Perubahan Sigadis Cupu

Perubahan Sigadis Cupu
ternyata Bella punya saudara


__ADS_3

"Apaan sih lo, nggak ngerepotin sama skali kok."


"Yaudah, lo hati - hati yah."


Aku sudah tak menjawab omingan Stella, karena aku sudah pergi dari rumah Stella.


Seperti janji ku kemarin, hari ini aku singga di rumah ibu yang kemarin, dan tak lupa pula uang di tanganku sebesar 5 juta, tak lama kemudian depcolector itupun datang .


"Jadi gimana neng?" tanya depcolector itu.


"Saya bawa kok pak," akupun segera mengambil uang tersebut sebesar 2 juta lalu memberikan ke bapak tersebut.


"Oke, kami permisih dulu," ucapnya lalu pergi meninggalkan rumah ibu tersebut.


"Terima kasih banyak yah neng, kalau neng nggak ada mungkin saya sudah babak belur."


"Iyah bu, sama - sama."


"Yaudah neng, mari masuk dulu," ucap ibu itu sambil menarik tanganku.


Saat aku masuk ke dalam rumah tersebut, aku tak sengaja melihat seorang anak perempuan yang usianya sekitar 6 tahunan.


"Kenapa neng?" tanya ibu dan aku menjawabnya dengan melihat ke anak perempuan tersebut.


"Ohh itu, dia bukan anak kandung ibu."


"Hah?"


"Iyah dia bukan anak kandung ibu, jadi ceritanya seperti ini."


Flashback on.


Ngeaa ... ngea ...(anggap aja suara bayi yah.)


"Loh kok ada bayi?" tanya seorang ibu pada dirinya, ibu bernama Mita.


"Kayanya berasal dari dalam kardus itu."


Mira pun berjalan ke tempat kardus tersebut, dan benar saja, suara bayi tersebut berasal dari kardus itu.


"Ya Allah siapa yang tega membuang bayi yang tak berdosa sepertinya?"


Mita pun membawa bayi tersebut ke rumahnya, setelah sampai di rumahnya Mita pun langsung memberi nama gadis itu Raisa.


Mita memiliki anak kandung 2, perempuan semua, dan sekarang Mita mengakat bayi tersebut sebagai anaknya, dan rela tidak makan demi anak angkat tersebut.

__ADS_1


Hingga pada akhirnya anak Mita berbicara kepadanya.


"Bu, Nana lapar."


"Sabar yah sayang, kan Raisa juga butuh susu sayang."


"Yaudah seh Bu, uang nya pake beli susu buat aca aja, Nana sama isa bisa belakangan bu."


"Makasih yah sayang atas pengertian kamu, kamu memang anak yang baik."


"Iyah bu, yaudah Nana ke kamar dulu yah bu."


"Iya sayang."


***


Kini 6 tahun telah berlalu, dan Mita merawat Raisa dengan sangat baik.


Flashback off.


"Ohh, jadi ceritanya kayak gitu."


"Iya."


"Yaudah bu kalau gitu saya pamit yah, tapi sebelum pamit saya bicara sama Raisa dulu boleh nggak?"


***


"Hai dekk," sapaku dan hanya di balas senyuman manis olehnya, akupun kaget mengapa wajah anak ini mirip sepertiku, dan tiba - tiba aku teringat akan kejadian 6 tahun yang lalu.


FlashBack on


Terlihat seorang gadis berusia 10 tahun dengan memakai kacamata serta rambut di kepang dua sedang bersama adiknya yang baru berusia 1 minggu.


Ngea ... ngea ...


"Dek jangan nangis yah," ucap gadis tersebut sembari menenangkan adiknya, yah gadis kecil tersebut adalah bella.


Ngea ... ngea ...


'Duh gimana ini? abel nangis lagi, terus bunda juga lama banget sih,' gerutu Bella dalam hati.


"Dek tunggu bentar yah, kakak mau nyusulin bunda dulu," potongnya "bi tolong jagain abel yah," ucapnya lalu meninggalkan kamar.


Bella menghampiri ibunya yang berada di butik milik ibunya, yang letaknya tak jauh dari rumah.

__ADS_1


"Bunda ...," teriak Bella.


"Kenapa sayang? kok nyamperin bunda? abel di rumah sama siapa?" tanya bundanya ramah.


"abel nangis bun, dia di jagain sama bibi."


"Yaudah kita pulang sekarang yah, kebetulan orang yang ngambil bajunya udah pergi, tapi bunda tutup butik dulu."


"Iya bun."


***


Kini aku dan bunda sudah berada di rumah, tetapi saat kami sampai di rumah itu hanya ada keheningan saja.


"Lah kata kamu abel nangis, tapi kok nggak ada suara?"


"Iya sih, tapi beneran bun, tadi Abel nangis kok, kalau bunda nggak percaya bunda tanya aja sama bibi."


"Yaudah ayuk kita naik ke atas," ucap bunda sambil berjalan menuju kamar tempat Abel.


***


Ceklek


"Abel ...," teriak bunda.


Mendengar teriakan bundanya Bella pun segera naik ke atas.


"Ada apa bun?" tanya nya.


"Abel," ucap bunda melemas.


"abel kenapa bun?"


"Abel nggak ada sayang!"


Deg


Bagaikan di sayat seribu pisau.


Mendengarkan perkataan bunda akupun langsung luruh dan ...,


Brakh ...!


Bella pun terjatuh dan pingsan.

__ADS_1


"bella ...," teriak bunda histeris.


__ADS_2