesan. Yah orang itu adalah Nando.
"Nan lo tau nggak?"
"Gak."
"Ya iyalah, kan gue belum cerita sama lo."
"Terus?"
"Tadi Sinta datang sama dua teman nya loh."
"Terus?"
"Temannya pada cantik - cantik tau nggak sih?" ucapnya dengan mata berbinar.
"Nggak."
"Nyebelin bat sih lo, dengerin dulu napa sih," ucapnya dan mendapatkan deheman dari Nando.
"Tadi teman sinta itu pake dres pink dan navy."
"Terus?"
"Yang make dres pink itu Stella, dan yang make dres navy itu-" ucapnya terpotong.
"waras?" pertanyaan yang di lontarkan Nando sangat lah tidak terhubung dengan perkataan Bintang.
"Waraslah," ucapnya enteng.
"Terus nerd lo bilang cantik?"
__ADS_1
"Kan emang gitu, tadi Stella itu cantik banget sampe aku nggak ngedip natap dia, dan yang make dres navy itu-"
"Bella?" tanyanya sambil tertawa meremehkan.
"Gue gak tau sih, soalnya tuh cewek make masker, tapi nggak mungkin deh, secara kan tuh si bella make kacamata, dan yang tadi nggak sama sekali."
"Terus?"
"Dia cantik banget."
"Terus?"
"Lo itu nyebelin bat sih, dari tadi gue ngomong lo selalu bilang terus - terus, emang lo fikir lo lagi nunjuin gue jalan pulang apa? lagian jalan pulangvjuga gak terus - terus, kalau terus - terus mah bisa - bisa masuk jurang gue."
"Oh," satu kata yang keluar dari mulut Nando yang berhasil membuat Bintang kesal.
"Lo itu emang nyebelin yah."
"Hmn."
"Ih cewek ngambek minta di beliin seblak."
"What lo ngomong sepanjang itu Nan? emang bisa Nan? Itu tadi lo ngomong tujuh kata loh," ucapnya sambil menghitung perkataan Nando dengan jarinya.
"Brisik!" Ucap Nando yang kembali dingin, dan sukses membuat Bintang diam mematung karena tatapan tajam yang mematikan dari Nando.
"Iya deh maaf."
Saat ini tiga orang gadis itu sedang berjalan menuju lapangan yang sudah di dekorasi dengan sangat rapi oleh pendekor ruangan yang sudah di pesan oleh pihak sekolah dan di bantu oleh anak - anak osis. Satu kata untuk tempat ini 'Indah.'
"Eh Sinta itu yang di samping lo siapa?" tanya seorang cewek yang sekelas dengan mereka.
__ADS_1
"Kenalin ini Stella dan ini Anisa," jawab sinta, sambil menatap Stella dan bella mengisyaratkan kalau mereka harus berkenalan dengan cewek tersebut, dan untung saja mereka berdua mengerti.
"Kenalin gue Anissa RM," ucap bella menjulurkan tangannya dan di terima dengan senang hati oleh cewek tersebut.
"Gue Nia," ucap cewek tersebut yang bernama Nia, Nia juga sering membully bella dan Stella.
"Kenalin gue Stella Anantasya," ucap Stella sambil menjulurkan tangannya dan tersenyum miring.
"Lo Stella si nerd itu?"
"Kenapa bingung? Yah ini gue Stella seorang nerd yang sering ko bully dari pertama gue masuk hingga sekarang."
"Maaf Stel, gue nggak tau, lagian kan gue bilang lo itu apa adanya kok, lo kan emang berasal dari keluarga yang nggak punya."
"Eh lo diam yah!" bentak sinta yang tak terima temannya di hina.
"Kan kenyataan."
"Walaupun dia berasal dari keluarga sederhana, tapi dia lebih ber etika di bandingin sama lo yang nggak punya etika sama sekali."
"Eh lo nggak usah bentak - bentak adek gue yah," tiba - tiba suara yang tak asing lagi terdengar di telinga bella.
"Kenapa lo mau marah? iya?" Ucapnya dengan senyum tak bisa di tebak "eh gue kasih tau yah sama lo, bilangin sama adik lo, tuh etika di jaga, jangan mentang - mentang lo berdua anak kepala sekolah di SMA ANTARA jadi lo berdua bisa semena - mena di sekolah ini, eh bokap lo berdua emang Kepsek di sekolah ini, tapi ingat yang punya sekolah ini adalah pak ANTARA, orang yang paling terkenal akan kekayaannya di seluruh negara manapun," ucap Sinta dengan penuh amarah.
"Kenapa? lo nggak terima kalau adek gue ngomong gitu ke sahabat lo? Kan emang yang di bilang adek gu-" ucap rina terpotong.
"Oke anak - anak SMA ANTARA yang bapak cintai, malam ini kita akan mengadakan lomba yang sudah di umumkan dari satu bulan yang lalu, tapi sebelumnya bapak minta maaf kalau pemilik sekolah SMA ANTARA hari ini tidak bisa hadir karena urusan nya yang terlalu padat, dan kata beliau dia akan datang di saat perayaan ultah sekolah yang ke tiga tahun, dan melepaskan pelulusan untuk kelas dua belas, yang akan di laksanakan tiga bulan yang akan mendatang," ucap kepala sekolah.
'Loh tapi bukannya bapak harusnya datang malam ini?" batin bella.
Stella dan Sinta memang mengetahui kalau Bella adalah anak dri keluarga yang memiliki segalanya, tapi mereka belum mengetahui kalau sebenarnya Bella itu adalah anak dari pemilik sekolah SMA yang mereka sekolahi.
__ADS_1
"Eh bel lo kok ngelamun?" tanya Stella yang berhasil menganggetkan Bella.
"Eh ... ng - gak papa kok," jawab Bella gelagapan.